E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    ANALISIS STRUKTUR PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN PUSAT INFORMASI MANGROVE KOTA DENPASAR

    No full text
    Kawasan hutan mangrove di Denpasar, sangat potensial dikembangkan menjadi objek ekowisata. Beragamnya jenis mangrove di kawasan ini memiliki fungsi sebagai penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan dan kenyamanan dan mitigasi bencana. Pengembangan ekowisata hutan mangrove merupakan sebuah sistem yang mengandung beberapa elemen pendukung yang saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan elemen penting, mengidentifikasi sub elemen kunci, dan mensintesisnya untuk menentukan kriteria pengembangan model ekowisata hutan mangrove.Penelitian dilakukan di kawasan Pusat Informasi Mangrove, Suwung Kauh, Denpasar. Metode Interpretative Structural Modeling (ISM) dari Saxena digunakan untuk menganalisis struktur pengembangan kawasan ekowisata mangrove. Pengumpulan informasi dilakukan melalui expert meeting.Temuan penelitian menunjukkan bahwa sub-elemen kunci penggerak sistem ekowisata hutan mangrove adalah  masyarakat di wilayah pengembangan ekowisata mangrove (elemen sektor masyarakat yang terpengaruh), pemberdayan pelaku bisnis ekowisata, kebijakan publik yang kondusif, tanggung jawab sosial perusahaan (elemen kebutuhan program), kebijakan pemerintah yang tidak konsisten (elemen kendala utama), peningkatan pangsa pasar produk (rekreasi, bisnis, dan ilmiah) dari objek ekowisata mangrove (elemen tujuan dari program), meningkatnya kualitas sumberdaya manusia ekowisata (elemen tolok ukur untuk menilai setiap tujuan), koordinasi antar instansi teknis terkait dalam upaya menjamin tercapainya target prgram konservasi lingkungan terpadu (elemen aktivitas yang dibutuhkan guna perencanaan tindakan) dan pemerintah daerah dan pusat (elemen lembaga yang terlibat dalam pelaksanakan program). Kriteria dalam pengembangan ekowisata mangrove, meliputi peningkatan keahlian kerja dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pengembangan ekowisata mangrove, pelestarian lingkungan, jaminan kuantitas, kualitas, kontunyuitas, dan harga produk (rekreasi, bisnis, dan ilmiah) dari objek ekowisata mangrove, peningkatan akses pasar dan profitabilitas optimal objek ekowisata, dan ketersediaan prasarana dan sarana penunjang di kawasan ekowisata mangrove.Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan ekowisata mangrove terpadu untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya dan perlindungan lingkungan, meminimalkan dan meresolusi konflik beragam pemanfaatan sumberdaya, meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam perencanaan dan pengelolaan, mengedepankan keterpaduan kebijakan fungsional, mereduksi resiko terhadap masyarakat dan kesehatan lingkungan, serta mendorong investasi swasta dalam infrastruktur ekowisata mangrove dalam suatu sistem yang utuh dan menyeluruh.Kata kunci: pengembangan kawasan ekowisata mangrove, pengelolaan sumberdaya  pesisir berkelanjutan, Interpretative Structural Modeling (ISM)

    SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI MENGENAI USAHATANI MELON

    No full text
    Tanaman Melon merupakan tanaman hortikultura yang meliputi sayuran dan buah-buahan semakin banyak diminati petani, karena komoditas ini mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman padi dan palawija pada areal sawah yang sama. Namun di sisi lain, pengusahaan tanaman melon  memerlukan adanya biaya usahatani yang relatif tinggi. Selain itu, teknologi budidaya melon merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan produktivitas melon itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku petani mengenai usahatani melon. Penelitian dilakukan di Subak Mambal dengan mengambil seluruh petani yang menanam melon (metode sensus). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistika.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pengetahuan petani mengenai usahatani tanaman Melon adalah tergolong tinggi. Rata-rata sikap petani adalah setuju terhadap pengembangan usahatani tanaman  Melon.  Rata-rata tingkat intensitas  interaksi  antara petani  dengan  PPL termasuk sedang. Terdapat  hubungan yang nyata antara  pengetahuan  dengan  sikap  petani  mengenai  pengembangan usahatani tanaman Melon melalui analisis Chi Square. Terdapat hubungan yang nyata juga antara tingkat intensitas interaksi diantara anggota subak dan juga antara anggota subak dengan agen/aparat penyuluh dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi pengembangan tanaman Melon.Â

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IMPOR BERAS: SUATU KRITIK

    No full text
    Kebijakan pemerintah untuk membuka impor beras, misalnya  pada Oktober-Desember 2005, menunjukkan pemerintah tidak memahami kebutuhan petani. Beberapa kekeliruan terhadap kebijakan ini. Pertama, kebijakan yang berpihak pada petani belum dilakukan secara profesional. Kedua, pemerintah melakukan kebijakan impor beras pada saat produksi tidak bermasalah. Kebijakan impor ini jelas akan sangat merusak pasar di dalam negeri. Akhirnya petani menjadi korban pertama karena pendapatannya merosot drastis. Ketiga, pemerintah sudah tidak mampu membuat kebijakan yang baik dalam mendukung keberlangsungan hidup petani, tetapi malah membuat kebijakan impor beras, yang merusak kesejahteraan petani. Pemerintah sebaiknya dan wajib mampu meningkatkan produktivitas dan produksi padi nasional, yaitu dengan melakukan promosi  pengembangan sistem dan usaha agribisnis berbasis usahatani padi

    PELUANG PASAR SALLACA WINE

    No full text
    Buah Salak Bali yang habitat aslinya di desa Sibetan, terjadi kelebihan supplai pada saat panen raya, dan kekurangan pada saat musim paceklik. Hal ini menyebabkan harga sangat murah pada saat salak berlimpah di pasaran. Kejatuhan harga salak saat musim panen raya melatar belakangi perusahaan untuk mengolah buah salak menjadi  minuman wine salak.CV. Dukuh Lestari yang memproduksi wine salak di Dusun Dukuh di Desa Sibetan menjadi tempat untuk mendapat data dalam penulisan paper ini. Sallaca wine yang memanfaatkan jasa mikroba Saccharomyces cerevisiae, mempunyai peluang pasar yang cukup baik, mengingat faktor-faktor yang mendorong peningkatan permintaan juga sangat baik seperti peningkatan jumlah wisatawan manca negara, pajak impor wine luar negeri sangat tinggi dan pola konsumsi wine oleh konsumen domestika meningkat. Namun market share wine lokal termasuk sallaca wine masih rendah dan mempunyai peluang yang sangat besar untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Perluasan jangkauan pasar wine salak belum dilakukan oleh perusahaan karena produksi masih terbatas dan belum diketahui secara pasti tanggapan konsumen terhadap rasa dan kualitas wine salak. Untuk itu disarankan agar pihak managemen perusahaan segera melakukan penelitian tentang tanggapan konsumen mengenai rasa dan kualitas wine salak.Kata Kunci: Salak, Sallaca wine, Saccharomyses cerevisiae, Market Share

    SENTANA PAPERASAN

    No full text
    SENTANA PAPERASA

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