Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
FREKUENSI NYERI YANG MENGGANGGU AKTIVITAS IBU PASCA SECTIO CAESARIA DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2021
Sectio Caesaria (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus yang dapat menyebabkan nyeri. WHO menyatakan bahwa persalinan dilakukan dengan bedah caesar sekitar 10–15% sedangkan di Indonesia sebanyak 15,3%. Nyeri yang dirasakan ibu memiliki durasi waktu yang tidak menentu sehingga menyebabkan aktivitas sehari-hari ibu terganggu, kadang rasa nyeri bertahan lama pasca sectio caesaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi nyeri yang mengganggu aktivitas ibu pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan diperoleh 17 pasien pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu. Hasil penelitian ini yaitu ibu yang masih merasakan nyeri dua minggu setelah sectio caesaria sebanyak (88.2%), ibu dengan nyeri yang mengganggu aktivitas pasca sectio caesaria sebanyak (93.3%), jumlah aktivitas yang terganggu didominasi 4-6 gangguan aktivitas (42.9%) dan skala nyeri pada ibu dua minggu pasca sectio caesaria didominasi skala 1-3 (58.8%). Kesimpulan Penelitian ini yaitu pasien pasca sectio caesaria di RSU Anutapura Palu sebagian besar masih merasakan nyeri hingga dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari pasien dengan jumlah yang bervariasi
ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA PENDERITA PENYAKIT INFEKSI PARASIT
Anemia defisiensi besi (ADB) memengaruhi lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, dan sebagian besar dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di negara-negara ini, penyebab tambahan yang menyebabkan anemia, yaitu infeksi parasit seperti kecacingan, malaria, kekurangan zat gizi lainnya, penyakit kronis, hemoglobinopati, dan keracunan timbal. Di negara maju, kekurangan zat besi merupakan satu-satunya kekurangan mikronutrien yang sering terjadi. Di negara industri, ADB lebih sering terjadi pada bayi dengan usia lebih dari enam bulan, remaja wanita dengan pendarahan menstruasi yang berlebih, wanita usia subur, dan orang yang lebih tua. Populasi khusus lain yang berisiko ADB di negara maju adalah orang yang rutin donor darah, atlet ketahanan, dan vegetarian. Penelitian mengenai anemia defisiensi besi telah banyak dilakukan di Indonesia. Namun, dibutuhkan tinjauan sistematis lebih lanjut untuk menilai gambaran profil kesehatan anak-anak yang terpapar infeksi parasit di negara berpenghasilan rendah, dan untuk anak-anak yang secara genetik cenderung kekurangan zat besi. Artikel ini menelaah secara sistematis penelitian anemia defisiensi besi di Indonesia yang berkaitan dengan infeksi parasit dalam lima tahun terakhir. Dari tinjauan ini, dapat disimpulkan bahwa anemia defisiensi besi masih kerap terjadi pada pasien dengan infeksi parasit
DERAJAT DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN AKTIF PADA 2 FASE PENDIDIKAN: SEMESTER AWAL DAN SEMESTER AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2021
Depresi menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktifitas yang pernah diminati. Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat depresi yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada populasi dengan usia yang sama namun bukan tergolong dalam mahasiswa kedokteran. Meta-analisis menemukan depresi atau gejala depresi diantara mahasiswa kedokteran mencapai 27,2%. Apabila tidak ditangani dengan baik depresi dapat mempengaruhi kinerja akademik mahasiwa. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase Pendidikan: Semester awal dan semester akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Proporsional Random Sampling. Untuk mengetahui derajat depresi mahasiswa kedokteran aktif pada 2 fase pendidikan: semester awal dan semester akhir, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukan derajat depresi mahasiswa tingkat awal 42 responden (54,8%) depresi minimal, (33,3%) deprsi ringan, (11,9%) depresi sedang dan tidak ada depresi berat. Derajat depresi mahasiswa tingkat akhir 45 responden (60,0%) depresi minimal, (13,3%) depresi ringan, (17,8%) depresi sedang, dan (8,9%) depresi berat. Sehingga menggunakan Analisa statistik uji Mann-Whitney U di peroleh nilai p>0,05 yaitu 0,779, sehingga dapat dikatakan tidak saling berhubungan antara fase pendidikan dengan derajat depresi mahasiswa. Didapatkan kecenderungan derajat depresi yang lebih tinggi pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu Tahun 2021 tetapit tidak bermakna secara statistik
KARAKTERISTIK PENDERITA MIOPIA YANG BEROBAT DI POLIKLINIK MATA RSU ANUTAPURA KOTA PALU TAHUN 2019-2021
