Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
PROFIL GAYA HIDUP DAN TEKANAN DARAH PENDUDUK DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI PALU PADA TAHUN 2018
Gangguan tekanan darah merupakan penyakit yang masih banyak ditemukan di Indonesia dan di Kota Palu, khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu. Gangguan tekanan darah bisa terjadi pada usia lanjut dan dapat pula dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil gaya hidup dan tekanan darah pada penduduk dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan analitik dengan design Cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Kamonji, dilakukan sejak April sampai Juli tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah beserta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS 24 untuk mengetahui gambaran gaya hidup dan tekanan darah dengan uji frekuensi dan uji korelasi spearman. Dari 245 penduduk dewasa di Wilayah kerja puskesmas Kamonji Palu pada tahun 2018 diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Tekanan darah terbanyak adalah tekanan darah normal sebanyak 139 responden (56,7 %). (2) tekanan darah berdasarkan kebiasaan merokok terbanyak adalah pada responden yang tidak merokok dengan tekanan darah normal sebanyak 101 responden (72,7%), tekanan darah rendah sebanyak 21 responden (77,8%), dan tekanan darah tinggi sebanyak 12 responden (15,2%). (3) tekanan darah berdasarkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol terbanyak adalah non alkoholik dengan tekanan darah normal sebanyak 118 responden (84,9%), tekanan darah rendah sebanyak 25 responden (92,6%), dan tekanan darah tinggi sebanyak 43 responden (54,4%). (4) aktivitas fisik terbanyak adalah aktivitas fisik sedang dengan tekanan darah normal sebanyak 71 responden (51,1%), tekanan darah rendah 2 responden (7,4%), dan tekanan darah tinggi 36 responden (45,6%). Kesimpulan penelitian ini yakni Penduduk dewasa di Wilayah kerja puskesmas Kamonji Palu pada tahun 2018 dominan memiliki tekanan darah normal. Adapun responden yang memiliki gaya hidup berupa aktivitas kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi alkohol dan kebiasaan aktifitas fisik dapat mengalami gangguan tekanan darah
PROFIL STATUS GIZI, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA TAHUN 2018
Status gizi adalah ukuran keseimbangan mengenai kondisi tubuh yang merupakan hasil akhir daripenggunaan zat-zat gizi dan dipengaruhi oleh konsumsi makanan untuk menghasilkan energi dalammempertahankan Kehidupan. Status gizi berhubungan dengan makanan yang akan diberikan pada anakagar pertumbuhan dan perkembangannya sesuai. Dari hasil epidemiologi gizi buruk dan gizi kurangmasih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil statusgizi, pertumbuhan dan perkembangan balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Tahun 2018.Penelitian ini dilakukan terhadap 228 responden di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna, menggunakanmetode deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan perangkatlunak SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan distribusi status gizi diwilayah kerja Puskesmas Kawatunaditemukan persentase tertinggi berturut-turut yaitu status gizi normal (75%), gizi kurang (14%), giziburuk (6,1%) dan gizi lebih (4,8%). Pertumbuhan normal sebanyak (46,9%), catch-up growth (22,4%),flath growth (15,8%), loss of growth (14%), dan faltering growth (9%). Tingkat perkembangan yangsesuai sebanyak (76,8%), meragukan (21,5%), dan penyimpangan (1,8%). Pada umumnya distribusistatus gizi balita terbanyak ditemukan gizi baik sebesar 75% dan terendah gizi lebih 4,8%. Untukdistribusi pertumbuhan balita diperoleh pertumbuhan normal 46,9% dan yang sedikit adalah falteringgrowth sebesar 9%. Distribusi perkembangan balita terbanyak yaitu perkembangan yang sesuai dan yangpaling sedikit adalah penyimpangan
GAMBARAN KLINIS PENDERITA DISPEPSIA YANG BEROBAT DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018
