E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
MAKNA SETIAP BAGIAN PADA RUMAH ADAT SUMBA KABIZZU UMBU DEDO-SUMBA BARAT DAYA DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SETEMPAT
“Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangga sampai Pulau Rote.”Demikian sebuah kalimat yang sering terdengar dalam acara Waktu Indonesia Timur (WIT), yang dipandu langsung oleh anak-anak comedian asal Indonesia Timur.Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan memang terbentang dari Sabang sampai Merauke.Beda pulau pulau, ragam Bahasa, dan ragam pula budaya dan karakter manusinya.Manusia Indonesia adalah manusia berbudaya.Setiap suku, agama dan dan ras selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budayanya masing-masing.Sumba sebagai salah satu pulau bagian selatan di Indonesia pun sangat berbudaya.Bahasanya banyak, rumah adatnya pun sangat unik.Desain rumah ada dengan menara mencakar langit menjadi symbol tersendiri bagi masyarakat Sumba.Rumah adat orang Sumba memiliki nilai eksotik tersendiri.Bahannya sangat alamiah, yakni kayu, alang dan tali hutan.Bahan-bahan ini didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah rumah dengan sebuah keindahan yang bagus dan sangat eksotik.Di dalam desain sebuah rumah adat berbentuk panggung ini, terkandung di dalamnya prinsip keseimbangan.Ada tempat yang Ilahi (Tingkat 3), ada tempat manusia (Tingkat 2) dan ada tempat bagi hewan piaraan (Tingkat 1).Namun demikian semuanya tetap membentuk sebuah kesatuan dan keutuhan. Allah (Marapu) melihat kehidupan manusia, manusia menjalankan perintah Ilahi dalam kerja sama dengan alam sekitar. Dan desain rumah adat ini sungguh mewakili kolaborasi tri dimensi kehidupan ini. Ada kerja sama yang mengagumkan antara yang insani dan yang Ilahi, Tuhan dan manusia. Allah memintal tali kehidupan manuai, manusia bergerak dalam tata dan nilai Ilahi, dengan cara memabngun kehidupan yang Tuhan berikan. Selalu terdapat norma-norma yang mengatur kehidupan bersama.Dan nilai-nilai itu, tergambar dan terukir pada setiap rumah adat.Ada rumah yang sangat pemali.Hanya para Rato (Imam Marapu) yang layak dan diperkenankan untuk masuk dalam rumah adat ini untuk menjalankan ritual keagamaan.Ada rumah yang merupakan rumah warga, tetapi di dalamnya tedapat koro Marapu (Kamar Marapu).Dan terkadang di rumah ini, selalu digunakan untuk menjalankan ritual keagamaan.Rumah adat orang Sumba ini, sudah memiliki bagian masing-masing.Setiap bagian selalu memiliki arti dan makna tersendiri
IMPROVING STUDENTS’ READING COMPETENCY BY USING THE MIND MAPPING TECHNIQUE ON VIII D GRADE STUDENTS OF SMP DWIJENDRA DENPSAR IN THE ACADEMIC YEAR 2018/2019
This study aims at improving students’ reading competency through the implementation of mind-mapping technique in teaching and learning process. This study is CAR (Classroom Action Research) carried out in two cycles. The subject of the study is 31 students of VIII D Grade of SMP Dwijendra in academic year 2018/2019. The data were collected through observation, interview, and reading test. The procedure of the study involves planning, observation, action, and reflection. The finding shows that students’ reading score improves; the average score on pretest was 60 with classical completeness of 68%, the average score on Cycle I was 69,54 with classical completeness 80,6%, and the average score of Cycle II was 80,13 with classical completeness of 93,5%. It can be concluded that the implementation of mind-mapping technique can improve students’ reading competency of VIII D Grade of SMP SMP Dwijendra in academic year 2018/2019
ANALISIS USAHATANI ASPARAGUS ( Asparagus oficinialis L.) DI KELOMPOK TANI MERTANADI, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
Komoditi unggulan sektor pertanian seperti asparagus telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kabupaten Badung. Asparagus merupakan komoditi yang pontensial dalam memberikan kontribusi pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, kelayaan usahatani (R/Cratio), dan kendala – kendala yang dihadapi petani dalam usahatani asparagus di Kelompok Tani Mertanadi, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 petani sampel di Kelompok Tani Mertanadi, biaya total yang dikeluarkan petani untuk usahatani asparagus adalah mencapai Rp 8.647.100/luas garapan/ tahun penerimaan rata – rata petani asparagus adalah Rp72.364.095/luas garapan/tahun, sehingga pendapatan petani asparagus adalah Rp 63.716.995/luas garapan/tahun hasil analisa menunjukan besarnya R/C ratio adalah 7,36. Kendala-kendala yang dihadapi oleh petani asparagus di Kelompok Tani Mertanadi adalah pada saat musim kamarau petani kekurangan air, ketika musim hujan petani arus menaungi bedengan agar tidak terlalu lembab dan, organisme penggangu tanaman (OPT) antara lain: bercak daun, ulat grayak, ulat tanah, jamur batang.
Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usahatani asparagu
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENARIK KEDATANGAN PENGUNJUNG DI WATERBOM BALI: (Studi Kasus di Departemen Sales dan Marketing PT. Bali Ocean Magic Kuta, Bali)
Strategi komunikasi pemasaran merupakan hal yang sangat penting di perusahaan karena berpengaruh terhadap penjualan, citra perusahaan dan juga dalam mempertahankan eksistensi perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Menarik Kedatangan Pengunjung di Waterbom Bali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan rancangan studi kasus dan subjek penelitian yaitu dep artment sales dan marketing. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran di waterbom bali di dominasi oleh digital Marketing, pada bulan Maret - Juni 2019 tercatat peningkatan antara 1000 sampai 9000 pengunjung
PENYELEWENGAN TUJUAN PENDIRIAN BADAN USAHA PENUNJANG KEGIATAN OLEH LEMBAGA YAYASAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG YAYASAN: PENYELEWENGAN TUJUAN PENDIRIAN BADAN USAHA PENUNJANG KEGIATAN OLEH LEMBAGA YAYASAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG YAYASAN
This research is entitled "Misappropriation of Establishment Objectives of Supporting Business Activities by Foundation Institutions in Foundation Law Perspectives." The background of this research is the opportunity to misuse Foundation institutions that can occur because the Foundation can carry out business activities to achieve the aims and objectives of establishing the Foundation with how to set up a business entity or participate in a business entity. Article 5 of the Foundation Law stipulates that the wealth of the Foundation, including the proceeds of the Foundation's business activities, is the full wealth of the Foundation to be used to achieve the aims and objectives of the Foundation. Criminal provisions against violations of the Article are regulated in Article 70 of the Foundation Law, for those who violate the provisions of imprisonment for a maximum of 5 (five) years and are obliged to return it. Article 6 of the Foundation Law is used as a shield against the prohibition. This study focuses on two legal issues, namely, how is the Foundation's business activities to obtain profits as capital in managing the Foundation according to the Foundation Law? And what about sanctions for misappropriation of a Foundation's business activities according to the Foundation Law?
The research method used in analyzing legal issues in this study is the normative legal research method. This normative legal research is carried out using the statutory approach, the historical approach to the comparative approach.
Based on the analysis, it is known that the Foundation Law uses the method of prevention by including provisions that do not allow or at least, complicating the misuse of the foundation by the organs of the Foundation. However, in the Foundation Law there is a legal obscurity that affects the attitude and quantity of non-compliance and has a real effect on legal behavior, including the behavior of lawbreakers.
