Jurnal Sociopolitico
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI TATA KELOLA KEUANGAN PEMERINTAH DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN TENGAH KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, adalah dasar pelaksanaan Tata Kelola Keuangan Pemerintahan Desa. Pengelolaan Keuangan Desa yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan bertujuan untuk meningkatkan Pembangunan Desa. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, diamanatkan tujuan Pembangunan desa terdiri dari 1) Pemenuhan Kebutuhan Dasar, 2) Pembangunan sarana dan Prasarana Desa, 3) Pengembangan potensi ekonomi lokal, 4) Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan, Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah merupakan salah satu Desa yang berkewajiban untuk mengimlementasi Peraturan Dalam Negeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis serta mendeskripsikan Tata Kelola Keuangan Pemerintahan Desa Rantau Asem yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ditahun 2024. Mengetahui menganalisis serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam implementasi kebijakan Tata Kelola Keuangan Pemerintah Desa. Teori Imlementasi yang akan digunakan untuk membahas hasil penelitian menggunakan teori Implementasi Model Edward III dengan faktor penentu keberhasilan yang terdiri dari: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (interview dept), studi dokumentasi dan Fokus Group Diskusi. Informan dalam Penelitian terdiri dari Perangkat Desa, Aparatur Pemerintah Desa dan tokoh Masyarakat di Desa Rantau Asem. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Implementasi Tata Kelola Keuangan Pemerintahan Desa Rantau Asem Tahun 2024 telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan Keuangan Desa dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan Keuangan Desa dengan basis kas, pencatatan transaksi pada saat kas diterima dan saat dikeluarkan dari rekening kas Desa. Pengelolaan Keuangan Desa untuk jangka waktu satu tahun anggaran dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember tergambar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Tahun 2024. Asas pengelolaan Keuangan Desa dilakukan dengan Asas Trasnsparan, Akuntabel, partisipatif, tertip dan disiplin anggaran. Faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah Sumber Daya Aparatur dan Perangkat Pemerintahan Desa Rantau Asem dengan Tingkat Pendidikan yang memadai, Potensi Sumber Daya Pendapatan Asli Desa yang sangat mendukung dan keberadaan Sektor Perkebunan Sawit milik Perusahaan Swasta. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa Implementasi Tata Kelola Keuangan Pemerintahan Desa Rantau Asem yang terdapat dalam APBDes di Tahun 2024 ditinjau dari teori Edward III telah terlaksana dengan baik, faktor yang mempengaruhi sangat mendukung terlaksananya Tata Kelola Keuangan pemerintah Desa Rantau Asem. Dari Kesimpulan tersebut disarankan Agar dimasa yang akan datang Pemerintah Desa lebih meningkatkan Tata Kelola Keuangan Desa terutama dari sektor Pendapatan Asli Desa (PADesa)
PERAN GENERASI MILENIAL DALAM MEMPENGARUHI BUDAYA POLITIK INDONESIA
Generasi milenial, yang terdiri dari individu yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, memiliki peran yang signifikan dalam membentuk budaya politik di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 50% dari total penduduk, milenial tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga penggerak perubahan sosial dan politik. Melalui penggunaan teknologi dan media sosial, generasi ini mampu menyebarkan informasi, membangun kesadaran politik, dan mempengaruhi kebijakan publik. Jurnal ini akan membahas peran generasi milenial dalam budaya politik Indonesia melalui beberapa aspek, termasuk partisipasi politik, penggunaan media sosial, serta pengaruh terhadap kebijakan publik
OCCUPATIONAL SAFETY AND OCCUPATIONAL HEALTH (SMK3) BY PT. HUTAN SAWIT LESTARI IN TULAN HULU DISTRICT, EAST WARINGIN CITY DISTRICT CENTRAL KALIMANTAN PROVINCE
Palm oil plantations are one of the strategic commodities that contribute to the country's foreign exchange, with an average of US$ 22-23 billion. Palm oil plantations are capable of absorbing a workforce of up to 16 million people directly. The area of oil palm plantations in 2022 will increase by 2.49% from the previous year. Riau Province is the area with the largest area of oil palm land in Indonesia, however the area of oil palm land does not have a significant effect on the amount of labor absorption. Central Kalimantan is the province with the largest number of oil palm plantation workers, reaching 756 thousand people. This number beats Riau's 609 thousand workers. PT. Lestari Palm Forest is one of the plantation companies in Central Kalimantan Province, located in Taulan Hulu District, East Kotawaringin Regency, with the largest number of palm oil plantation workers, reaching 1772 workers. Based on Law No.13 of 2003 concerning employment, PT. Sustainable Palm Oil Forests are required to implement an Occupational Safety and Health Management System (SMK3). This research uses qualitative methods, collecting data using in-depth interviews, observation and documentation studies. Key informants consist of elements from the leadership of PT Huntan Sawit Lestari, P2KT administrators, and environmental experts at PT Hutan Sawit Lestari, supervisors and employee representatives.Data analysis uses the triangulation method. The research data were analyzed using Van Meter and Van Horn's Policy Implementation theory. The research results it is known