Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
    95 research outputs found

    GAMBARAN KADAR ELEKTROLIT DARAH PADA PENDERITA STROKE HEMORAGIK DENGAN KESADARAN MENURUN YANG DI RAWAT DI BAGIAN NEUROLOGI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2017

    Full text link
    Stroke hemoragik merupakan penyebab utama kecatatan dan gangguan fungsional yang dapatberdampak pada sosial ekonomi bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengurangi angka morbiditasdan mortalitas Stroke hemoragik perlu diketahui Kadar elektrolit pada penderita stroke hemoragik dengankesadaran menurun. Sehingga dapat mengontrol kadar elektrolit darah agar angka kematian bisa diturunkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit darah pada pasien stroke hemoragikdengan kesadaran menurun yang di rawat di Bagian Neurologi RSU Anutapura Palu tahun 2017. Penelitianini memakai metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian yaitu (1) kadar elektrolitnatrium pada penderita stroke dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadar natrium dalam batasnormal 37 orang (56,9%) dan sebagian di dapatkan kadar natrium menurun 28 orang (43,1%). (2) kadarelektrolit kalium pada penderita stroke hemoragik dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadarkalium menurun 35 orang (53,8%), sebagian di dapatkan kadar kalium dalam batas normal 26 orang (40,0%)dan kadar kalium yang meningkat 4 orang (6,2%). (3) kadar elektrolit clorida pada penderita strokehemoragik dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadar clorida menurun 34 orang (52,3%),sebagian di dapatkan kadar kalium dalam batas normal 31 orang (47,7%). Simpulan penelitian yakni kadarelektrolit pada penderita stroke hemoragik dengan kesadaran menurun yang di rawat di bagian neurologiRSU Anutapura palu, bahwa sebagian besar memiliki kadar natrium dalam batas normal (Normonatremi),kadar kalium lebih banyak di dapatkan Hipokalemia, dan sebagian besar kadar clorida di dapatkanhipokloridemia

    GAMBARAN CT SCAN ATAU USG PENDERITA HEPATOMA YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE 2015-2017

    Full text link
    Hepatoma merupakan pertumbuhan sel hati yang tidak normal yang di tandai dengan bertambahnya jumlahsel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah/mitosis disertai dengan perubahan sel hati yang menjadiganas. Angka kejadian hepatoma di Indonesia cukup jarang namun memiliki dampak yang sangat besar.Gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma sangat penting untuk mendeteksi serta terapi yangtepat untuk mengatasi hepatoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran CT Scan atauUSG pada penderita hepatoma berdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis. Metode penelitianbersifat deskriptif pada 38 data penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata PaluPeriode 2015-2017, untuk mengetahui distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatomaberdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis dengan cara memeriksa data rekam medik pasien.Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi ,masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yangdirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode 2015-2017 adalah sebagai berikut (1) palingsering pada pasien laki-laki lansia akhir; pada pasien yang memiliki jumlah lesi lebih dari satu sebanyak 28pasien (73,7%); pada pasien yang memiliki lokasi lesi pada lobus kanan hepar sebanyak 32 pasien (84,2%);pada pasien yang memiliki lesi yang bermetastasis sebanyak 20 pasien (52,6%). Disimpulkan bahwagambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD UndataPalu periode 2015-2017 ditemukan yang paling banyak memiliki jumlah lesi lebih dari satu, memiliki lesipada lobus kanan hepar, dan lesi sudah bermetastasis.Kata Kunci: gambaran CT Scan, USG, Hepatom

    KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA YANG TIDAK MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF PADA USIA 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABELOPURA PALU 2016

    Full text link
    Ganguan perkembangaan dapat berakibat menimbulkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangankedepan bagi seorang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan danperkembangan balita yang tidak mendapatkan asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas Mabelopura palu2016. Metode penelitian menggunakan desain yang bersifat observasional dengan pendekatan Crosssectional yang dimulai pada bulan Agustus 2015 sampai Januari 2016 di wilayah kerja puskesmasMabelopura palu. Populasi Penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura (PaluSelatan). Analisis data menggunakan metode frequenzi dengan metode alternatif yang diolahmenggunakan perangkat lunak SPSS versi 17. Hasil penelitian diperoleh jumlah bayi yang tidak diberi asieksklusif usia 6 bulan yaitu sebanyak 96 balita, balita gizi kurang 45,82% sedangkan gizi baik 15,65 %,gizi buruk 31,25%, balita pendek 48,96% lebih banyak dari pada normal 33,31% dan sangat pendek17,73%, ukuran kepala normal balita 60,38%. Berdasarkan kemampuan motorik kasar, perkembanganmeragukan 46,85% lebih banyak dari pada perkembangan yang sesuai yaitu 21,91% dan menyimpang31,24%. Berdasarkan kemampuan motorik halus perkembangan meragukan 54,14% lebih banyak daripada perkembangan sesuai yaitu 28,16% dan menyimpang 17,70%. Berdasarkan kemampuan bahasa,perkembangan sesuai 43,73%, meragukan yaitu 27,11% dan menyimpang 29,16%. Berdasarkankemampuan personal sosial perkembangan sesuai 52,50%, meragukan 33,20% dan yang menyimpang14,30%. Simpulan, dari 96 balita yang tidak diberi asi eksklusif usia 6 bulan pada pertumbuhan danperkembangannnya termasuk dalam kategori normal

    GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA DI PUSKESMAS KAMONJI DAN PUSKESMAS TIPO PALU TAHUN 2018

    Full text link
    Status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan sumber daya manusia dan kualitas hidup. Masa Balita merupakan proses pertumbuhan yang pesat yang sangat membutuhkan zat gizi yang seimbang agar status gizinya baik, serta proses pertumbuhannya tidak terhambat, karena balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Untuk tingkat Provinsi berdasarkan data dari Kemenkes gizi buruk balita tahun 2015 di Sulawesi Tengah sebanyak 27,3% dan turun pada tahun 2016 yaitu 24,2%. Sehingga perlunya penelitian ini dilakukan agar dapat dijadikan bahan promosi dan pengetahuan sehingga balita bisa tumbuh dengan baik dengan gizi yang normal. Penelitian bertujuan untuk mengatahui gambaran faktor risiko kejadian status gizi buruk pada balita di Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018. Metoda yang dilakukan adalah penelitian deskriptif terhadap 7 anak balita yang mengalami gizi buruk di Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018. Data diperoleh  melalui wawancara terpimpin mengenai status ekonomi, pendidikan ibu, penyakit infeksi, ASI ekslusif dan pola makan pada orang tua anak. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 anak balita gizi buruk yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kamonji dan Puskesmas Tipo Palu tahun 2018; ditemukan faktor risiko sebagai berikut : status ekonomi rendah sebanyak 85,7%, dengan  pendidikan ibu yang rendah sebesar 85,7%, semua berpola makan tidak baik dan disertai dengan penyakit infeksi, dan sebagian besar tidak memperoleh ASI ekslusif (85,7%). Disimpulkan bahwa karakteristik penderita gizi buruk yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kamonji dan Tipo Palu pada tahun 2018 ditemukan faktor risiko Pola makan yang tidak baik, disertai penyakit infeksi, sebagian besar tidak memperoleh ASI Ekslusif, berekonomi dan berpendidikan ibu rendah

    Persepsi dan Pengetahuan Mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Terhadap Gizi Remaja

    Full text link
    Latar Belakang. Remaja merupakan harapan bangsa, sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan ditentukan pada keadaan remaja saat ini. Remaja yang sehat dan berkualitas menjadi perhatian yang besar bagi orang tua, praktisi pendidikan, dan remaja itu sendiri. Gizi remaja merupakan bagian dari sektor kesehatan yang penting dan menjadi perhatian besar dari pemerintah. Gizi yang baik merupakan pondasi bagi kesehatan masyarakat pengaruh gizi terhadap pertumbuhan, perkembangan, intelektual, dan produktivitas menunjukan besarnya peranan gizi bagi kehidupan manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan Mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba tentang gizi remaja. Metode. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  berupa deskriftif untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan mahasiwa di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti (AKTABE) terhadap gizi remaja, data dalam penelitian ini diperoleh melalui tehnik observasi dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 50 mahasiswa AKTABE sebagai responden dengan variabel penelitian persepsi dan pengetahuan. Hasil. Berdasarkan data kuesioner diperoleh bahwa persepsi mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba tentang gizi remaja menunjukan 80% (40 responden) mempunyai persepsi baik, 20% (10 responden) berpersepsi cukup, dan tidak ada mahasiswa yang berpersepsi kurang baik dan tidak baik. Sedangkan berdasarkan pengetahuan menunjukan bahwa dari 50 responden terdapat 88% (44 responden) berpengetahuan baik, dan berpengetahuan cukup baik terdapat 12% (6 responden). Pada penelitian ini tidak ada responden yang berpengetahuan kurang baik dan tidak baik

    63

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