Jurnal Sociopolitico
Not a member yet
    100 research outputs found

    MOBILITAS SOSIAL WARGA PENDATANG DI KELURAHAN KALAMPANGAN KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Social mobility is considered as movement between social classes in a society which can cause a person's status to rise or fall. The purpose of this writing is to determine the characteristics of the social life of migrant residents of Kalampangan subdistrict related to demographic information and socio-economic information, as well as to determine the type or form of social mobility of migrant residents in Kalampangan subdistrict. This research is qualitative in nature. The research material consists of interview material, observations and questionnaires. This research data analysis is a descriptive analysis of the social mobility of immigrants, mobility factors and their influence are analyzed qualitatively, through data collection, then data reduction, then data presentation and data verification.The results of this research show that: (1) the type of horizontal social mobility can be classified as social mobility which takes the form of a massive change in status from farmers to informal workers and other small businesses. Social mobility is usually driven by young people, secondary education and the unmarried. (2) The driving factors for social mobility of immigrants are the economic conditions of the region of origin that are less supportive, motivation to look for work with a higher level of income. (3) The direct impact of social mobility of immigrants to Kalampangan Village is changes in habits to adapt to new environments and increased income, as well as improved quality of life

    PERSEPSI SISWA TENTANG PENTINGNYA GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

    Full text link
    Geografi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan, memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa mengenai pentingnya geografi dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dengan menggunakan metode survei dan wawancara, data dikumpulkan dari siswa di beberapa sekolah menengah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengakui bahwa geografi tidak hanya penting untuk pendidikan formal, tetapi juga untuk memahami isu-isu global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan tentang pentingnya pengajaran geografi dalam kurikulum pendidikan

    TRADISI BAKUNUT DAN MANDUI BAYA PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK BAKUMPAI DI DESA BATAMPANG

    Full text link
    Tradisi adat dan budaya suku Dayak Bakumpai sangat beragam dan unik, mulai dari adat perkawaninan, hajatan, turun, dan tradisi lainnya. Desa Batampang merupakan desa yang masih berpegang peranan tradisi adat-istiadat yang sudah ada sejak zaman leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi Bakunut dan Mandui Baya yang sampai sekarang masih dilestarikan di tengah perubahan zaman yang demikian pesat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan data. Metode dalam kajian ini dilakukan dengan metode obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian adalah masyarakat suku Dayak Bakumpai di Desa Batampang Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan. Data tersebut diperoleh melalui catatan lapangan, perekaman, dan wawancara. Analisis data dilakukan selama dan setelah data terkumpul. Hasil penelitian ini menemukan ada empat tahapan dalam proses kegiatan Bakunut dan Mandui Baya meliputi empat tahapan: pertama prosesi Bakunut rangkaian pembacaan do’a dan ayat suci al-Qur’an bersama-sama. Tahap kedu prosesi persiapan Mandui Baya. Tahap ketiga proses Mandui Baya. Tahap empat  proses Batampung Tawar atau Tepung Tawar. Manfaat dalam pelaksanaan Bakuntut adalah mohon keselamatan dan kerahayuan hidup serta terhindar dari bahaya, serta bertujuan agar anak menjadi anak yang sholeh atau sholehah, beriman dan selalu taat kepada allahSWT, serta diberkahi tumbuh kembangnya. Selain itu, do’a yang dipanjatkan pada prosesi Bakunut juga meminta supaya anak dan ibunya sehat dan selamat ketika proses melahirkan nanti. Adapun manfaat pelaksanaan Mandui Baya adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan amanah berupa kepercayaan. Fungsi tradisi dalam pelaksanaan Bakunut dan Mandui Baya yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Bakumpai sebagai berikut; 1) fungsi religius 2) fungsi etika nilai-nilai etika dan moral dapat dijadikan tuntunan dalam kehidupan. 3) fungsi estetika, 4) fungsi sosial budaya. Makna tradisi  Bakunut dan Mandui Baya bagi masyarakat suku Dayak Bakumpai memiliki beberapa meliput; 1) makna religius, 2) makna budaya, 3) makna sosial ekonomi, dan 4) makna etika, bermanfaat untuk membimbing dan mengarahkan perilaku orang-orang agar dapat menjadi baik, etika dalam hal ini memberikan arahan kepada pelaku tradisi dalam masyarakat

