Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
    95 research outputs found

    PERBEDAAN KARAKTERISTIK PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI NEUROPATI YANG BEROBAT JALAN DI RSU ANUTAPURA PALU SETELAH 6 BULAN

    Get PDF
    Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang diperkirakan akan terus meningkat prevalensinya. Diabetes melitus dengan komplikasi neuropati dapat mengganggu aktifitas kehidupan manusia yaitu dapat mengakibatkan ulkus pada kaki, amputasi, luka pada kulit yang sukar sembuh dan disfungsi seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan gambaran karaktersitik sebelum dan setelah 6 bulan pada penderita diabetes melitus dengan komplikasi neuropati yang datang dan berobat jalan di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu. Metode penelitian adalah desktriptif analitik dengan desain cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada semua pasien penderita diabetes melitus dengan komplikasi neuropati yang datang dan berobat jalan di RSU Anutapura Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik pasien diabetes melitus dengan komplikasi neuropati yang datang dan berobat jalan di RSU Anutapura Palu yaitu jenis kelamin (p=0,203) dan obesitas (p=0,192); p>0,05 tidak ditemukan perbedaan sebelum dan setelah 6 bulan kemudian pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi neuropati yang datang berobat jalan di RSU Anutapura Palu. Karakteristik usia (p=0,00) dan lama menderita diabetes melitus (p=0,00); p<0,05 ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah 6 bulan kemudian pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi neuropati yang datang dan berobat jalan di RSU Anutapura Palu

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAK SEMBUHAN PASIEN TB DENGAN METODE DOTS DI PALU

    Get PDF
    Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang merupakan basil tahan asam, sehingga bakteri ini dapat bertahan hidup berbulan-bulan di luar tubuh manusia. WHO dan International  Union Agains Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) telah mengembangkan strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagai strategi Directly Observed Treatment Shortcourse chemotheraphy (DOTS).  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ketidak sembuhan pasien TB dengan metode  DOT di Puskesmas Palu pada tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan rancangan penelitian case control. Pengumpukan data dilakukan dengan cara wawancara langsung pada penderita tuberkulosis paru. Dari 82 sampel yang terdiri dari 41 orang kelompok pasien TB Sembuh dan 41 orang kelompok pasien TB tidak sembuh yang berobat di wilayah kerja puskesmas terpilih selama 11 November – 30 Januari 2016. Penelitian ini menunjukkan : (1) Distribusi penderita didapatkan terbanyak untuk status gizi kurang (52,4%), (2) pengetahuan yang buruk (53,7%), (3) akses ke puskesmas dengan jarak jauh (58,5%), (4) peran PMO yang buruk (47,0%), dan (5) tersedianya OAT di Puskesmas (100%). Hasil analisa chi square didapatkan hasil faktor yang berhubungan dengan ketidak sembuhan pasien TB yaitu faktor status gizi (p value 0,015) dan faktor pengetahuan (p value 0,002).  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan daktor status gizi dan faktor pengetahuan dengan ketidak sembuhan pasien TB

    DESKRIPSI PENGETAHUAN IBU TENTANG KB SUNTIK 3 BULAN (DEPO PROGESTIN) DI PUSKESMAS BONTOBAHARI BULUKUMBA

    Get PDF
    Kontrasepsi suntikan progestin adalah kontrasepsi yang mencegah terjadinya kehamilan dengan cara disuntik intra-muskuler yang berdaya kerja 3 bulan dan tidak membutuhkan pemakaian setiap hari yang mengandung hormon progesteron dan tidak mengganggu proses produksi Air Susu Ibu (ASI). Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui deksripsi pengetahuan ibu tentang KB suntik 3 bulan (depo progestin) yang meliputi pengertian, waktu penggunaan, efek samping, keuntungan dan kerugian. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, lokasi peelitian di Puskesmas Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan jumlah sampel 38 responden, instrument penelitian menggunakan lembar tes. Hasil penelitian terhadap 38 responden di Puskesmas Bontobahari Kab. Bulukumba menunjukkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 15 orang (39,48%), berpengetahuan cukup adalah 13 orang (34,21%) dan yang kurang sebanyak 10 orang (26,31%). Tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi pengetahuan terhadap pengertian yaitu 81,58%, waktu penggunaan depo progestin ialah 76,31%, efek samping kategori baik 76,31%, keuntungan depo progestin sebesar 78,94% dan kerugian depo progestin adalah 78,94%. Disimpulkan bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang KB suntik 3 bulan (depo progestin) di Puskesmas Bontobahari Kabupaten Bulukumba memiliki tingkat pengetahuan mayoritas baik yang mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti tingkat umur, pendidikan dan pekerjaan.&nbsp

