Ishlah - Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
Not a member yet
    267 research outputs found

    Gerakan Perempuan di Jawa (1912-1941)

    Get PDF
    Permasalahan Gender di Indonesia dapat dilihat dari aspek ruang dan  waktu atas dasar kultur yang berlaku di berbagai tempat dan dalam waktu tertentu. Pada masa itu, kultur budaya Jawa khususnya menempatkan kaum perempuan sebagai kaum yang memiliki hak-hak sosial yang lebih sempit dibandingkan dengan kaum laki-laki di tengah kondisi penjajahan Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk melacak jejak langkah gerakan perempuan di Jawa pada masa Pergerakan Nasional. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Sejarah yang melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Gerakan Perempuan mulai melakukan perjuangannya dengan mendirikan sekolah-sekolah, lalu disertai dengan pendirian organisasi-organisasi dan pada perkembangannya menyelenggarakan kongres-kongres. Melalui sarana pendidikan tentunya akan menghasilkan perempuan-perempuan terdidik yang nantinya akan dapat memperjuangkan haknya dengan menuangkan gagasan dan pemikiran, baik secara lisan maupun tulisan

    Representasi Etnis Muslim Rohingya di Media Massa Islam

    Get PDF
    Melihat pemberitaan tentang etnis rohingya beberapa waktu belakangan ini seringkali kita disuguhkan dengan gambaran atau pemberitaan oleh media kita terutama media yang bernafaskan Islam. Berbagai bentuk pemberitaan di tampilakan oleh media tersebut. Dengan kemasan yang berbeda-beda antara satu media dengan media yang lain. Tentu akan berbeda antara media yag beraliran nasionalis dana media yang berideologikan agama. Mulai dari sudut pandang berita, pembahasaan di teks, maupun foto atau gambar yang ada di media tersebut. Menarik bila kita cermati bagaimana media yang berideologikan Islam dalam mengemas pemberitaanya. Seringkali kita melihat media Islam di Indonesia menampilkan berita tentang etnis rohingya dengan sangat mengebu-gebu. Terkadang penulisannya cendrung provokatif dan  kelihatan seperti sangat mendramatisir. Mulai dari judul berita, konten dari berita tersebut hingga foto-foto yang ditampilakan. Seperti yang menjadi kepala berita di media online Arrahmah.com ketika mengemas berit dengan judul “Setan Gundul Budha Myanmar Harus Diberi Pelajaran Setimpal” (Arrahmah.com, akses15 Juni 2013), ini tentu sangat terlihat provokatif dan sebagai media yang membawa simbol agama tentu hal ini akan sulit diterima dengan akal sehat. Contoh lainnya “Muslim Rohingya menderita diskriminasi dan penganiayaan yang hampir tak pernah henti” (Arrahmah.com, akses 15 Juni 2013). Dari dua contoh pemberitaan diatas dapat kita lihat bagaimana ada dua dikotomi yang berbeda yang ditampilkan oleh media Arrahman.com. Disatu sisi orang Budha Myanmar di hadirkan dengan sangat hina dengan kata-kata yang cendrung sangat melecehkan dengan kata “Gundul”, sedangkan disisi lain orang muslim rohingya ditampilkan dengan kondisi sangat memprihatinkan dengan menggunakan kata “penganiyaan yang hapir tak penah henti”. Tentu berita itu sangat sangat provokatif dan mengandung unsur propaganda. Padahal bila kita pelajari dalam kaidah jurnalistik, setiap wartawan harus bersikap profesional dan netral. Dimana harus ada keseimbangan fakta dalam suatu pemberitaan, namu tidak dengan apa yang terjadi di media Arrahmah.com. Keberpihakan inilah yang semakin penulis anggap relefan dengan apa yang dikatakan oleh paradigma kritis bahwa tidak ada media yang bisa netral, selalu ada kepentingan di balik pemberitaanya

    Refleksi Kepemimpinan dan Strategi Perang Nabi Muhammad (Studi Kontekstual Legitimasi Sejarah Perang Uhud)

    Get PDF
    Dalam titik-titik sejarah perang Uhud, perang ini merupakan perang kedua yang terjadi sejak didirikannya pemerintahan Islam oleh nabi Muhammad di Madinah. Perang ini disebabkan oleh faktor agama, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor politik. Beberapa literatur menyebutkan bahwa nabi Muhammad dan pasukannya mengalami kekalahan dalam peperangan ini karena banyaknya jumlah mujahid yang wafat. Namun, dalam perspektif ketercapaian tujuan awal faktor penyebab dari perang ini, tidak satupun keberhasilan yang diperoleh Quraisy dan infantrinya. Setelah perang ini, legitimasi kepemimpinan nabi Muhammad dan pemerintahannya justru semakin eksis di Madinah. Kelihaian dan kepiawaian nabi Muhammad mengatur strategi pada perang Uhud, menjadi mir’ah dalam sejarah dunia Islam