that the Plantation Company PT. Letasi Palm Oil Forest has implemented an Occupational Safety and Health Management System in accordance with statutory provisions. The company formed the P2KT organization as the implementing unit, and established supervisors. The company provides facilities and infrastructure in the form of equipment to prevent work accidents, provides health facilities in the form of health clinics, and installs signs to indicate danger. To support the performance of P2K3, the Company provides certified experts according to the required fields and from ministries and other institutions. Conclusions from this research Overall, the Palm Oil Plantation Company PT. Sustainable Palm Oil Forest has implemented Occupational Safety and Occupational Health principles in accordance with the mandate of Law No. 13 of 2003 concerning Labor in every line of work. However, it needs to be improved in order to achieve the common goal of Safety and Health at work and the ultimate goal is Zero Accidents. Companies are expected to make a priority scale by making adjustments to the latest regulations
IMPROVING STUDENT’S VOCABULARY MASTERY THROUGH GAME: A CASE STUDY OF NON-FORMAL STUDENTS OF PKBM DARUSSA’ADAH PALANGKA RAYA
The purpose of this study was to use the game to improve vocabulary mastery. The purpose of the game is to test whether it can help students become more proficient with vocabulary and to determine how well games work in the classroom. Ten of PKBM Darussa’adah students and one English teacher participated in this study. The information was gathered by interviewing one teacher and distributing questionnaires to students. This study used the qualitative descriptive method to analyze the data. The findings of this study demonstrate how well games may be incorporated into the teaching and learning process by boosting students' interest and motivation. In fact, it becomes a useful strategy for teacher to help pupils become more proficient in terminology
TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Sistem pemerintahan di Indonesia diselenggarakan secara bertingkat mulai dari pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota dan pemerintahan desa. Pada level pemerintahan desalah semua urusan rakyat dikonsolidasikan, dikomunikasikan, dan diselesaikan. Oleh karena itu, pemerintahan desa tidak hanya mengurus urusan pemerintahan secara formal tetapi juga urusan pemerintahan informal seperti urusan adat istiadat, agama, budaya dan berbagai hakhak asal usul dan/atau hak tradisional masyarakat setempat. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa (UU Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa). Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa yang terdiri dari 16 Bab dan 122 Pasal merupakan terobosan baru dalam modernisasi manajemen dan tata kelola pemerintahan di tingkat yang paling terkecil yaitu Desa. Desa Rantau Asem adalah salah satu desa yang berada di Kabupaten Katingan, yang berkewajiban menlaksanakan tata Kelola administrasi pemerintahan dengan prinsip tata Kelola yang baik. Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan bagaimana kepala desa dan aparatur pemerintah desa melaksanakan tata Kelola administrasi pemerintahan desa di Desa Rantau Asem. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan tata Kelola administrasi pemerintahan desa di desa Rantau Asem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari Aparatur pemerintah desa, Badan Permuswaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat desa Rantau Asem. Data diolah dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata Kelola administrasi pemerintahan desa Rantau Asem telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketetapan dalam peraturan perundang-undangan, dengan mengedepankan lima prinsip dasar tata kelola administrasi pemerintahan yang baik dengan indikator transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, Independensi, dan kesetaraan atau kewajaran. Faktor yang mendukung terlaksananya tata Kelola administrasi pemerintahan desa adalah sumberdaya manusia aparatur, ketersediaan sarana dan sarana yang cukup, Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tata kelola administrasi pemerintahan Desa Rantau Asem berjalan dengan baik karena dukungan dari Masyarakat yang terlibat dalam setiap proses pengambilan Keputusan yang dilaksanakan melalui musyawarah desa (Musdes). Disarankan agar pemerintah desa selalu mengedepankan prinsip tata kelola administrasi yang baik, meskipun masih terdapat kendala berupa fasilitas berupa sarana dan prasarana yang terbatas dari segi kualitas, terutama media internet yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membuat website desa Rantau Asem
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM) TRADISI HANDEP HAPAKAT PADA MASYARAKAT KALIMATAN TENGAH (Studi Masyarakat Desa Rantau Asem)
Penelitian berangkat dari fenomena semakin tereliminasinya unsur-unsur budaya lokal pada masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah arus modernisasi dan globalisasi segala aspek kehidupan termasuk tradisi dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai kearifan (local wisdom), tradisi handap hapakat pada masyarakat Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah komunitas masyarakat Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Data dikumpulkan dari sumber primer dan skunder. Sumber primer dilakukan dengan observasi langsung (natural observation), untuk pendalaman (indepth review) dilakukan wawancara dengan teknik snowball sampling. Data skunder diperoleh melalui eksplorasi jurnal, laporan penelitian serta sumber-sumber pustaka yang relevan. Anlisa menggunakan pendekatan interaktif yang meliputi reduksi data (data reduction), sajian data (data display) dan penarikan simpulan (conclusion drawing) serta verifikasi dan validasi (triangulation). Hasil penelitian disimpulkan bahwa tradisi handep hapakat (Gotong royong) memiliki nilai- nilai kesadaran aktivitas pertanian, aktivitas seputar rumah tangga, aktivitas dalam persiapan pesta dan upacara adat serta pelestarian budaya sebagai perwujudan identitas sosial dan budaya masyarakat dan aktivitas dalam pembangunan fasilitas umum