Miopia adalah anomali bias mata di mana fokus konjugat retina berada pada titik tertentu di depan mata, ketika mata tidak akomodatif. Faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya miopia antara lain faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat keluarga dan sosial ekonomi. Miopia meningkatkan risiko gangguan serius seperti degenerasi makula miopia, ablasi retina, glaukoma, dan katarak dan merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di banyak negara pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021. Untuk mengetahui karakteristik penderita miopia yang berobat di poliklinik mata RSU Anutapura kota Palu Tahun 2019-2021.Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik, data diambil menggunakan “Teknik non probability sampling” sampel jenuh dari para penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu. Analisa data menggunakan SPSS 24 dengan uji frekuensi. Karakteristik penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu berdasarkan pada tahun 2019-2021: (1) Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan jumlah tertinggi mencapai 26 orang (26,7%). (2) Berdasarkan Usia terbanyak adalah usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan jumlah tertinggi mencapai 23 orang (58.9%). (3) Berdasarkan Pekerjaan terbanyak adalah pelajar dengan jumlah tertinggi pada tahun 2019 sebanyak 26 orang (66,7%). Penderita Miopia di Poliklinik Mata RSU Anutapura Palu tahun 2019-2021 berdasarkan jenis kelamin tertinggi pada perempuan, berdasarkan usia tertinggi pada remaja akhir, dan berdasarkan pekerjaan tertinggi pada kalangan pelaja
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA GIZI PADA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIPO KOTA PALU TAHUN 2020
Angka kejadian akibat gangguan nutrisi pada ibu hamil di Kota Palu tergolong cukup tinggi dimana kejadian ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 13,02% dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 2,1%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan tahun 2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional study terhadap 82 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan ibu hamil di wilayah kerja Puskemas Tipo sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan status gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 38 orang (46,4%), kategori kurang sebanyak 28 orang (34,1%) dan kategori baik sebanyak 16 orang (19,5%). Hasil tingkat pengetahuan ibu hamil tentang asupan gizi pada masa kehamilan dalam kategori cukup sebanyak 33 orang (40,2%), kategori baik sebanyak 25 orang (30,5%) dan kategori kurang sebanyak 24 orang (29,3%). Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya gizi pada masa kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Tipo Palu tahun 2020 tergolong kategori cukup
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDERITA ULKUS DIABETIKUM DENGAN TINGKAT DEPRESI TAHUN 2021
Lamanya menderita ulkus kaki diabetik dapat menjadi pertimbangan perjalanan penyakitnya, penderita dapat cenderung mengalami beban psikologis, ketakutan, frustrasi, dan depresi akan dilakukannya amputasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama ulkus diabetikum dengan tingkat depresi pada penderita diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu pada tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik metode kuantitatif dengan rancangan penelitian studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara non probability sampling yaitu consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner Beck Depression Inventory. Dari hasil penelitian pada 19 subjek penelitian ulkus diabetikum, berdasarkan tingkat depresi paling banyak pada pasien tingkat depresi minimal sebanyak 7 orang (56,80%) dan berdasarkan lama menderita terbanyak pada pasien dengan lama menderita <7 bulan sebanyak 14 orang (73,7%). Sehingga menggunakan analisa statistik uji Chi Square diperoleh nilai p>0,05 yaitu 0,701. Maka dapat dikatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara lama menderita dengan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus yang mengalami ulkus diabetikum di RSU Anutapura dan UPT RSUD Undata Palu tahun 2021
KAJIAN PERILAKU IBU MENYUSUI DENGAN USIA DINI DI DESA BALIBO KECAMATAN KINDANG KABUPATEN BULUKUMBA
Menyusui merupakan kegiatan memberikan Air Susu Ibu melalui payudara ibu secara langsung kepada bayi yang merupakan reflek instink dari ibu dengan melibatkan hormon-hormon menyusui. Menyusui adalah kewajiban setiap ibu, tidak terkecuali ibu yang bekerja atau usia seorang Ibu, maka agar dapat terlaksananya pemberian ASI dibutuhkan informasi yang lengkap mengenai manfaat dari ASI. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perilaku ibu menyusui dengan usia ibu kurang 20 tahun di Desa Balibo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang menjelaskan hasil analisa kuesioner yang diberikan pada responden terkait perilaku menyusui dan usia dini responden. Hasil penelitian menunjukan perilaku responden berada pada kategori baik yaitu 13 orang (65%) dari 20 orang dan hanya 7 orang (35%) yang menyusui tidak sesuai dengan panduan pemberian ASI walaupun semua responden menikah dan melahirkan di bawah usia 20 tahun. Usia paling tinggi adalah usia 19 tahun. Kesimpulan yang ditarik adalah perilaku menyusui sangat berhubungan erat dengan pengetahuan, pengalaman dan budaya yang ada di desa Balibo walaupun usia menikah di bawah 20 tahun
