Ummat Repository
Not a member yet
    5707 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS IBU DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD ASY-SYIFA’ KABUPATEN SUMBAWA BARAT

    Full text link
    Prevalensi kematian ibu akibat Abortus menurut WHO menyumbang 15-50% kasus dari 20 juta kasus abortus setiap tahunnya. Kejadian Abortus di RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat termasuk dalam 5 kasus terbesar di setiap tahunnya. Tahun 2021 tercatat 10,88% (179 kasus) dari 1.645 ibu hamil. Tahun 2022 meningkat menjadi 10,94% (164 kasus) dari 1.498 ibu hamil. Prevalensi kembali meningkat pada tahun 2023 menjadi 13,96% (159 kasus) dari 1.139. Faktor-faktor yang menyebabkan kejadian Abortus diantaranya umur ibu, paritas, dan usia kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian abortus di RSUD Asy-Syifa’ Tahun 2023. Metode Penelitian menggunakan Analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah seluruh Rekam Medik Ibu hamil dengan Abortus di RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat tahun 2023 dengan menggunakan Total Sampling. Hasil Analilis Univariat didapatkan kejadian Abortus sebanyak 151 rekam medik. Angka kejadian terbanyak yaitu pada kasus Abortus Inkomplit sebanyak 108 rekam medik (71,5%) dan yang paling sedikit adalah abortus insipiens sebanyak 4 kasus (2,6%) dari total 151 responden. Pada rentang usia subur (20-35 tahun) sebanyak 82 responden (54,3%) mengalami Abortus. Berdasarkan Paritas, ibu hamil dengan Multipara (2-4 kali) mengalami Abortus sebesar 75,5% (114 rekam medik). Hasil analisis menggunakan Spearman didapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian Abortus dengan nilai p-value 0,034 yang artinya ada hubungan antara usia dengan kejadian Abortus dan ada hubungan antara Paritas dengan kejadian Abortus pada ibu hamil di RSUD Asy-Syifa’ dengan nilai p-value 0,005 yang artinya ada hubungan antara Paritas dengan kejadian Abortus

    MENGGALI TENUN SASAK DAN KEARIFAN LOKAL UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER: SEBUAH KAJIAN ETNOCIVIC

    No full text
    Desa Sade dan Sukarara di Lombok, yang dihuni oleh suku Sasak, dikenal karena tradisi tenun khas yang diwariskan oleh para wanita pengrajin. Kain tenun Sasak memiliki nilai simbolis dan budaya yang mencerminkan warisan leluhur, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Namun, dinamika modernitas menghadirkan tantangan, seperti perubahan pola pikir, pengaruh budaya luar, dan minimnya regenerasi keterampilan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna budaya kain tenun Sasak dan potensinya dalam pendidikan karakter. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan tokoh masyarakat, budayawan, dan pengrajin sebagai informan utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kain tenun Sasak, seperti Tapok Kemalo, Kembang Komak, dan Songket Subahnale, mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama, kesabaran, toleransi, ketaatan beragama, dan cinta tanah air. Proses pembuatan kain yang membutuhkan kesabaran, tanggung jawab, dan keterampilan mencerminkan nilai-nilai karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan. Sehingga disamping melestarikan tradisi lokal juga sekaligus membangun generasi yang berkarakter kuat

    EVALUASI PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2024 (STUDI KASUS JALAN GUNUNG PENGSONG, KECAMATAN LABUAPI)

