Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
    95 research outputs found

    GAMBARAN EFEKTIVITAS PENANGANAN NYERI POST OPERASI APPENDISITIS DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2019

    Get PDF
    Angka kejadian nyeri pasca Apendektomi masih tinggi. Pasien yang mengalami nyeri yang cukup parah berdampak buruk terhadap lama perawatan dan produktivitasnya. Nyeri pasca Apendektomi sebaiknya ditekan hingga penderita bebas nyeri, karena nyeri tidak hanya mengakibatkan penderitaan pasca apendektomi saja, tetapi bila tidak tertangani dengan baik maka dapat berdampak dikemudian hari dan berisiko menimbulkan nyeri kronis, nyeri persisten dan depresi pasca operasi. Semakin parah nyeri yang dirasakan pasien di rumah sakit berarti terjadi penurunan efektivitas penanganan nyeri dan pelayanan kesehatan sehingga semakain buruk penilaian terhadap rumah sakit tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas penanganan nyeri post operasi Appendisitis di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan time series. Subjek sebanyak 14 pasien yang telah menjalani operasi Appendisitis diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pemeriksaan nyeri pada 6, 12, dan 24 jam post Operasi Appendisitis. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 25 dan Microsoft Office Excel 2016. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini ialah distribusi penderita post operasi Appendisitis berdasarkan kategori skor NRS pada 6 jamdan 12 jam post operasi apendisitis adalah sama yaitu terbanyak ditemukan pada penderita dengan NRS ≥4 sebanyak 14 orang (100.0%). Sedangkan pada 24 jam terbanyak ditemukan pada penderita dengan NRS ≤3 sebanyak 8 orang (57.1%) dan terendah pada penderita dengan NRS ≥4 sebanyak 6 orang (42.9%). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat nyeri post operasi Appendisitis masih tinggi, yaitu sebanyak 100.0%. Penderita memiliki skor NRS ≥4 (tidak efektif) pada 6 dan 12 jam, dan 42.9% pada 24 jam post operasi Appendisitis

    HUBUNGAN RIWAYAT ORANGTUA DAN PAPARAN SINAR MATAHARI DENGAN KEJADIAN PSORIASIS VULGARIS PADA PASIEN YANG BEROBAT JALAN DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2017

    Get PDF
    Psoriasis vulgaris adalah penyakit inflamasi kronik residif pada kulit yang umum dijumpai dan sampai sekarang penyebab pastinya belum diketahui dan melibatkan beberapa faktor misalnya genetik, sistem imunitas, lingkungan serta hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat orangtua dan paparan sinar matahari dengan kejadian psoriasis vulgaris. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan case control melalui pengukuran variable yaitu faktor riwayat orangtua dan paparan sinar matahari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode consecutive sampling, semua pasien yang berobat jalan di poliklinik bagian kulit dan kelamin RSU Anutapura Palu tahun 2017 yang didiagnosis menderita psoriasis vulgaris oleh dokter spesial kulit dan kelamin yang memenuhi kriteria. Dari 44 responden yang terbagi menjadi 22 responden kasus dan 22 responden didapatkan hubungan yang bermakna antara riwayat orangtua menderita psoriasis vulgaris dengan kejadian psoriasis vulgaris (p<0,05; OR: 4,08; IK:95%) dan tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara paparan sinar matahari dengan kejadian psoriasis vulgaris (p>0,05; OR: 0,83; IK: 95%). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat orangtua menderita psoriasis vulgaris dengan kejadian psoriasis vulgaris dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paparan sinar matahari dengan kejadian psoriasis vulgaris

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANGNYA MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT DI WILAYAH PUSKESMAS PONRE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA

    Get PDF
    Kontrasepsi adalah obat atau alat untuk mencegah terjadinya konsepsi/kehamilan. Implant merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang efektif, yang diinsersikan tepat di bawah kulit, dilakukan pada bagian dalam lengan atas atau di bawah siku melalui insisi tunggal dalam bentuk kipas, tidak permanen dan dapat mencegah terjadinya kehamilan antara tiga hingga lima tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kurangnya minat ibu terhadap penggunaan metode kontrasepsi implant di Wilayah Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik studi cross sectional, dengan populasi semua ibu pengguna kontrasepsi hormonal sejumlah 33 responden dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar kuisioner, kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan minat ibu terhadap penggunaan metode kontrasepsi implant dengan p value = 0,016. Sedangkan dua variabel yang lain pendidikan dan pengetahuan ibu sebagai responden tidak terdapat hubungan dengan minat ibu terhadap penggunaan metode kontrasepsi implant dengan p value masing-masing adalah 0,943 dan 0,147. Dan dari 33 responden yang diteliti yang minat terhadap penggunaan kontrasepsi implant sebanyak 3 orang (9,1%) dan non implant sebanyak 30 orang (90,9%). Hal ini menunjukkan faktor sumber informasi sangat berperan penting untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang metode kontrasepsi implant. Diharapkan petugas atau tenaga kesehatan dapat memberikan konseling tentang macam-macam metode kontrasepsi pada ibu calon pengguna kontrasepsi sebagai tambahan pengetahuan kepada wanita usia subur melalui kegiatan warga dengan membagikan selebaran tentang semua alat kontrasepsi termasuk implant

    EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP KELANCARAN PERSALINAN KALA II PADA IBU INPARTU DI PUSKESMAS BULUPODDO KABUPATEN SINJAI

    Get PDF
    Senam hamil yang dilakukan secara teratur selama masa tiga bulan (trimester ketiga) terakhir dapat mengurangi resiko partus lama. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar hormon endorphin dalam tubuh sewaktu senam, yang secara alami berfungsi sebagai penahan rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam hamil terhadap kelancaran persalinan kala II pada ibu inpartu di Puskesmas Bulupoddo Kab. Sinjai. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang memenuhi persyaratan dengan sebanyak 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan hasil dari 35 responden yang diteliti terdapat 91,4% (32 orang) yang melakukan senam hamil dengan 85,7%  yang mengalami persalinan kala II normal dan sisanya sebanyak 5,7%yang melakukan senam hamil tapi mengalami persalinan kala II tidak normal. Sedangkan dan 3 orang (8,6%) yang tidak melakukan senam hamil dan mengalami persalinan tidak normal. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan ρ< α yang artinya 0,005 lebih kecil dari nilai 0,05, artinya terdapat hubungan signifikan antara senam hamil dan terjadinya kelancaran persalinan kala II ibu inpartu di Puskesmas Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Sebaiknya ibu hamil rutin melakukan senam hamil untuk menjaga kebugaran dan memperlancar proses persalinan demi kesehatan ibu dan janinnya

    GAMBARAN KLINIS DAN USG PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT INAP DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU, TAHUN 2018

    Get PDF
    Nephrolithiasis adalah keadaan dimana adanya pembentukan kristal dalam saluran kemih. Nephrolithiasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan diseluruh dunia. Prevalensi nephrolithiasis meningkat pada daerah tertentu. Keluhan tergantung pada posisi batu, letak batu, besar batu. Untuk mengetahui penyakit nephrolithiasis diperlukan gambaran klinis dan gambaran radiologi yang baik salah satunya yaitu USG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis (nyeri kolik, nyeri ketok costovertebra, hematuria) dan gambaran USG (lokasi batu, letak batu serta bentuk batu) pada penderita nephrolithiasis yang dirawat inap di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu. Metode penelitian ini dilakukan terhadap 66 responden diruang rawat inap bagian penyakit dalm RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu selama 18 September - 29 Desember 2018. Penelitian ini memakai metode observasional, dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasional langsung hasil USG pada responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran klinis dan USG nephrolithiasis : (1) nyeri kolik didapatkan 66 pasien (100%) memiliki gambaran klinis tersebut, (2) nyeri ketok costovertebra yaitu 61 pasien (92,4%) ada nyeri ketok costovertebra dan 5 pasien (7,6%) tidak, (3) hematuria yaitu 35 pasien (53,0%) ada hematuria dan 31 pasien (47,0%) tidak, (4) lokasi batu yaitu di kaliks 25 pasien (37,9%), di pelvic 33 pasien (50,0%) dan di ureter 8 pasien (12,1%), (5) letak batu yaitu di renal dextra 30 pasien (45,5%), di renal sinistra 33 pasien (50,0%) dan di kedua renal 3 pasien (4,5%), (6) bentuk batu yaitu bult/irregular 63 pasien (95,5%) dan staghorn 3 pasien (4,5%). Disimpulkan bahwa semua penderita nephrolithiasis memberikan gejala klinis nyeri kolik, sebagian besar memberikan gejala klinis nyeri ketok costovertebra dan bisa disertai hematuria. Semua memperlihatkan adanya batu pada sistem urinaria, terbanyak berlokasi di pelvic, kemudian diikuti di kaliks dan di ureter dan kebanyakan terdapat pada satu ginjal daripada di kedua ginjal dengan bentuk yang bulat/irregular daripada yang staghorn.Kata Kunci : Nephrolithiasis, gambaran klinis, gambaran USG, rawat inap