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT LOKAL AKIBAT PERKEMBANGAN PARIWISATA SEI GOHONG KOTA PALANGKA RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk perubahan sosial pada masyarakat lokal, akibat interaksi yang terjadi dengan wisatawan dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengarui perubahan sosial pada masyarakat akibat interaksi masyarakat lokal dengan wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan adapun lokasi penelitian yaitu di Sei Gohong Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampling yaitu dengan cara menentukan karakteristik sendiri (purposive sampling) dan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu yang menjadi bentuk perubahan sosial di Sei Gohong adalah Perubahan secara kecil yang tidak membawa pengaruh langsung / berarti bagi masyarakat seperti perubahan gaya berbusana/pakaian pada masyarakatnya yang sudah mulai mengikuti trend, tapi masih saja mempertahankan kebudayaannya. Dan yang menjadi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial di Sei Gohong yaitu dengan adanya pendidikan formal yang sudah maju pada masyarakat membuat pola pikir masyarakat juga sudah maju, dilihat dari cara masyarakat menyelesaikan konflik yang tidak lagi menggunakan cara main hakim sendiri, melainkan menyelesaikan masalah/konflik dengan cara musyawarah atau dengan mediasi yang menunjuk orang ketiga sebagai penenga
SIKAP KEBERAGAMAAN PENGAMEN JALANAN DI JALAN YOS SUDARSO PALANGKA RAYA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui statistik tentang jangkauan dan sikap atau perilaku pengamen Yos Sudarso Palangka Raya terhadap ajaran Islam dan untuk mengetahui apa yang mendorong pengamen Yos Sudarso menjadi Muslim tetapi tidak dipaksakan. aturan Islam secara mendasar dan mutlak.Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara luas informasi dan sikap spiritual pengamen Yos Sudarso secara sistematis dari kebenaran yang otentik dan cermat.Oleh karena itu, untuk mengarahkan pola pikir non sekuler pengamen Yos Sudarso, orang tua mereka harus mampu mendidik anak-anak mereka jika ingin lebih baik menerapkan syariat Islam dan memperhatikan orang tua pengamen untuk terus berusaha. Waspadalah terhadap anak muda Anda
APAKAH WIRAUSAHAWAN DAPAT DIBENTUK? (STUDI KASUS DI PUSAT INKUBATOR BISNIS UNIVERSITAS PGRI PALANGKARAYA)
Pengangangguran terbuka merupakan masalah nasional dan daerah pengembangan wirausaha dipandang sebagai jalan keluar bagi masalah tersebut.Namun masih berkembang diskusi apakah seorang wirausaha dilahirkan atau dapat dibentuk. Penelitian ini berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan melakukan pengamatan serta observasi kepada seluruh peserta (mahasiswa dan alumni) pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan oleh pusat Inkubator Bisnis Universitas PGRI Palangka Raya tahun 2012-2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 orang wirausaha baru ternyata hanya 3 orang yang memiliki latar belakang sebagai wirausaha (pengusaha). Seluruh wirausaha muda masih berstatus UMKM dan menggunakan pendekatan teknologi dan manajemen sederhana sehingga masih memerlukan pendampingan (coaching dan mentoring) dalam peningkatan kemampuan produksi fan manajerial. Para wirausaha muda juga masih memerlukan dukungan dalam membangun kolaborasi dengan para UMKM yang sudah ada
POLA INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA PADA PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH(STUDI KASUS SISWA KELAS 7 DI SMPN 1 PULANG PISAU)
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menemukan pola interaksi sosial dengan menggunakan teman jarak jauh memperoleh pengetahuan pendekatan. (2) mengetahui kendala siswa pada gaya pergaulan individu keluarga dengan teman dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pengumuman, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan catatan tawar-menawar, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk menguji keabsahan catatan digunakan strategi triangulasi.Efek dari tes ini menunjukkan bahwa, (1) pola peserta sosial dari keluarga sendiri dengan teman-teman dalam cara menganalisis jarak secara mengejutkan adalah puncak dalam hal pertukaran verbal dan pengenalan diri, tetapi siswa perguruan tinggi meskipun tidak dapat menemukannya dekat dengan teman dan tidak adanya kerja sama antar teman, mahasiswa juga meskipun tidak peka dan berkarakter tidak lagi mampu menghadapi pertarungan dan tidak adanya persaingan di antara mereka. Persepsi siswa juga memberikan bahwa para sarjana meskipun menikmati masalah dalam berinteraksi dengan bisnis siswa yang beragam (2) keterbatasan yang dialami melalui penggunaan siswa universitas menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap orang lain, hilangnya jaminan diri di antara mahasiswa, komunike tidak selalu standar emas, jaringan internet terhambat, media belajar terbatas, masih ada rasa individualisme, kehilangan pengakuan terhadap orang lain