Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMBINASI PERLAKUAN PENDAHULUAN DAN PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK JELI ANGGUR LAUT (Caulerpa sp.)
Jeli adalah produk yang digemari berbagai kalangan dan umumnya dibuat dari ekstrak buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral serta karagenan yang berperan sebagai agen pengikat. Selain buah-buahan, jeli juga dapat dibuat dari bahan alami seperti anggur laut (Caulerpa sp.) yang memiliki nilai gizi tinggi. Namun, aroma khas laut yang kuat pada anggur laut memerlukan perlakuan pendahuluan agar lebih diterima oleh panelis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh kombinasi perlakuan pendahuluan dan penambahan karagenan terhadap sifat kimia dan organoleptik jeli anggur laut. (2) Menentukan perlakuan pendahuluan dan penambahan karagenan yang terbaik pada pengolahan jeli anggur laut yang disukai panelis. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisa dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% dengan perlakuan dua faktor yang dikombinasikan yaitu perlakuan pendahuluan dan konsentrasi karagenan yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan sebagai berikut: PBK1 (Perendaman dalam larutan tepung beras dengan 0,3% karagenan), PBK2 (Perendaman dalam larutan tepung beras dengan 0,5% karagenan), PBK3 (Perendaman dalam larutan tepung beras dengan 0,7% karagenan), PJK1 (Perendaman dalam larutan perasan jeruk nipis dengan 0,3% karagenan), PJK2 (Perendaman dalam larutan perasan jeruk nipis dengan 0,5% karagenan), PJK3 (Perendaman dalam larutan perasan jeruk nipis dengan 0,7% karagenan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pendahuluan dan penambahan karagenan tidak berpengaruh secara nyata terhadap sifat kimia (Kadar air, kadar serat dan aktivitas antioksidan), dan sifat organoleptik (aroma (hedonik)), tetapi berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kadar abu), dan sifat organoleptik (aroma (skoring), rasa, tekstur dan warna). Perlakuan terbaik berdasarkan hasil uji organoleptik adalah perlakuan PJK2 (perlakuan perendaman dalam larutan perasan jeruk nipis dan penambahan karagenan 0,5%) dengan kriteria aroma dengan skor 2,75 (agak suka dan aroma agak amis), rasa 2,94 (agak suka), tekstur 3,50 (agak kenyal) dan warna 3,00 (hijau kekuningan), kadar air 57,92%, kadar abu 0,20%, kadar serat 1,43% dan aktivitas antioksidan 77,32%
PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA SESUAI PASAL 127 UNDANG- UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Tindak Pidana Narkotika yang merupakan serangkaian Tindak Pidana yang dilakukan oleh seseorang ataupun bersama- sama dalam hal peredaran, jual beli, penguasaan dan Penyalahguna tanpa ijin yang berwenang yang mengakibatkan kerugian pada Masyarakat luas dan diri pribadi penyalahguna itu sendiri. Tindak Pidana Narkotika sudah merambah kesemua kalangan Masyarakat bahkan ke institusi Penegak Hukum diantaranya beberapa oknum anggota Polri bahkan perwira tinggi sekelas Kapolda bisa terjerumus akan jerat peredaran Narkotika di Indonesia yang mana kita ketahui melalui informasi media pemberitaan di Televisi, Youtube bahkan media masa yang lainnya, untuk itu Tindak Kejahatan Narkotika dikategorikan Tidak Pidana luar bisa atau extra ordinary crime, maka penyelesaiannya memerlukan