Ishlah - Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
Not a member yet
    267 research outputs found

    MANAJEMEN DAKWAH MASJID NURUL HIDAYAH KABUPATEN KERINCI : HERLINA

    Full text link
    This research is field research with a qualitative approach. Research data was obtained from primary data sources (Ta'mir Great Mosque Kalianda and Jama'ah) and secondary data sources (observation, interviews, documentation). After the data was collected, the researcher used the Miles and Huberman model of data analysis, namely data reduction. , data display (data presentation), and conclusion (drawing conclusions). The results of this research show that in general it can be said that this mosque has not yet optimally functioned as a district mosque, but from the perspective of missionary management, the Kalianda Great Mosque has implemented management functions as evidenced by the planning aspect, it already has a clear work program, and from the organizing aspect it has determined The administrators are in accordance with their fields, from the aspect of mobilization the chairman of Ta'mir has carried out his main duties, including motivating, guiding and communicating with other administrators, from the aspect of supervision they carry out an evaluation in the form of an accountability report (LPJ) at the end of the management of the Kalianda Grand Mosque

    The Role of K.H Muhammad Burkan Saleh in The Development of Islam in Kerinci

    Full text link
    The process of Islamic development in each region was heavily influenced by scholars from outside the region and local residents within the area. As time goes by, the role of the clergy in the process of Islamic development becomes increasingly important because it is accompanied by various problems and needs of the people they face. Therefore, it is important to confirm their contribution from time to time as K.H Muhammad Berkan Saleh has done. This survey uses a qualitative research method. While the approach used in this study is historical in nature which allows us to see the events that surrounded K.H Muhammad Berkan Saleh throughout his lifetime. In addition, this study uses a philological approach to the works written by K.H Muhammad Berkan Saleh.   Proses perkembangan Islam di setiap daerah banyak dipengaruhi  oleh para ulama baik dari luar daerah maupun penduduk lokal di dalam daerah tersebut. Seiring  berjalannya waktu, peran ulama dalam proses pembangunan Islam menjadi semakin penting karena dibarengi dengan berbagai masalah dan kebutuhan umat yang dihadapinya. Oleh karena itu, penting untuk mengkonfirmasi kontribusi mereka dari waktu ke waktu sebagaimana yang dilakukan oleh K.H Muhammad Berkan Saleh. Survei ini menggunakan metode survei kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat historis yang memungkinkan kita untuk melihat peristiwa-peristiwa yang melingkupi K.H. Muhammad Berkan Saleh semasa hidupnya. Selain itu, penelitian ini  menggunakan pendekatan filologi terhadap karya-karya yang ditulis oleh  K.H. Muhammad Berkan Saleh

    Modern Era Da’wah Problems Perspective Surat Taha: 44

    Full text link
    With the increasing presence of digital media, the challenges of proselytizing faced by Muslims are also increasingly complex which can haunt Muslims who often access the media. Therefore, the author reveals a phenomenon intertwined in proselytizing activities with the perspective of Taha verse 44. This research is a descriptive qualitative research based on library research. The results of this study revealed that when carrying out proselytizing activities, a da'i should have a good personality, because the success and strength of a proselytizing depends on the person of the proselytizer himself. In the letter of Taha: 44, there is a story of the journey of the prophet Moses and the Prophet Aaron who were commanded by Allah Almighty to provide good education to Pharaoh. The verse explains how important it is as preachers to choose the right method of preaching, namely through rhetoric or meek words. Therefore, meekness is a shaky attitude that is always in demand among many people. So that with that trait will give birth to tranquility and peace for both da'i and mad'u perpetrators.   Dengan kehadiran media digital yang semakin tinggi, tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam juga semakin kompleks yang dapat menghantui umat Islam yang sering mengakses media. Oleh karena itu, penulis mengungkapkan fenomena yang terjalin dalam aktifitas dakwah dengan perspektif surat Thaha ayat 44. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan berbasis penelitian perpustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa saat melaksanakan aktivitas dakwah, seorang da’i hendaknya memiliki kepribadian yang baik, sebab kesuksesan dan kekuatannya suatu dakwah sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri. dalam surat Taha: 44, terdapat kisah perjalanan nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberikan edukasi yang baik kepada Fir’aun. Dalam ayat tersebut dijelaskan betapa pentingnya sebagai para pendakwah memilih metode yang tepat dalam menyampaikan dakwah, yakni melalui retorika atau perkataan yang lemah lembut. Oleh karena itu lemah lembut adalah sikap syahdu yang selalu diminati dikalangan banyak orang. Sehingga dengan sifat itu akan melahirkan ketenangan dan kedamaian baik bagi pelaku da’i maupun mad’u