    No full text
    Perkerasan lentur merupakan jenis perkerasan yang umumnya menggunakan campuran bahan aspal sebagai bahan pengikat, perkerasan lentur biasanya dipilih karena memiliki banyak keuntungan dalam pelaksanaannya. Kerusakan perkerasan disebabkan oleh banyak faktor, oleh karena itu semakin lama sebuah jalan berdiri maka semakin banyak pula kerusakan yang akan dialami. Jalan Gunung Pengsong merupakan jalan yang biasa dilalui oleh truk yang membawa material seperti tanah maupun bebatuan yang digunakan untuk kegiatan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan aturan terbaru dari bina marga yaitu Bina Marga 2024 (MDP 2024). Bina marga 2024 (MDP 2024) digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini, dengan mengolah data LHR yang kemudian dikonversikan menjadi LHRT dengan umur rencana yang ditentukan sehingga didapatkan tebal perkerasan yang digunakan dari nilai CESA4 dan CESA5. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada ruas jalan Gunung Pengsong selama 4 hari yaitu rabu, sabtu, minggu, dan senin diperoleh hasil volume lalu lintas tertingi 2 arah terjadi pada hari Senin, dengan nilai LHRT2044 pada kendaraan Golongan 1 yaitu 22926, Golongan 2 sebesar 1433, Golongan 3 sebesar 88, Golongan 4 sebesar 627, Golongan 5A sebesar 4, Golongan 6A sebesar 64, Golongan 6B sebesar 732, dan Golongan 8 sebesar 254. Dari nilai LHRT tersebut diperoleh nilai CESA4 Normal sebesar 1189226,766 dan CESA5 sebesar 897750. Dari nilai CESA4 dan CESA5 diperoleh jenis perkerasan yang ideal untuk digunakan adalah bagan desain 7 Perkerasan dengan improve subgrade stabilisasi semen dengan tebal HRS WC, AC WC yaitu 50mm, Lapi Fondasi Agregat Kls. A yaitu 300mm, Lapi Fondasi Agregat Kls. B sebesar 300, dan tebal Stabilisasi tanah asli hingga mencapai CBR ekuivalen 6% sebesar 260mm, dengan nilai CBRti sebesar 2% dan CBRis sebesar 6,65%

    PENGARUH KUALITAS INFLUENCER MARKETING DAN CUSTOMER EXPERIENCE DI MARKETPLACE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK THE ORIGINOTE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Influencer Marketing dan Customer Experience di marketplace terhadap keputusan pembelian kosmetik The Originote. Perkembangan teknologi digital telah mendorong pergeseran strategi pemasaran, terutama dalam industri kosmetik yang sangat dipengaruhi oleh influencer di media sosial serta pengalaman pelanggan dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda, melibatkan 100 responden yang merupakan konsumen The Originote di marketplace Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Influencer Marketing (X1) dan Customer Experience (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y), baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial, Customer Experience memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan Kualitas Influencer Marketing, dengan koefisien regresi masing-masing 0,497 dan 0,480. Secara simultan, kedua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F-hitung sebesar 536,336 dan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05). Nilai Adjusted R² sebesar 0,915 menunjukkan bahwa 91,5% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel ini, sedangkan 8,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menekankan bahwa keahlian dan kredibilitas influencer memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen, sementara pengalaman pelanggan yang positif di marketplace, seperti kemudahan transaksi, ulasan produk yang kredibel, dan layanan pelanggan yang responsif, sangat menentukan keputusan pembelian. Oleh karena itu, merek kosmetik lokal perlu mengintegrasikan strategi pemasaran melalui influencer berkualitas dan peningkatan Customer Experience di marketplace untuk meningkatkan daya saing dan loyalitas pelanggan

    KOMUNIKASI POLITIK PARTAI GOLKAR DALAM KAMPANYE DI MEDIA SOSIAL PADA PEMILU UMUM LEGESLATIF TAHUN 2024 DI KOTA MATARAM

    No full text
    Pemanfaatan media sosial khususnya facebook dan twitter dikalangan parpol memang masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi politik partai Golkar dalam kampanye di Media Sosial pada Pemilu Umum Legeslatif Tahun 2024 di Kota Mataram NTB. Dalam penelitian, ini menggunakan jenis deskriptif yang merupakan salah satu strategi dalam sebuah penelitian kualitatif. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini membahas tentang Komunikasi Partai Golkar Dalam Kampanye Di Media Sosial Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kota Mataram. Hasil penelitian dapat simpulkan bahwa Sumber komunikasi menjadi sangat penting perannya dalam interaksi dan komunikasi dalam bentuk apa pun. Hal ini sangat signifikan dalam apa yang dilakukan Partai Golkar dalam pemilihan Legislatif tahun 2024 di Kota Mataram sebagai upaya pendidikan politik bagi pengembangan literasi masyarakat. Isi komunikasi berupa produk penguasa, yang terdiri dari seperangkat norma yang mengatur lalu lintas tranformasi pesan-pesan, paduan dan lain-lain idealis yang setuju kepada upaya mempertahankan dan melestarikan sistem nilai sedang berlangsung, sejumlah metode dan cara pemdekatan untuk mewujudkan sifat-sifat integrative bagi penghuni sistem, karakteristik yang menunjukkan identitas bangsa, motivasi sebagai pendorong dasar pemicu pada upaya meningkatkan kualitas hidup bangsa. Generasi Milenial lebih sering terlibat dalam praktik-praktik ini daripada aktivitas politik. Penggunaan media sosial oleh Calon Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar, termasuk Instagram, Tiktok dan Facebook adalah strategi dan sesuai dengan prinsip personal branding. Kehadirannya di dunia maya dirancang untuk menyampaikan kepemimpinan, kepribadian, dan visibilitas, elemen penting bagi seorang tokoh politik yang bertujuan untuk terhubung dengan audiens yang luas

