E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
MEKANISME PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN BAGI PEKERJA/BURUH DI PERUSAHAAN STUDI KASUS DI KOPI MADE DENPASAR
Tunjangan Hari Raya Keagamaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Faktanya para pekerja di Kopi Made tidak mengetahui adanya peraturan yang mengatur tentang tunjangan hari raya keagamaan, berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakan mekanisme pemberian tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan Kopi Made Denpasar dan apakah akibat hukum apabila dalam pemberian tunjangan hari raya tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah mekanisme pemberian tunjangan hari raya keagamaan di Kopi Made dan apakah akibat hukum apabila dalam pemberian tunjangan hari raya keagamaan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian empiris. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mekanisme pemberian tunjangan hari raya keagamaan di Kopi Made sudah terlaksana dengan pemberian 2 (dua) kali dalam setahun yaitu menjelang haru raya Galungan, namun jika melihat peraturan yang berlaku maka dengan pemberian tunjangan hari raya keagamaan di Kopi Made belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan. Akibat hukum jika dalam pemberiannya tidak sesuai dengan peraturan menteri ketenagakerjaan adalah adanya sanksi dan denda administratif sebesar 5% dari total jumlah tunjangan hari raya yang harus di bayarkan oleh pengusaha kepada . jika terjadi permasalahan yang tidak bisa terselesaikan oleh para pihak yang bermasalah maka dapat menyelesaikan perselisihan hubungan industrial melalui jalur alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan hubungan industrial pada pengadilan negeri masing-masing wilayah hukum.
The religious feast of the allowance provided for in the regulation of the Minister of Employment number 6 of 2016 On a religious feast day Allowance for workers/Workers in the company. In fact workers in Kopi Made is not aware of any rules that govern about a religious feast day allowances, based on the outline of the issues raised was how the mechanism the granting of allowances for the workers of the religious holy days/labor in Kopi Made Denpasar companies Are legal consequences if the granting of alimony the feasts are not in accordance with the regulations of the Minister of Employment. The purpose of this research is to know how the mechanism of granting allowances religious feast day in Kopi Made and whether the legal consequences when in granting religious feast day allowance is not in accordance with the regulations. This type of research using empirical research. Conclusions in this study is the mechanism of granting allowances religious feast day in Kopi Made already concluded with the grant of 2 (two) times a year, namely towards the Galungan day fair, but if you look at the regulations thus the grant of the allowance in the religious feast of Kopi Made is not fully in accordance with the Regulations of the Minister of Employment. Legal consequences if in his deed incompatible with the regulation of the Minister of employment is the existence of administrative fines and sanctions amounting to 5% of the total amount of alimony the feasts that must be paid by the employers to the. If there is a problem that cannot be resolved by the parties then can complete the troubled industrial relations disputes through the alternative dispute resolution outside of court or by the Court of industrial relations in the District Court of each jurisdictio
PENCEGAHAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PEMASANGAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI PILKADA KOTA DENPASAR
Pengawasan Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Denpasar di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Denpasar Tahun 2020 berpedoman pada ketentuan pasal 8 ayat (2) Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 17 Tahun 2018 dan Pasal 61 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020. Adanya fakta hukum yang terjadi dalam penelitian yaitu pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) khususnya Baliho dan spanduk yang tidak sesuai dengan jumlah batas maksimal serta tidak sesuai dengan titik pemasangan yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini: 1) bagaimana Pencegahan pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK); 2) Bagaimanakah pengawasan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Denpasar Tahun 2020. Dalam penelitian ini mempergunakan pendekatan yuridis dan untuk mendapatkan data primer dilakukan dengan wawancara dan pengamatan di lapangan serta melalui studi kepustakaan yaitu dengan membaca dan pencatatan bahan-bahan literatur, Undang-undang dan bahan-bahan tertulis lainnya yang ada kaitannya dengan permasalahan, adapun sifat penelitian dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan secara tepat mengenai sifat-sifat, dan gejala lain yang ada pada suatu kelompok atau peristiwa tertentu. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Denpasar melakukan pencegahan dan Pengawasan terhadap pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Denpasar tahun 2020 dilakukan berpedoman pada ketentuan pasal 8 ayat (2) Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 17 Tahun 2018 dan Pasal 61 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020.