    Construction of the Khilafah State According to Taqiyuddin An-Nabhani: Foundation for Development of Perception Measurement Instruments about the Khilafah

    Full text link
    Measuring perceptions of the khilafah is crucial to answer the differences in research results that are currently developing. However, to obtain reliable research results requires valid and reliable measurement instruments, while valid instruments can only be obtained from precise measurement constructs. This study aims to describe the construction of the caliphate state according to Taqiyuddin An Nabhani in the perspective of modern state theory. Research using a historical approach, data obtained from primary sources in the form of books written by Taqiyuddin An Nabhani such as Nidzamul Islam, Nidzmul Hukmi fil islam, and secondary sources in the form of books by his students such as democracy kufur system written by Abdul Qadim Zallum. According to Taqiyuddin An Nabhani, the caliphate is a general leadership that applies islamic law and charges it across the country. The Caliphate was established to realize sharia maqasid by imposing sanctions and criminal penalties according to Islamic law, the form of a unitary state, the form of government of the caliphate. In a caliphate state sovereignty is in the hands of God (Allah Swt) while power is in the hands of the people. Constitution in general life that all citizens both Muslim and non-Muslim get equal rights, whereas in private life such as worship, marriage, food and clothing are left to their respective religions.   Pengukuran persepsi tentang khilafah menjadi hal penting untuk menjawab perbedaan hasil penelitian yang saat ini berkembang. Namun untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipercaya membutuhkan instrumen pengukuran yang valid dan reliabel, sedangkan instrumen yang valid hanya dapat diperoleh dari konstruk pengukuran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi negara khilafah menurut Taqiyuddin An Nabhani dalam perspektif teori negara modern. Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah pertama pengumpulan data terkait pemikiran negara Khilafah menurut Taqiyuddin An Nabhani (heuristics), kedua verifikasi data (source criticism), ketiga sintesis dan analisis, keempat penjelasan konstruk negara khilafah menurut Taqiyuddin An nabhani dalam perspektif teori negara modern. Menurut Taqiyuddin An Nabhani, khilafah adalah kepemimpinan umum yang menerapkan hukum islam dan mendakwahkannya ke penjuru negeri. Khilafah didirikan untuk mewujudkan maqasid syariah dengan memberlakukan sanksi dan pidana sesuai hukum Islam, bentuk negara kesatuan, bentuk pemerintahan khilafah. Dalam negara khilafah kedaulatan di tangan Asy Syari’ (Allah Swt) sedangkan kekuasaan di tangan umat. Konstitusi pada kehidupan umum bahwa semua warga negara baik muslim maupun non-muslim mendapatkan hak yang sama, sedangkan dalam kehidupan privat seperti peribadatan, pernikahan, makanan dan pakaian diserahkan kepada agama masing-masing. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai fondasi dalam pengembangan instrumen pengukuran persepsi tentang khilafa

    The Salafi Da'wah Movement and its Implications on Religious Rituals in Kota Sungai Penuh