    DESKRIPSI PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HIV DAN AIDS DI AKADEMI KEBIDANAN TAHIRAH AL BAETI BULUKUMBA

    Get PDF
    Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang dapat menyebabkan Aquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) dengan cara menyerang sel darah putih sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Penyebab kematian pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah penurunan sistem imunitas secara progresif sehingga infeksi oportunistik (IO) dapat muncul dan berakhir pada kematian. Sebagian besar  remaja  masih belum mengerti tentang bagaimana dampak yang akan ditimbulkan oleh pergaulan bebas dikalangan remaja yang terjadi saat ini, khususnya mahasiswa Akademi Kebidanan (AKBID) Tahirah Al Baeti yang merupakan gerbang kesehatan bagi masyarakat, sepatutnya mempunyai pengetahuan yang mumpuni tentang HIV dan AIDS sehingga mahasiswa AKTABE dapat dijadikan panutan dalam bersikap dan memberikan penjelasan tentang pengaruh negatif dari pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap mahasiswa tingkat I dan II tentang HIV dan AIDS di AKBID Tahirah Al Baeti Bulukumba. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrument penelitian ini adalah lembar kuesioner. . Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan ke mahasiswa tingkat I dan II AKBID Tahirah Al Baeti Bulukumba menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang HIV dan AIDS yaitu 59.1%, sedangkan sikap mereka terhadap HIV dan AIDS ini juga berkategori cukup (50.0%). Simpulan terhadap pengetahuan dan sikap yang dimiliki oleh mahasiswa Akademi kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba Terhadap HIV dan AIDS berada dalam kategori cukup. Diharapkan penelitian kedepannya dapat mengambil sampel yang lebih besar dengan berbagai variabel

    KARAKTERISTIK PASIEN MENOPAUSE YANG BEROBAT DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2017

    Get PDF
    Menopause merupakan proses fisiologis yang akan dialami oleh semua wanita yang berusia ≥45 tahun dan mempunyai gejala yang berbeda-beda dan mempunyai dampak terhadap kesehatan seperti penurunan kualitas hidup pada pasien menopause serta menyebabkan terjadinya gangguan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien menopause yang berobat dii Polikinik Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu Tahun 2017. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan penelitian adalah cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik random sampling, yang kemudian dilakukan wawancara dan pemeriksaan fisik kepada pasien menopause. Karakteristik pada 62 pasien menopause di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu ditemukan pasien menopause yang mengalami inkontinensia (98,4%), kelainan kulit berupa hiperpigmentasi (51,6%), dan status gizi berat badan obes/overweight (54,9%), normal (37,1%), berat badan kurang (8,1%). Kesimpulan bahwa karakteristik pasien menopause di poliklinik penyakit dalam RSU Anutapura ditemukan banyak pasien mengalami inkontinensia urin, kelainan kulit dominan ditemukan adanya hiperpigmentasi, dan status gizi berlebih sangat dominan

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU, WAKTU PERTAMA KALI PEMBERIAN MP-ASI, DAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2018

