E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    STUDI DIAGNOSA SUBAK DI KOTA DENPASAR (Kasus di Subak Renon, Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar)

    No full text
    Subak merupakan sistem pengelolaan irigasi di Bali yang bertujuan untuk mengalokasi air ke sawah. Namun saat ini jumlah subak di Bali sudah berkurang karena banyaknya pembangunan non pertanian di lahan sawah seperti yang terjadi di Subak Renon Kecamatan Denpasar Selatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan petani Subak Renon melakukan alih fungsi lahan dan stategi alternatif yang diperlukan untuk mengurangi alih fungsi lahan sawah di Subak Renon Kecamatan Denpasar Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengalihfungsikan lahan sawahnya yang berjumlah 90 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:Kuesioner,Wawancara,Observasi dan Dokumentasi. Data yang terkumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa alasan petani Subak Renon melakukan alih fungsi lahan yaitu pendapatan rendah, tenaga kerja kurang, kebutuhan keluarga, lahan sempit dan irigasi terganggu. Oleh karena itu disarankan pemerintah Provinsi dan Kota agar dapat mempertegakan Undang Undang RI Nomor 41 Tahun 2009 guna mewujudkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan untuk petani Subak Renon dapat mengurangi alih fungsi lahan dengan menggali sumur dan menanam tanaman yang tidak membutuhkan lahan luas dan air yang banyak. Kata Kunci : Subak, Alih fungsi lahan

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TOMAT (Studi Kasus di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli)

    No full text
    Tomat tidak asing lagi bagi masyarakat, karena dalam kehidupan sehari–hari selalu hadir tanpa mengenal musim.Selain itu masyarakat telah membudidayakannya sebagai usaha pertanian yang menguntungkan pengembangan tomat baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi.Penelitian dilakukan di desa Buahan, kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan secara sengaja,populasi dalampenelitian ini adalah 62 petani. Penentuan sampelmenggunakan metode simplle random samplingsampel dari penelitian ini yaitu40 petani yang menanam tomat, data yang dikumpulkan diambil dari data primer dan data sekunder.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.Analisis data kualitatif digunakan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani tomat dan untuk mmenganalisis pengaruh karakteristik petani terhadap penerimaan dari usahatani tomat digunakan uji regresi linear berganda dengan fungsi produksi regresicobb-Douglas.Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa usahatani tomat di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dapat meningkatkan pendapatan petani.Tingkat pendapatan petani tomat sebesar Rp.2.563.275, besarnya nilai R/C ratio adalah 2,02 lebih besar dari 1 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani tomat sudah layak di usahakan di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani tomat didesa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dalam usahatani tomat sebagai berikut:(1) terbatasnya permodalan bagi petani untuk membiayai kegiatan usahatani, (2) adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman tomat, sehingga terkadang pendapatan para petani menurun,(3) masih kurangnya penyuluhan dari dinas pertanian di kabupaten bangli sehingga masyarakat kurang memahami cara membudidayakan tomat yang baik dan benar,(4)Penetapan harga yang ditentukan oleh petani seringkali tidak sesuai dengan harapan, karena konsumen menginginkan harga yang rendah. Kata Kunci : Tomat, Pendapatan, Usahatani, Biay

    PENGARUH HARGA DAN KARAKTERISTIK KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN TEMPE DI KOTA MATARAM

    No full text
    Kedelai merupakan jenis tanaman pangan strategis yang memiliki kandungan protein dan gizi yang baik. Tempe merupakan olahan kedelai yang digemari semua kelas sosial dan ekonomi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk; (1) menganalisis karakteristik responden yang mengkonsumsi tempe di Kota Mataram; (2) menganalisis pengaruh harga dan karakteristik konsumen terhadap permintaan tempe di Kota Mataram. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS 17.0. Penelitian dilakukan di Kota Mataram dengan sampel konsumen sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen yang mengkonsumsi tempe di Kota Mataram berbeda-beda berdasarkan posisi dalam keluarga, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Hasil analisis menunjukkan variabel harga tempe dan variabel pendapatan keluarga dinyatakan memiliki pengaruh terhadap permintaan tempe. Secara serentak variabel independen dalam model memiliki pengaruh yang nyata terhadap permintaan tempe. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang dibangun dalam penelitian ini mampu menjelaskan variasi perubahan permintaan tempe sebesar 99,7 persen, sedangkan sisanya 0,7 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model

    EFEKTIFITAS SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 DENGAN SISTEM TEGEL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI SUBAK BABAKAN CANGI, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR

    No full text
    Komoditi tanaman pangan seperti beras merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar penduduk Negara Indonesia sehari-hari, sehingga keberadaannya perlu mendapatkan perhatian lebih didalam melakukan proses  usahatani berupa penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar. Salah satu teknologi yang selama ini dikembangkan adalah sistem penanaman jajar legowo 2:1. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pertumbuhan dan tingkat efektivitas sistem tanam jajar legowo 2:1 terhadap produktivitas hasil tanamam padi. (2) Mengetahui kendala didalam pelaksanaan penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 yang ada di Subak Babakan Cangi, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang petani dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel secara “sensus” dan secara “simple random sampling”. Pengambilan sampel secara sensus adalah petani yang menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 (jarak tanam 25 X 12,5 X 50 cm) sebanyak 12 orang petani. Sedangkan pengambilan sampel secara “simple random sampling“ dilakukan pada petani yang menanam sistem tegel (25 X 25 cm) pada musim tanam juni 2020 sebanyak 15 orang yang diambil dari 25% dari jumlah populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukan (1) Pertumbuhan tanaman padi seperti tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai mendapatkan hasil lebih baik daripada sistem tegel, serta produktivitas penanaman sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil yang lebih efekktife jika dibandingkan menanam sistem tegel. Dimana sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil rata-rata 7.52 ton/ha GKP lebih tinggi sebesar 1,32 ton/ha (atau meningkat sebesar 21,29%) jika dibandingkan dengan penanaman sistem tegel yang mendapatkan rata-rata hasil 6,20 ton/ha. (2) Permasalahan yang terjadi dilapangan dalam pelaksanaan sistem tanam jajar legowo 2:1 yaitu: mahalnya biaya penanaman, kebanyakan petani penggarap, petani kebanyakan menjual hasil panennya ke penebas. Saran yang dapat diberikan yaitu: perlu melakukan pengembangan penanaman dengan sistem jajar legowo 2:1 secara luas, peran pemerintah untuk mensosialisasikan, kombinasi penerapan dengan padi hibrida, pemanenan dilakukan secara mandiri, pengembangan kelompok panen dan mengadakan sekolah lapang dengan sistem agribisnis

    TINDAK PIDANA PENGGUNA IJAZAH PALSU STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI KUPANG NOMOR 355//PID.SUS.2015//PN.KPG.: TINDAK PIDANA PENGGUNA IJAZAH PALSU STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI KUPANG NOMOR 355//PID.SUS.2015//PN.KPG.

    No full text
                 Fake diploma which is a criminal act which is regulated in article 263 of the Criminal Code, and specifically regulated in article 68 of Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System and article 93 of Law No. 12 of 2012 concerning Higher Education, for that person to obtain the diploma must go through the educational process in accordance with the applicable rules so that the diploma used can be used properly and it is recognized that someone has passed a certain education, in the case of using fake diplomas there are several legal rules governing the use of diplomas and degrees, generally article 263 of the Criminal Code and specifically regulated in article 68 of Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System and article 93 of Law No.12 of 2012 concerning Higher Education, in this case the judge decides to use article 68 Paragraph 2 against the perpetrator using a diploma and a fake Doctorate degree on case No.355 / PID.SUS / 2015 / PN.KPG. where in the concept of criminal law we recognize the principle of the Lex superior derogate legi afriori principle of legal interpretation which states that higher law excludes lower law.               This study uses a method of normative legal research or literature study where the type of approach taken is the type of legislative approach (the statuta aproach) approach to legal argumentation (legal reasoning) and the approach of analyzing legal concepts and court decisions, with argumentation and systematization techniques, to knowing ; whether the legal sanctions that can be used by judges in making decisions against perpetrators of fake diploma users and how is the criminal responsibility against the use of fake diplomas, whether the verdicts of the Kupang District Court judges are appropriate to give a redundant effect on the perpetrators.              It is hoped that in the case of the crime of forgery of the diploma the author expects law enforcement from the police to be more careful of the process of assigning suspects based on evidence and prosecutors in making indictments to be more careful in applying the articles before delegation to the Panel of Judges so that judges in receiving, examining and adjudicate cases more thoroughly against the facts revealed in the trial and pay more attention to the legal basis that will be applied to the perpetrator, in deciding the case so that it does not become a norm conflict in its application. Key words: Crime, Fake Diplom

    PENGATURAN KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PENYESUAIAN IJAZAH (Sesuai Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 Tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil): PENGATURAN KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PENYESUAIAN IJAZAH (Sesuai Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 Tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil)