    Full text link
    The focus of this article is to analyze the Salafi da'wah movement and its influence on the religious rituals of the people in Sungai penuh City. Salafi da'wah is a movement that calls Muslims to the basis of religion, namely the Qur'an and Hadits, as well as trying to really religion by using reason so that it can answer the changing times. The method used is a field method, with data collection techniques that are direct observation to see the religious rituals that are applied in the community. The result of the analysis is that the salafi movement does not accept the interpretation of religion by reason of all issues based on the Quran and the Sunnah of the Prophet Muhammad SAW. Salafiyyah does not see the contradiction between reason and the Qur'an. However, the mind has no power to interpret, interpret, or decipher the Qur'an, except within the limits permitted by the words (language) and corroborated by the Hadits. Then the mind will be justified and submitted to the revelation, then it will be brought closer to the mind. There is a different perception in the people of Sungai Penuh city that there are those who accept and reject the salafi movement more, but are more likely to like to bid'ah some existing rituals such as the Prophet's Muhammad SAW birthday ceremony, Ta'ziyah, grave pilgrimage and other ceremonies.   Fokus kajian artikel ini adalah menganalisis gerakan dakwah salafi dan pengaruhnya terhadap ritual keagamaan masyarakat di Kota Sungai penuh. Dakwah salafi merupakan gerakan yang menyeru kepada umat Islam kepada dasar agama yaitu Al-Qur’an dan hadits, serta berusaha sungguh-sungguh agama dengan menggunakan akal sehingga dapat menjawab perubahan zaman. Metode yang digunakan adalah metode lapangan, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi secara langsung melihat ritual-ritual keagamaan yang diterapkan di tengah masyarakat. Hasil analisisnya adalah gerakan salafi tidak menerima interpretasi agama dengan akal semua masalah berdasarkan al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Salafiyyah tidak melihat kontradiksi antara akal dan Al-Qur'an. Namun, akal pikiran tidak mempunyai kekuasaan untuk menakwilkan, menafsirkan, atau menguraikan Qur'an, kecuali dalam batas-batas yang diizinkan oleh kata-kata (bahasa) dan dikuatkan oleh Hadits. Kekuasaan akal pikiran sesudah itu tidak lain hanya membenarkan dan tunduk kepada wahyu, kemudian mendekatkannya kepada alam pikiran. Ada persepsi yang berbeda pada masyarakat Kota Sungai Penuh yaitu ada yang menerima dan yang menolak gerakan salafi lebih, namun lebih cenderung suka membid'ah beberapa ritual yang ada seperti upacara Maulid Nabi, Ta'ziyah, ziarah kubur dan upacara lainnya

    MEMBANGUN KESADARAN DAN KETAATAN HUKUM MASYARAKAT PERSPEKTIF LAW ENFORCEMENT

    Full text link
           Peran hukum di dalam masyarakat adalah menjamin kepastian dan keadilan, dalam kehidupan masyarakat senantiasa terdapat perbedaan antara pola-pola perilaku atau tata-kelakuan yang berlaku dalam masyarakat dengan pola-pola perilaku yang dikehendaki oleh norma-norma (kaidah) hukum. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya suatu masalah berupa kesenjangan sosial sehingga pada waktu tertentu cenderung terjadi konflik dan ketegangan-ketegangan sosial yang tentunya dapat mengganggu jalannya perubahan masyarakat sebagaimana arah yang dikehendaki. Membangun masyarakat sadar hukum dan taat hukum merupakan cita-cita dari adanya norma-norma yang menginginkan masyarakat yang berkeadilan sehingga sendi-sendi dari budaya masyarakat akan berkembang menuju terciptanya suatu sistem masyarakat yang menghargai satu sama lainnya, membuat masyarakat sadar hukum dan taat hukum bukanlah sesuatu yang mudah dengan membalik telapak tangan, karena tidak tidak semua orang memiliki kesadaran hukum. Pentingnya membangun kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat, diharapkan akan menunjang dan menjadikan masyarakat menjunjung tinggi intitusi/aturan sebagai pemenuhan kebutuhan untuk mendambakan ketaatan serta ketertiban hukum. Peran dan fungsi membangun kesadaran hukum dan ketaatan hukum adalah untuk : 1) Stabilitas, 2) Memberikan kerangka sosial terhadap kebutuhan-kebutuhan dalam masyarakat, 3) Memberikan kerangka sosial institusi berwujud norma-norma, 4) Jalinan antar institusi. Penegakan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman prilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu kesadaran terhadap nilai-nilai hukum dan ketaatan dalam menjalankan seluruhan aturan hukum adalah suatu manifestasi dalam mengefektikan berlakunya hukum

    PERSEPSI WISATAWAN MUSLIM TERHADAP PESONA PANTAI SLOPENG DI SUMENEP

    Full text link
    Perceptions of Muslim tourists at Slopeng Beach in Samaan Village, Dasuk District, Sumenep. The aim of this research plan is to determine the perceptions of Muslim tourists visiting Slopeng Beach regarding the charm of the beach, accessibility and accommodation at Slopeng Beach. The type of research used is a qualitative descriptive research method with the sampling technique used, namely purposive sampling, which is considered very suitable for knowing the perceptions of Muslim tourists who have visited, while the data sources are interviews with visiting Muslim tourists and also using scientific literature searches. Various interesting facts regarding the perception of Muslim tourists in response to stimuli received by individuals through receptor organs, namely the senses. With this perception, the researcher's efforts are to introduce Slopeng Beach tourism which has accessibility and accommodation that has a positive effect so that prospective tourists who want to visit Sumenep tourism do not experience doubts. With the charm of the beach itself, it is able to instill unforgettable memories for tourists who have visited the beach in Sumenep. Keywords: Perception; Muslim Travelers; The charm of Slopeng Beach