    PERAN BALE MEDIASI NTB DALAM UPAYA PENYELESAIAN TINDAK PIDANA ADAT DI NUSA TENGGARA BARAT (STUDI DI BALE MEDIASI NTB)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis peran Bale Mediasi dalam penyelesaian tindak pidana adat serta untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat dalam penyelesaian sengketa tindak pidana adat di Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus (case approuch) dan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menyebutkan Peran Bale Mediasi berdasarkan Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Bale Mediasi yaitu untuk menjamin proses penanganan penyelesaian sengketa/ perkara di Bale Mediasi melalui mekanisme musyawarah mufakat dapat berjalan dengan tertib dan pelaksanaan mediasi dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bale Mediasi. Penyelesaian perkara tindak pidana adat di Nusa Tenggara Barat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu; Tahap pertama penyampain permohonan dengan cara bersurat ke Bale Mediasi, kedua verifikasi surat oleh sekretriat Bale Mediasi NTB, ketiga Bale Mediasi memanggil pemohon untuk diminta keterangan atau kronologis yang sejelas-jelasnya, keempat para pihak akan di mediasi, Kelima membuat kesepakatan dan terakhir merumuskan hasil kesepakatan. Adapun faktor penghambat dalam pelaksanan tugas dan peran Bale Mediasi Nusa Tenggara Barat antara lain yakni adanya perbedaan kearifan lokal, kepala dusun yang memiliki otoritas penyelesaian sengketa seringkali tidak kurang memahami pranata hukum adat yang berlaku serta stigma masyarakat yang tidak boleh melecehkan hukum adat sehingga proses mediasi sukar untuk di proses karena di anggap tidak menghargai adat. Kata Kunci : Bale Mediasi, Tindak Pidana Adat, Medias

    PERAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 NARMADA)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi pada hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 3 Narmada, terdapat organisasi kesisiswaan di sekolah yang disebut dengan OSIS. Peneliti melihat adanya perbedaan pemahaman dan kesadaran akan politik pada diri pengurus OSIS yang dibuktikan dengan perbedaan tingkat partisipasi politik pada lingkungan sekolah misalnya, pengurus OSIS mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mengikuti pemilihan ketua OSIS, dan tidak golput dalam pemilihan pengurus kelas. Sedangkan siswa pada umumnya yang tidak mengikuti osis cendrung kurang akan kesadaran politiknya. Tujuan penelitian ini, yakni (1) Mengetahui peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam mewujudkan pendidikan politik di SMP Negeri 3 Narmada. (2) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam menumbuhkan pendidikan politik di SMP Negeri 3 Narmada. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembina OSIS, ketua OSIS, siswa yang menjadi pengurus OSIS dan siswa yang tidak menjadi pengurus OSIS di SMP Negeri 3 Narmada serta dokumen-dokumen terkait dengan OSIS, dan foto-foto yang berhubungan dengan peran OSIS dalam pendidkan politik di sekolah. Metode pengumpulan data penelitian ini mengguakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, (1) OSIS mempunyai peran sebagai wadah siswa berorganisasi. Jadi kegiatan-kegiatan OSIS menjadi alat untuk mencapai target. Salah satunya target menjadi lulusan bermutu dan melek akan politik. OSIS juga memiliki peran sebagai pendidikan politik siswa dalam bentuk pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. (2) kendala OSIS sebagai pendidikan politik siswa adalah kurangya program dan pelatihan yang menambah wawasan politik atau sebagai pendidikan politik siswa, bisa dilihat dari ekstrakurikuler di sekolah yang hanya aktif di kegiatan tertentu saja, kurangnya sarana dan prasaran dalam menunjang disaat pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS. Kemudian juga siswa kurang menunjukkan sikap demokratis dalam pergaulan sehari-hari, seperti sikap kurang menghormati, kurang bertanggung jawab, kurang kritis, dan masih tertutup

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS CTL MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MUATAN PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD

    No full text
    Pembelajaran yang efektif membutuhkan media yang mampu menarik minat siswa dan meningkatkan motivasi belajar. Media pembelajaran berbasis video animasi merupakan salah satu solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi berbasis CTL menggunakan aplikasi canva pada muatan pembelajaran IPAS untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau biasa dikenal sebagai R&D (Penelitian dan Pengembangan) yang mengadopsi model Borg and Gall yang memiliki 10 tahapan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi berbasis CTL untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SD berhasil di kembangkan dengan hasil rata-rata validasi ahli materi dari validator sebesar 95% dalam kategori “sangat valid” dan validasi ahli media dari validator sebesar 97,3% dalam kategori “sangat valid”. Untuk kepraktisan media diukur dengan angket respon siswa yang mendapatkan nilai rata-rata 97% dengan kategori “sangat praktis” dari uji coba skala kecil. Keefektifan media diukur dengan hasil uji coba skala besar menghasilkan jumlah skor rata-rata pretest 56,62% dan skor posttest 85,70% dengan nilai n-gain 0,92 dengan kategori tinggi. Selain keefektifan media pembelajaran video animasi berbasis CTL dapat dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran yang diamati dari lembar observasi keterlaksanaan yang diperoleh adalah 98,3% pada kategori sangat terlaksana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis CTL menggunakan aplikasi canva pada muatan pembelajaran IPAS untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar layak digunakan dalam implementasi pembelajarannya

    PERAN KEPALA DESA DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENCULIKAN DALAM PROSES MERARIQ (Studi Di Desa Mentokok Selanglet, Kecamatan Praya Barat, Kab. Lombok Tengah)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peran kepala desa dalam penyelesaian tindak pidana penculikan dalam proses merariq di Desa Mentokok Selanglet, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah,untuk mengetahui hambatan yang dihadapi oleh kepala desa dalam menangani kasus penculikan terkait proses merariq di Desa Mentokok Selanglet. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif empiris dengan pendekatan penelitian diskriptif, jenis data yaitu data primer, data sekunder, data tersier. Sumber data yaitu wawancara, dokementasi, observasi, literatur buku dan Analisis data. Hasil penelitian yaitu: a). Bagaimana peran kepala desa dalam menyelesaikan masalah dalam proses merariq adalah: Kepala desa melakukan mediasi, sebagai fasilitator, kepala desa juga melakukan musyawarah atau mufakat bersama keluarga para pihak dan tokoh adat, kepala desa juga berperan penting dalam menjaga keamanan ketertiban dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa. Faktor penghambat dalam penyelesaian tindak pidana penculikan dalam proses merariq Yaitu: a). memaling atau beseboq, b). bemalam (sekali dalam 24 jam), c). Tidak disetujui orangtua, Sedangkan faktor pendukung terjadinya perkara penculikkan dalam proses merariq yang mengikuti peraturan adat atau awek-awek gubuk desa mentokok selanglet yaitu: a). perasaan suka sama suka b). bemalam (satu kali 24 jam)

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN FINGER PAINTING BERBASIS BAHAN ORGANIK TERHADAP KREATIVITAS SENI SISWA PADA MATA PELAJARAN SBDP KELAS III SDN 35 AMPENAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kreativitas seni siswa terhadap efektivitas penggunaan Finger Panting berbasis bahan organik dalam pembelajaran SBdP kelas III di SDN 35 Ampenan. Pendekatan yang digunakan dalam Penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan Quasi Experimental Group Design Tipe Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas III SDN 35 Ampenan yang berjumlah 43 siswa. Sampel yang digunakana dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dimana anggota populasi dijadikan sampel sebanyak 43 dengan jumlah siswa eksperimen 23 siswa dan sampel kelas kontrol 20 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes kreativitas seni, dan dokumntasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil rata-rata pretest pada kelas eksperimen 59,217 setelah diberikan perlakuan metode finger painting rata-rata postest kelas eksperimen mengalami peningkatakan menjadi 79,434. Sedangkan nilai rata-rata pretest kelas kontrol sebesar 51,900 dan nilai rata-rata postest kelas kontrol mengalami peningkatan menjadi 65,350. Maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya metode pembelajaran finger painting berbasis bahan organik efektif meningkatkan kreativitas seni siswa kelas III pada mata pelajaran SBdP SDN 35 Ampenan

    5,285

    full texts

    5,707

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ummat Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