    Kolaborasi Dakwah Ulama dan Umara dalam Perspektif Islam

    Get PDF
    Allah swt dalam banyak ayat menjelaskan bahwa kewajiban dalam menyeru umat tidak hanya dibebankan kepada para pendakwah, melainkan kewajiban seluruh umat. Diantara keseluruhan yang dimaksud adalah adanya peran serta antara Pemimpin dan Ulama. Pemimpin merupakan seseorang yang diberi kuasa dalam menata dan mengatur kehidupan bermasyarakat sesuai dengan aturan dan undang-undang yang ada, sedangkan para ulama adalah sosok yang hadir di tengah masyarakat sebagai penuntun dan penerang dalam mengamalkan aspek-aspek ajaran agama yang telah diperintahkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Dalam penelitian ini, penulis akan mengungkapkan dan menjawab tiga pertanyaan penelitian, yaitu: 1) term kepemimpinan dalam Islam, 2) dakwah amanah allah bagi para ulama, 3) kolaborasi ulama dan umara dalam berdakwah

    ANALISIS KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENANGGAPI KELUHAN PELANGGAN DI PDAM TIRTA KHAYANGAN KOTA SUNGAI PENUH: Bukhari Mualim

    Get PDF
    Competence of Human Resources at the PDAM Tirta Khayangan office, Sungai Penuh city. Responding to customer complaints has not been fully implemented in accordance with the duties and functions of employees due to limited funds and the number of personnel they have. PDAM Tirta Khyangan Sungai Penuh is required to continue to improve the competence of human resources in responding to customer complaints as well as the approaches that should be developed to address increasing challenges faced in the field. In Kota Sungai Penuh a qualitative approach where data is obtained through interviews, from the results of the study it is known that many customers complain about recording meters, dirty water and many others. From the analysis applied, it can be concluded that the customers of PDAM Tirta Khayangan Sungai Penuh are expected to provide fast, precise and efficient service and overcome the obstacles that exist in customer complaints

    IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KECAMATAN SITINJAU LAUT KABUPATEN KERINCI: Pebi Julianto

    Get PDF
    This research took place in Sitinjau Laut Sub-District with the formulation of the problem: How is the Implementation of the Non-Cash Food Assistance Program in Sitinjau Laut District, Kerinci Regency? The aim of this research is to know and explain about the implementation of the Non Food Cash Aid Program  in Sitinjau Laut District, Kerinci Regency. The research method is a qualitative with. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. The number of informants in this study was 19 people. The data analysis technique is data triangulation. Based on the results of research, namely the assistance provided by the government has been implemented in a structure, on target, on time and reduces the burden on the poor in terms of expenditure and can help the food security of the poor

    OTONOMI DAERAH DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DIKOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2019: Herlinda

    Get PDF
    This research took place at the office of the River City Regional Development Planning Agency (BAPPEDA). The purpose of this research is to find out how regional autonomy is in implementing infrastructure development in Sungai Penuh City. The approach taken in this research is qualitative. The number of informants was 7 people. Techniques and data collection tools in this study were interviews, observation, and documentation study. The unit of analysis is the Institute. The institution in this research is the regional development planning agency for Sungai Penuh City. The results show that the infrastructure development in Sungai Penuh City has been carried out by the regional government, however, the local government of Sungai Penuh City is not efficient enough in carrying out infrastructure development in the Sungai Penuh city. Because there are several roads in the Sungai Penuh city area that are still damaged. The weak planning factor in Sungai Penuh city is the natural resource factor, the funding factor, because the land availability in the Sungai Penuh city area is not sufficient, which is. The local government of Sungai Penuh City must be able to control the results of natural wealth so that regional revenue or revenue increases

    Pemikiran Kontemporer Tafsir al-Qur’an di Indonesia: (Tinjauan Terhadap Buku Pesan-Pesan al-Qur’an Mencoba Mengerti Intisari Kitab Suci Karya Djohan Effendi)