Keywords: Foundation, Criminal, Business Entity, Misappropriation
IMPLEMENTASI PERDA PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA TERHADAP BIRO PERJALANAN WISATA DALAM PEMUNGUTAN JASA WISATA
Abstrak
Peraturan Presiden yang menjadi dasar Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 113/Pmk.05/2012 tentang Perjalanan Disa Dalam Negeri Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri dan Pegawai tidak tetap yang dijadikan dasar dibuat dan diberlakukannya Peraturan Gubernur Nomor 18tahun 2018 tentang Perjalanan Dinas Di Lingkungan Provinsi Bali menjadikan perbedaan pandangan hukum tentang pemahaman harga dasar (riil cost) yang harus dibayarkan oleh instansi pemerintah yang melakukan perjalanan dengan menggunakan Biro Perjalanan Wisata atau Perusahaan Usaha Jasa Perjalanan Wisata. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah tentang (1) Apakah biro perjalanan wisata masih boleh melakukan pungutan jasa wisata?, (2) Adakah konsekuensi biro perjalanan wisata setelah memungut imbalan sesuai Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2010?
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah tipe penelitian empiris dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui boleh tidaknya biro perjalanan wisata melakukan pungutan jasa wisata dengan jenis penelitian deskriptif yang berpedoman pada teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada yang berkompeten dengan menggunakan teori sistem hukum, teori efektivitas hukum, teori tanggungjawab hukum, teori keadilan dan teori kepastian hukum untuk mengkaji fenomena yang berkaitan dengan konsekuensi biro perjalanan wisata setelah memungut imbalan sesuai perda provinsi no.2 tahun 2010.
Hasil penellitian menunjukkan kesimpulan sebagai berikut: pertama, Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata Biro perjalanan (travel agency) yang mengeluarkan produk berupa “Janji Jasa Perjalanan” yang dijual dalam bentuk brosur “paket wisata” sesuai dengan tujuan bisnis Perseroran Terbatas diperbolehkan punguntan atau meminta suatu imbalan atas jasa yang telah dijual atau diberikan kepada konsumen untuk mendapatkan hasil atau keuntungan bagi perusahaaan didalam bisnis atau usaha.
Kata Kunci : Usaha Jasa, Perjalanan Wisata, Pungutan Jasa Wisata
ABSTRACT
Presidential Regulation which forms the basis of the Regulation of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia Number 113 / Pmk.05 / 2012 concerning Domestic Disa Travel for State Officials, Civil Servants and Temporary Employees as the basis for making and enacting Governor Regulation No. 18 of 2018 concerning Provincial Travel in Provincial Environments Bali makes a difference in legal views about understanding the basic price (real cost) that must be paid by government agencies that travel by using a Travel Bureau or a Travel Services Business Enterprise. The formulation of the problem in this thesis is about (1) Is the travel agent still permitted to charge tourism services ?, (2) Are there any consequences for the tour and travel agent after collecting fees according to Bali Province Regulation No. 1 of 2010? The research method that the author uses is the type of empirical research with the aim of this research is to find out whether or not the travel agency can charge tourism services with the type of descriptive research guided by data collection techniques by interviewing those who are competent using legal system theory, legal effectiveness theory, legal responsibility theory, justice theory and legal certainty theory to study phenomena related to the consequences of a travel agency after collecting fees according to provincial regulation no.2 of 2010. The results of the study show the following conclusions: first, As a company engaged in the tourism sector, travel agencies issue products in the form of "Travel Service Promises" which are sold in the form of a "tour package" brochure in accordance with the business objectives of the Limited Company. a reward for services that have been sold or given to consumers to obtain results or profits for the company in the business or business.
Keywords: Business Services, Trave
PERAN DINAS PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN GIANYAR DALAM PENGATURAN PEMENUHAN HAK TUMBUH KEMBANG ANAK BERDASARKAN UU PERLINDUNGAN ANAK
ABSTRAK
Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan Negara. Agar kelak mampu bertanggung jawab dalam kelangsungan bangsa dan negara setiap anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan pemenuhan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa perlakuan diskriminatif. Rumusan masalah yang di angkat dalam tesis ini apakah pengaturan pelaksanaan pemenuhan hak tumbuh kembang anak sudah sesuai dengan undang – undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Bagaimanakah peran dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana dalam pemenuhan hak tumbuh kembang anak.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Hukum Empiris sumber data diperoleh melalui data primer sebagai data utama dan data skunder yang berupa buku-buku litelatur yang berkaitan dengan perlindungan anak dipakai sebagai bahan pendukung.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peraturan pemenuhan hak anak di Kabupaten Gianyar telah sesuai dengan di atur pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dan Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Gianyar dalam menangani pemenuhan hak anak adalah dengan cara melakukan sosialisasi, bimbingan, penyuluhan, pelatihan sehingga di dalam proses pemenuhan hak anak memenuhi kepentingan anak, keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Kata Kunci : Peran Dinas, Pemenuhan Hak Anak.
