Jurnal Sociopolitico
Not a member yet
    100 research outputs found

    PERAN KEPEMIMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ATLET PADA KONI SAMPIT KOTAWARINGIN TIMUR

    Full text link
    Tujuan Penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui Peran kepemimpinan dalam menegakkan kedisiplinan pada KONI Sampit Kotawaringin Timur. b) Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan atlet terbentuk sikap kedisiplinan pada KONI Sampit Kotawaringin Timur. Metode yang digunakan dalam pemelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan dan menjelaskan suatu fenomena sosial yang ada di masyarakat. Hasil penelitian: a) Peran kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan anggota organisasi dan atlet pada KONI Sampit Kotawaringin Timur telah terlaksana dengan baik. Hal ini telah sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada. b) Peran Pemimpin sangat berpengaruh dalam peningkatan kedisiplinan Atlet KONI Sampit Kotawaringin Timur guna mencapai keberhasilan tujuan sebagaimana dengan tujuan awal organisasi. c) Pemberian balas jasa dan sanksi dari pemimpin masih kurang memotivasi para atlet dalam memajukan kemajuan organisasi. &nbsp

    DAMPAK KEHADIRAN MINIMARKET TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KIOS DI KELURAHAH PAHANDUT

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang dampak kehadiran minimarket terhadap pendapatan pedagang kios/toko baik sebelum maupun sesudah adanya minimarket di Pahandut. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian lapangan (Field Risearch) dan menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif deskriptif yaitu wawancara dengan para pedagang kios/toko yang berjumlah 10 (sepuluh) orang, wawancara yang dilakukan bersifat santai, tidak rumit, bersahabat, pertanyaan yang diajukan juga tidak bersifat mengintrogasi melainkan hanya untuk memperoleh data yang diinginkan guna menyelesaikan penulisan dalam penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan pendapatan pedagang yang semula mampu meraup keuntungan hingga 6 juta per hari, namun setelah hadirnya minimarket pendapatan mereka mengalami penurunan atau berkurangnya omset penjualan. Kurangnya perhatian pemerintah kepada keberlangsungan usaha para pedagang dan dengan mudah memberikan izin pembangunan minimarket semakin menambah kerisauan para pedagang. &nbsp

    POLA ASUH OTORITER DEMOKRATIS PADA ANAK KELUARGA BROKEN HOME DI KELURAHAN BASIRIH HILIR KECAMATAN MENTAYA HILIR SELATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk (1) mengetahui bagaimana pola asuh anak pada keluarga broken home.(2) Mengetahui Faktor penyebab orangtua memilih pengasuhan tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. metode triangulasi data dan sumber digunakan untuk memperoleh data dengan tingkat validitas tinggi.Secara ringkas hasil penelitian ini adalah bahwa pola pengasuhan anak dalam keluarga broken home ini orangtua mengkombinasikan dua pola pengasuhan, yaitu kombinasi antara pola pengasuhan otoriter-demokratis dan pola pengasuhan permisif-pelantar. Setiap keluarga menerapkan pola pengasuhan yang berbeda, ini disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi sosial ekonomi keluarga, lingkungan sosial, pendidikan orangtua, nilai-nilai agama yang dianut orang tua, kepribadian orangtua dan jumlah anak. Pola pengasuhan yang digunakan oleh setiap orangtua dari keluarga utuh dan keluarga broken home berbeda, maka akan menghasilkan karakteristik anak yang berbeda juga. Karateristik anak dari keluarga utuh adalah anak mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru, dan kooperatif terhadap orang lain. Sedangkan karakteristik anak dari keluarga broken home adalah penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas, dan menarik diri, anak yang moody, impulsive, aggressive, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman

    POLITIK DINASTI DALAM KEPEMIMPINAN DESA

    Full text link
    Politik dinasti merupakan suatu proses regenerasi kekuasaan bagi kepentingan golongan elit politik yang bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan dengan cara menempatkan keluarga atau kerabatnya pada posisi tertentu dalam bidang pemerintahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya politik dinasti dalam kepemimpinan desa di Desa Mekar Jaya, (2) Apa dampak politik dinasti dalam kepemimpinan desa bagi pembangunan masyarakat di Desa Mekar Jaya. Untuk menjawab permasalah diatas penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, serta warga masyarakat setempat. Adapun tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui: (1) Faktor penyebab terjadinya politik dinasti dalam kepemimpinan desa di Desa Mekar Jaya. (2) Dampak politik dinasti dalam kepemimpinan desa bagi pembangunan masyarakat di Desa Mekar Jaya