Dispepsia adalah sindrom yang ditandai dengan gangguan anatomi atau fungsional dari saluran pencernaan,dan didefinisikan sebagai rasa nyeri atau tidak nyaman yang terutama dirasakan di daerah perut bagian atas.Faktor resiko dispepsia beragam mulai dari makanan dan lingkungan, sekresi cairan lambung, persepsiviseral lambung, NSAIDs (Non-Stereoidal Antiinflamatory Drugs), dan infeksi Helicobacter pylori. Selainitu, faktor gaya hidup dan konsumsi alkohol juga ikut mempengaruhi timbulnya gejala dispepsia. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui distribusi gambaran klinis penderita dispepsia yang berobat di BagianPenyakit Dalam RSU Anutapura Palu tahun 2018. Metoda yang digunakan adalah metode penelitiandeskriptif pada 95 responden penderita Dispepsia yang berobat di Bagian Penyakit Dalam RSU AnutapuraPalu tahun 2018, untuk mengetahui distribusi gambaran klinis penderita. Pengumpulan data melaluiobservasi berupa mual, muntah, cepat kenyang, sering bersendawa, dan perut kembung dengan carawawancara. Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi masing-masingvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi gambaran klinis penderita dispepsia di RSUAnutapura tahun 2018 adalah sebagai berikut (1) Paling sering muncul kombinasi 3 gejala yaitu 35responden (36,84%); (2) kombinasi 4 gejala yaitu 25 responden (26,31%); (3) kombinasi 5 gejala yaitu 17responden (17,89%); (4) kombinasi 2 gejala yaitu 13 responden (13,70%); (5) dan yang paling sedikitkombinasi 1 gejala yaitu 5 responden (5,26%). Disimpulkan bahwa penderita Dispepsia yang berobat diBagian Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu ditemukan gejala berupa mual, muntah, cepat kenyang,sedawa, kembung. Yang paling banyak didapatkan yaitu cepat kenyang dan kembung. Pasien paling seringdatang dengan 3 kombinasi gejala
STUDI KASUS DEKUBITUS PADA PENDERITA TIRAH BARING YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018
Dekubitus adalah kerusakan pada kulit dan jaringan dibawahnya karena kurangnya suplai darah akibat tekanan dalam waktu yang lama. Dekubitus mempunyai dampak tehadap kesehatan karena dapat memberikan kerugian bagi penderita, serta rumah sakit. Bahkan banyak ditemukan yang bisa menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyebab dan faktor – faktor resiko dekubitus pada penderita tirah baring di RSU Anutapura Palu pada tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode consecutive sampling. Pada consecutive sampling, semua subjek yang ada dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian. Studi kasus pasien dekubitus pada perawatan tirah baring di RSU Anutapura Palu Tahun 2018 ditemukan faktor terbanyak adalah karena minimnya mobilisasi atau imobilisasi pasien yaitu 6 dari 6 (100%). Faktor lain yaitu status gizi buruk 2 dari 6 pasien (33,3%). Lansia 2 dari 6 pasien (33,3%). Kelembaban 1 dari 6 (18,7%). Ditarik kesimpulan bahwa faktor terbanyak pada kejadian ulkus dekubitus pada penderita tirah baring adalah mobilitas pasien atau imobilisasi. Faktor-faktor lain yang berpengaruh adalah status gizi, usia, kelembaban dan riwayat penyakit DM
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI SISWA SD DI KOTA PALU
Stres merupakan masalah kesehatan nomor empat di dunia dan akan menjadi nomor dua pada tahun 2020. Stres tidak mengenal usia dan dapat dialami siapa saja termasuk anakanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan status gizi siswa SD di Kota Palu pada masa penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap 269 subyek penelitian yang merupakan siswa SD di Kota Palu dari tanggal 28 November 2015sampai 13 Februari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Proportionate-Stratified Random Sampling. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS versi 17,0. Hasil uji mengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stresdengan status gizi siswa SD di Kota Palu (p>0,05 hasil uji Spearman Correlations). Hasil uji mengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi siswa SD di Kota Palu (p> 0,05 hasil uji Kruskal Wallis Test) dengan perbedaan status gizi berdasarkan tingkat stres sebagai berikut tidak stres dengan status gizi normal sebesar(61.2%), tidak stres dengan status gizi lebih (20.7%) dan tidak stres dengan status gizi kurang(18.1%). Stres ringan dengan status gizi normal (62.2%) stres ringan dengan status gizi lebih(24.3%) dan stres ringan dengan status gizi kurang (13.5%). Kesimpulan penelitian adalah Tidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi pada siswa SD di Kota Palu
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK, STATUS GIZI DAN TEKANAN DARAH REMAJA BINAAN DINAS SOSIAL PALU TAHUN 2018