PROFIL PERITONITIS GENERALISATA DI RSU ANUTAPURA DAN UPT. RSUD UNDATA PALU PERIODE 2018-2020
Peritonitis merupakan respon inflamasi atau supuratif dari peritoneum yang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan deskripsi mengenai kasus peritonitis generalisata periode 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan desain penelitian deskriptif cross-sectional. Hasil penelitian dari periode tersebut didapatkan 121 total kasus dari RSU. ANUTAPURA dan UPT. RSUD UNDATA. Kasus berdasarkan jenis kelamin di UNDATA pria 41 kasus (62%) sedangkan wanita 25 kasus (38%) dan ANUTAPURA pria 35 kasus (64%) wanita 20 kasus (36%). Berdasarkan kelompok umur, di UNDATA, (41-50) sebanyak 16 kasus (24%), dan ANUTAPURA (11—20) 14 kasus (25%) (21-30) 13 kasus (24%), (31-40) 12 kasus (22%). Berdasarkan penyebab, di UNDATA (Perforasi Appendiks) sebanyak 47 kasus (72%) dan ANUTAPURA (Perforasi Appendiks) sebanyak 44 kasus (80%). Berdasarkan tindakan, di UNDATA lapatoromi 60 kasus (91%) dan ANUTAPURA lapatoromi 46 kasus (84%). Berdasarkan output, di UNDATA 50 kasus (76%) yang masih hidup, meninggal 13 kasus (20%) dan ANUTAPURA 45 kasus (82%) yang masih hidup, meninggal 2 kasus (4%). Data rekam medik yang didapatkan dari RSU. ANUTAPURA dan UPT. RSUD UNDATA menunjukkan peningkatan jumlah pasien dari tahun 2018 ke 2019, tapi pada tahun 2020 terdapat penurunan kunjungan ke Rumah Sakit
GAMBARAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU DAN KLINIK SPESIALIS MATA MITRA
Katarak merupakan proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu kasus ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia Menurut data dari WHO (World Health Organization) penyebab kebutaan tertinggi adalah katarak yaitu mencapai lebih dari 50%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko terjadinya katarak di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra tahun 2021. Metode peneletian ini merupakan deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Cara pengambilan sampel yaitu Consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan data primer berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 26,0 dan uji frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pada bulan Juni sampai November 2021 menunjukkan mayoritas penderita katarak memiliki usia 60-74 tahun sebanyak 57 orang (62,6%), diabetes melitus sebanyak 52 orang (57,1%), hipertensi sebanyak 41 orang (45,0%), dan memiliki perilaku merokok sebanyak 53 orang (58,2%). Dapat disimpulkan bahwa penderita katarak di RSU Anutapura Palu dan Klinik Spesialis Mata Mitra memiliki usia yang sangat bervariasi yaitu antara 45-90 tahun. DM, hipertensi, dan merokok cenderung mempercepat terjadinya katarak (ditemukan pada usia muda)
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMP USIA 14-15 TAHUN DI SMP NEGERI 1 DAN SMP NEGERI 2 PALU TAHUN 2021
Merokok merupakan kebiasaan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia. Bahaya merokok tidak hanya berdampak bagi sang perokok tapi juga bisa menyerang orang yang tidak merokok dalam lingkungan tersebut.kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok membuat para pelajar kurang memperhatikan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap perubahan tigkat pengetahuan pada anak sekolah menengah pertama di SMPN 1 Palu dan SMPN 2 Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode metode kuasi eksperimental dengan rancangan non randomize pre-test post-test dengan kelompok control (non equinalent control group).Data diperoleh melalui pemberian pretest dan posttest. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 24. Hasil Menunjukkan kelompok kontrol menghasilkan median 28,50 dengan nilai minimum 17 dan maximum 36. Pada posttest menghasilkan median 31,00 dengan nilai minimum 14 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 2,50. Pada kelompok eksperimen menghasilkan median 27,00 dengan nilai minimum 21 dan maximum 37. Pada posttest menghasilkan median 33,00 dengan nilai minimum 19 dan maximum 39, nilai perubahan median sebesar 6,00. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukan ada pengaruh edukasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan akan tetapi hasil uji Mann-Whitney menunjukan bahwa pengaruh edukasi tidak bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan pada penelitian ini edukasi kesehatan belum terbukti dapat meningkatkan pengetahuan