Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
    95 research outputs found

    GAMBARAN FOOD RECALL, KETERATURAN MINUM OBAT DAN KADAR GDS PADA PASIEN DM TIPE 2 YANG BEROBAT DI PUSKESMAS KAMONJI PADA TAHUN 2021

    No full text
    Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Salah satu penyebab timbulnya penyakit DM adalah dari pola konsumsi makanan yang berlebih serta jumlah kalori yang tidak terkontrol yang masuk ke dalam tubuh dan kepatuhan minum obat memegang peranan penting dalam mencapai target terapi diabetes melitus. Rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan diabetes melitus merupakan salah satu penyebab rendahnya kontrol kadar gula darah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Consecutive Sampling. Untuk mengetahui gambaran food recall, keteraturan minum obat dan kadar GDS, dan disajikan dengan program SPSS. Hasil penelitian menujukkan keberagaman jenis makanan yang dikonsumsi tidak beragam 30 pasien (60,0%), jumlah makanan yang di konsumsi kurang 29 pasien (58,0%), keteraturan minum obat pasien rendah 28 pasien (56,0%), kadar gula darah sewaktu (GDS) tinggi 37 pasien (74,0%), pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keteraturan minum obat dan kadar GDS memiliki kategori keteraturan minum obat yang rendah sehingga kadar GDS nya tinggi 27 pasien (96,4%) dan pasien DM tipe 2 berdasarkan kategori keberagaman jenis bahan makanan dengan kadar GDS memiliki kategori jenis makanan tidak beragam dengan kadar GDS tinggi dengan pasien 20 (66,7%). Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kamonji pada tahun 2021, kebanyakkan memiliki kadar GDS yang tinggi, mungkin berhubungan dengan banyaknya penderita yang tidak patuh minum obat, dan memiliki keberagaman jenis makanan yang rendah

    PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI MA “X” BULUKUMBA DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang, mempunyai penduduk berusia remaja yang cukup besar. World Health Organization (WHO) tahun 2014 mengemukakan bahwa remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014. Namun Salah satu perkembangan revolusi industri 4.0 merupakan sebuah lompatan besar di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi di kalangan remaja selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) penggunaan Smartphone yang cukup meningkat sehingga dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja, dimana remaja juga berpartisipasi dalam perilaku Sexting sehingga menyebabkan kekhawatiran diberbagai kalangan. Sexting juga digunakan untuk memberikan kepuasan hasrat seseorang dalam berhubungan Long Distance Relationship (LDR) misalnya ketika jarang bertemu orang yang LDR biasanya tetap bisa memberi kepuasan seksual kepada pasangannya dengan cara sexting. Istilah sexting mengacu pada pengiriman dan penerimaan gambar secara seksual melalui beberapa bentuk pesan virtual yang dimana seseorang mengirimkan pesan atau materi berupa gambar dan video secara elektronik terutama melalui smartphone, internet dan media elektronik lainnya (Andrea 2017). Dengan semakin meningkatnya jumlah remaja dan diikuti permasalahan remaja yang sangat kompleks, terutama yang paling menonjol adalah masalah perilaku seks remaja, yang merupakan awal terjadinya permasalahan kesehatan reproduksi remaja, maka peneliti tertarik melakukan penelitian perilaku sexting pada remaja di MA “X” Bulukumba di masa pandemi COVID-19. Pemilihan lokasi ini karena berdasarkan informasi yang diperoleh saat studi pendahuluan, bahwa perilaku seks remaja di MA “X” ini cukup mengkhawatirkan. Hasil Berdasarkan hasil penelitian bahwa didapatkan dari 35 responden yang berperilaku sexting lebih tinggi yaitu 26 (74,3%) responden dibandingkan yang tidak berperilaku sexting sebanyak 9 (25,7%). Hasil uji ini sejalan dengan beberapa teori dimana perilaku sexting dapat disebabkan karena berbagai faktor antara lain adalah perkembangan teknologi dimana masalah sexting muncul seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang bercampur dengan hormon remaja yang bergejolak. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa ada 74,3%  perilaku sexting. &nbsp

    PENGARUH KONSELING PADA PERIODE TAKING HOLD TERHADAP KESIAPAN IBU MERAWAT BAYI DI PUSKESMAS KAHU KAB. BONE

    Get PDF
    Pemberian konseling merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada ibu, yaitu dengan membantu memecahkan masalah yang dialami saat itu melalui pengkajian simptoma biologis dan psikologis. Selain pemberian konseling, kejadian depresi postpartum ibu dapat dipengaruhi oleh karakteristik ibu, seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan.   Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling pada periode taking hold terhadap kesiapan ibu merawat bayi di puskesmas Kahu Kabupaten Bone tahun 2018.Desain penelitian adalah survey kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian yaitu ibu postpartum dengan menggunakan teknik purposive sampling terdiri atas 30 orang Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat untuk menguji hubungan antara variabel dengan uji Mc Nemar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh konseling pada periode taking hold terhadap kesiapan ibu merawat bayi dengan nilai p=0,008. Maka dari itu konseling dapat memberikan atau membantu memecahkan masalah seperti halnya kesiapan ibu merawat

