Medika Alkhairaat - Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI DESA SARONDA KECAMATAN BAJO BARAT
Masa balita adalah masa yang paling penting dalam siklus kehidupan, pada usia 0 sampai 5 tahun balita mengalami perkembangan fisik, mental dan perilaku. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat mengkonsumsi makanan dan penggunaan zat gizi, dimana zat gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengatur proses tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Saronda Kecamatan Bajo Barat Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 responden. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi squere. Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa Ada pengaruh status ekonomi dengan Status Gizi Balita di Desa Saronda menurut uji Chi Square dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Dan Tidak ada pengaruh Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Saronda menurut uji Chi Square dengan nilai p =0.215 (>0,05). Ada pengaruh status ekonomi dengan Status Gizi Balita di Desa Saronda menurut uji Chi Square dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Dan Tidak ada pengaruh Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Saronda menurut uji Chi Square dengan nilai p =0.215 (>0,05)
HUBUNGAN ANTARA LAMA HIPERTENSI DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA DI RSUD SANJIWANI GIANYAR
Hipertensi adalah suatu keadaan tekanan darah sistolik ≥ 140 mm Hg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Kondisi ini sering dialami oleh kelompak usia lanjut. Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Di tahun 2018 sebanyak 34,1% penduduk Indonesia menderita hipertensi. Berbagai komplikasi dapat terjadi, salah satunya adalah gangguan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hipertensi dengan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini mengunakan desain cross sectional dengan 84 responden yang dipilih secara consucutive sampling di Poli Penyakit dalam RSUD Sanjiwani Gianyar Bali periode bulan Maret- Mei tahun 2022. Instrumen penelitian ini menggunakan tes Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menentukan fungsi kognitif dan kuesioner yang berisikan pertanyaan mengenai identitas diri dan riwayat hipertensi. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui adanya hubungan antara lama hipertensi dan penurunan fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden merupakan perempuan (60,7%), berusia 70-79 tahun (52,4%), berpendidikan tidak tamat atau SD (47,6%), memiliki hipertensi ≥ 5 tahun (65,5%) dan mengalami penurunan fungsi kognitif (58,3%). Hasil analisis uji chi-square menemukan adanya hubungan yang bermakna antara lama hipertensi dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia (p value = 0,022)
HUBUNGAN TINGKAT ANXIETAS DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG RAWAT JALAN DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018
Anxietas masih merupakan masalah di seluruh dunia. Hal ini di buktikan dengan tingginya angka prevelensi Anxietas di dunia terutama di Indonesia sendiri. Efek simpatik meningkatkan tekanan darah selain itu juga stress atau ketegangan Jiwa dapat merangsang kelenjar suprarenal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat. Penderita Hipertensi di RSU Anutapura Palu yang rawat jalan tahun 2017 adalah 206 orang yang dirasa perlu untuk melakukan evaluasi terhadap hubungan tingkat kecemasan dengan derajat hipertensi sehingga dapat mengurangi angka penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat anxietas dengan derajat hipertensi pada penderita hipertensi yang rawat jalan di RSU Anutapura Palu tahun 2018. Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Pengumpulan data hubungan tingkat anxietas dengan derajat hipertensi dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan menggunakan skoring HARS untuk tingkat anxietas. Dilakukan uji korelasi pada batas kemaknaan sig = 0,05 melalui program SPSS. Dari 65 sampel penderita hipertensi ditemukan korelasi yang bermakna (p=0,04) antara tingkat anxietas dengan derajat hipertensi dengan koefisien korelasi sebesar 0,260 (hubungan yang lemah). Semakin tinggi tingkat anxietas,semakin tinggi deajat hipertensi. Anxietas dapat memperberat derajat hipertensi pada penderita hipetens
KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SIS ALJUFRI PALU TAHUN 2022
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, rumah sakit dituntut untuk dapat melayani masyarakat, dapat berkembang dan mandiri serta harus mampu bersaing dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat. Harapan pasien terkait berbagai aspek pelayanan di rumah sakit seperti kehandalan, bukti fisik, jaminan, perhatian dan daya tanggap petugas kesehatan, semakin meningkat seiring dengan tuntutan tingkat kepuasan yang di harapkan, peningkatan kualitas pelayanan dapat memenuhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit Sis Aljufri palu tahun 2022, penelitian ini menggunakan dengan rancangan cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui hubungan variable independen dan variable dependen dimana pengukuran antara sebab dan akibat dalam waktu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan variabel Daya Tanggap dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,30) untuk variabel jaminan didapatkan ada hubungan variabel Jaminan dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0, 30), kemudian untuk variabel bukti fisik tidak ada hubungan Bukti Fisik dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,116), kemudian untuk variabel perhatian ada hubungan Perhatian dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,30) dan variabel kehandalan ada hubungan kehandalan dengan kepuasan pasien rawat inap (p value = 0,20)
