E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    Front Matter

    No full text

    AKIBAT HUKUM YANG TIMBUL DALAM JUAL BELI RUMAH YANG TIDAK SESUAI DENGAN MATERI PROMOSI: AKIBAT HUKUM YANG TIMBUL DALAM JUAL BELI RUMAH YANG TIDAK SESUAI DENGAN MATERI PROMOSI

    No full text
    Abstrak  Developer atau pengembang dalam memasarkan atau menawarkan perumahan kepada masyarakat umumnya menggunakan sarana iklan atau brosur. Dalam iklan atau brosur tersebut selalu memberikan spesifikasi bangunan yang akan dibangun. Tetapi dalam kenyataannya kebanyakan yang terjadi setelah dilakukan jual beli, spesifikasi dan fasilitas yang dijanjikan oleh pihak pengembang seperti yang tertera dalam iklan atau brosur sering tidak sesuai dan mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian ini: 1) Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaksanaan jual beli rumah yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan dalam iklan atau brosur, 2) Untuk mengetahui penyelesaian perjanjian jual beli rumah yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan dalam iklan atau brosur. Dalam penelitian ini mempergunakan pendekatan secara yuridis dan pendekatan secara sosiologis. Untuk mendapatkan data kepustakaan atau data sekunder dilakukan dengan membaca dan pencatatan bahan-bahan literatur, Undang-undang dan bahan-bahan tertulis lainnya yang ada kaitannya dengan permasalahan. Penyelesaian perselisihan jual beli rumah yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan dalam brosur atau iklan, dapat dilakukan dengan cara bahwa pihak pengembang dimungkinkan menyelesaikannya dengan jalan musyawarah dengan pihak konsumen, dan pihak pengembang harus melaksanakan hasil musyawarah yang telah disepakati dengan pihak konsumen, seperti dengan adanya pelaksanaan pekerjaan yang sempat tertunda atau pengembalian sisa uang konsumen dari adanya perubahan spesifikasi tersebut. apabila musyawarah mufakat tidak tercapai maka dapat diajukan gugatan oleh konsumen terhadap pengembang melalui pengadilan, dan pengembang juga akan mendapatkan sanksi dari induk organisasinya, yaitu REI berdasarkan kode etik anggota REI.   Kata kunci: akibat hukum, jual beli rumah Abstract Developers or developers in marketing or offering housing to the public generally use advertising or brochures. In the advertisement or brochure, it always provides the specifications of the building to be built. But in reality, most of what happens after the sale and purchase is made, the specifications and facilities promised by the developer as stated in the advertisement or brochure are often not appropriate and undergo changes. The objectives of this study are: 1) To determine the legal consequences for the implementation of buying and selling houses that do not comply with the specifications offered in advertisements or brochures, 2) To determine the settlement of house sale and purchase agreements that do not comply with the specifications offered in advertisements or brochures. In this study, a juridical and sociological approach was used. To obtain library data or secondary data is done by reading and recording literature materials, laws and other written materials that are related to the problem. Settlement of house buying and selling disputes that do not comply with the specifications offered in brochures or advertisements, can be done in a way that it is possible for the developer to resolve it by way of deliberation with the consumer, and the developer must carry out the results of the deliberations that have been agreed upon with the consumer, as is the case with execution of work that has been delayed or the return of the consumer's remaining money from the change in specifications. If the consensus agreement is not reached, then a lawsuit can be filed by consumers against the developer through the court, and the developer will also get sanctions from the parent organization, namely REI based on the code of ethics of REI members.   Key words: legal consequences, buying and selling of houses &nbsp

    AKIBAT HUKUM TERHADAP PELANGGARAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN DI KABUPATEN GIANYAR: AKIBAT HUKUM TERHADAP PELANGGARAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN DI KABUPATEN GIANYAR

    No full text
    The increasing interest of the private sector to do business in company activities, except in fields that control the lives of many people and are strategic. The role of the government is to regulate what is included in government programs, especially the provision of facilities and infrastructure. One of them is in the form of regulations in the form of granting trading business licenses. The problems that arise include: What are the legal consequences of a mini market trading business if it does not have a Trading Business License (SIUP) and what are the actions taken by the authorized official against violators of the Mini Market Trading Business License (SIUP). The approach to the problem used in this research is normative juridical. On the basis of the discussion in the analysis described above, the following conclusions can be drawn: The legal consequences of a mini market business if it does not have a trading business license (SIUP) include administrative sanctions such as summons to be directed to seek SIUP, written warnings, temporary suspension of SIUP. and finally the revocation of SIUP in accordance with Gianyar Regency Regulation Number 6 of 2005 concerning Trading Business Permits (SIUP), while the criminal sanction is imprisonment for a maximum of 3 (three) months or a maximum fine of 4 (four) times the amount of retribution owed. Actions taken by authorized officials against violations of trade business permits (SIUP) include forming an integrated team involving stikeolders such as Satpol PP, Police, the legal department, the economic division and the regional supervisory agency (Bawasda), to oversee all business activities such as mini markets, supermarkets and hypermarkets in order to seek business licenses as a means of legality in carrying out their business activities.     &nbsp