ABSTRACT
Children are an inseparable part in the continuity of human life and the survival of a nation and state. In order to be able to be responsible for the survival of the nation and state every child needs to get the widest opportunity to grow and develop optimally, both physically, mentally and socially. For this reason, efforts must be made to protect the welfare of children by providing guarantees for the fulfillment of their rights without discriminatory treatment. The formulation of the problem raised in this thesis is whether the implementation of the fulfillment of developmental rights for children is in accordance with the Act 35 of 2014 concerning child protection and How is the role of the women's empowerment service for child protection controlling the population and family planning in fulfilling the rights of child development.
This type of research is Empirical Legal Research data sources obtained through primary data as primary data and secondary data in the form of literature books relating to child protection are used as supporting material.
The conclusion of this study is that the regulation of the fulfillment of children's rights in the Regency of Gianyar has been in accordance with Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection. And the Role of the Office of Women's Empowerment for Child Protection Control of Population and Family Planning in Gianyar Regency in handling the fulfillment of children's rights is by conducting socialization, guidance, counseling, training so that in the process of fulfilling children's rights meet the interests of children, families, communities and government.
Keywords : official role, fulfillment of children’s right
AKTIVITAS HUMAS PEMERINTAH KOTA DENPASAR DALAM MENJALANKAN MEDIA RELATIONS: (Studi pada Humas Pemerintah Kota Denpasar)
Pemerintah Kota Denpasar sangat menyadari arti penting media massa baik media cetak, media elektronik maupun media sosial bagi eksistensi mereka. Pemerintah Kota Denpasar meyakini bahwa adanya media membantu pemerintah daerah dalam berkomunikasi dan berbagi informasi secara lebih cepat dan mudah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas humas kota denpasar dengan subjek penelitian yaitu humas pemerintah kota denpasar. Menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode wawancara, obsevasi dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai tekhnik analisis data. Aktivitas public relations sehari-hari adalah menyelenggarakan komunikasi timbal balik (two way communications) antara suatu lembaga dengan pihak publik yang bertujuan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi tercapainya suatu tujuan tertentu, kebijakan, kegiatan produksi barang atau pelayanan jasa, dan sebagainya, demi kemajuan perusahaan atau citra positif bagi lembaga bersangkutan
AN ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN INCIDENT REPORT E-MAILS BY KIDS CLUB SOFITEL STAFF
Abstract
This research aimed to find out the common errors of word order especially in using verb, to be, and noun phrase in writing incident report emails made by Kids club Sofitel staffs. The problem statement of this research was “what are the types and the sources of error on the use of simple past tense in Kids club incident reports by email writing”. The objective of this research was to find out the types and the sources of errors that often occurred in the use of simple past tense in incident reports made by Kids club Sofitel staffs. To analyze the data, the researcher used descriptive qualitative method and used error analysis procedure to make clear explanation. The error collected was classified based on Dulay Strategy Taxonomy. The participants of this study consist of five staffs from Kids club Sofitel Bali Nusa Dua. By this analysis, the researcher found errors as follows: there were 132 errors were found in the staff’s incident reports. The total errors of Omission were 64 errors, Addition were 5 errors and Mis-formation were 63 errors and also 109 errors of Intralingual transfer and 23 errors of Interlingual transfer. So could be concluded that the most of error found was Omission and lowest of error found was Addition and the most of sources of error was Intralingual transfer.
