Jurnal Sociopolitico
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI PADA KANTOR KELURAHAN PALANGKA KECAMATAN JEKAN RAYA
Tujuan penelitian ini adalah pertama, Untuk mengetahui bagaimana pelayanan administrasi yang diterapkan di Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya. Kedua, Untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap pelayanan Administrasi Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya. Penulisan skripsi ini penulis menggunakan berbagai macam metode diantaranya metode library research (penelitian pustaka) yaitu dengan mencari data dengan berupa buku-buku dan metode field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung guna memperoleh data yang erat kaitannya dengan penelitian dengan angket (questionnaire). Sampel yang digunakan adalah accidental sampling pengambilan sampel dengan mengambil individu siapa saja yang dapat dijangkau atau ditemui dengan perincian: perangkat Kelurahan Palangka sebanyak 10 orang, tokoh masyarakat 50 orang, PNS 20 orang, TNI/POLRI 20 orang. Dengan jumlah sampel semua 100 orang. Data dianalisis melalui analisis kuantitatif yaitu analisis yang berbentuk angka-angka, tabel, dan diagram. Dengan menggunakan rumus hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelayanan administrasi yang diterapkan Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya sudah sebagian besar baik dan efektif terhadap pelayanan administrasi maupun dengan sistem pelayanan masyarakat sehingga berjalan dengan maksimal
PENDIDIKAN POLITIK DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DESA MEKAR JAYA
Penelitian ini bertujuan; a) Untuk menggambarkan dan menganalisa pendidikan politik dan pengaruhnya terhadap partisipasi politik masyarakat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean berdasarkan latar belakangnya. b) Untuk menggambarkan dan menjelaskan bagaimana dan sampai dimana partisipasi politik masyarakat Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. c) Untuk mengetahui bagaimana serta apa saja faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana partisipasi masyarakat pada pilpres 2019, di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean.
Hasil Penelitian: a) Pendidikan serta partisipasi politik masyarakat di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timu Terbilang kurang baik karena kurangnya masyarakat ikut serta dalam menggunakan hak suara mereka diakibatkan tingkat pendidikan serta partisipasi politik masyarakat di Desa Mekar Jaya tersebut kurang memahami apa itu pesta demokrasi yang sebenarnya, mereka lebih memilih golput tidak menggunakan hak suara nya di bandingkan ikut serta dalam pemilihan. b) Faktor- faktor yang mempengaruhi partisipasi politik yang kaitannya dengan konteks sosial. Kongkretnya, memilih seseorang dalam pemilihan umum dipengaruhi latar belakang demografi dan sosial ekonomi, seperti jenis kelamin, tempat tinggal (kota-desa), pekerjaan, pendidikan, kelas, pendapatan dan agama. Faktor fisikologi merujuk pada persepsi pemilih atas partai-partai yang ada atau keterkaitan emosional pemilih terhadap partai tertentu serta faktor pendekatan rasional melihat kegiatan memilih sebagai produk kalkulasi untung dan rugi
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA ONLINE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN VOCABULARY SISWA PAKET C DI PKBM DARUSSA’ADAH KOTA PALANGKA RAYA
Kosakata (Vocabulary) merupakan dasar seberapa baik siswa belajar berbicara, mendengar, membaca dan menulis suatu bahasa. Salah satu strategi belajar bahasa Inggris yang digunakan untuk memotivasi siswa belajar kosakata bahasa Inggris adalah melalui media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah penggunaan media online. Dengan pembelajaran melalui media online, siswa diharapkan lebih antusias dan termotivasi untuk menghafalkan dan memahami kosakata bahasa Inggris. Melalui penelitian ini, peneliti menguji seberapa tinggi efektifitas Media Online dalam meningkatkan kemampuan kosakata pada siswa di Paket C PKBM Daruss’adah kota Palangka Raya. Penelitian ini mengaplikasikan True Experimental Design, dimana sampel yang digunakan adalah 30 responden kelompok eksperimen dan 30 responden kelompok kontrol yang diambil secara random dari seluruh populasi. Berdasarkan pengumpulan data hasil t-test dan hasil kuesioner menunjukkan bahwa hasil uji-T yang dilaksanakan sebelum treatment adalah 1,001 sedangkan hasil tes setelah treatment adalah 1,667. Sedangkan tabel T menunjukkan 1,045. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil nilai akhir uji-T lebih tinggi dari nilai tabel-T. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Online efektif untuk pembelajaran bahasa Inggris khususnya dalam pembelajaran kosakata ( vocabulary)