    POLA INTERAKSI ANTAR JEMAAT

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Pola Interaksi Antar Jemaat (Studi Deskriptif Pada Gereja Yhs Palangka Raya).” Skripsi ini bertujuan untuk 1) Untuk menggambarkan pola interaksi antar jemaat di Gereja YHS Palangka Raya. 2) Untuk mengetahui bagaimana norma dan aturan yang ada mengatur proses interaksi antar jemaat.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yag terjadi.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : 1) Pola interaksi jemaat YHS sudah berjalan dengan baik berdasarkan hasil gambaran jemaat memiliki jiwa perduli yang tinggi terhadap sesama yaitu sebesar 86,2%. 2) Norma dan aturan terbentuk berdasarkan kesepakatan bersama yaitu terlihat dari dalam hal membuat kesepakatan persentase jemaat setuju 100% dan mematuhinya juga dengan persetase 100% menyetujui norma dan aturan berserta dengan sanksinya yang ditetapkan

    STUDI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL NELAYAN KARAMBA DI KELURAHAN PEMBUANG HULU I, KECAMATAN HANAU, KABUPATEN SERUYAN, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Full text link
    Although opportunities for transfer and mastery of various technologies are very possible, it does not mean that all technologies developed in Indonesia can have a positive influence, but can also have a negative effect. Every technology that is transferred and developed must be adjusted to cultural preferences, social circumstances, and other environmental conditions. As in the area of Pembuang Hulu I Subdistrict, Hanau Subdistrict, Seruyan Regency, Central Kalimantan Province, karamba technology has been widely known by its people, and the appropriate technology applied is a sharpening of the technology that has been used by local communities. As a result of the implementation of this technology, there have been social changes experienced by the population consciously or unconsciously, resulting in a consumptive lifestyle due to an increase in income

    DAMPAK MEDIA SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PERILAKU SOSIAL REMAJA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan seberapa besar dampak yang diberikan oleh media sosial facebook terhadap perilaku sosial remaja SMA Negeri 5 Kota Palangka Raya..Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan seberapa besar dampak yang diberikan oleh media sosial facebook terhadap perilaku sosial remaja SMA Negeri 5 Kota Palangka Raya..Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif.  Yaitu penelitian deskriptif penelitian yang bertujuan untuk mendeskrisikan secara terperinci mengenai fenomena sosial tertentu disekitarnya.  Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka namun tertuang dalam bentuk kata kata yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena sosial yang diteliti.Sebagai subjek penelitian ini yaitu Siswa Remaja Kelas XII sebanyak 20 orang di SMA Negeri 5 Kota Palangka Raya.Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Positif a) Facebook dapat digunakan sebagai penunjang masalah ekonomi, contohnya online shop. Sudah banyak sekali remaja yang memiliki online shop sendiri dengan menggunakan media Facebook;b) Facebook dapat digunakan untuk sarana bersosialisasi, sehingga para remaja bisa meliliki lebih banyak teman;c) Facebook dapat digunakan untuk media belajar dan mencari pengetahuan;2) Negatif :a) Facebook dapat membuat remaja kecanduan hingga malas belajar karena terlalu asik bermain Facebook;b) Banyak pengguna Facebook yang mengunggah foto-foto berbau pornografi, sehingga banyak remaja yang melakukan pelecehan seksual;c) Banyak pengguna Facebook yang menyebarkan berita tidak benar atau hoax yang dapat menimbulkan banyak masalah dan menyebabkan remaja percaya dan terhasut oleh berita hoax tersebut