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran tafsir Djohan Effendi yang terdapat dalam buku Pesan-Pesan al-Qu’ran Mencoba Mengerti Intisari Kitab Suci. Tujuan tulisan ini untuk menyingkap potret kehidupan intelektual Djohan Effendi, untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisa tentang pemikiran kontemporer dari Djohan dalam melakukan penafsiran al-Qur’an yang dikemukakan dalam bentuk contoh dan untuk menganalisa karakteristik penafsiran dari buku pesan-pesan al-Qur’an yang dikarang oleh Djohan. Adapun metode yang dipakai adalah metode deskriptif-analisis dengan memakai pendekatan historis. Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Djohan Effendi merupakan intelektual Islam yang berasal dari Banjarmasin dan sudah tidak asing lagi  di dengar dari kalangan pemikir Islam, selain itu ia juga sangat antusias terhadap penafsiran al-Qur’an, sehingga lahirlah karya terakhirnya yang monumental tersebut. Selanjutnya terkait pemikiran kontemporer tafsir Djohan dalam melakukan sebuah penafsiran ia bersumber kepada bi al-ra’yi dan berupaya membuat sebuah pemahaman pribadinya dengan modal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dilaluinya, sebagaimana ketika menafsirkan kata rabb dengan Tuhan pelantan. Kemudian Djohan juga tidak mencantumkan ayat-ayat al-Qur’an di dalamnya, hanya tulisan kaligrafi saja yang terdapat di dalamnya. Bahkan penafsiran kontemporer Djohan yang teruang dalam bukunya tersebut ia lebih menggunakan bahasa-bahasa sastra maupun indah bagi para pembaca. Tulisan ini akan mencoba untuk mendiskusikan atau meninjau lebih dalam lagi seputar terbitnya buku Pesan-pesan al-Qur’an Mencoba Mengerti Intisari Kitab Suci karangan dari Djohan Effendi

    Strategi Komunikasi Kepemimpinan & Manajemen Konflik dengan Konsep LCCVASE (Listening, Clarifying, Confirming, Verifying, Action-Solving, Evaluating)

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk memberikan jendela wacana baru yang memaparkan suatu bentuk strategi komunikasi kepemimpinan untuk mengatasi konflik internal kelompok. Kajian di dalam  tulisan ini berangkat dari akar masalah atau konflik individu yang sering terjadi di dalam suatu kelompok kecil ataupun besar karena pada dasarnya setiap kelompok membutuhkan sosok yang mampu mengayomi secara massive setiap langkah kelompok dengan benar agar tujuan  kelompok dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Melalui studi literatur, terciptalah gagasan/proposisi atau konsep tentang strategi komunikasi yang disingkat menjadi LCCVASE (listening, clarifying, confirming, verifying, action-solving, evaluating) ini dapat diterapkan pada berbagai proporsisi komunikasi dan manajemen konflik individu di dalam kelompok, jika dilakukan dengan baik dan benar maka permasalahan kelompok diharapkan dapat mereda atau selesai dengan cepat yang level pencapaiannya tetap dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti: kecerdasan pemahaman (kognisi), sense atau feeling, pendidikan, emosi, dan lain-lain. Strategi ini diterapkan sebagai sebuah teknik membaca dan memahami situasi-situasi yang terjad

    Maqasid al-Qur’an Perspektif Muhammad al-Ghazali

    Get PDF
    Kajian tentang maqashid Al-Qur’an urgen untuk dilakukan, karena dengan menguasai maqashid Al-Qur’an akan mampu mengharmonisasikan antara inti misi Al-Qur’an dengan sendi-sendi pokok kehidupan. Tulisan yang didasarkan studi kepustakaan ini berusaha mengeksplorasi metode Muhammad al-Ghazali dalam menguak maqashid Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menggali metode yang digunakan Muhammad al-Ghazali untuk mengungkap maqasid Al-Qur’an dengan menjawab sejumlah pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana metode Muhammad al-Ghazali dalam mengungkap maqashid Al-Qur’an? Apa saja langkah pra penelitian yang ditempuh al-Ghazali sebelum merumuskan metode maqashid Al-Qur’an? Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa al-Ghazali menawarkan lima metode untuk dapat menyingkap maqashid Al-Qur’an. Pertama, perenungan yang mendalam atas teks-teks Al-Qur’an dan mengoptimalkan akal. Kedua, penggunaan dua mekanisme sekaligus, yakni berpikir induktif dan analisis, serta melacak berbagai teks dan tanda yang menunjukkan adanya maqasid. Ketiga, pembacaan menyeluruh terhadap teks-teks wahyu sehingga tidak holistik, literal, dan sektarian. Keempat, selalu bercengkerama dengan Al-Qur’an sembari menginterogasi ayat-ayatnya untuk mengeksplorasi kedalaman maknanya. Kelima, mencurahkan kemampuan untuk memproduksi fikih realitas

    255

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ishlah - Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