DINAMIKA SOSIAL PEDAGANG DI PASAR BLAURAN KOTA PALANGKA RAYA
The descriptive study of Blauran Traditional Market Traders in Palangka Raya City was motivated by problems arising from the rapid emergence of modern markets which were feared to shift the existence of traditional markets in Palangka Raya City. Where the problems that occur in traditional markets greatly affect the existence of the traditional markets themselves, from the problems of services provided by traders to the most frequent problems that arise, namely regarding the cleanliness in traditional markets. This study aims to describe and analyze the social dynamics of traders in the Blauran traditional market, Palangka Raya City. While the research method is a qualitative method with a descriptive approach, with data collection techniques through interviews, observation and documentation study. The results showed that the Blauran traditional market traders instilled values and norms that had existed from generation to generation from generation to generation before them. So that traders can easily overcome problems that arise as a result of the emergence of modern markets, and with the development of the era traders provide other innovations from pre-existing values and practice them directly to buyers in order to provide comfort obtained from the work ethic produced directly by traders
ANALISIS PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SERENTAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) untuk mengetahui dan menggambarkan penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Desa Bandar Agung Kecamatan Parenggean, 2) Untuk mengetahui dan menggambarkan faktor-faktor yang menghambat dan mendukung penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Desa Bandar Agung Kecamatan Parenggean.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap informasi kualitatif sehingga lebih menekankan pada masalah proses dan makna dengan cara mendeskripsikan permasalahan secara factual, sistematik dan akurat. Melalui pendekatan kualitatif ini, data dan informasi diterjemahkan dan diinterpretasikan sedemikian rupa sehingga proses pemilihan kepala desa serentak di Kecamatan Parenggean dapat terlihat sebagaiaman mestinya.
Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini terdiri atas: Camat Parenggean, Kepala Badan Pemerintahan Desa, Panitia Pelaksana, Kepala Desa terpilih, Kepala Desa tidak terpilih, Tim Sukses Calon,Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi
Hasil Penelitian: 1) Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di Desa Bandar Agung dimulai dari tahapan Persiapan, Pencalonan hingga pemungutan suara dapat penulis simpulkan bahwa telah berjalan sesuai dengan prosedur tetapi harus lebih teliti lagi dalam melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan calon yang meliputi verifikasi dan klarifikasi kelengkapan dan keabsahan administrasi pencalonan. Pada tahapan pemungutan suara berjalan dengan aman dan lancar serta masyarakat yang menggunaka hak suaranya ±98,6%. Angka yang baik jika diukur dari tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin Desa. 2) Adapun Faktor yang mempengaruhi jalannya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak adalah Pertama, ketidak jelasan tentang persyaratan ijazah bagi calon. Kedua, Kurang telitinya panitia pemelihan tingkat desa dalam memverifikasi berkas calon
PERAN KEKERABATAN DALAM PEMENAGAN PEMILIHAN KEPALA DESA MENJALIN TAHUN 2018
Tujuan penelitian yang pertama untuk mengetahui bagaimana bentuk politik kekerabatan Desa Menjalin mencakup wilayah kerabat, pengamatan, dan praktek kehidupan bersama dalam lingkup politik desa.Kedua untuk mengetahui peran dan upaya kerabat dalam Pemilihan Kepala Desa 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Field research. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah observasi, in dept interview (wawancara mendalam) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif meliputi reduksi data, display data, verifikasi dan simpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan yang digunakan adalah trianggulasi, sedangkan teori yang digunakan adalah antropologi politik, konsep kekuasaan.