    PROFIL PENYAKIT SKABIES PADA PASIEN YANG BEROBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI TAHUN 2018

    Get PDF
    Skabies masih menjadi masalah kesehatan di Dunia dan di Indonesia, mengenai hampir semua golongan usia, ras dan kelompok sosial ekonomi. Penderita di kota Palu masih cukup tinggi, terutama di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Akibatnya penderita merasa kurang nyaman sehingga dampaknya dapat menganggu psikososialnya, oleh karena itu dilakukan promosi kesehatan untuk menurunkan prevalensi skabies di Kota Palu yaitu di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita skabies berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat hygiene, dan riwayat keluarga penderita skabies yang datang berobat di wilayah kerja Puskesmas kamonji. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif Kategorik dan mengunakan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara kuesioner dan checklist tingkat pengetahuan kepada pasien yang telah di diagnosis menderita skabies oleh dokter. Hasil menunjukkan gambaran penderita terbanyak pada kelompok usia yaitu pada usia 11-16 tahun (45,9%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki (83,8%), tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMP (56,8%), hygiene riwayat kebersihan diri (mandi) (24,3%), riwayat menganti pakaian (62,2%), riwayat kebersihan seprei dan tempat tidur yang kurang (70,3%), riwayat keluarga (40,5%). Sebagai kesimpulan penderita sabies paling banyak pada kelompok usia 11-16 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMP, status hygiene lebih banyak pada riwayat kebesihan seprei yang kurang, riwayat kebersihan diri(mandi)2x sehari yang rendah dan tidak ada riwayat keluarga

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ABORTUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LASEPANG KABUPATEN BANTAENG

    Get PDF
    Abortus adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian karena merupakan penyebab kematian wanita diseluruh dunia. Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kehamian mencapai 20 minggu. Abortus dapat disebabkan karena pengetahuan ibu yang kurang. Penyebab Angka Kematian Ibu yang paling sering adalah pendarahan. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa perdarahan merupakan komplikasi dari terjadinya abortus. Berdasarkan data dari puskesmas Lasepang, Kabupaten Bantaeng, dari tahun 2017 sampai tahun 2019 terdapat 71 kasus abortus yaitu sebanyak 21 abortus di tahun 2017, 28 abortus (2018) dan 21 abortus (2019) di wilayah kerja puskesmas Lasepang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang abortus di wilayah kerja Puskesmas Lasepang. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu post abortus di wilayah kerja Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng sebanyak 71 orang. Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan tidak ada responden yang berpengetahuan baik tentang abortus, yang berpengetahuan cukup sebanyak 12,5%, dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 87,5%. Dari hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa responden kebanyakan kurang pengetahuan tentang abortus

    PENGARUH PARITAS DAN ANTENATAL TERHADAP PERSALINAN PRETERM DI RSUD H. A. SULTHAN DG RADJA BULUKUMBA

    Get PDF
    Latar belakang. Persalinan preterm merupakan persalinan belum cukup umur di bawah 37 minggu dan berat bayi kurang dari 2500 gr, dan etiologi persalinan ini seringkali tidak diketahui.  Semakin muda usia kehamilan, semakin tinggi angka kematian perinatal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan persalinan preterm yaitu Faktor maternal meliputi riwayat preterm sebelumnya, umur ibu, paritas ibu, pekerjaan, plasenta previa, kelainan serviks (serviks inkompetensi), malnutrisi, hipertensi dan trauma. Faktor janin meliputi kehamilan kembar (gemelli) dan cacat bawaan (kelainan kongenital). Tujuan. penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan paritas dan antenatal care terhadap persalinan preterm di RSUD H. A. Sulthan Dg Radja Kab. Bulukumba. Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif-Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan di RSUD H. A. Sulthan Dg Radja Kabupaten Bulukumba. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin preterm yang diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 subjek. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa faktor paritas memiliki pengaruh terhadap persalinan preterm dengan nilai  p=0,002 sementara faktor antenatal juga memiliki pengaruh terhadap persalinan preterm dengan nilai p=0,001

    PEMETAAN KASUS DBD DAN FAKTOR IKLIM DI KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama dengan jumlah kasus yang semakin tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor iklim dengan kasus DBD di Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan dan BMKG Kota Makassar. Populasi adalah data faktor iklim di Kota Makassar. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait, yaitu data kasus DBD diperoleh dari hasil pencatatan Dinas Kesehatan Kota Makassar tahun 2012-2016. Data dianalisis secara statistik dengan uji korelasi sperman. Data diproses menggunakan program SPSS 20 dan Arc-Map Sig 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang bermakna (p-value= 0.013<0.05) antara suhu udara dan angka insiden DBD di Kota Makassar; terdapat hubungan yang bermakna (p-value= 0.013<0.05) antara kelembaban udara dan angka insiden DBD di Kota Makassar; terdapat hubungan yang bermakna (0.049<0.05) antara curah hujan dan angka insiden DBD di Kota Makassar