    PENGARUH POLA SOSIALISASI KELUARGA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG ANAK

    Full text link
    Pandangan ini berangkat berasal dasar ketegangan perihal perilaku menyimpang anak belia pada indonesia, khususnya di jepang. Sikap menyimpang sangat erat kaitannya dengan kesamaan pola popularitas yang dilakukan sang rumah tangga pada anak-anaknya. Ada 3 jenis popularitas keluarga, terutama gaya pengenalan otoriter, demokratis, serta permisif. Selanjutnya, asal ketiga pola tadi, penting buat diketahui kesamaan pola sosialisasi mana yang menghasilkan lebih banyak sikap menyimpang di anak. Tujuan umum  penelitian ini ialah buat mengetahui kesamaan pola sosialisasi yang dilakukan oleh famili terhadap sikap menyimpang anak. Pola penelitian terdiri berasal 40-8 responden atau 60 % berasal seluruh populasi. Responden yang diambil sebagai sampel pada penelitian ini ialah anak-anak berusia 14-18 tahun. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan clean secara acak sampling. Pendekatan yang digunakan dalam pengujian ini adalah metode pengujian kuantitatif yang tentunya didasarkan  pada statistik penelitian terkini. Indera rekam seri yang dipergunakan diubah menjadi kuesioner. Konsekuensi yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan gaya sosialisasi demokratis yang dilakukan melalui keluarga sendiri cenderung menimbulkan perilaku menyimpang di anak. Hal itu dibuktikan dengan liputan bahwa anak-anak penerima manfaat di gerombolan  sosial anak palangkaraya asal keluarga yang menganut pola sosialisasi demokratis dibandingkan dengan rumah tangga yang cenderung otoriter dan  permisif

    PERAN MEDIA MASSA DALAM PERUBAHAN PERILAKU REMAJA DI DESA MANTAREN 2 KABUPATEN PULANG PISAU

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik kualitatif. Topik kajiannya adalah pemuda desa mantaren dua usia 15-23 tahun, orang tua remaja, dan pimpinan jaringan. Pokok bahasan penelitian ini adalah keadaan remaja desa mantaren 2, selanjutnya sumbangan media massa dalam mengubah perilaku remaja. Penempatan penelitian dilakukan di desa mantaren 2 kecamatan pulang pisau. Metode yang diterapkan dalam mengumpulkan informasi dengan bantuan pernyataan, wawancara, dan dokumentasi yang bermanfaat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis informasi adalah studi tentang keabsahan catatan bersama dengan perluasan partisipasi, keteguhan komentar, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keadaan remaja di desa mantaren 2 kecamatan pulang pisau sangat beragam. Sebagian besar remaja di desa mantaren 2 adalah lansia yang berusia sekitar 15-23 tahun. Dilihat dari jumlah sekolahnya, anak tersebut menjadi tidak kuliah. Maksimal dari mereka lulus luar biasa dari fakultas standar. Elemen keuangan dan kurangnya keahlian pendidikan sebagai penyebab masalah. 2) kontribusi media massa dalam merubah pola pikir remaja, dapat dilihat melalui cara hidup remaja, misalnya dari cara berpakaian, cara berkomunikasi dan etika kesopanan dalam pergaulan. jalan ayah dan ibu

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK

    Full text link
    Studi ini mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik di Indonesia merupakan fenomena yang dinamis, bervariasi, dan kompleks. Temuan utama mencakup beragamnya tingkat partisipasi, perubahan cara masyarakat berpartisipasi melalui teknologi, pentingnya peran pemangku kepentingan, hambatan yang perlu diatasi, pentingnya kualitas partisipasi, dan tantangan kebijakan publik yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, rekomendasinya mencakup peningkatan akses terhadap informasi, pendidikan kewarganegaraan, penggunaan teknologi untuk memfasilitasi partisipasi, perlindungan aktivis, peran yang kuat dari masyarakat sipil, evaluasi berkala, dan kolaborasi multisektor. Upaya bersama ini diharapkan dapat memperkuat peran partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik, mendukung demokrasi yang lebih kuat, dan mengatasi tantangan kebijakan yang semakin kompleks di Indonesia

    EVALUASI KINERJA BIROKRASI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI PUBLIK: PERSPEKTIF PENGGUNA LAYANAN DI KOTA PALANGKA RAYA

    Full text link
    Pelayanan administrasi publik merupakan salah satu aspek penting dalam pemerintahan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Di Kota Palangka Raya, evaluasi kinerja birokrasi pemerintah dalam memberikan layanan administrasi publik menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis persepsi pengguna layanan terhadap kinerja birokrasi pemerintah, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mereka. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pengumpulan data dari pengguna layanan di berbagai instansi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk kurangnya transparansi, efisiensi, dan responsivitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik di masa mendatang