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYAMANYA KECAMATAN POSO KOTA KABUPATEN POSO TAHUN 2022
Stunting merupakan gangguan yang dialami anak dengan perawakan pendek dibandingkan dengan usianya. Indonesia termasuk negara ketiga tertinggi stunting di kawasan South East Asia (SEAR). Berdasarkan data dinkes Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019, prevalensi stunting pada balita 0 hingga 59 bulan sebesar 32,3%. Kabupaten Poso menempati urutan keenam dengan prevalensi 21,8% kurangnya pemberian ASI Eksklusif dari ibu menyebabkan anak mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita diwilayah kerja Puskesmas Kayamanya Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control (retrospective). Untuk mengetahui hubungan antara ASI Eksklusif dengan kejadian stunting data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square () pada tingkat kemaknaan 95%. Selanjutnya untuk mengetahui besar risiko balita yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting, maka dilakukan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil uji chi-square didapatkan nilai p sebesar 0,01(p < dari α 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,77. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita dan akan berisiko untuk menjadi stunting jika tidak mendapatkan ASI Eksklusif
PEMANFAATAN GeoDa DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN BULUKUMBA
Salah satu permasalahan gizi yang dihadapi dunia saat ini adalah anak pendek (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Masalah anak pendek merupakan Kasus stunting di mana merupakan kasus multidimensi yang tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin, tetapi juga pada keluarga yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraannya. Stunting dipengaruhi oleh faktor secara langsung dan secara tidak langsung. Berbagai program pemerintah terkait pencegahan stunting telah diselenggarakan, namun belum efektif dan belum terjadi penurunan dalam skala yang memadai. Sehigga perlu di lakukan pengendalian penyakit pemetaan penyakit dapat membantu dalam penanggulangan penyakit melalui deteksi dini lokasi-lokasi yang beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penderita stunting di Kabupaten Bulukumba memalui GeoDa. Data merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan kasus stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba serta metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (Interview). Analisa spasial empirical bayes (empirical bayesian smoothing rates) yang dikembangkan oleh Clayton dan Kaldor (1987) dalam software Geoda program version 1.6.7 dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran kasus karena kasus stunting tidak sepenuhnya mewakili jika terjadi pada populasi lebih besar namun tidak padat penduduk karena wilayah yang lebih luas. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Populasi adalah anak berusia 24-59 bulan di Kabupaten Bulukumba. Hasil Sebaran kasus stunting tertinggi di Kecamatan Gantarang dengan kasus 745 (40.69%). Sedangkan sebaran kasus terendah terdapat pada Kecamatan Ujung Bulu dengan 41 (2.24%) dengan wilayah kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Caile dengan 41 kasus stunting. Hal ini masih menunjukkan bahwa ada keterkaitan sebaran stunting dengan wilayah tempat tinggal secara geografis
PROFIL IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIRAWAT DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2017
Angka kejadian bayi berat lahir rendah merupakan yang tertinggi di Kota Palu. BBLR menyebabkan mortalitas dan mordibitas bayi baru lahir. Kelahiran BBLR cenderung akan mengalami gangguan komplikasi kesehatan neonatal hingga kematian. Dengan mengetahui profil ibu dengan BBLR, hal-hal tersebut dapat dihindari dan angka dapat diturunkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil ibu dengan BBLR di RSUD Undata Palu tahun 2017. Penelitian ini dilakukan terhadap 65 responden yaitu ibu dengan bayi berat lahir rendah yang dirawat di RSUD Undata Palu Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 21. Profil ibu dengan BBLR berdasarkan paritas pada multipara (55%) dan primipara (45%). Profil ibu dengan BBLR berdasarkan pada pendidikan rendah (45%), pendidikan menengah (40%) dan pendidikan tinggi (15%). Profil ibu dengan BBLR berdasarkan tingkat kesejahteraan rendah (72%) dan tingkat kesejahteraan tinggi (28%). Profil ibu dengan BBLR berdasarkan gaya hidup tidak beresiko (100%) dan beresiko (0%). Profil ibu dengan BBLR tanpa riwayat penyakit (65%) dan dengan riwayat penyakit (35%). Ibu dengan BBLR yang dirawat di RSUD Undata Palu sebagian besar adalah ibu tanpa adanya riwayat penyakit dan gaya hidup yang tidak beresiko, tetapi memiliki paritas multipara serta memiliki status pendidikan rendah dan status ekonomi yang rendah