Hasil Penelitian: a) kekerabatan yang terdapat dalam Desa Menjalin keluarga yang luas dari keturunan ayah atau ibu atau disebut bilateral juga bisa dikatakan kekerabatan kindred dimana kesatuan kerabat yang melakukan interaksi atau berkumpul antar anggota kerabat pada waktu tertentu. Dalam kehidupan politik memang sudah terjadi pengkaderan dari saudara-saudara yang lebih terdahulu memimpin meskipun tidak terlihat secara masif namun sudah disiapkan untuk memimpin Desa Menjalin selanjutya. b) Peran kerabat dalam hal ini sudah sangatlah jelas, jika sudah ada pengkaderan maka tugas kerabat yang lain pastinya gerakannya yakni menjadi tim sukses yakni mempengaruhi tetangga sekitar untuk memilih nama kerabat yang diusung dan memastikan kerabat yang diusung berhasil menduduki Menjalin satu
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM KEANGGOTAAN LEGISLATIF DI KECAMATAN PARENGGEAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan persepsi masyarakat tentang partisipasi perempuan dalam keanggotaan legislatif di lingkungan I Kelurahan di Kecamatan Parenggean. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat lingkungan I Kelurahan di Kecamatan Parenggean yang terdiri dari RT. 001. RT. 002, RT. 003 yang terdaftar sebagai pemilih tetap. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi
Hasil Penelitian: a) Bahwa persepsi masyarakat terhadap caleg perempuan yang mencalon sebagai anggota legislatif yaitu masih ada keragu-raguan terhadap kemampuan menjadi wakil rakyat di DPRD nantinya, kurangnya sosialisasi dari caleg perempuan terhadap masyarakat sehingga menimbulkan persepsi masyarakat kurang menimbulkan pengaruh dan kurang dikenal oleh calon pemilih. b) Anggota legislatif perempuan di kabupaten serdang bedagai masih banyak menemui kendala disana sini. Salah satu penyebabnya yaitu: disebabkan masih kuatnya budaya patriarki atau anggota legislative laki-laki yang mendominasi dalam peran kepemimpinan politik yang telah melekat bagi setiap anggota legislatif sehingga sering kali ketika melakukan program kerja masih menemui kendala dan anggota legislatif perempuan itu merasa tersingkirkan. c) Faktor-faktor penghalang keterwakilan perempuan dilembaga legislatif, yaitu: Hambatan Kultural, Hambatan Sosial, Hambatan Ekonomi, Hambatan Politi
PANITIA PEMUNGUTAN SUARA DALAM KESIAPAN PELAKSANAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2020
Penelitian ini mengangkat tentang kapasitas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam kesiapan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020 pada masa pandemi Cocid-19 di Kelurahan Bukit Tunggal Kota Palangka Raya dengan tujuan mendeskripsikan dan mengetahui kapasitas PPS dalam kesiapan pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2020 pada masa pandemi covid-19
Penelitian dalam skripsi ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Lokasi penelitian ini dilakukan di kelurahan Bukit Tunggal Kota Palangka Raya. Informan dalam penelitian adalah Lurah, Ketua PPS, Sekretaris PPS, Anggota PPS, dan Tokoh Masyarakat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas PPS dalam kesiapan pelaksanaan Pilkada Kalteng dapat dilihat dari 1) Pemahaman, yaitu PPS sangat memahami tugas mereka dalam menyelenggarakan persiapan pemilihan di Kelurahan Bukit Tunggal, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui sosialisasi. 2) Keterampilan, dilakukan dengan menjalankan tugas dengan sarana dan prasarana yang terbatas, teliti, serta memiliki ide-ide yang kreatif dengan membangun kerjasama dengan beberapa pihak dalam persiapan Pilkada Kalteng 2020. 3) Kemampuan, dilakukan dengan mampu menjalankan tugas dengan tepat waktu yang diberikan. Faktor pendukung yaitu tersedianya sarana prasarana, ada keinginan untuk berkembang, ketersediaan anggaran serta adanya kerjasama. Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan komunikasi, kurangnya partisipasi masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19