Pola makan dan akivitas fisik yang tidak seimbang merupakan faktor penyebab obesitas dan hipertensi. Saat ini pola konsumsi gizi pada remaja lebih banyak ditentukan dari lingkungan pergaulan. Sementara aktivitas yang dilakukan sangat kurang, sehingga beresiko tinggi untuk memiliki status gizi lebih. Angka kejadian aktivitas fisik pada remaja di Indonesia yang kurang aktif masih cukup tinggi,begitupun tekanan darah tinggi dan obesitas di Sulawesi tengah juga masih cukup tinggi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, status gizi dan tekanan darah remaja binaan DinasSosial Palu tahun 2018. Metode penelitian adalah deskriptif terhadap 30 anak remaja binaan Dinas Sosial Palu 2018. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan yang diisi pada case report . Dilakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian: (1) aktivitas fisikterbanyak yaitu tidak aktif (76,7 %), kurang aktif (23,3 %), aktif (0,0 %). (2) kategori status gizi yangterbanyak yaitu gizi normal (56,7 %), gizi kurang (23,3 %), gizi lebih (20,0 %), (3) kategori tekanan darah yang terbanyak normotensi (93,3 %), prehipertensi (6,7 %). Remaja binaan dinas sosial palu, sebagian besar berstatus gizi normal, tetapi mereka mempunyai aktivitas fisik yang rendah. Temuan gizi kurang masih cukup besar. Tidak ditemukan remaja yang obesitas maupun hipertensi
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT SITI KHADIJAH III MAKASSAR
Terapi murottal Al-Qur’an menjadi bagian dari terapi musik (karena murottal Al- Qur’an dapat diartikansebagai rekaman suara Al-Qur’an yang dilagukan oleh seorang Qori’ (pembaca Al-Qur’an). Murottal AlQur’an juga menjadi terapi spiritualitas karena membuat individu mengingat Allah SWT. Kepercayaanspiritual memainkan peranan penting dalam mengahadapi kecemasan persalinan. Beberapa penelitiantelah menunjukkan pengurangan rasa nyeri dan penurunan kecemasan padapasien. Tujuan dalampenelitian ini adalah untuk mencari Pengaruh Terapi Murottal Al- Qur’an Terhadap Tingkat KecemasanIbu Menghadapi Persalinan di RSIA Siti Khadijah III Makassar. Metode Penelitian dilaksanakan padabulan Mei 2018 di RSIA Siti Khadijah III Makassar. Jenis penelitian ini adalah pendekatan QuasyEksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu diperoleh sampel sebanyak 30orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 jumlah responden, berdasarkan pretest tingkatkecemasan kelompok perlakuan sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an menunjukkan bahwajumlah responden dengan kecemasan ringan sebesar 20,0%, kecemasan tingkat sedang dan berat masingmasing sebesar 33,3% dan 46,7%. Berdasarkan postest tingkat kecemasan kelompok perlakuan setelahdiberikan terapi murottal Al-Qur’an menunjukkan bahwa jumlah responden dengan kecemasan ringansebesar 56,7%, kecemasan sedang dan berat sebesar 36,7% dan 6,7%. Ada pengaruh pemberian terapimurottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dengan nilai p = 0,000 yang berarti Ho ditolakdan Ha diterima. Disimpulkan bahwa terapi dapat meningkatkan pelayanan dan keterampilan dalammenangani kasus-kasus seperti tingkat kecemasan dengan menggunakan teknik murottal Al -Qur’an
GAMBARAN PENDERITA EKLAMPSIA YANG DIRAWAT DI ICU RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE TAHUN 2015 - 2017
Eklampsia merupakan masalah kesehatan dunia, Indonesia, Sulawesi Tengah, bahkan Kota Palu di mana merupakan faktor yang mendominasi penyebab langsung kematian pada ibu, sehingga harus dirawat secara intensif di ruang ICU. Eklampsia merupakan kasus akut pada penderita preeklampsia, yang disertai dengan kejang menyeluruh dan koma. Jadi, dengan mengetahui gambaran penderita eklampsia dapat dijadikan sebagai bahan promosi kesehatan dalam rangka menanggani, mengurangi kasus, dan dampak dari eklampsia.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penderita eklampsia yang dirawat di ICURSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode Tahun 2015 - 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif terhadap 31 buah rekam medik penderita eklampsia dari RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu periode tahun 2015 - 2017. Data diperoleh melalui rekam medik penderita dan hasilnya diisi pada lembar formulir penelitian. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program perangkatlunak SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan umur ibu terbanyak adalah pada umur 20 – 35 tahun (77,4%) dan umur ibu > 35 tahun (22,6%). (2) Gambaranpenderita eklampsia berdasarkan riwayat kehamilan terbanyak pada primigravida (51,6%) dan multigravida(48,4%). (3) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan riwayat hipertensi terbanyak pada penderita yangmengalami hipertensi sebelum kehamilan (54,8%) dan penderita yang mengalami hipertensi selama kehamilan (45,2%). (4) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan pemberian obat-obatan terbanyak pada pemberian MgSO4 (90,3%) dan pemberian diazepam (9,7%). (5) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan jenis eklampsia terbanyak pada eklampsia intrapartum (41,9%), eklampsia antepartum (32,3%), daneklampsia postpartum (25,8%). Disimpulkan bahwa penderita eklampsia yang dirawat di ICU RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu sebagian besar berumur 20 – 35 tahun, primigravida, mempunyai riwayat hipertensi, kebanyakan terjadi saat intrapartum, dan terbanyak diberikan MgSO4
Deskripsi Pengetahuan dan Pemahaman Mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Tentang Anemia Ibu Hamil
Latar Belakang. Anemia adalah suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit, yang mana jumlah sel darah merah itu ditentukan dengan kadar hemoglobin. Anemia pada kehamilan adalah suatu keadaan berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin, dimana kadar Hb di bawah 11 gr% pada trimestrer I dan II atau kadar Hb kurang dari 10,5 gr% pada trimester III. Mahasiswa akademi kebidanan penting mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang anemia pada ibu hamil yang adekuat sebagai bekal mereka untuk berinteraksi dengan komunitas dan bertemu klien. Tujuan. Mendeskripsikan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa Akbid Tahira Al Baeti tentang anemia ibu hamil. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel mahasiswa tingkat I dan II AKBID Tahirah Al Baeti Bulukumba sebanyak 42 responden, instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil. Berdasarkan data kuesioner diperoleh bahwa pengetahuan mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba tentang anemia pada ibu hamil berada pada tingkat berpengetahuan baik untuk mahasiswa tingkat II (100%) dibandingkan dengan mahasiswa tingkat I (50%). Sedangkan tingkat pemahaman mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah al Baeti Bulukumba tentang anemia pada ibu hamil adalah 95.5% untuk mahasiswa tingkat II, dan 50% untuk mahasiswa tingkat I. Walau secara keseluruhan mahasiswa Akbid Tahirah Al Baeti BUlukumba baik tingkat I maupun II mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang cukup baik. Hal ini disebabkan tingkat dan lama proses belajar mengajar mendukung tingkatan pengetahuan dan pemahaman
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN SERTA HUBUNGANNYA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2016
Dokter merupakan profesi yang membutuhkan tingkat kebugaran yang tinggi. Tingkat kebugaran yang tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain umur, jenis kelamin, makanan, kebiasaan merokok dan keturunan. Olahraga aktivitas fisik sangat berpengaruh pada kebugaran tetapi menuntut olahraga yang teratur dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik dan kebugaran pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dan membuktikan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kebugaran. Metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study. Diambil 74 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat secara random sederhana dari 292 mahasiswa fase akademik. Besar sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Penenentuan tingkat aktivitas fisik berdasarkan kuesioner Baecke dan dilakukan pengukuran tingkat kebugaran berdasarkan Harvard step tes. Dilakukan analisis deskriptif danuji hipotesis dengan uji korelasi chi square pada batas kemaknaan 5%. Hasil penelitian, (1).Didapatkan Mahasiswa yang bugar (85,1%) dan yang tidak bugar (14,9%). (2). Didapatkan Mahasiswa yang aktif dalam menjalankan aktivitas fisik (63,5%) dan yang tidak aktif (36,5%).(3). Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kebugaran p=0.00.Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat palu tahun 2016.