Supervision of the Installation of Campaign Props (APK) is carried out by the Denpasar Election Supervisory Body (Bawaslu) in the 2020 Denpasar Regional Head Election (Pilkada) guided by the provisions of Article 8 paragraph (2) of Bawaslu Regulation (Perbawaslu) Number 17 of 2018 and Article 61 of the Election Commission Regulation General (PKPU) Number 10 of 2020. There are legal facts that occurred in the study, namely the installation of Campaign Props (APK), especially billboards and banners that did not match the maximum number and did not match the specified installation point. The aims of this research are: 1) how to prevent violations of the installation of Campaign Props (APK); 2) How is the supervision of the installation of Campaign Props (APK) in the 2020 Denpasar Regional Head Election (Pilkada). In this study using a juridical approach and to obtain primary data, it was carried out by interviews and observations in the field as well as through literature study, namely by reading and recording materials. -literature materials, laws and other written materials related to the problem, as for the nature of research with a descriptive approach that accurately describes the characteristics, and other symptoms that exist in a particular group or event. The Denpasar Election Supervisory Body (Bawaslu) carried out prevention and supervision of the installation of Campaign Props (APK) in the 2020 Denpasar Regional Head Election (Pilkada) guided by the provisions of Article 8 paragraph (2) of the Bawaslu Regulation (Perbawaslu) Number 17 of 2018 and Article 61 General Election Commission (PKPU) Regulation Number 10 of 2020
PERAN KEPALA DESA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PEMBAGIAN TANAH WARISAN DI DESA MAKATAKERI KABUPATEN SUMBA TENGAH
Conflict resolution in areas that still adhere to customary law involves local customary institutions, with traditional leaders providing advice and assistance to restore social relationships. Land dispute conflicts often arise in village communities due to population growth and social differences. The role of the village chief as a motivator, facilitator, and mediator is crucial in resolving conflicts comprehensively, with alternative dispute resolution through the village chief expected to be easier compared to going through the court system. The research used empirical methods with literature studies. Data were collected from primary and secondary sources through document studies, observations, and interviews. Data analysis was conducted qualitatively descriptively to provide a clear basis. The study aims to examine the role of the village chief in resolving inheritance land disputes in Makatakeri Village, Central Sumba Regency, and to study the dispute resolution system. Based on the research results, the role of the Makatakeri village chief as a mediator has been maximized for the benefit of the community, and the Makatakeri Village community prefers dispute resolution through the village chief rather than through the courts because it is considered cheaper and more satisfactory. The procedure for resolving inheritance disputes through mediation in Makatakeri Village is as follows: pre-mediation stage, mediation process stage, reaching agreement through mediation, and post-mediation stage
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Banjar tersebut antara lain adalah Banjar Bualu, Banjar Mumbul, Banjar Pande, Banjar Balekembar, Banjar Peken, Banjar Penyarikan, Banjar Celuk, Banjar Terora. Banjar Bualu memiliki potensi wisata berbasis pariwisata, seni budaya, sampai kegiatan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Potensi di bidang pariwisata ini dikarenakan letaknya sangat dekat dengan kawasan perhotelan ITDC dan juga objek wisata pantai di sekitarnya. Pada bidang perekonomian, posisi Bale Banjar Bualu yang strategis karena berada di pinggir jalan sangat bagus untuk tempat UMKM dan bisnis.