Upaya yang sangat luar biasa. Melalui penyelesaian didalam persidangan yang mana para pelaku Tindak Pidana dan Penyalahguna Narkotika, dihukum sesuai dengan ketentuan Undang- Undang yang berlaku. Oleh karenanya tidak sedikit Penyalahguna Narkotika yang telah mengalami kecanduan juga dikenakan sanksi pidana oleh putusan Hakim yang mengakibatkan semakin meningkatnya angka kejahatan Tindak Pidana Narkotika, maka untuk itu muncul Restorative Justice sebagai penanggulangan meningkatnya Tindak Pidana Narkotika selain sebagai upaya penurunan angka Tindak Pidana Narkotika juga sebagai Upaya pengurangan pengeluaran biaya Pemerintah dalam menjamin kehidupan dan sebagainya didalam Lembaga Pemasyarakatan, dalam hal ini Restorative Justice ditekankan hanya untuk penyelesaian terhadap kasus penyalahguna yang kecanduan terhadap Narkotika. Bahwa selain Restorative Justice ada juga penyelesaian Penyalahguna Narkotika melalui Rehabilitasi Penyidik Kepolisian, Kejaksaan maupun putusan Hakim. Upaya penyelesaiannya harus melibatkan semua kalangan Masyarakat baik para tokoh Masyarakat, Agama, para penegak hukum yang terlibat dibidangnya dan yang paling penting media agar selalu menyampaikan informasinya dengan akurat agar tidak ada penyalahgunaan kewenangan atau kekaburan penafsiran hukum akibat oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi yang tidak didasari etika, moral dan kaidah hukum yang berlaku terkait dengan Narkotika
ANALISA KINERJA RUAS JALAN ISMAIL MARZUKI AKIBAT ADANYA PENGARUH HAMBATAN SAMPING OLEH AKTIVITAS PASAR KARANG LELEDE DENGAN METODE PKJI 2023
Pada tahun 2023 menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Kota Mataram tercatat sebanyak 441.147 jiwa, seiring bergantinya tahun jumlah penduduk Kota Mataram terus mengalami peningkatan hingga saat
ini berdasarkan laporan terbaru data BPS tahun 2024 berjumlah 445.010 jiwa. Jumlah transportasi yang juga ikut mengalami peningkatan dengan signifikan setiap tahunnya membawa dampak buruk terhadap arus lalu lintas, seperti
kemacetan yang biasa terjadi pada ruas-ruas jalan yang memiliki aktivitas tinggi. Salah satunya ruas jalan Ismail Marzuki, yang menghadapi masalah kemacetan
yang disebabkan oleh aktivitas Pasar Karang Lelede, dimana bahu dan badan jalan digunakan sebagai tempat berjualan dan area parkir.
Terdapat 2 data utama yang diperlukan yaitu data primer yang meliputi geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping dan data sekunder yang meliputi data jumlah penduduk. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui volume lalu lintas, kinerja ruas jalan, dan tingkat pelayanan dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada ruas jalan Ismail Marzuki selama. 3 hari yaitu kamis, minggu, dan senin diperoleh hasil volume lalu lintas tertingi 2 arah terjadi pada hari Kamis, pukul 16.45 - 17.45 WITA sebesar 873
smp/jam. Hambatan samping tertinggi terjadi pada hari Kamis pukul 07.00 - 08.00 WITA sebesar 824 bobot kejadian/jam yang masuk dalam kelas hambatan
samping T (Tinggi) dan tentunya berpengaruh terhadap kinerja ruas Jalan Ismail Marzuki. Dimana kapasitas (C) yang didapatkan sebesar 1833 smp/jam dengan DJ tertinggi diperoleh sebesar 0,48 artinya kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Adapun tingkat pelayanan ruas jalan Ismail Marzuki berada di LOS C.