    KEDUDUKAN DAN MANFAAT LOGIKA DALAM PENALARAN HUKUM OLEH HAKIM

    Full text link
    Hakim merupakan personifikasi lembaga peradilan, dalam membuat keputusan suatu perkara selain dituntut memiliki kemampuan intektual, juga memiliki moral dan integritas yang tinggi sehingga mencerminkan rasa keadilan, menjamin kepastian hukum dan Dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Hakim dalam memutuskan suatu perkara harus didasarkan pada berbagai pertimbangan yang dapat diterima semua pihak dan tidak menyimpang dari kaidah-kaidah hukum yang ada, yang disebut dengan Legal reasoning. Legal reasoning dapat diartikan sebagai pencarian “reason” tentang hukum atau pencarian dasar tentang bagaimana seorang hakim memutuskan perkara/kasus hukum. Legal reasoning merupakan bagian dari putusan pengadilan dalam memutuskan suatu perkara. Legal reasoning oleh seorang hakim dapat berdasarkan aspekfilosofis, yuridis, sosiologis atau teologis yang mencerminkan asas kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan bagi para pihak serta dapat menggunakan beberapa metode penafsiran hukum seperti penafsiran Sistimatis, Historis dan Sosiologis atau Teologis, Komparatif, Antisipatif atau Futuristis, Restriktif, Ekstensif dan atau. AContrario. Kesimpulan yang dapat diambil dari telaah tentang Legal reasoning adalah bahwa Legal reasoning juga merupakan hasil ijtihad hakim dalam membuat putusan. Hakim dalam merumuskan dan menyusun pertimbangan hukum atau Legal reasoning harus cermat, sistimatik dan dengan bahasa Indonesia yang benar dan baik. Pertimbangan disusun dengan cermat artinya pertimbangan hukum tersebut harus lengkap berisi fakta peristiwa, fakta hukum, perumusan fakta hukum penerapan norma hukum baik dalam hukum positif, hukum kebiasaan, yurisprudensi serta teori-teori hukum dan lain-lain, mendasarkan pada aspek dan metode penafsiran hukum yang sesuai dalam menyusun argumentasi atau dasar hukum dalam putusan hakim tersebut

    PERSPEKTIF POLITIK HUKUM TERHADAP PENUNDAAN PEMILU SERENTAK NASIONAL TAHUN 2024

    Full text link
    Demokrasi merupakan system pemerintahan dengan salah satu elemen kunci di dalamnya berupa system politik untuk memilih dan mengganti pemerintah melalui Pemilu yang bebas dan adil (Larry Diamond, 2004). Pemilu yang bebas dan adil kemudian diterjemahkan konstitusi Indonesia sebagai Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, bebas, rahasia jujur dan adil setiap 5 tahun sekali. Singkatnya Pemilu Luber Jurdil secara berkala.  Desain sistem politik Indonesia pasca amandemen UUD 19452 mengalami perubahan signifikan. Perubahan mendasar terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu), dimulai dari Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) secara langsung dalam amandemen ketiga dan keempat UUD 1945 yang dalam implementasinya juga mengalami bongkar pasang perundang-undangan. Semangat reformasi 1998 juga menumbuhkan komitmen konstitusional bernegara untuk membatasi kekuasaan pemerintahan agar tidak terjadi tirani dan kesewenang- wenangan akibat kekuasaan yang absolut. Hal itu diartikulasikan dalam pasal 7 Undang – Undang Dasar 1945 bahwa Presiden dan wakil presiden  memegang jabatan  selama 5 tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali  masa jabatan

    MAKNA SIMBOLIK DAN KULTURAL TRADISI LEBARAN KETUPAT BAGI MASYARAKAT JAWA

    Full text link
    The Ketupat Eid tradition is one of the cultural heritages of the Javanese people which is still preserved today. Eid Ketupat (kupatan) has deep value and meaning in several aspects, namely in the religious aspect as a means of spreading Islamic religion, strengthening ties of friendship, as an expression of gratitude to Allah SWT for the success of fasting during the month of Ramadan. In the spiritual aspect there is interaction to forgive each other, then in the social aspect it is a form of mutual cooperation, while in the economic aspect it can increase people's income by selling coconut leaves or palm leaves.Apart from having social meaning and value, the kupatan tradition also has symbolic meaning, namely Eid as a symbol of the end and end of the fasting month of Ramadan, luberan as a symbol of an invitation to share one's fortune by giving zakat and alms, melting as a symbol of admitting mistakes and forgiving each other, and laburan as a symbol so that humans always maintain their physical and spiritual purity. Apart from containing symbolic meaning, the Eid Kupatan tradition also contains cultural meaning, namely a means of communication and friendship, a means of giving alms, a means of honoring guests and a means of preserving ancestral traditions

    97

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sociopolitico
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