    Get PDF
    Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak, dan adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada umur dibawah 2 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu, waktu pertama kali pemberian MP-ASI, dan status ekonomi dengan kejadian gizi kurang pada balita di Puskesmas Mamboro Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control, dimana case berjumlah 15 orang dan kontrol 15 orang. Hasil  menunjukkan bahwa dengan uji Chi-square : Di wilayah kerja Puskesmas Mamboro didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu (p:0,000) saat pemberian MP-ASI (p:0,000) dan status ekonomi (p:0,000) dengan kejadian gizi kurang pada balita. Disimpulkan bahwa tingkat Pendidikan ibu, status ekonomi, serta saat pertama kali pemberian MP-ASI sangat berpengaruh terhadap kejadian gizi kurang pada balita

    TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KANKER SERVIKS DI DESA BIALO KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2020

    Get PDF
    Kanker serviks merupakan tumor ganas pada perempuan yang menyerang organ reproduksi perempuan yaitu sekitar daerah mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis atau biasa disebut bagian bawah antara kemaluan wanita dan Rahim. Pencegahan Kanker serviks dapat dilakukan dengan cara melakukan hubungan seksual pada waktunya minimal pada usia 20 tahun, tidak berganti-ganti pasangan, melakukan vaksinasi HPV, dan melakukan pemeriksaan kanker serviks secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja putri tentang Kanker serviks di Desa Bialo. Kecamatan Gantarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri di Desa Bialo Kecamatan Gantarang, dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 57 remaja putri di Desa Bialo Kecamatan Gantarang. Tingkat pengetahuan remaja putri meliput tentang kanker serviks, pengertian kanker serviks, pencegahan, penyebab, gejalah dan cara deteksi dini Kanker serviks. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar test. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh pengetahuan menunjukkan bahwa dari 57 remaja putri dominan berpengetahuan kurang sebesar 54,3% dibandingkan dengan remaja putri yang berpengetahuan baik (22,1%) dan berpengetahun cukup 24,6%. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang dimiliki remaja putri tentang kanker serviks di Desa Bialo pada umumnya memiliki pengetahuan dalam kategori kurang

    GAMBARAN RESPONSE TIME DAN KARAKTERISTIK PETUGAS IGD RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2019

    Get PDF
    IGD sebagai gerbang utama penanganan kasus gawat darurat di rumah sakit memegang peranan penting dalam upaya penyelamatan hidup klien. Kecepatan dan ketepatan pertolongan yang diberikan pada pasien yang datang ke IGD memerlukan standar baku sehingga dapat menjamin suatu penanganan gawat darurat dengan response time yang cepat dan tepat. Response time yang cepat dan tepat merupakan salah satu penentu kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah sampel 100 orang pasien dan 35 orang petugas. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner, dan teknik analisis data dengan menggunakan uji distribusi frekuensi. Sebanyak 94 pasien (95%) memperoleh response time baik (<5 bmenit), 4 pasien (4,0%) response time cukup (5-10 menit), dan 1 pasien (1,0%) memperoleh response time buruk (>10 menit). (2) Karakteristik petugas medis di IGD RSU Anutapura berdasarkan jenis kelamin yaitu 20 orang (57,14%) laki-laki dan 15 orang (42,86%) perempuan. (3) Berdasarkan lama bekerja petugas IGD di RSU Anutapura Palu kategori terbanyak adalah sudah bekerja selama >5 tahun yaitu 19 orang (54,29%), 1-5 tahun sebanyak 10 orang (28,57%) dan <1 tahun sebanyak 6 orang (17,14%). (4) Berdasarkan pengalaman pelatihan petugas medis sebanyak 31 orang (88,57%) telah mengikuti ATLS/BTLS, ACLS/BCLS serta 4 orang (11,43%) belum mengikuti pelatihan. (5) Berdasarkan fasilitas penunjang medis di IGD RSU Anutapura Palu, diperoleh 33 orang (94,29%) petugas IGD menyatakan terpenuhi dan 2 orang (5,71%) menyatakan belum terpenuhi. Disimpulkan bahwa ditemukan sebanyak 95 pasien (95%) mendapatkan response time baik (≤5 menit), hal ini ditunjang dengan karakteristik petugas medis di IGD RSU Anutapura berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 20 orang (57,14%) dengan 19 orang (54,29%) diantaranya sudah bekerja selama >5 tahun serta 31 orang (88,57%) petugas medis telah mengikuti pelatihan, ditambah lagi kecepatan waktu tanggap (response time) petugas medis ditunjang dengan fasilitas medis di IGD RSU Anutapura Palu yang tergolong memadai dibuktikan dari 33 orang (94,29%) petugas medis di IGD menyatakan terpenuhi dengan fasilitas tersebut