TINJAUAN YURIDIS IMPLEMENTASI PENYELESAIN SENGKETA WARIS STUDI KOMPARASI ANTARA HUKUM ADAT DI DESA PENUJAK DENGAN HUKUM ISLAM
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai proses penyelesaian sengketa waris pada masyarakat adat Desa Penujak, dan hukum waris Islam Indonesia. Metode yang digunakan yaitu menggunakan penelitian normatif empiris yang pada dasarnya merupakan perpaduan antara pendekatan hukum normatif dan empiris. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Masyarakat Desa Penujak sebagian besar tidak melakukan pembagian waris secara adat, dikarenakan didalam pembagian waris berdasarkan hukum adat itu tetap mengacu kepada hukum waris menurut agama Islam. (2) Langkah awal penyelesaian sengketa pada masyarakat adat desa penujak diselesaikan dengan diadakannya musyawarah mufakat keluarga secara adat dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan keadilan. (3) Penyelesaian sengketa waris di desa penujak mununjukkan adanya upaya harmonisasi antara hukum adat Desa Penujak dan hukum Islan meskipun keduanya memiliki perbedaan mendasar pendekatan, namun musyawarah menjadi titik temu yang dapat menjembatani keduanya
ANALISIS EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR UNTUK MENINGKATKAN PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran outdoor dalam meningkatkan kepedulian lingkungan siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan di SD Aisyiyah 2 Mataram menggunakan pendekatan kualitatif. Metode ini melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan data melalui angket untuk memahami dampak langsung pembelajaran di luar kelas terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran outdoor di SD Aisyiyah 2 Mataram efektif dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dengan hasil presentase keseluruhannya adalah 82,8% indikator sangat setuju. Melalui pembelajaran di luar kelas, siswa terlibat langsung dalam aktivitas yang membantu mereka memahami materi dan membentuk sikap peduli lingkungan. Pembelajaran ini juga mengurangi stres akibat belajar di dalam kelas secara terus-menerus. Penerapan metode ini mendorong siswa untuk memprakarsai program daur ulang, seperti pembuatan ekobrik, yang menunjukkan peningkatan kepedulian dan kreativitas. Secara keseluruhan, metode pembelajaran outdoor sangat bermanfaat dalam membangun karakter peduli lingkungan di kalangan siswa sekolah dasa
PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN PENDAMPINGAN TEKNIS SEBAGAI MODERATING VARIABEL (STUDI KASUS PADA BANK BRI CABANG PRAYA)
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian KUR terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, serta peran Pendampingan Teknis sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara pemberian KUR dan peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pada nasabah UMKM di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan melibatkan 91 responden pelaku UMKM penerima KUR di Bank BRI Cabang Praya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian KUR berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Kemudahan akses, jumlah kredit, dan manfaat kredit memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan penerima manfaat. Selain itu, Pendampingan Teknis ditemukan sebagai faktor yang memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pendapatan, meskipun tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara KUR dan pendapatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program KUR memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan Pendampingan Teknis dan literasi keuangan, untuk memastikan keberlanjutan dan dampak yang lebih besar dari program KUR terhadap pengembangan UMKM
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS XII SMAN 1 MONTA TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Permasalahan yang sering dihadapi oleh siswa pada saat proses belajar khusunya yang berkaitan dengan kemampuan menulis cerpen diruang lingkup sekolah yaitu siswa kurang memahami untuk bagaimana mendeskripsikan suatu objek yang ingin diamati dengan tepat. Siswa sering kali salah dalam membedakan antara menulis cerpen ini dengan lain. Rumusan malasah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XII SMAN 1 Monta Tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan menulis pada siswa kelas XII SMAN 1 Monta Tahun pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu, observasi, tugas dan dokumentasi dengan jumlah sampel 20 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas XII SMAN 1 Monta Tahun pelajaran 2024/2025 berada pada kategori tinggi. Adapun Kemampuan individu siswa: kemampuan tinggi 16 siswa (80%), kemampuan sedang 4 siswa (20%), kemampuan rendah 0 siswa (0%). Pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XII SMAN 1 Monta Tahun pelajaran 2024/2025 termaksud dalam kategori tinggi dan dapat dikatakan kemampuan menulis cerpen berhasil dalam memenuhi target yang diharapkan dengan rata-rata nilai 70-95 dengan presentase nilai tertinggi 80%
