E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
KEKUATAN HUKUM TANDA TANGAN DIGITAL DALAM PEMBUKTIAN SENGKETA PERDATA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK: KEKUATAN HUKUM TANDA TANGAN DIGITAL DALAM PEMBUKTIAN SENGKETA PERDATA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK
Abstract
A digital signature is a signature that is made electronically which functions the same as a normal signature on an ordinary paper document. A signature is data which if not falsified can function to justify the actions of the person whose name is written on the document signed by him. Digital signatures can actually guarantee documents security compared to ordinary signatures. Electronic message recipients with digital signatures can check whether the message actually came from the correct sender and whether the message has been changed after being signed either intentionally or unintentionally in the case of an electronic payment system, other evidence that can be used other than electronic data or digital in the form of digital signatures to be classified. The formulation of this research problem is how the authenticity of digital signatures according to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions and how the power of digital signature law in proving civil disputes are reviewed from Law Number 11 Year 2008 concerning Information and Electronic Transactions.The research method used in the preparation of this study is a type of normative research. According to Peter Mahmud Marzuki, Research on normative law is a process of finding legal rules, legal principles and legal doctrines in order to answer the legal issues at hand.The results of the discussion in this study are as follows: It needs to be well understood by legal practitioners that an electronic signature, not a scanned signature, is then placed on a document, so that a document is indeed impressed (on a computer monitor) signed. The definition of actual electronic signatures (according to the ITE Law) can be made in various ways including a digital code affixed to a message that is sent electronically, which will specifically provide a specific identification from the sender. The strength of evidentiary forces inherent in digital signatures viewed from proof of civil procedural law has the strength of the evidence load at the level of the lower hand deed (ABT), therefore the burden of evidence attached to the electronic mail is only the strength of formal proof and material proof.
Keywords : Proof, Digital Signature, Civil Law
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KARANGASEM
Abstrak
Jumlah Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem yang mendapatkan pembebasan bersyarat selama dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 berjumlah 149 orang, jumlah yang mendapatkan pembebasan bersyarat lebih sedikit belum ada setengahnya dibandingkan dengan jumlah rata-rata narapidana per tahunnya yaitu 200 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk bagaimana mekanisme pelaksanaan pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem dan bagaimana efektivitas pelaksanaan pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa teknik studi dokumen, wawancara dan observasi, dimana yang dipilih sebagai responden 149 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisa kualitatif. Dilakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap data yang telah diperoleh baik primer maupun data sekunder kemudian data tersebut dianalisis secara kualitatif dan tersaji dalam bentuk deskripsi.
Mekanisme pelaksanaan pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem pada prinsipnya seorang narapidana lembaga permasyarakatan perlu untuk mengikuti program pembinaan lapas bersangkutan. Untuk itu juga dipersyaratkan terpidana telah menjalani 2/3 masa tahanan dan minimum telah menjalani 9 bulan. Efektivitas pelaksanaan pembebasan bersyarat bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Karangasem diketahui bahwa sangat efektif. Karena jumlah narapidana keseluruhan yang menjalani pembebasan bersyarat mulai dari tahun 2017 sampai tahun 2019 sebanyak 149 orang. Dari 149 (seratus empat puluh sembilan ) orang narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat hanya 4 (Empat) orang yang gagal (melakukan pelanggaran hukum lagi) selama dalam masa percobaan.
Kata kunci : Pembebasan bersyarat, narapidana, lembaga pemasyarakatan,
Abstract
The number of Prisoners in Class IIB Correctional Institutions in Karangasem who received conditional release during the period of 3 (three) years from 2017 to 2019 amounted to 149 people, the number of those who received parole was less than half yet compared to the average number of prisoners per year ie 200 inmates at Penitentiary Class IIB Karangasem. This research problem formulation is for how the mechanism of the implementation of parole for prisoners in Karangasem Class IIB Penitentiary and how effective the implementation of parole for prisoners in Class IIB Penitentiary Karangasem.
This research uses a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were in the form of document study techniques, interviews and observations, of which 149 respondents were selected as respondents. The data analysis technique used in this study is to use qualitative analysis. First, the primary and secondary data are processed first, then the data are analyzed qualitatively and presented in the form of a description.