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEIKUTSERTAAN PROGRAM PIL KB PADA PUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABELOPURA PALU

    Get PDF
    Pemilihan metode kontrasepsi merupakan upaya yang dilakukan seorang wanita untuk mencari metode kontrasepsi yang cocok dengan kondisinya, hal ini karena menu pilihan kontrasepsi dipengaruhi oleh ragam metode yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan PUS terhadap program KB. Pengambilan data dilakukan dengan tehnik wawancara, dengan menggunakan desain case control dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Populasi penelitian adalah PUS peserta KB pil dan suntik di wilayah kerja Pusekesmas Mabelopura yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh faktor demografi (umur, agama) mempunyai nilai P yang tidak bermakna (P > 0,05), untuk faktor sosio-ekonomi (tingkat pendidikan, pendapatan) mempunyai nilai P yang tidak bermakna (P > 0,05), faktor jumlah anak mempunyai nilai P yang tidak bermakna (P > 0,05), faktor riwayat penyakit mempunyai nilai P yang tidak bermakna, faktor pengaruh orang lain mempunyai nilai P yang tidak bermakna, dan faktor pengaruh media massa (koran, TV, dan radio) juga mempunyai nilai P yang tidak bermakna (> 0,05)

    HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR RESIKO CEREBRO-KARDIOVASKULER DENGAN KEJADIAN VERTIGO DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018

    Get PDF
    Vertigo merupakan keluhan tersering di unit gawat darurat dengan etiologi sederhana maupunkompleks yang sering overlapping. Angka kejadian vertigo setiap tahunnya mengalami peningkatan.Vertigo dapat menjadi keluhan utama ataupun satu-satunya pada pasien strok ataupun jantung koroner.Gangguan cerebro-kardiovaskuler juga diperkirakan terjadi pada 3-4% pasien vertigo. Deteksi danpengobatan awal sangat dibutuhkan untuk pencegahan disabilitas dan kematian. Pasien vertigo memilikiresiko lebih besar terkena strok dan jantung koroner karena beberapa fakotor resiko yaitu hipertensi,diabetes mellitus, dan dislipidemia, sehingga harus dilakukan pemeriksaan neurologis yang komprehensif,survei terhadap faktor resiko, dan follow up secara regular selama beberapa tahun setelah menerimapengobatan vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi, diabetesmelitus, dan dislipidemia dengan kejadian vertigo. Metode penelitian ini bersifat analitik observasionaldengan design case control study pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling.Pengumpulan data faktor risiko dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan casereport pada kedua kelompok pasien. Dilakukan uji Chi-Squar pada batas kemaknaan α=5% melaluiprogram SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Kejadian vertigo berhubungan dengan hipertensi(p=0,018; OR 4,753), dengan diabetes mellitus (p=0,020; OR 3,032). Belum dapat dibuktikan hubunganyang bermakna dengan dislipidemia (p=0,844; OR 0,655). Sehingga dapat disimpulkan bahwa adahubungan kejadian vertigo dengan hipertensi dan diabetes mellitus di RSU Anutapura Palu Tahun 201

    HUBUNGAN GAMBARAN USG DENGAN GEJALA KLINIS PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU TAHUN 2018

    Get PDF
    Di Indonesia, penyakit ginjal yang cukup sering dijumpai antara lain adalah penyakit Nephrolithiasis.Prevalensi penderita nephrolithiasis di Indonesia sebesar 0,6%. Ginjal merupakan tempat tersering terjadinyabatu dibandingkan dengan tempat saluran kemih yang lainnya. Akibat dari batu yang berlokasi diginjal akanmemberikan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah serta keluar batu pada saat berkemih.Pemeriksaan USG sebaiknya digunakan sebagai pemeriksaan radiologi yang utama, Pemeriksaan ini sangatefektif dalam mendeteksi lokasi dan ukuran batu pada daerah ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan gambaran USG dengan gejala klinis penderita Nephrolithiasis yang di rawat di RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu Tahun 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan designstudy cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan case report pada pasien nephrolithiasis. Analisisdata menggunakan SPSS 21 dengan uji chi-square, uji Kruskal-Wallis dan uji Fisher’s pada batas kemaknaanα=5%. Hasil penelitian yakni ditemukan nyeri kolik berhubungsn dengan lokasi kaliks (p=0,013), hematuriaberhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,000), mual dan muntah berhubungan dengan lokasi kaliks (p=0,021),batu saat berkemih berhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,008), dan ukuran batu <10MM berhubungandengan adanya batu saat berkemih (p=0,033; OR 0,373). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna(p>0,05) antara ukuran batu dengan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah. Disimpulkan bahwa adahubungan antara lokasi dengan gejala klinis nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah, batu saat berkemih,serta ada hubungan antara ukuran batu dengan gejala batu saat berkemi