    TINGKAT KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGENAL KARAKTERISTIK BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMA NEGERI 1 ABIANSEMAL

    No full text
    The low-level literacy education in Indonesia causes hoax news trusted easily, where currently social media users are not only teenagers but also children, and parents. A study entitled "The Level of Student Ability in Recognizing Characteristics of Hoax News on Social Media (Case Study on SMA N 1 Abainsemal)" aimed at determining the level of students' ability to recognize the characteristics of hoax news on social media. This study was a quantitative approach with 78 research subjects. To simplify research, the data were collected by using questionnaire instruments that have been chosen for the answer. Then the data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. Based on the results of the analysis, it showed that the students’ ability to recognize the characteristics of hoax news on social media was excellent/ very capable. The result of questionnaire proved that 77 or 98.7% out of 78 respondents were categorized very capable in recognizing the impact of hoax news on social media which causes hate and anxiety. The lowest achievement 78 respondents, there were 47 or 60.3% respondents were categorized fair capable in recognizing the characteristics of unequal hoax new

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI STROBERI (Fragaria chiloensis L) DI DESA CANDIKUNING KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN

    No full text
    Analisis Pendapatan Usahatani Stroberi di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, bertujuan untuk mengetahui: 1) pendapatan usahatani stroberi 2) besarnya biaya stroberi di Desa Candikuning 3) efesiensi Usahatani stroberi di Desa Candikuning. Pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui survey terhadap 30 orang petani stroberi yang dipilih secara acak sederhana dari populasi petani stroberi di Desa Candikuning. Analisis data yang di lakukan secara komulatif terhadap biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani stroberi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani stroberi permusim masa tanam di Desa Candikuning adalah sebanyak Rp 59.850.000, pendapatan ini diperoleh dari biaya penerimaan usahatani dikurangi biaya produksi. Jumlah yang tinggi untuk hasil bersih dari petani stroberi di Desa Candikuning dikarenakan oleh harga yang tinggi yaitu 28.500/kg. Harga tinggi tersebut dapat mempengaruhi kehidupan, karena setiap kilogram stroberi dapat membantu kehidupan masyarakat di Desa Candikuning. Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan: 1) sebagai bahan masukan untuk lembaga pertanian setempat dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan usahatani stroberi di daerah tersebut yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan petani, 2) sebagai bahan informasih dan pertimbangan bagi petani untuk mengembangkan dan meningkatkan pendapatan dan produktifitas usahatani, 3) sebagai bahan informasi untuk peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DISELIPKAN TEKNIK ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS III SD DWIJENDRA DENPASAR

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition Diselipkan Teknik Ice Breaking untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III SD Dwijendra Denpasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari observasi, perencanaan, pelaksanaan/tindakan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Dwijendra Denpasar dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Data mengenai aktivitas belajar diperoleh menggunakan metode observasi dengan instrumen yang berbentuk lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata aktivitas belajar yang diperoleh yaitu pada refleksi awal (prasiklus) rata-rata aktivitas belajar hanya mencapai 60,07% yang berada pada kategori “kurang aktif”. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I sampai pada siklus ke II, aktivitas belajar berupa persentase rata-rata pada siklus I yaitu 68,24% yang berada pada kategori “cukup aktif”. Setelah diadakan perbaikan tindakan pada siklus II, rata-rata aktivitas belajar siswa semakin meningkat menjadi 80,14% yang berada pada kategori “aktif” sehingga terjadinya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 11,90%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition Diselipkan Teknik Ice Breaking dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III SD Dwijendra Denpasar. Kata kunci : Model Pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition, Teknik Ice Breaking, Aktivitas Belajar Sisw

    FUNGSI DAN MAKNA SIMBOL-SIMBOL DALAM PALINGGIH PADMASANA PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA

    No full text
    Abstract   Palinggih Padmasana is a sanctified building to worship Ida Sang Hyang Widhi Wasa/God Almighty in His various manifestations. It does not only has a varying fomrs, but olso defferent designation , function, and meaning of symbols which differ based on its location. Historycally, the existence of this palinggih was only known around 15th century especially during the reigin of Dalem Waturenggong which was indicated by the arrival of a powerful Shiwa priest to Bali named Danghyang Dwijendra with a sacred mission of perfecting the order of Hindu life from Tri Murti to Tri Purusa concept. Each function and symbol in palinggih Padmasana truly reflects the nobility of invaluable meaning, therefore, Padmasana is a symbol of the universe for Hindus. Through the perspective of cultural sytudies which is accompained by the implementation of descriptive analysis method, this research topic was successfully studied critically, logically, and systematically