    KARAKTERISTIK PERILAKU DAN PROFIL HIPERTENSI PADA PASIEN PEROKOK YANG BEROBAT DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU TAHUN 2019

    Get PDF
    Hipertensi menjadi masalah yang besar dan serius di seluruh dunia yang menjangkiti hampir 9,4 miliyar orang. Sekitar 24% pria dan 20,5% wanita di seluruh dunia mengidap hipertensi, hal ini berkaitan erat dengan gaya hidup seperti: merokok, diet tinggi lemak dan garam, aktivitas fisik, dll. Faktor risiko tersebut masih sering dijumpai di negara berkembang seperti Indonesia khususnya di kota Palu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui karakteristik, perilaku, dan profil hipertensi pasien perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu tahun 2019. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan design Cross sectional study terhadap 80 pasien dewasa. Pengumpulan data dengan pengukuran tekanan darah dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan kebanyakan perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu merokok 11-20 batang perhari (perokok sedang) yaitu 52 orang (65%). Perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan sudah merokok lebih dari 10 tahun (perokok lama) yaitu 46 orang (57,5%), perilaku diet tinggi lemak perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan termasuk dalam kategori sedang yaitu 40 orang (50%), sementara perilaku diet tinggi garam penduduk yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan terkategori sedang yaitu 53 orang (66,3%), serta perilaku aktivitas fisik perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu kebanyakan terkategori ringan yaitu 53 orang (66,3%). Selain itu, kebanyakan perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu menderita hipertensi derajat 1 yaitu 56 orang (70%) sedangkan perokok yang menderita hipertensi derajat 2 yaitu 24 orang (30%). Sebagai kesimpulan banyak perokok yang berobat di Puskesmas Bulili Palu tahun 2019 berusia 56-65 tahun masih memiliki kebiasaan merokok yang tergolong sedang sampai berat dengan gaya hidup tergolong buruk

    GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG ALAT KONTRASEPSI KB KONDOM DI DUSUN SAPANANG KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA

    Get PDF
    Penggunaan kontrasepsi kondom masih rendah dan kurang dipilih oleh suami dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan suami tentang pemakaian kondom di Desa Sapanang Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 30 responden yang memakai alat kontrasepsi KB kondom. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengetahuan suami tentang kondom di Dusun sapanang Kec. Kajang Kab. Bulukumba yaitu kategori baik (3,4%), cukup (46,6 %), dan kurang (50 %). Pengetahuan suami berdasarkan pengertian tentang kondom dalam kategori baik (3,3%),cukup (26,7%), dan kurang (70,0%). Pengetahuan suami berdasarkan kelebihan kondom yaitu kategori baik (3.4%), kurang (96.6%) dan cukup (0.0%). Pengetahuan suami berdasarkan kekurangan kondom yaitu kategori baik (46,6%), cukup (10%), dan kurang (43,4%). Pengetahuan suami berdasarkan efek samping tentang kondom yaitu kategori baik (3,4%), cukup (30%), dan kurang (66,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi kondom masih kurang. Selain itu, pengetahuan suami terhadap pengertian kontrasepsi kondom, tentang kelebihan kontrasepsi kondom dan tentang efek samping terhadap kondom juga masih berkategori kurang. Akan tetapi, mayoritas pengetahuan para suami tentang kekurangan kondom adalah berkategori baik

    63

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