Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI 9 DOMPU
Kerusakan lingkungan sebagai contoh, membuang sampah sembarangan, kebakaran hutan ,lahan ,banjir, longsor, penebangan pohon secara ilegal dan lain-lain dapat merusak lingkungan sekitar dan menjadi suatu hal yang wajar dilakukan karena belum adanya aturan yang ketat.Apabila hal itu masih dibiarkan, kerusakan lingkungan akan terjadi. Kondisi itulah yang mendorong perlu memberikan pemahaman kepada generasi muda di Indonesia tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan hidup bisah ditanamkan melalui pendidikan karakter peduli lingkungan khususnya di sekolah.Salah satunya Sekolah Dasar Negeri 9 Dompu sebagai sekolah model ramah anak, maka semua elemen berupaya untuk membentuk karakter anak. Terutama pembentukan karakter peduli lingkungan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui“Strategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 9 Dompu.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi.Penelitian ini dilaksanakan di SDN 9 Dompu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini adalah Wawancara,Observasi, dan Dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang sudah di peroleh guru di Sekolah Dasar Negeri 9 Dompu melakukan berbagai strategi dalam membina karakter siswa peduli lingkungan pada mata pelajaran IPAS. Strategi tersebut antara lain membimbing, mengarahkan, mengingatkan, dan memotivasi siswa. Pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan sudah menjadi budaya di SDN9 Dompu yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa peduli lingkungan
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL PENILAIAN BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 5 SILA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penyusunan soal penilaian berbasis HOTS dan mendeskripsikan kesulitan guru dalam menyusun soal penilaian berbasis HOTS dalam mata Pelajaran matematika di SDN 5 Sila. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan studi kasus dimana subjek penelitian ini adalah guru di SDN 5 Sila yang mengajar pada kelas III dan VI dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 2 (dua) orang. Data dianalisis dari hasil pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi berupa dokumen PAS. Data kemudian direduksi, disajikan data dalam bentuk uraian serta ditarik kesimpulan. Berdasarkan data diperoleh dapat diketahui bahwa dalam langkah-langkah penyusunan soal HOTS masih banyak guru-guru yang tidak mengenal bagaimana langkah-langkah penyusunan HOTS yang terdiri dari memahami CP, menyusun kisi-kisi soal, memilih stimulus yang tepat dan kontekstual, menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal dan membuat pedoman pensekoran dan kunci jawaban. Hal ini memberikan dampak besar dalam menyusun soal penilaian berbasis HOTS, dimana ditemui kesulitan guru diantaranya; 1) Kesulitan menganalisis tingkat kognitif pada Capaian Pembelajaran, 2) Kesulitan merumuskan bentuk soal muatan HOTS dan 3) Kesulitan membuat dan menemukan stimulus yang tepat dan kontekstual yang dapat digunakan agar sejalan dengan kompetensi dasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SDN 5 Sila mengalami banyak kesulitan dalam menyusun soal penilaian berbasis HOTS, hal ini didorong oleh minimnya sosialisasi dari pemerintah dalam memberikan pelatihan dan bimbingan menyeluruh terhadap setiap sekolah
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI POLRESTA MATARAM)
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hukum yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, namun masih banyak yang tidak terungkap karena faktor sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana KDRT di wilayah Polresta Mataram serta kendala yang dihadapi dalam penegakan hukumnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif-empiris dengan studi kasus yang melibatkan wawancara dan data kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku KDRT di Polresta Mataram dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana bervariasi dan juga denda tergantung pada jenis kekerasan yang dilakukan. Kendala dalam penegakan hukum meliputi kurangnya pelaporan dari korban karena pandangan terkait KDRT tidak perlu adanya campur tangan orang lain, faktor budaya merupakan hal yang menghambat pengungkapan kasus, serta kurangnya sumberdaya dan keterbatasan fasilitas perlindungan bagi korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi hukum, penyediaan layanan perlindungan bagi korban, dukungan psikologis, serta optimalisasi penegakan hukum guna mencegah dan menindaklanjuti kasus KDRT secara lebih efektif
AN ANALYSIS OF MAXIM FLOUTING IN THE MAIN CHARACTER’S UTTERANCES IN CONFESSION OF A SHOPAHOLIC MOVIE BY P.J. HOGAN
This research is under pragmatic study. The objectives of this research are to (1) identify the types of maxim flouting in the main characters utterances in Confession of a Shopaholic movie, and to (2) identify the strategies used to flout the maxims. This research was descriptive qualitative. It concerned with the description of the data in the form of utterances produced by the characters in which maxim flouting exists. As for the sources in this study. The primary source was the script of the film retrieved from http://www.script-o-rama.com. The triangulation of the data was done by students who have the same field in pragmatics approach.The results show that all maxims of Cooperative Principle are flouted. They are maxim of quality, quantity, manner and relation. Besides, there are some strategies used by the main characters to flout the maxims. To flout the maxim of quantity, the main characters use the strategies of giving too much information