    DESKRIPSI PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG SENAM HAMIL

    Get PDF
    Pada umumnya wanita yang sedang hamil takut menghadapi proses persalinan karena rasa sakit yangmenimbulkan rasa takut dan cemas, hal ini dapat menimbulkan ketegangan fisik yang mengakibatkankakunya otot-otot dan persendian yang tidak wajar sehingga perlu dilakukan senam hamil. Senam hamilmerupakan salah satu latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang mendukung kemudahan dalampersalinan dan dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang senam hamil. Penelitian inidilakukan pada 42 sampel ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanete, Bulukumba dengan teknik samplingberupa accidental sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa respondenkebetulan muncul. Pengumpulan data berupa kuesioner untuk mengetahui pengetahuan dan sikap respondententang senam hamil dengan menganalisa tingkat pendidikan masing-masing responden. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamilterhadap senam hamil dengan p value = 0,00. Sedangkan tingkat pendidikan dan sikap ibu hamil terhadapsenam hamil tidak terdapat hubungan p value sebesar 0,824. Dari 45 ibu hamil yang diteliti yang mempunyaipengetahuan baik terhadap senam hamil sebesar 26,2% yaitu dengan tingkat pendidikan sekolah menengahatas, walau pengetahuan senam hamil ini pula terdistribusi pada pengetahuan yang cukup yaitu sebesar28,6% dengan tingkat pendidikan menengah pertama dan 11,9% dengan tingkat pendidikan menengah atas.Adapun tingkat pendidikan dapat mempengaruhi sikap ibu hamil dalam mengekspresikan dirinya dalambersikap positif terhadap senam hamil, walaupun dari uji lanjut tidak terlihat hubungan yang signifikan antarakeduanya

    KORELASI ANTARA STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III

    Get PDF
    Kejadian anemia sering dijumpai selama kehamilan dan  menjadi penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil baik di Negara maju maupun Negara berkembang. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah defisiansi zat besi yang biasanya pada ibu hamil dihubungkan denganstatus gizi yang kurang memadai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi antara status gizi dan kadar hemoglobin pada kejadian anemia ibu hamil trimester III. Metode penelitian dilakukan secara purposive sampling pada 30 sampel ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Faktor penentu status gizi yang diamati adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA), yang dihubungkan dengan kadar Hemoglobin (Hb). Data  dianalisis dengan uji Spearman’s rho. Hasil analisis uji Spearman’s rho menunjukkan ibu hamil trimester III yang berstatus gizi (IMT) kurang, mengalami anemia ringan sebesar 10,0%, dan anemia sedang sebesar 3.3%, walau masih ada responden dengan Hb normal (tidak anemia) yang mengalami IMT kurang (3.3%). Sedangkan responden dengan IMT normal masih menunjukkan 3.3% responden yang tidak mengalami anemia, sedangkan anemia ringan mengalami peningkatan menjadi 40.0%, walau demikian tidak ditemukan anemia sedang. Penelitian ini menjadi menarik ketika nilai IMT responden yang beresiko obes juga mengalami anemia ringan sebesar 30%. Pada hasil pengukuran LILA yang beresiko mengalami KEK, menunjukkan responden yang mengalami anemia ringan sebesar 43.3% dan anemia sedang 3.3%, walau masih ada responden yang mempunyai Hb normal (tidak anemia) beresiko KEK. Adapun hasil pengukuran LILA yang tidak beresiko KEK, hanya terjadi pada responden yang mengalami anemia ringan (43,3%). Walaupun demikian, karakteristik ibu hamil yang meliputi pendidikan, umur dan pengetahuan terhadap status gizi mempunyai andil yang cukup signifikan dalam mencegah terjadinya anemia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingya  asupan makanan dan tablet Fe untuk perkembangan janin dan menjaga kesehatan ibu, utamanya berat badan yang meningkat sesuai usia kehamilan

    63

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