MODEL INTERAKSI NARAPIDANA KELAS II A PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya. (2) Ingin mengetahui Faktor-faktor terjadinya pola interaksi warga binaan Lapas Klas IIA Palangka Raya
Metode penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Proses interaksi sosial antar warga binaan yang ada pada rutan kelas II A Palangka Raya disebabkan karena adanya kontak sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan symbol-simbol bahasa, dan tanda-tanda akibat dari interaksionis simbolik. Kesempatan kontak individu tercipta dalam suasana rutinitas sesuai dengan program pembinaan warga binaan yaitu bidang pertanian, pendidikan dan agama serta kesempatan meningkatkan keterampilan berupa pencucian kendaraan bermotor. 2) Pola interaksi asosiatif yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A terjadi pada : a) melalui kerjasama relative dapat terlaksana dengan baik dengan adanya saling pengertian dalam kebersihan ruang tahanan. b) Dalam interaksi asosiatif berupa Akomodasi, sudah ada mekanisme dalam menyelesaikan masalah yaitu dengan aturan dan sangsi, ketaatan terhadap aturan menghasilkan reward berupa remisi sedangkan pelanggaran terhadapnya .berupa pengasingan dalam straff sel dan tidak diberikan remisi. Umumnya konflik terjadi karena berkurangnya kepercayaan karena keterlambatan membayar hutang sehingga terjadi disharmoni antar warga binaan. c) Untuk interaksi Asosiatif asimilasi , ditandai dengan terjadinya penerimaan budaya mengenai bahasa yang digunakan bagi kelompok minoritas mengikuti kelompok mayoritas. d) Disisi lain nya perilaku laten dalam penggunaan alat komunikasi handphone untuk mengakses pesan dari luar dapat berdampak kepada terjadinya penyimpangan norma yang telah digariskan oleh pihak Lapas
JEJAK NANSARUNAI DAN TANTANGAN GLOBALISASI
Nansarunai disebut dalam sebuah nyanyian (wadian) dari masyarakat asli, yaitu masyarakat dayak maanyan. Menurut Sutopo Ukip Bae, dkk. (2000: tanpa halaman) nansarunai yang terdiri dari masyarakat maanyan sudah mendiami DAS Barito jauh sebelum muncul kerajaan Dipa, sebagai hasil penaklukan Majapahit. Wilayah kekuasaan nansarunai diyakini berada diwilayah sekitar sungai tabalong. Nansarunai adalah sebuah kerajaan yang makmur pada masanya, banyak pendapat dan temuan-temuan yang memperlihatkan hasil yang berbeda tentang nansarunai, akan tetapi suku dayak maanyan tetap percaya pada cerita turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang utus nansarunai. Oleh sebab itu tulisan ini akan membahas tentang bagaimana cara generasi dayak maanyan mempertahankan eksistensi dan sejarah nansarunai di tengah tantangan globalisasi.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriftif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan berupa angka. Metode penelitian deskriptif yaitu mengupayakan suatu penelitian dengan cara menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dari suatu peristiwa serta sifat-sifat dari individu dan keadaan masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Guba, metode penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Orang-orang nansarunai zaman dahulu menyimpan sesuatu lewat bunyi dan gambar, sehingga yang sampai pada generasi-generasi selanjutnya adalah berupa perkataan dan pemahaman yang hanya dipahami oleh orang-orang dayak maanyan karna memang mereka telah diajarkan dari turun temurun. Sebagai contoh pada saat upacara-upacara yang mengunakan bahasa-bahasa yang hanya mereka yang paham. Semula semuanya didengarkan dihapalkan, baru kemudian dituliskan dalam bentuk aksara. Budaya nansarunai adalah tahap awal dari peradaban bunyi dan gambar, belum menuju aksara. Di tengah tantangan globalisasi cara menjaga eksistensi budaya nansarunai adalah dengan memperkaya pengetahuan tiap individu untuk mempelajari dan melestarikian budaya agar tidak punah