    CERITA RAKYAT LELIPI SELAN BUKIT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ASPEK PALEMAHAN TRI HITA KARANA

    No full text
    Lelipi Selan Bukit merupakan cerita rakyat yang berasal dari Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui nilai kearifan ekologis yang terkandung dalam cerita rakyat Lelipi Selan Bukit; 2) untuk mengetahui keterkaitan cerita Lelipi Selan Bukit dengan Tri Hita Karana; dan 3) untuk mengetahui perkembangan makna cerita Lelipi Selan Bukit dalam kehidupan masyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan studi kepustakaan sedangkan analisis data dilakukan melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Lelipi Selan Bukit ini secara tidak langsung telah menjadi benteng bagi kawasan hutan Tenganan Pegringsingan agar tetap terjaga kelestariannya. Cerita ini memberikan dampak baik yang membuat orang-orang tidak berani sembarangan mengeksploitasi hutan. Cerita Lelipi Selan Bukit sebagai kearifan ekologis masyarakat Tenganan Pegringsingan memiliki hubungan yang erat dengan aspek Palemahan falsafah Tri Hita Karana. Dalam perkembangannya perlindungan terhadap hutan itu pun dituangkan kedalam Undang-Undang (awig-awig) Desa Tenganan Pegringsingan yang masih berlaku sampai sekarang

    Bentuk Kata Pada Teks Puja Saa Caru Eka Sata Ayam Brumbun Sebuah Analisis

    No full text
    Teks Puja Saa Caru Eka Sata Ayam Brumbun merupakan sebuah teks yang digunakan untuk mengantarkan persembahan berbentuk caru dalam sebuah ritual (macaru). Penelitian ini menganalisis bentuk atau struktur kata yang terdapat di dalam teks puja saa caru ekasata ayam brumbun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahasa yang digunakan, serta mendeskripsikan bentuk kata yang ada di dalamnya. Teori yang relevan digunakan dalam penelitian ini adalah teori morfologi dengan mengacu pada konsep morfologi menurut Ramlan (1980) untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk kata yang terdapat di dalam teks puja saa caru ekasata ayam brumbun tersebut. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode studi pustaka metode observasi yang dibantu dengan teknik catat. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analities. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa bentuk kata yang digunakan di dalam teks puja saa caru ekasata ayam brumbun adalah kata-kata bentukan yang dibentuk melalui proses morfologis, khususnya proses afiksasi. Jenis afiks yang ditemukan di dalam teks ini adalah prefiks dengan variasinya sebanyak  12, yaitu  {a-, aN-, N-, ma-,  maN-, pa-, paN-, sa-, ka-, pra-, pati-, nir- }.  sufiks sebanyak 7 buah, yaitu { -aken,  -e, -in,  -i, -a, -ing, -an }.  infiks sebanyak 2 buah, yaitu { -in- } dan {-um- }. Sebaliknya konfiks ditemukan 3 buah, yaitu {ka- + -an}, { ma- + -an }, dan { pa- + -an }

    Gedung Parkir di Seminyak Kuta-Badung

    No full text
    Kunjungan wisatawan ke Bali tiap tahunnya semakin meningkat, hal ini secara langsung berdampak kepada kepadatan lalu lintas. Khususnya kawasan Seminyak yang merupakan primadona pusat hiburan dan wisata di Bali Selatan. Banyaknya para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Seminyak, berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Permasalahan yang terjadi adalah tidak seimbangnya antara jumlah kendaraan yang parkir dengan lahan parkir yang tersedia, hal ini menyebabkan terjadinya kemacetan di kawasan tersebut karena banyak adanya pelanggaran lalu lintas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu diadakannya sebuah wadah guna menampung kendaraan-kendaraan yang akan parkir. Wadah tersebut dapat berupa sebuah Gedung Parkir yang dimana nantinya diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan yang diakibatkan oleh pelanggaran lalu lintas kendaraan yang parkir disembarang jalan. Penelitian menggunakan pendekatan induktif untuk membangun konsep-konsep perancangan dan perencanaan. Konsep tersebut dirumuskan dari beberapa unsur/unit informasi di antaranya: hasil observasi lapangan, wawancara dengan ahli/dinas terkait, studi literatur, studi banding dan studi standar-standar arsitektur serta studi peraturan daerah. Dalam perencanaan dan perancangan Gedung Parkir di Seminyak Kuta-Badung ini menerapkan tema Arsitektur High Tech, yang dimana penerapannya lebih menonjolakan nilai dasar fungsional dari bangunan tersebut dengan cara mengekspos bentuk struktur dan peralatan ME didalamnya. Konsep dasar dari bangunan ini juga mengedepankan nilai fungsional didalamnya yaitu Aman dan Efektif. Seperti maknanya kata “aman” disini memiliki arti yaitu dapat memberikan keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain. Sedangkan kata “efektif” memiliki arti dapat menciptakan sirkulasi dan ruang yang ada harus ditata dengan baik dan teratur agar dapat dimanfaatkan secara maksimal

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