The mechanism for implementing parole for prisoners in Karangasem Class IIB Penitentiary Principals in principle a prison institution prisoner needs to participate in the prison counseling program. For this reason, the convicted person must have served 2/3 of the detention period and a minimum of 9 months. The effectiveness of the implementation of parole for prisoners in Karangasem Class IIB Penitentiary is known to be very effective. Because the total number of prisoners undergoing parole from 2017 to 2019 is 149 people. Out of 149 (one hundred forty-nine) inmates who received parole only 4 (four) failed (committed further violations) during the trial period.
Keywords: parole, prisoners, prison
TREATMENT OF CRIMINAL ACTION OF RARE INTEREST INTEREST IN GUSTI NGURAH RAI AIRPORT
ABSTRACT
This research is backed by the rise of rare wildlife smuggling through the airport line I Gusti Ngurah Rai where the endangered species itself is then traded so that some people commits smuggling actions to benefit him and can result in a rare wildlife smuggled, where endangered animals themselves are protected by Law No. 5 of 1990 on the conservation of natural resources and its ecosystem, then from the background was applied 2 problems of the problem is how the procedure of action against the criminal offenses of endangered animals by PT. Angkasa Pura at I Gusti Ngurah Rai airport? What are the efforts undertaken by PT Angkasa Pura to suppress the number of endangered ani mal smuggling crimes at I Gusti Ngurah Rai airport?This method of research method used is the empirical research method of empirical research in which the occurrence of rare wildlife smuggling protected by law number 5 of 1990 on the conservation of natur al resources and ecosys tems refers to the formulation of problems and is held from the objectives of legal research, then in this thesis research using the type of legal research empirical research empirical law is a legal research method that serves to se e the law in real sense and examine how it works legally in the community This research is descriptive where the research describes precisely the properties, symptoms with other symptoms in the community
Key words: smuggling, endangered animals, violating la
STRATEGI MANAJEMEN RADIO REPUBLIK INDONESIA DALAM MEMBANGUN EKSISTENSI SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK
Bermunculan radio swasta di jaman sekarang, hal tersebut tidak menyurutkan eksistensi Radio Republik Indonesia hingga sekarang. Dengan program-program yang disajikan Radio Republik Indonesia meliputi siaran pendidikan, seni budaya, musik dan hiburan, berita dan lain-lain. Radio Republik Indonesia menduduki pusat penting pada era awal pembangunan nasional di masyarakat maupun media massa. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi Radio Republik Indonesia dalam membangun eksistensi sebagai lembaga penyiaran publik dengan subjek penelitian yakni karyawan RRI denpasar dibidang penyiaran bagian kasi perencanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan rancangan studi kasus. Menggunakan metode wawancara serta observasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai tekhnik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa eksistensi radio republik indonesia sampai saat ini masih tetap ada dilihat dari program-program kerja serta cara promosi yang telah dilakukan
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MENYAMA BRAYA UNTUK MEMBANGUN LOYALITAS ANGGOTA SMADARA JOURNALISM TEAM (SMAR*T) SMAN 2 SEMARAPURA, KLUNGKUNG, BALI
Dengan adanya jalinan komunikasi yang baik serta loyalitas anggota dalam sebuah organisasi, produktivitas organisasi juga akan meningkat. Salah satu cara membangunnya adalah dengan pendekatan komunikasi organisasi berbasis kearifan lokal Menyama Braya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi komunikasi organisasi berbasis kearifan lokal menyama braya untuk membangun loyalitas anggota Smadara Journalism Team. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yakni Pembina, Pengurus Harian, Ketua Divisi, dan empat anggota SMAR*T. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa arus komunikasi yang dijalankan yakni formal serta informal. Nilai-nilai kearifan lokal menyama braya yang diterapkan dalam komunikasi organisasi antara lain solidaritas, toleransi, peduli, bertanggung jawab, bekerjasama, saling percaya, tolong menolong dan juga menumbuhkan kebersamaan. Komunikasi Organisasi berbasis Menyama Braya yang diterapkan SMAR*T membangun loyalitas anggotanya. Ditunjukkan dari beberapa indikator diantaranya keinginan untuk tetap bertahan dalam organisasi, keinginan untuk berusaha semaksimal mungkin, penerimaan penuh terhadap nilai-nilai organisasi dan juga setia pada organisasi
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN TEKNOLOGI BUDIDAYA USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
Penyuluh adalah orang yang memiliki peran,tugas atau profesi yang memberikan pendidikan, penerangan kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah,seperti pertanian sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran penyuluh pertanian dalam peningkatan teknologi budidaya usahatani cabai rawit. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan cara purposive (secara sengaja) dengan alasan di Subak Cau Beten, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah yang potensial untuk kegiatan produksi pertanian yaitu dengan usahatani cabai rawitnya.
Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota petani cabai rawit yang ada di Subak Cau Beten dengan jumlah 110 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap peran penyuluhpertaniandalampeningkatanteknologibudidayausahatanicabairawitdiSubakCauBeten,Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar sudah berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai edukator dengan rata-rata pencapain skor 78,00% dengan kisaran 68,00% sampai dengan 88,00% dan motivator dengan rata-rata pencapaian skor adalah 77,60% dari skor tertinggi dengan kisaran 69,00% sampai dengan 82,00%. Sedangkan penyuluh belum menjalankan tugasnya sebagai komunikator dengan pencapaianskorrata-rataadalah66,40%dariskorterendahdengankisaran64,00%sampaidengan68,00% dan evaluator rata-rata pencapaian sebesar 67,20% dari skor terendah dengan kisaran 60,00% sampai dengan 68,00%.
Kata Kunci: Peran,Penyuluh,Usahatani,Cabai Rawi
PARTISIPASI ANGGOTA SUBAK DALAM MELESTARIKAN SUBAK SEMBUNG DI DESA PEGUYANGAN, KECAMATAN DENPASAR UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi pelestarian subak dan kendala-kendala yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Subak Sembung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar yang dipilih secara simple random sampling (acak sederhana) dengan jumlah populasinya 198 orang petani. Jumlah sampel yang dipilih adalah 50 orang. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian adalah data kualitatif dan data kuantitatif, berdasarkan sumbernya ada dua yaitu data primer dan sekunder selanjutnya teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, beberapa partisipasi anggota subak terkait pelestarian yang ada di Subak Sembung dan memiliki 4 tahapan sebagai berikut: 1). Partisipasi kesadaran anggota subak, 2). Partisipasi perencanaan pengembangan, 3).Partisipasi pelaksanaan pengembangan,4).Partisipasi pengambilan manfaat pengembangan. Kendala-kendala yang mempengaruhi partisipasi anggota subak sembung terdiri dari:1). Kemampuan sumber daya manusia yang belum memadai, 2). Kelembagaan dari pengurus subak yang masih lemah, dan 3). Lemahnya pengurus dalam menegakkan awig-awig.
Kata kunci : Partisipasi, pelestarian, subak, perencanaan
PENGARUH INFLASI, RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Bagi para investor yang ingin berinvestasi pada pasar modal, biasanya akan memerlukan informasi keuangan baik laporan keuangan maupun kinerja keuangan perusahaan yang disajikan secara akurat, relevan dan tentu dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara variabel Inflasi(X1) ROA (X2), ROE (X3) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah laporan keuangan Perusahaan Agribisnis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data adalah teknik analisis kuantitatif dengan penggunakan program Statistical Product and Service Solutions (IMB SPSS Statistics 24). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) secara parsial tidak terdapat pengaruh antara variabel Inflasi(X1) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). (2) ROA(X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). (3) terdapat pengaruh antara variabel ROE(X3) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). Berdasarkan Tabel ANOVA juga terlihat bahwa nilai koefesien F adalah 2,356 dengan koefesien sig 0,089 yang berarti > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dari hasil regresi yang diperoleh tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen Inflasi, ROA dan ROE terhadap variabel dependen Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI
Kata Kunci: Inflasi, Return On Assets, Return On Equity Keputusan Investas
PENGARUH INTEGRASI TERNAK KAMBING DAN TANAMAN KOPI TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI TERNAK SATWA AMERTA, DI DESA MUNDEH, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, KABUPATEN TABANAN
Pembangunan sektor pertanian yang termasuk didalamnya sektor perkebunan dan peternakan merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan petani, maka seluruh sektor ini harus dilaksanakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi ternak kambing dan tanaman kopi terhadap pendapatan Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta, di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu penentuan lokasi penelitian dengan cara sengaja dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta melaksanakan program integrasi antara ternak dan tanaman. Popoulasi dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta yang berjumlah 21 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden. Tekni Analisis data menggunakan analisis SEM dengan alat ansalisis PLS (Partial Least Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternak kambing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, demikian juga terhadap tanaman kopi. Tanaman kopi ternyata berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi ternak kambing besar pengaruhnya dalam menyuburkan tanaman kopi sehingga dapat mampu meningkatkan pendapatan pada Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Saran bagi kelompok tani ternak yaitu untuk terus melakukan pemupukan dari hasil kotoran ternak kambing dalam jumlah dan waktu yang tepat pada tanaman kopi dan peningkatan pelatihan di kelompok tani ternak sebagai media pembelajaran terhadap kemajuan teknologi-teknologi terbaru.