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA EPILEPSI DI KOTA PALU

    Get PDF
    Epilepsi masih menjadi masalah kesehatan global. Epilepsi tidak dianggap sebagai suatu penyakit oleh beberapa masyarakat namun diduga sesuatu dari luar badan penderita yang biasanya dianggap sebagai kutukan roh jahat atau akibat kekuatan gaib, sehingga memberi dampak negatif pada kualitas hidup penderita bahkan dijauhi dari lingkungan sosial. Anggapan ini masih terdapat di kalangan masyarakat yang belum terjangkau oleh ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi di Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei s/d September 2019. Penelitian dilakukan pada 270 responden di 12 kelurahan di Kota Palu dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 42.6% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sebanyak 57.4% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Sebanyak 148 responden (54.8%) memiliki stigma ≥ 21.00 dan 122 responden (45.2%) memiliki stigma < 21.00. Sebanyak 159 responden (58.9%) mengaku pernah melihat bangkitan epilepsi dan sebanyak 111 responden (41.1%) tidak pernah melihat. Sebanyak 93 responden (34.4%) mengaku memiliki kerabat/rekan Orang Dengan Epilepsi (ODE) dan sebanyak 177 responden (65.6%) tidak memiliki. Faktor yang berhubungan dengan terjadinya stigma  masyarakat yaitu tingkat pengetahuan (p=0.03)(OR=1.74(95% CI=1.06-2.84)). Kesimpulan penelitian yaitu faktor yang berhubungan dengan terjadinya stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi yaitu tingkat pengetahuan, sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan terjadinya stigma masyarakat terhadap penderita epilepsi yaitu jenis kelamin, usia, agama, suku, status ekonomi, tingkat pendidikan, pengalaman melihat epilepsi dan memiliki kerabat/rekan ODE (p>0.05)

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI USIA 6 - 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIPO

    Get PDF
    Rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dapat menjadi ancaman bagi Tumbuh Kembang Anak (TKA). Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan tumbuh kembang bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tipo Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan cohort retrospective study. Penelitian dilakukan pada tanggal 31 Desember 2018 s/d 04 Februari 2019. Tempat penelitian di Puskesmas Tipo. Besar sampel 116 orang (kelompok kasus 58 dan kelompok kontrol 58). Hasil penelitian yaitu bayi yang diberi ASI eksklusif (70.7%) lebih banyak mengalami pertumbuhan naik dibandingkan dengan tidak diberikan ASI eksklusif (41.4%); Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif (58.6%) lebih banyak mengalami pertumbuhan tidak naik dibandingkan dengan diberikan ASI eksklusif (29.3%); Perkembangan bayi yang sesuai diberikan ASI eksklusif (86.2%) dan tidak diberikan ASI eksklusif (68.97%); Perkembangan bayi yang meragukan pada bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif (18.97%) dan yang diberikan ASI eksklusif (8.6%); Perkembangan bayi yang menyimpang pada bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif (12.06%) dan yang diberikan ASI eksklusif (5.2%); Hubungan ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi (p=0.001) dan hubungan ASI eksklusif dengan perkembangan bayi (p=0.084). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi 6-12 bulan namun tidak terdapat hubungan dengan perkembangan bayi 6-12 bulan

    PEMENUHAN GIZI LEWAT KONSUMSI DAN JENIS TANGKAPAN IKAN DI DAERAH NELAYAN KODEOHA SULAWESI TENGGARA

    Get PDF
    Pemenuhan gizi lewat slogan “gemarikan” menjadi popular dan meningkatkan konsumsi ikan di Indonesia. Konsumsi ikan dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan, walaupun tidak terlalu tinggi di tahun 2017 sebesar 46,49 kilogram/kapita/tahun dan mencapai 55,95 kilogram/kapita/tahun di 2020 yang telah melewati pencapaian target nasional tahun 2019 yaitu 54,49 kilogram/perkapita/tahun. Hal ini memberikan kabar gembira bagi nelayan untuk memberikan tangkapan ikan yang lebih produksi dan segar. Untuk pembangunan masyarakat Indonesia, peningkatan konsumsi ikan diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat, dimana ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi. Kodeoha merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi sumberdaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan tangkapan ikan untuk pemenuhan gizi masyarakat di daerah nelayan Kodeoha, Kolaka Utara Sulawesi Tenggara. Temuan yang didapat selama satu bulan di daerah nelayan Peneliti menemukan berbagai jenis ikan yang ditangkap pada setiap perjalanan nelayan. Ikan Layang (Decapterus ruselli) tertangkap lebih banyak (50,4%) dari semua ikan yang ditangkap, diikuti oleh ikan Baronang (Siganus limeatus) (12,9%), ikan kembung lelaki (Rastrelliger sp) (9,7%), ikan Peperek (Leiognatus sp) (9,7%), ikan cendro (Thryssa hamiltonii) (11,3%), dan ikan biji nangka (Tylerius spinosissimus) (6,5%). Berbagai jenis tangkapan memberikan kandungan gizi yang bervariasi pula, dan diharapkan memicu minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan

    63

    full texts

    95

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