    ANALISIS ISI PESAN DAKWAH USTADZ HILMAN FAUZI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM : AHMAD SIRAJ

    Full text link
    Pesan dakwah adalah materi ajaran Islam yang menyangkut segala aspek kehidupan dari segi akidah, syariat dan akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang disampaikan oleh da’i (komunikator) kepada mad’u (komunikan) atau khalayak dan disalurkan melalui media elektronik maupun media cetak. Di era perkembangan teknologi dan informasi saat ini semakin erat pula kaitannya manusia dengan dunia digital, ternyata hal ini turut berpengaruh terhadap cara penyampaian dakwah. Sejumlah da’i tampak mulai menyampaikan ajaran agama Islam dengan memanfaatkan teknologi yang ada misalnya media sosial instagram. Media sosial instagram tidak hanya menjadi media untuk meningkatkan eksistensi diri. Namun bisa juga digunakan sebagai media dakwah. Salah satu da’i yang eksis dalam menggunakan media instagram adalah ustadz Hilman Fauzi pada akunnya bernama @hilman_fauzi . Dikenal sebagai salah satu da'i kondang di Indonesia dengan gaya ceramah Ustadz Hilman Fauzi yang ringan dan santai mampu merangkul semua kalangan dan mudah diterima bagi semua kalangan khususnya remaja. Ceramahnya dalam versi pendek, ditonton dan juga diminati oleh puluhan hingga ratusan ribu orang. Penelitian ini meneliti terhadap apa saja isi pesan dakwah yang terkandung dalam postingan akun instagram Hanan Attaki

    KONSTRUKSI NILAI DALAM VISI ISLAM YANG BERKESEMESTAAN: SUATU TINJAUAN FILOSOFIS: IRWANDRA

    Full text link
    Such dimensions like sacred and profane, physical and spiritual; are the examples of how seriously does Islam pay attention to the problem of life as well as representing part of Islamic way of life.  Universality and absoluteness in one hand, and relative-particular and keep-changing in the other hand, are some of principles set up by Islam. These two standpoints are grasping and verifying to each other, not the other way around, negating each other. In this context, the understanding of rahmatan lil ‘ālamīn in Islam compromises and boosts both dimensions in life particularly in order to stand for the changes and the various indentity and values in life. This essay in trying to discuss Islamic teachings and values with hermeneutics-philosopical perspectives. The encounter and converge between Islam, values and culture allow an “earthier” standpoint. Theoritically, these priciples can be applied as a standard for Islamic way in encountering and facing other sort of values and cultures. Practically, whatever the dynamics and changes taking place in life should be meant as an enrichment, augmentation, and enlargement the universality feature of Islam

    ANALISIS URF TERHADAP URGENSI LABELISASI PARIWISATA HALAL SEBAGAI DAYA TARIK DESA WISATA DI PANTAI SIRING KEMUNING BANGKALAN MADURA: Mariatul Kiptiyah1, Ahmad Musadad2

    Full text link
    The halal tourism sector has now become a trend in global economic development which does not only offer places of worship at a tourist location. Madura is considered to have a very good development of the halal tourism industry because it has been known as an area that is closely related to Islamic nuances.                    Tourism Village is an independent living with the potential of the village as a tourist attraction, so each district needs to program a tourist village in order to increase it for the sake of increasing regional income and regional potential. Tourist villages usually fulfill all the elements of tourism that the attraction has. Among them are nature tourism, cultural tourism, and man-made tourism in a certain area supported by attractions, accommodation, and other facilities. This is in accordance with the local wisdom of the community. The tourist village, as a whole, includes all elements in the village to promote local wisdom and wisdom as tourism.                    This study aims to analyze the model of Islamic tourism that is spread in tourist villages in Bangkalan Regency. It is hoped that this Islamic tourism framework and model can be a reference in formulating innovations in world tourism governance so that the goals and targets desired by the Bangkalan Regency government can be implemented

    255

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ishlah - Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