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA PALU TAHUN 2022
Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu 140/90mmHg yang dapat memberikan gejala yang bervariasi pada masing-masing individu. Menurut data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 22% dari total penduduk dunia. Asia Tenggara berada di posisi ke tiga sebesar 25% terhadap total penduduk. Presentasi penyakit hipertensi di kota Palu tahun 2019 sebesar 36%. Presentase penyakit hipertensi pada tahun 2019 di Puskesmas Kawatuna sebesar 12, 3% sedangkan pada tahun 2020 sebesar 16, 9%. Penyakit hipertensi merupakan urutan ke 2 (dua) dari daftar 10 penyakit tertinggi dengan peningkatan yang cukup signifikan di Puskesmas Kawatuna sejumlah 1357 pasien (16,9%). Proporsi hipertensi berdasarkan pengukuran menunjukkan bahwa kelompok perempuan memiliki proporsi lebih besar dibandingkan laki-laki, kelompok umur juga mempengaruhi proporsi hipertensi dimana prevalensinya meningkat seiring peningkatan umur. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyebab hipertensi serta kebiasaan masyarakat sehingga bagaimana karakteristik demografi penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Palu Tahun 2022?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi penedrita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kawatuna. Desain penelitian yang digunakan adalah survei Deskriptif Kuantitatif dengan memberikan gambaran secara rinci dari variabel yang di teliti tanpa membuat suatu perbandingan atau hubungan dengan variabel lain. Mayoritas penderita hipertensi berusia 51-65 tahun sebanyak 42 (45.2%) orang. Mayoritas penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 (73.1%) orang. Mayoritas penderita hipertensi memiliki pendidikan tamat SLTA sebanyak 41 (44.1%) orang. Mayoritas penderita hipertensi memiliki pekerjaan adalah tidak bekerja/IRT sebanyak 29 (31.2%) orang. Mayoritas penderita hipertensi berusia 51-65 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki pendidikan tamat SLTA sebanyak 41 (44.1%) orang, dan tidak bekerja/IRT sebanyak 29 (31.2%) orang
KARAKTERISTIK PENGGUNA NARKOBA DI POLI JIWA RSU MADANI PALU PERIODE OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2021
Narkoba yaitu zat-zat alami maupun kimiawi yang jika dimasukan dapat mengubah pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang. Saat ini penggunaan narkoba di khalayak luas sudah tidak asing lagi, siapapun dapat dengan mudah mendapatkan dan mengonsumsi narkoba, narkoba kini tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa saja tetapi remaja dan bahkan anak dibawah umurpun kini bisa mengonsumsinya. Sejak tahun 2017 RSUD Madani Palu sudah bekerja sama dengan BNN Kota Palu dalam menangani pengguna narkoba agar mendapatkan tempat rehabilitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu. Data diambil menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan SPSS 26,0 didapatkan hasil penelitian yaitu, karakteristik pengguna narkoba kebanyakan berasal dari kelompok usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 19 orang (45,2%) dan paling sedikit berasal dari kelompok usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 1 orang (2.4%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 41 orang (97.6%), berdasarkan tingkat pendidikannya kebanyakan berpendidikan menengah sebanyak 26 orang (61.9%). Riwayat penggunaan narkoba paling banyak yaitu >5 tahun sebanyak 23 orang (54.8%), menggunakan sabu-sabu sebanyak 15 orang (35.7%) dan jumlah narkoba yang digunakan adalah multidrug user sebanyak 23 orang (54.8%). Karakteristik pengguna narkoba di Poli Jiwa Rumah Sakit Madani Palu Periode Oktober-Desember Tahun 2021 kebanyakan dari kelompok usia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan menengah, lebih banyak yang menggunakan shabu-shabu, lama menggunakan narkoba >5 tahun dan multidrug user
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO BBLR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALU BARAT TAHUN 2021
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam satu jam setelah baru lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Angka kejadian BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu mengalami peningkatan tahun 2019 sampai 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pada ibu yang menyebabkan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 41 sampel di Puskesmas Kamonji, Nosarara, Sangurara dan Tipo tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan gambaran faktor risiko ibu yang melahirkan bayi BBLR didapatkan hasil faktor risiko usia terbanyak usia produktif yaitu 53,7%, pendidikan tingkat rendah 80,5%, status ekonomi tingkat rendah sebanyak 73,2%, status gizi ibu baik sebanyak 75,6%, anemia sebanyak 51,2%, pendidikan tingkat rendah dan mengalami anemia sebanyak 95,2%, status ekonomi keluarga rendah dan mengalami anemia sebanyak 90,5%, status gizi ibu baik namun mengalami anemia sebanyak 61,9%. Gambaran faktor risiko BBLR di puskesmas wilayah Palu Barat Kota Palu Tahun 2021 sebagian besar oleh pendidikan ibu rendah, sosial ekonomi yang rendah dan ibu dengan gizi yang baik namun masih mengalami anemia