Hasil penelusuran Tim PKM terdapat beberapa permasalahan yang ada di Banjar Bualu antara lain: Pertama, umur bangunan Bale Banjar Bualu yang sudah melebihi 30 tahun sehingga terjadi kerusakan di beberapa titik sehingga dapat membahayakan civitas yang ada di dalamnya. Kedua, kebutuhan ruang terbuka saat digelarnya ritual upacara keagamaan oleh pengempon Pura Semer Kembar yang letaknya di belakang Bale Banjar Bualu. Selain itu kebutuhan ruang untuk kegiatan rapat, kesenian dan kegiatan adat. Ketiga, kebutuhan akan pemasukan tambahan untuk meringankan beban operasional Banjar Bualu.
Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain: 1) Pembuatan Perencanaan Desain Konseptual Gedung Banjar Bualu, berupa gambar konsep desain; 2) Pembuatan area terbuka sebagai palemahan ritual agama Pura Semer Kembar yang terletak di belakang Bale Banjar Bualu, selain itu kebutuhan ruang terbuka untuk kegiatan banjar seperti rapat, kesenian dan kegiatan adat; 3) Pembuatan fasilitas berupa ruko sebagai sumber pemasukan tambahan bagi Banjar Bualu untuk meringankan biaya operasional
THE ANALYSIS OF ICT-BASED MEDIA ON EFL AND STUDENTS’ PERCEPTION OF THE MEDIA USED BY THE TEACHER AT SMA DWIJENDRA DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2021/2022
This research aims to find out what kinds of ICT-based media used to teach English at SMA Dwijendra Denpasar and how is the students’ perceptions of the media used by the teacher. This research used mixed methods to achieve the objectives of this study. The data will be presented in qualitative form supported by quantitative data in detailed calculations. There were two types of data collection techniques; interviews and questionnaires. The source of the data was taken from one of English teachers and thirty-one students of IPA1 at SMA Dwijendra Denpasar. The result of this research revealed that the teacher used various ICT-based media in devices and applications that are widely available in supporting the online learning process. The application used by the teacher are WhatsApp, Google form, Google Meet, and Email. Meanwhile, the results of the questionnaire show that students' perceptions of the media used by teachers are very effective to improve students' learning competency and are able to reach learning resources in a wider scope. Therefore, it is concluded that the student's response is a positive perception. The suggestions from researchers to English teachers are to improve display media used to get better student focus and always innovate. Meanwhile, for the students, they are expected to be able to form better habits that can help improving their competencies and focus to achieve learning objectives
IMPROVING THE STUDENTS READING COMPREHENSION THROUGH SMALL GROUP DISCUSSION IN DESCRIPTIVE TEXT AT THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP DWIJENDRA DENPASAR IN THE ACADEMIC YEAR 2019/2020
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses meningkatkan pemahaman membaca siswa untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan tes dan pengamatan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas tujuh siswa SMP Dwijendra Denpasar pada tahun akademik 2019/2020. Skor rata-rata dari setiap tes digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman membaca siswa setelah tindakan dilakukan. Prosedur penelitian terdiri dari perencanaan, observasi, tindakan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diskusi kelompok kecil berhasil meningkatkan pemahaman membaca siswa. Berdasarkan data kuantitatif, penggunaan diskusi kelompok kecil membantu siswa untuk memahami teks deskriptif untuk menjadi lebih akrab dengan bahasa Inggris dan membantu mereka untuk memperkaya pengetahuan kosakata mereka. Berdasarkan data kuantitatif, nilai rata-rata siswa untuk pemahaman membaca meningkat dari 61, 13 dalam pra-tes untuk pasca-tes 170 dan pasca-tes 2 78, 06
STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK DI TEMPEK UMADEWI SUBAK JATILUWIH KABUPATEN TABANAN
Padi (Oryza Sativa.L) merupakan tanaman pangan yang sangat penting setelah gandum dan jagung sebagai makanan pokok bagi sebagian besar penduduk di Dunia terutama Asia sampai sekarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran beras organik di Tempek Umaduwi Subak Jatiluwih di Desa Jatiluwih Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dilakukan di Tempek Umaduwi Subak Jatiluwih Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode”purposive sampling”. Jumlah keseluruhan petani sebanyak 42 orang. Seluruhnya diambil sebagai responden dengan menggunakan metode sensus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sukender. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT dimana pada analisis SWOT akan didapat 2 faktor yaitu (1) Faktor Internal yaitu Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses); (2) Faktor Eksternal yatu Peluang (Opportunities) dan Ancama (Threats).