    ANALISIS KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui penyebab terjadinya  kenakalan remaja yang sudah pernah terjadi di Kecamatan Pahandut. b) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap timbulnya kenakalan remaja di Kecamatan Pahandut. c) Untuk  mengetahui  hambatan-hambatan  dalam  melakukan  analisa terhadap kenakalan remaja di Kecamatan Pahandut. Pendekatan  penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat yang memuat mengenai masalah analisis kenakalan remaja di Kecamatan Pahandut. Hasil adalah: a) Timbulnya kenakalan   remaja   dikalangan    masyarakat    disebkan   oleh kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya dalam kehidupan keluaraga,  kesenjangan  ekonomi  yang  memicu  anak  untuk  melakukan perilaku menyimpang. b) Masyarakata mempersepsikan tentang kenakalan remaja yang terjadi saat ini masih dalam skala kecil, remaja-remaja yang melakukan kenakalan berasal dari status sosial bawah yaitu  anak-anak  petani yang gagal dididik untuk menjadi  individu yang bermoral karena keterbatasan waktu menyebar kasih sayang dan  keterbatasan  finansial untuk  meindidik  anak  pada  pendidikan formal.    c) Hambatan-hambatan  dalam upaya  penanggulanagan  terhadap  kenakalan remaja terjadi  begitu  pesat,  adapun  yang  menjadi hambatan  yaitu  kurang perhatian orang tua terhadap remajanya, tidak ada keseriusan dan tembang pilih dalam pencegahan terhadap kenakalan remaja, sulit  mengatasi anak- anak yang sudah melampaui batas, belum ada pembinaan terhadap remaja- remaja yang melakukan kenakalan, dan terjadinya kenakalan remaja karena ulah remaja itu sendiri

    EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS APARATUR BIROKRASI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SAMUDA KOTA KECAMATAN MENTAYA HILIR SELATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas tugas pegawai dalam memberikan pelayanan publik dan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi efektivitas tugas pegawai dalam memberikan pelayanan publik di Kelurahan Samuda Kota Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis metode penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian itu yaitu 8 (Delapan) orang, yaitu (1) Kepala Kelurahan, (2) Sekretaris Kelurahan, (3) Ketua LPM, dan (4) lima orang Pengguna Layanan/masyarakat yang pernah berurusan pelayanan di Kantor Lurah Samuda Kota.Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya terhadap efektivitas pelayanan publik dan faktor-faktor yang mempengaruhi di Kelurahan Samuda Kota , maka penulis menarik kesimpulan, Efektivitas pelaksanaan tugas aparat terhadap pelayanan publik pada Kantor Lurah Samuda Kota berada pada kategori efektif, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya karena jawaban/tanggapan informan menjelaskan baik, atas segala bentuk pelayanan yang diberikan oleh aparat Kelurahan Samuda Kota , seperti; kesederhanaan dalam pelayanan, keterbukaan dalam pelayanan, keadilan dalam pelayanan, dan ketepatan waktu dalam pelayanan kepada masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam upaya untuk memaksimalkan efektivitas pelaksanaan tugas aparat terhadap pelayanan publik di kelurahan Samuda Kota , adalah kemampuan aparat dalam mentaati aturan sistem kerja dapat dilaksanakan dengan baik, serta sarana pelayanan Kantor Lurah samuda kota yang kurang memadai seperti belum tersedianya komputer PC yang memadai dan menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan efektivitas tugas pegawai dalam melaksanakan pelayanan publik pada Kantor Lurah Samuda Kot

    BUDAYA KERJA PETANI TRANSMIGRAN SUKU JAWA DI DESA PURWODADI KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU

    Full text link
    Work culture is a philosophy based on a view of life as values ​​that become the nature, habits and driving force, entrenched in the life of a community group or organization which is reflected from attitudes into behaviors, beliefs, ideals, opinions and actions that manifest as work or work. The purpose of this study was to describe the work culture and success tips of Javanese transmigrant farmers in Purwodadi Village, Maliku District, Pulang Pisau Regency. This study uses a qualitative research method with the object of farmer's work culture and the subject is the Javanese transmigrant community and the number of 10 people is determined by purposive sampling method. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation as well as data validation using triangulation techniques. The results of this study indicate that the work culture of transmigrant farmers in Purwodadi Village, Maliku District, Pulang Pisau Regency is very good, namely hard working culture. While the tips for success according to the farming community are very diverse, namely work hard, be diligent, patient, honest, use the best time possible, make more friends, continue to learn about new things, have principles and don't let people get hurt and don't forget to pray

    97

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sociopolitico
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