PENERAPAN DIVERSI DALAM TINDAK PIDANA ANAK PELAKU PENGANIAYAAN (STUDI DI PENGADILAN NEGERI DOMPU)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan diversi dalam tindak pidana anak pelaku penganiayaan di Pengadilan Negeri Dompu dan efektivitas dalam menerapkan diversi pada tindak pidana anak pelaku penganiayaan di Pengadilan Negeri Dompu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris, yaitu penelitian yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata di masyarakat dengan menggunakan pendekatan Perundang-Undangan dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Proses analisis data menggunakan analisis deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan diversi terhadap anak pelaku penganiayaan di Pengadilan Negeri Dompu hanya beberapa saja yang dapat diupayakan diversi dikarenakan banyak yang tidak memenuhi syarat dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yaitu diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Tahapan pelaksanaan diversi dimulai dengan fasilitator diversi menjelaskan maksud dan tujuan diversi, memberikan kesempatan kepada para pihak berdasarkan perannya, proses diversi mencapai kesepakatan kemudian akan dilaporkan kepada Ketua Pengadilan oleh fasilitator dan akan diterbitkan Penetapan Penghentian Pemeriksaan Perkara dalam waktu paling lama tiga hari. Apabila diversi gagal, maka akan dilanjutkan ke tahap persidangan. Kurangnya efektivitas dalam penerapan diversi disebabkan oleh dua faktor yakni faktor eksternal dan internal. Adapun salah satu dari faktor eksternal ini yaitu menyatukan pemikiran antara pihak korban dan pihak anak yang melakukan penganiayaan, sedangkan faktor internalnya yaitu keterbatasan sarana dan prasarana ruang pelaksanaan diversi yang ada di Pengadilan Negeri Dompu
REDESAIN STRUKTUR GEDUNG COVID-19 RSUD PROVINSI NTB DENGAN SISTEM GANDA SRPMK DAN DINDING GESER BETON BERTULANG
Indonesia merupakan negara berkembang dan salah satu negara dengan intensitas gempa terbanyak di dunia. Banyaknya intensitas gempa yang terjadi mengharuskan perancangan berbagai gedung untuk memperhitungkan desain seismik gempa. Terutama pada bangunan-bangunan gedung ataupun fasilitas kesehatan berlantai banyak yang sangat rawan terhadap akibat dari terjadinya gempa. Studi kasus dalam perancangan ini adalah pada gedung COVID-19 RSUD Provinsi NTB yang berlokasi di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Gedung COVID-19 RSUD Provinsi NTB merupakan bangunan 6 lantai dengan kelas situs D, katagori risiko IV, dan katagori desain seismik D, sehingga salah satu sistem struktur yang dapat digunakan adalah struktur pemikul gaya seismik dengan sistem ganda menggunakan kombinasi antara Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dengan Dinding Geser Beton Bertulang Khusus. Desain beban gempa yang digunakan dalam analisis adalah dengan metode respon spektrum. Dari hasil analisa perhitungan elemen-elemen struktur yang gaya dalamnya diperoleh dari hasil run analyze software ETABS v.18, kontrol simpangan antar lantai telah memenuhi syarat dimana simpangan terbesar 24,11 mm kurang dari batas izinnya sebesar 34,61 mm. Syarat strong column-weak beam dengan rasio 1,32 lebih dari rasio minimumnya yaitu 1,2. Empat dimensi balok dimana yang terbesar berukuran 500/700. Kolom berdimensi 600/800. Dinding geser/shear wall dengan ketebalan 300 mm dan dua jenis plat lantai dengan ketebalan 130 mm dan 150mm yang telah memenuhi persyaratan sesuai SNI 2847-2019
PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS III MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan terhadap narapidana dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pembinaan terhadap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mataram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekata sosiologis. Jenis dan sumber data/bahan hukum dalam penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yaitu : data yang diperoleh dari informan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mataram. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Proses analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pemeriksaan data terkait hasil wawancara, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelelitian ini menunjukkan bahwa peran Lembaga Pemasyarakatan di Lapas Perempuan Kelas III Mataram dalam pembinaan terhadap narapidana adalah dengan memberikan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian, memberikan motivasi, dan mengarahkan narapidana ke hal-hal yang lebih baik. Faktor pendukung proses pembinaan narapidana di Lapas Perempuan Kelas III Mataram yaitu situasi lapas yang kondusif; sarana dan prasarana yang memadai; dan pemberian upah atau premi. Sedangkan factor penghambatnya yaitu kurangnya sarana da prasarana; kurangnya kompetensi dan kuantitas petugas pembinaan; dan kurangnya kemauan dari narapidana dalam melakukan pembinaan