Hasil penelitian yang didapat bahwa : 1) faktor internal strategi pemasaran beras organik di Tempek Umaduwi Jatiluwih Kabupaten Tabanan dari faktor Kekuatan meliputi : menjaga kualitas produk yang baik,kesuburan lahan, pertumbuhan tanaman yang baik lahan milik sendiri. Faktor kelemahan meliputi : kurang pengetahuan, modal, harga tidak stabil,perhatian terhadap tanaman. 2) faktor eksternal strategi pemasaran beras organik di Tempek Umaduwi Subak Jatiluwih Kabupaten Tabanan dari faktor Peluang meliputi : keunikan produk, pasar modal perkembangan teknologi dan informasi, banyak pembeli/pengepul. Faktor ancaman meliputi: pesaing produk yang sama, hama dan penyakit, cuaca
E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Cahaya & Alat Optik Kelas IV SD
The purpose of this study is to develop a science e-module based on scientific approach on the topic of the cahaya dan alat optik in a fourth grade of elementary school which is valid, practical, and effective. This development study used the ADDIE with several steps; analyze, design, development, implementation, and evaluation. This study was conducted on 4th grade students in SD Dwijendra Denpasar. The data collection used rating scale, questionnaire, and essay test methods. The results of the validity test of two material expert lecturers got an average percentage of 92% with very good qualifications. The results of the validity test of two media expert lecturers got an average percentage of 90% with very good qualifications. The practicality response of the product from four homeroom teachers for grade IV SD Dwijendra Denpasar, got an average percentage of 90% with very practical qualifications. The results of the product effectiveness test based on students' understanding of science concepts got a percentage of effectiveness about 86.26% with high effectiveness criteria. Based on this analysis, it can be concluded that the development of a science e-module based on scientific approach on the topic of cahaya dan alat optik conforms to be valid, practical, and effective. Thus, the scientific approach on science e-module on the topic of the cahaya dan alat optik is appropriate to be applied in fourth grade elementary school learning
Pengembangan Kartu Kata Berbasis Brain Dance pada Pembelajaran Kosa Kata Siswa Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan media kartu kata Brain Dance pada pembelajaran kosa kata siswa. Rancangan kartu kata Brain Dance pada pembelajaran kosa kata siswa. Validitas ahli kartu kata Brain Dance pada pembelajaran kosa kata. Penggunaan instrument wawancara dan angket kemudian di analisis secara kualitatif. Pengembangan penelitian ini yaitu R&D yang berupa media pembelajaran kartu kata. Pengumpulan data digunakan yaitu wawancara, angket respon siswa dan validasi. Sedangkan analisis data digunakan untuk kevalidan media pembelajaran melaui skala likert 1-4. Hasil validasi yang diperoleh melalui kertas validasi yang sudah dicentang oleh ketiga ahli, kemudian peneliti dmenentukan kevalidannya menggunakan rumus rata-rata. Sedangkan angket respon siswa menggunakan jenis penilitian deskriptif. Analisis kebutuhan diketahui siswa menyukai media yang memiliki warna-warni yang terang. Dan dari hasil angket respon siswa 88% siswa mengatakan bahwa lebih mudah memahai pelajaran jika menggunakan media pembelajaran. Hasil validitas media pembelajaran dinilai oleh validator diantaranya materi, bahasa, desain dan didapatkan nilai 75%-95% dengan kategori valid dan sangat valid