Keywords: Error Analysis, Simple Past Tense, E-mail.
Abstrak
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan umum urutan kata terutama dalam menggunakan kata kerja, menjadi, dan frasa kata benda dalam menulis email laporan kejadian yang dibuat oleh staf Kids club Sofitel. Pernyataan masalah dari penelitian ini adalah "apa jenis dan sumber kesalahan tentang penggunaan simple past tense dalam laporan insiden Kids club dengan menulis email". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan sumber kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan simple past tense dalam laporan insiden yang dibuat oleh staf Kids club Sofitel. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan prosedur analisis kesalahan untuk membuat penjelasan yang jelas. Kesalahan yang dikumpulkan diklasifikasikan berdasarkan Dulay Strategy Taxonomy. Peserta penelitian ini terdiri dari lima staf dari Kids club Sofitel Bali Nusa Dua. Dengan analisis ini, peneliti menemukan kesalahan sebagai berikut: ada 132 kesalahan ditemukan dalam laporan insiden staf. Total kesalahan Kelalaian adalah 64 kesalahan, Penambahan 5 kesalahan dan Kesalahan informasi adalah 63 kesalahan dan juga 109 kesalahan transfer Intralingual dan 23 kesalahan transfer Interlingual. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kesalahan yang ditemukan adalah Kelalaian dan kesalahan terendah yang ditemukan adalah Penambahan dan sebagian besar sumber kesalahan adalah transfer Intralingual.
Kata kunci: Analisis Kesalahan, Simple Past Tense, E-mail
PENGARUH KOMUNIKASI, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI LINGKUNGAN STIE BIITM SAHID BALI
Abstrak
Penelitian ini dilakukan di STIE BIITM Sahid Bali dengan melihat pengaruh komunikasi, kompensasi dan lingkungan fisik terhadap kinerja tenaga kependidikan di dalamnya. Penelitian menggunakan data kuantitatif dengan mengukur dari kriteria komunikasi, kompensasi, dan lingkungan fisik. Data akan dianalisis secara kuantitatif dengan analisis korelasi berganda, regresi linier berganda, determinasi, uji signifikansi simultan dan parsial. Terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan dari komunikasi, kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja tenaga kependidikan di STIE BIITM SAHID BALI Ini dapat dilihat dari hasil koefisien korelasi berganda diperoleh adalah 0,852 dan F-hitung 34,769 lebih besar dari F-tabel 2,70 berarti berada pada daerah pernolakan Ho, maka Ho ditolak atau Hi diterima. pengaruh yang positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan antara komunikasi, kompensasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja tenaga kependidikan di STIE BIITM SAHID BALI, variabel-variabel tersebut tetap dipertahankan dan bila memungkinkan untuk ditingkatkan misalnya dengan menerapkan komunikasi yang lebih efektif, meningkatkan kompensasi jika keuangan perusashaan memungkikan dan memprogramkan perbaikan lingkungan kerja fisik.
Kata kunci: komunikasi, kompensasi, lingkungan fisik, kinerja
Abstract
This research was conducted at STIE BIITM Sahid Bali by looking at the effect of communication, compensation and the physical environment on the performance of the teaching staff in it. The study used quantitative data by measuring the communication criteria, compensation, and physical environment. Data were analyzed quantitatively by multiple correlation analysis, multiple linear regression, determination, simultaneous and partial significance tests. There is a significant simultaneous effect of communication, compensation and physical work environment on the performance of teaching staff in STIE BIITM SAHID BALI This can be seen from the results of the multiple correlation coefficient obtained is 0.852 and F-count 34.769 is greater than F-table 2.70 means it is located in the Ho reign area, then Ho is rejected or Hi is accepted. positive and significant influence, both partially and simultaneously between communication, compensation and the physical work environment on the performance of the teaching staff at STIE BIITM SAHID BALI, these variables are maintained and if possible to be improved for example by applying more effective communication, increasing compensation if corporate finance enables and programs improvements to the physical work environment.
Keywords: communication, compensation, physical environment, performanc