Kata Kunci : Integrasi, Tanaman Kopi, Ternak Kambing, Pendapata
IMPLEMENTASI UPAH LEMBUR TERHADAP TENAGA KERJA BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRASMIGRASI NOMOR 102 TAHUN 2004
ABSTRAK
Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan atau tenaga kerja yang melebihi jam kerja, atas perintah atasan. Perhitungan upah lembur di atur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor 102 Tahun 2004 Tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur .Masih ada perushaan yang melakukan pelanggaran atau ketidak pastian terhadap pengaturan upah lembur. Meskipun di perusahaan tersebut memberikan atau tidak memberikan slip gaji, tidak di jelaskan bagaimana sebenarnya perhitungan upah lembur yang diterima. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang dilakukan dengan meneliti implementasi yang ada di lapangan berdasarkan aturan yang ada. Meneliti implementasi upah lembur terhadap tenaga kerja berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 102 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja lembur pada PT. Puji Surya Indah dan bagaimana sistem pemberian upah yang ada pada perusahaan tersebut. Dengan cara melakukan penelitian langsung kelapangan sehingga peneliti mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Implementasi pemberian upah Lempur tenaga kerja pada PT. Puji Surya Indah Bali belum sesuai dengan peraturan yang ada dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor 102 Tahun 2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur, karena jumlah upah lembur yang diberikan lebih kecil dari pada ketentuan aturan yang ada. Sistem pemberian upah lembur pada PT Puji Surya Indah Bali pemberian upah lembur tenaga kerja, upah lembur akan di rekap oleh bagian admin gudang, melaui data absen harian selama satu minggu akan diberikan setiap hari sabtu bersamaan dengan pemberian uang makan secara tunai.
Kata Kunci : Upah Lembur, Kerja Lembur, Tenaga Kerja.
ABSTRACT
Overtime work is work performed by employees or workers who exceed working hours, on the orders of their superiors. The calculation of overtime wages is regulated in the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration Number 102 of 2004 concerning Overtime Time and Overtime Wages. There are still companies that violate or are uncertain about overtime wage arrangements. Even though the company provides or does not provide salary slips, it is not clear how the actual calculation of overtime pay is received. This research uses empirical legal research, namely research conducted by examining the existing implementation in the field based on existing rules. Researching the implementation of overtime pay for workers based on the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration Number 102 of 2004 concerning Overtime Work and Overtime Wages at PT. Praise Surya Indah and how is the wage system in the company. By conducting direct research in the field so that researchers get the data needed in the study. Based on the results of the study, it is concluded that the implementation of Lempur's wages for labor at PT. Puji Surya Indah Bali has not complied with the existing regulations in the Decree of the Minister of Manpower and Transmigration Number 102 of 2004 concerning Overtime Work and Overtime Wages, because the amount of overtime paid is smaller than the existing regulations. The overtime pay system at PT Puji Surya Indah Bali provides labor overtime wages, overtime pay will be recapitulated by the warehouse admin, through one week of daily absences data will be given every Saturday along with cash feeding.
Keywords: Overtime Wages, Overtime Work, Labor