and too little information. To flout the maxim of relation, they use the strategies of changing the topic and giving an irrelevant answer. To flout the maxim of quality, the female main character uses the strategies of using metaphor, banter, and sarcasm. Finally, to flout the maxim of manner, the male main character uses the strategies of being ambiguous and not being brief. Flouting of quantity maxim occurs 17 times. It is followed by flouting of relation maxim which takes place 15 times. The third position is flouting of quality maxim which happens 5 times. The last position is flouting of manner maxim which takes place 4 times. Flouting of quantity maxim gets the highest rank by giving too much information than what is required. The main character who flouts quantity maxim is only Rebecca. She flouts the quantity maxim for many reasons, such as to explain something, to stress her utterances, to make the hearer more understand about the topic and to show her panic
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, MATHEMATICS (STEM) TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA SDN 35 AMPENAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pendekatan Stem terhadap kemampuan problem solving siswa kelas V SDN 35 Ampenan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini di laksanakan di SDN 35 Ampenan. jumlah populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VSDN 35 Ampenan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan sampel sebanyak 42 siswa dengan jumlah sampel kelas eksperimen 22 siswa dan sampel kelas kontrol berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ketahui bahwa hasil uji t yang di lakukan nilai p= 0.001 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0.05 dengan 21df . Dengan demikian (Ho) yang menyatakan bahwa tidak ad perbedaan rata-rata antara kedua kelompok di tolak. Dan hipotesis (Ha) di terima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikansi secara statistik anatara kedua kelompok
PENGARUH KEGIATAN KERJA BAKTI TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SDN 27 MATARAM TAHUN AJARAN 2023/2024
Latar masalah masih banyak sekali siswa kurangnya peduli terhapa lingkungan sekolah sehingga terjadi ketidak nyamanan dalam saat proses pembelajaran lingkungan sekolah akibat ketidak pedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh kegiatan kerja bakti terhadap sikap peduli lingkungan siswa dalam menjaga kebersihan sekolah di SD Negeri 27 Mataram tahun ajaran 2023/2024. Metode penelitian korelasional. subjek penelitian siswa kelas V. Populasi kelas VA dan sampel total sampel sebanyak 37 orang. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini adalah uji normalitas sikap peduli lingkungan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Hasil ditunjukan dengan nilai rata-rata angket kelas eksperimen sebesar 28.29% setelah diberikan perlakuan dengan kegiatan kerja bakti nilai rata-rata- mengalami kenaikan sebesar 37.59% dan nilai rata-rata angket mengalami peningkatan setelah diberikan pemaham peduli lingkungan sebesar 29.84%. kelompok eksperimen mengalami peringkatan sebesar 8,06% maka Ho ditolak dan Ha terima. hal ini menunjukan, bahwa pengaruh kerja bakti terhadap sikap peduli lingkunagn siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah SD 27 mataram di nyatakan di terima
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS CUSTOMER TUWA KAWA COFFEE SHOP MATARAM
Bisnis coffee shop di Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kota-kota besar dan daerah wisata. Pertumbuhan ini tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi kopi sebagai bagian dari gaya hidup, tetapi juga oleh kebutuhan konsumen akan tempat bersosialisasi dan bekerja. Kualitas produk pada coffee shop seperti Tuwa Kawa melibatkan beberapa indikator, antara lain cita rasa, aroma, penampilan, serta konsistensi produk. Temuan awal yang menunjukkan ramainya pengunjung di Tuwa Kawa Coffee Shop hampir disetiap malam. Ditemukan dua isu utama yang berpotensi mempengaruhi loyalitas pelanggan, yaitu: pertama, pelayanan yang kurang cepat, terutama pada jam-jam sibuk dan kosnistensi kualitas produk. Penelitian diharapkan memberikan manfaat praktis bagi manajemen Tuwa Kawa Coffee Shop. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pelanggan, coffee shop dapat menyusun strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan Penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang kemudian dilakukan pengujian dengan uji validitas dan reliabillitas untuk mengetahui valid dan reliablenya data yang di peroleh. Dilakukan uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t, uji f dan koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui pengaruh variabel Kualitas Produk (X1) Tangible (X2), Reliabillity (X3), Responsiveness (X4), Assurance (X5) dan Empathy (X6) terhadap Loyalitas Customer (Y). hasil penelitian ini menunjukkan hanya Kualitas Produk(X1) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas Customer sedangkan Tangible (X2), Reliabillity (X3), Responsiveness (X4), Assurance (X5) dan Empathy (X6)tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas Customer (Y). Dengan mempertahankan kualitas produk adalah Langkah yang sangat tepat dalam menjaga loyalitas customer. Banyaknya pilihan terhadap coffee shop di Mataram juga menjadi tantangan berat bagi Tuwa Kawa Coffee Shop dalam menjaga Customer agar tetap loyal. Perubahan zaman juga membawa perubahan bagi manusia dalam melakukan segala aktivitasnya seperti mahasiswa, pekerja kantoran ataupun pekerja swasta sering kali mengerjakan tugas kuliah, sekolah atau kantor di luar rumah atau work out
TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN ANTARA KELOMPOK PETANI LESTARI DESA HIDIRASA DENGAN DINAS KEHUTANAN KABUPATEN BIMA
Perjanjian pinjam pakai diatur dalam pasal 1740 sampai dengan pasal 1753 kitab undang-undang Hukum Perdata, pasal 1740 KUHPerdata menyatakan “pinjam pakai adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan suatu barang kepada pihak yang lainnya untuk di pakai dengan Cuma-Cuma, dengan syarat yang menerima barang ini, setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu tertentu, akan mengembalikannya. Tujuan penelitian ini adalah. 1) Bagaimanakah pengaturan Hukum tentang kawasan hutan Pasal 30 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan?. 2) Bagaimanakah implementasi perjanjian pinjam pakai kawasan hutan antara kelompok petani lestari dengan Dinas Kehutanan kab.Bima? Penelitian ini di lakukan secara normatif-empiris, serta pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa. 1) Pasal 30 Undang-undang No.41 tahun 1999 bertujuan menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan upaya pelestarian hutan. Peraturan ini mengharuskan adanya izin pinjam pakai kawasan hutan untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan manfaat jangka panjang dari kawasan hutan tersebut. 2) Perjanjian pinjam pakai kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi solusi pengelolahan hutan berbasis masyarakat berkelanjutan. Namun, keberhasilan sangat tergantung pada kepatuhan kedua belah pihak terhadap aturan perjanjian. Serta Dinas Kehutanan Kabupaten Bima menunjukkan sikap fleksibel dengan memberikan kelonggaran kepada Kelompok Tani yang belum bisa membayar PNBP. Petani masih bisa menggarap lahannya dan mempunyai pilihan untuk membayar PNBP setelah mengelola lahannya atau di akhir tahun. Kalaupun ada kelonggaran, Dinas Kehutanan tetap berharap kewajiban pembayaran PNBP tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, untuk menjaga kelestarian hutan dan mendukung perekonomian petani
TINJAUAN YURIDIS PERAN ASOSIASI PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA MATARAM (STUDI DI KOTA MATARAM)
Tujuan Penelitian ini (1) Mengetahui instrumen hukum yang digunakan Asosisasi Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram, (2) Mengetahui peran Asosiasi Pedagang Kaki Lima dalam pembinaan Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram, (3)Mengetahui hambatan dan tantangan yang di hadapi oleh Asosisasi Pedagang Kaki Lima dalam Melakukan Pembinaan Pedagang Kaki Lima. Jenis penelitian yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah hukum normatif-empiris, Selanjutnya yang menjadi dasar perlindungan hukum bagi asosiasi Pedagang Kaki Lima dalam menjalankan tugasnya sebagai berikut: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM), Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.65/M-DAG/PER/9/2019 Tentang Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Peraturan Presiden No.44 Tahun 2016, Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 6 Tahun 2014, Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 3 Tahun 2016, Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Pedagang Kaki Lima. Dasar dari Program Kerja dan Peran Asosiasi Pedagang Kaki Lima dalam Melakukan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Terdapat Pada Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 10 Tahun 2015 Bab VI Pasal (29) Tentang pembinaan dan pemberdayaan, yang dimana data Berdasarkan data tercatat 4096 PKL yang berada di ruas jalan Kota Mataram. Hambatan dan tantangan yang di hadapi Asosisasi Pedagang Kaki Lima dalam melakukan pembinaan Pedagang Kaki Lima terdapat pada, Persaingan dan ketidakpastian Ekonomi, Ketidakpahaman PKL, Kurangnya solusi yang di berikan kepada PKL, Masalah perizinan atau Kebijakan Pemerintah, Kurangnya Lapangan Kerja, Kurangnya ruang publik, Perlawanan dari PKL, Kurangnya listerasi dari PK
PERAN DINAS KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI KOTA BIMA DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA MIGRAN
Dinas ketenagakerjaan Kota Bima dan transmigrasi dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia dan untuk mengetahui dan menganalisis ketentuan perlindungan pekerja migran Indonesia berdasarkan
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu yang pertama, untuk mengetahui peran Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Bima dalam memberikan perlindungan hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia. Kedua, untuk mengetahui ketentuan perlindungan pekerja migran Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian normatif dan empiris dengan metode pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Tekhnik pengumpulan bahan hukum, tekhnik pengumpulan data dan dokumentasi, sedangkan analisis data dalam penelitian ini adalah data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini, maka diperoleh kesimpulan bahwa: Pertama, Peran dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Kota Bima Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Yang Bekerja Di luar Negeri yaitu (a) Pra-Penempatan, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bima menyediakan pelatihan keterampilan yang wajib diikuti oleh calon PMI sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan di luar negeri, (b) Masa Penempatan, Perlindungan yang diberikan meliputi pengawasan terhadap hak dan kewajiban PMI sesuai dengan perjanjian kerja yang telah disepakati, (c) Pasca-Penempatan, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bima telah memberikan perlindungan yang baik setelah masa. Kedua, Penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia beserta keluarganya agar kepentingan dan hak-hak dari pada para pekerja migran Indonesia tersebut dapat terpenuhi