    No full text
    Abstract The ability of the Civil Servants can be improved, one of which is through promotion according to the level of service and adjustment of the diploma obtained. In the general explanation of Government Regulation Number 12 of 2002 concerning Amendments to Government Regulation Number 99 of 2000 concerning Promotion of Civil Servants explained the promotion is an award given for the work performance and dedication of the concerned Civil Servants to the State. in addition, promotion is also intended as an encouragement to Civil Servants to further improve their work performance and service. Based on the background of the problem, the formulation of the problem in this study is as follows: how to regulate the promotion of Civil Servants based on diploma adjustments in accordance with Government Regulation Number 12 of 2002 concerning Promotion of Civil Servants and whether constraints in promotion through diploma adjustment are appropriate with Government Regulation Number 12 of 2002 concerning Promotion of Civil Servants. The type of research used in this study is normative legal research, meaning that the study in this study is based on legal philosophy, legal principles, and applicable legal norms relating to the regulation of promotion of civil servants based on diploma adjustments. This research used a statute approach, a historical approach and a conceptual approach. The conclusion of this study is the regulation of the promotion of Civil Servants based on diploma adjustments, given to Civil Servants who obtain Higher Learning Certificates / Diplomas that are higher than the diplomas used when applying to become Civil Servants. For example, candidates for Civil Servants when appointed as high school / senior high school civil servants, with rank / class II / a, after + 5 years of work obtain a S1 diploma, if adjusted for the diploma be the rank / class III / a Civil Servants. To obtain a higher rank / class of civil servants / or a level higher than the previous rank / class can be carried out if the diploma obtained is in accordance with the Job Job occupied by the civil servant, there is a formation in that place, has permission to study for those who continuing education and having fulfilled a minimum of 3 (three) years in service. Keywords: Promotion, Civil Servants and Diploma

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO 2 TAHUN 2016 TENTANG KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DENPASAR

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Permendagri No 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Denpasar. Selanjutnya penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana proses dalam penerapan Permendagri No 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA) di Kecamatan Denpasar Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan cara pengumpulan data bermacam-macam material dan referensi lain yang berkaitan dengan berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Metode observasi dilakukan untuk mengetahui sesuatu dari sebuah fenomena yang didasari pada pengetahuan dan gagasan yang bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi terkait dengan suatu fenomena yang diteliti baik yang sudah atau sedang terjadi. Menganalisis data dengan cara menarikan kesimpulan dari hasil Wawancara atau interview yang nanti dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan. Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah meneliti bagaimana penerapan kebijakan dan proses penerapan Permendagri No 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Denpasar                                                                                                                                                          Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Kartu Identitas Anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Denpasar   Abstract This study aims to determine how the application of Permendagri No. 2 of 2016 concerning Child Identity Cards (KIA) in the Department of Population and Civil Registry of Denpasar. Furthermore, this study aims to find out how the process of implementing Permendagri No. 2 of 2016 concerning Child Identity Cards (KIA) in West Denpasar. The method of collecting data used in this research is a library research method. It is done by collecting various kinds of material data and other references which is related to the analyzed development of social situation. The observation method is carried out to find out the phenomenon based on knowledge and ideas that aim to obtain informations related to a phenomenon that is being investigated either already or is happening. The method of analyzing data is done by drawing conclusions from the results of the interview. In accordance with the research problem, the purpose of this study is to examine how the application of the policies and the process of applying Permendagri No. 2 of 2016 concerning Child Identity Cards (KIA) in the Department of Population and Civil Registration of Denpasar. Keywords: Implementation of the policies, Child Identity Card, Department of Population and Civil Registry of Denpasa

    PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM 2013 TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS VII H SMP DWIJENDRA TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    No full text
    Abstrak Dimensi pertama memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa disekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum dapat menunjuk pada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal, dan evaluasi. Dimensi kedua, memandang kurikulum suatu sistem yang mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakan. Dimensi yang ketiga memandang kurikulum sebagai bidang studi, yaitu bidang studi kurikulum. Namun, dalam kurikulum 2013 ini lebih bertumpu kepada kualitas guru sebagai implementator di lapangan. Adapun rumusan masalah yaitu: 1) Bagaiaman pengaruh penerapan kurikulum 2013 berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa Kelas VII H SMP Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2018/2019? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Kurikulum 2013 terhadap pembentukan karakter siswa kelas VII H SMP Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembaran angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan kurikulum 2013 terhadap pembentukan karakter siswa sangat penting. Untuk meningkatkan kualitas kerakter siswa di sekolah guru-guru dapat memberikan keteladanan kepada siswa, memberikan motivasi dan bimbingan yang baik kepada siswa sehingga siswa termotivasi untuk berkarakter dan penyampaian materi yang behubungan dengan kedisiplinan contohnya materi tentang norma-norma. Pemberian hukuman kepada siswa yang melanggar diusahakan selalu bersifat membangun dan mendidik. Perlakuan itu merupakan solusi yang bijak dalam mendisiplinkan siswa di sekolah. Penerapan kurikulum 2013 terhadap pembentukan karakter siswa yaitu sikap yang ada pada diri siswa sendiri, lingkungan dan pola penenaman disiplin dalam keluarga. upaya yang dilakukan guru-guru dalam mengatasi pengaruh tersebut yakni membangun kerjasama dengan orang tua, pihak sekolah dalam. Kata kunci: Penerapan Kurikulum 2013, Pembentukan Karakter Siswa   Abstract The first dimension views the curriculum as a plan of learning activities for students at school or as a set of goals to be achieved. A curriculum can refer to a document that contains the formulation of objectives, teaching materials, teaching and learning activities, schedules, and evaluations. The second dimension, looking at the curriculum of a system that includes the personnel structure and work procedures on how to structure the curriculum, implement, evaluate, and improve. The third dimension views the curriculum as a field of study, namely the field of curriculum studies. However, in the 2013 curriculum it is more reliant on the quality of teachers as implementers in the field. The formulation of the problem are: 1) How does the influence of the implementation of the 2013 curriculum affect the character formation of Class VII H students of SMP Dwijendra Denpasar in the academic year 2018/2019? This study aims to determine the effect of the implementation of the 2013 Curriculum on the character building of VII H class students at Dwijendra Denpasar Middle School in 2018/2019. Data collection techniques include interviews, observation, documentation. Research instruments include questionnaire sheets and interview guidelines. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the application of the 2013 curriculum to the formation of student character is very important. To improve the quality of students' characteristics in schools teachers can provide role models to students, provide motivation and good guidance to students so students are motivated to character and delivery of material related to discipline, for example material about norms. Penalties to students who violate the endeavor are always constructive and educational. The treatment is a wise solution in disciplining students at school. The application of the 2013 curriculum to the formation of student character is the attitude that exists in students themselves, the environment and the pattern of discipline in the family. the efforts made by the teachers in overcoming this influence are building cooperation with parents, the inner school. Keywords: Implementation of 2013 Curriculum, Formation of Student Characte

    Perubahan Paon Pada Rumah Tradisional Di Desa Batuan Sukawati

    No full text
    Bali is an area famous for its million beauty and charm. The beauty of nature, the hospitality of the people and the sublime Customs and Culture are very valuable assets for Bali in particular and Indonesia in general. Of all the beauty and uniqueness, one thing that is important to note is about Balinese Traditional Architecture which is based on culture and breathes Hinduism. In the study of the construction of Balinese buildings, especially Paon or kitchens, this was carried out to understand more deeply some of the traditional Balinese architectural knowledge that approaches the truth, the direction of development, and the high noble values of our ancestral heritage to be strong and strong. a research was conducted on what changes occurred in the Paon building in the village of Batuan, Sukawati. So that it can be expressed to add to the nation's cultural treasury as a material for information and a comprehensive picture for the Balinese people in particular. The formulation of the problem raised is: How does Paon change in a traditional house in Batuan Village, Sukawati. This study uses an inductive approach to the concept formulated from several elements including: field observations and interviews with experts / experts. It can be concluded: The shape of the Paon building has not changed, but only in terms of materials have changed over time, such as the use of roof covering materials, which all use reeds to become tiles

    Sekolah Tinggi Tata Boga dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Jakarta

    No full text
    Perkembangan yang sedang terjadi di Indonesia contohnya pada bidang pembangunan infrastruktur, pariwisata dan lainnya menarik perhatian untuk kalangan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung atau melakukan kerja sama. Kunjungan dari berbagai pihak ke Indonesia dapat dimanfaatkan untuk lebih mempromosikan lagi tentang Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beragam jenisnya. Dalam mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan tenaga profesional yang dapat mengolah makanan tersebut dengan baik. Salah satu perwujudannya adalah dengan mengadakan lembaga pendidikan di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beberapa jenis lembaga Perguruan Tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi. Sekolah Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan pada satu disiplin ilmu sehingga lebih memfokuskan pada ilmu tersebut. Tentunya hal tersebut juga perlu didukung oleh bangunan yang mewadahi kegiatan tersebut dan dapat menarik minat masyarakat, salah satunya penerapan gaya arsitektur pada bangunannya, contohnya adalah penerapan gaya arsitektur futuristik pada bangunan dan lokasi bangunan yang strategis

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