E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TRADISI TARIK BATU KUBUR DI DESA ANA KALANG KECAMATAN KATIKU TANA KABUPATEN SUMBA TENGAH

    No full text
    Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Tradisi Tarik Batu Kubur Masyarakat Kecamatan Katiku Tana Kabupaten Sumba Tengah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana implementasi nilai- nilai Pancasila dalam tradisi tarik batu kubur di Desa Anakalang Kecamatan Katiku Tana Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam Tradisi Tarik Batu Kubur di Desa Anakalang Kecamatan Katiku Tana Kabupaten Sumba Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi tarik batu kubur masyarakat Kecamatan Katiku Tana tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yang dimana Tradisi Tarik Batu Kubur menerapkan nilai yang sesuai dengan Pancasila, yaitu terkandung Nilai Ketuhanan dimana kepercayaan terhadap Yang Mahakuasa memiliki kehendak dan yang memberikan perlindungan dan keselamatan, penerapan Nilai Kemanusiaan yang dimana mengedepankan sikap saling mengerti, menghargai, menghormati dan menjalin pola hubungan yang baik, penerapan Nilai Persatuan dimana terjalinnya dan mengedepankan kerjasama demi tujuan bersama dan melestarikan kebudayaan, penerapan Nilai Kerakyatan dimana mengutamakan musyawarah dan penerapan Nilai Keadilan sosial dimana siapa saja diperbolehkan untuk ikut serta dari kalangan manapun tanpa memandang status sosial

    Factors Causing Low Interest in Learning Science in Elementary Schools

    No full text
    The purpose of this study was to determine the cause of the low interest of students in science subjects at SDN 5 Komet Banjarbaru. The method used in this study is a descriptive method which aims to describe or describe a situation in a place where it is now. The object of this research is the factor that causes the students' low interest in learning about science subjects at SDN 5 Komet Banjarbaru. The subjects in this study were the fifth grade students of SDN 5 Komet Banjarbaru who were used as a source of information needed in collecting research data. The population in this study amounted to 60 students and the sampling technique in this study used purposive sampling. The sample in this study were 20 fifth grade students at SDN 5 Komet Banjarbaru. Some students said that external factors caused the students' low interest in learning science subjects at the Komet 5 Banjarbaru State Elementary School 50% of the external factors caused the students' low interest in learning science subjects at the Banjarbaru 5 Komet State Elementary School, while 21% small external factors caused the low interest of students in learning science subjects at the State Elementary School 5 Komet Banjarbaru

    IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menganalisis keefektifan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa SD. Peneliti menganalisis beberapa jurnal elektronik yang membahas tentang Implementasi Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD. Model pembelajaran Pendekatan santifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, menumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sehingga pemerintah menganjurkan bagi para pendidik untuk menggunakan pendekatan ini ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan pendekatan saintifik. Salah satunya adalah model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran ini menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pengalaman belajar secara aktif. Dalam prosesnya, model pembelajaran ini akan membimbing peserta didik untuk menemukan dan mengemukakan gagasan terkait topik yang dipelajari. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode meta analisis. Metode penelitian ini menganalisis sebanyak enam jurnal elektronik yang dipublikasikan dari lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan kesimpulan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir ilmiah, meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dan efektif meningkatkan literasi sains siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi tenaga pendidik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang tepat dan bermakna bagi siswa

    DAMPAK PENGGUNAAN SELEBGRAM DAN SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SAMMA KOPI TABANAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak penggunaan selebgram dan sosial media marketing terhadap minat beli konsumen di Samma kopi Tabanan. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen kedai kopi “Samma Kopi”. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 65 orang. Jenis datanya terdiri dari data kuantitatif, sumber datanya adalah data primer dan sekuner. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif yakni menggunakan analisis data dengan  SPSS versi 26 for Windows yang meliputi 1) regresi linier berganda, 2) Uji signifikansi regresi secara parsial (Uji t), 3) Uji signifikansi regresi secara simultan (Uji F), 4) Analisis koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial selebgram memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen di Samma Kopi Tabanan. Sosial media marketing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen di Samma Kopi Tabanan. Secara Bersama-sama selebgram dan sosial media marketing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen di Samma Kopi Tabanan

    PERANAN RUMAH DETENSI IMIGRASI DENPASAR DALAM MENANGANI PENGUNGSI LUAR NEGERI

    No full text
    Pengungsi merupakan masalah yang sudah cukup lama ada di dunia ini. Permasalahan ini juga menjadi sorotan bagi masyarakat Internasional, karena ini berkaitan dengan permasalahan kemanusiaan, yaitu Hak Asasi Manusia sehingga bisa disebut HAM. Pada prinsipnya perlindungan pengungsi ini adalah tanggung jawab dari setiap negara. Namun untuk negara yang meratifikasi konvensi 1951 memiliki tanggungjawab yang lebih besar yang memberikan perlindungan terhadap pengungsi. Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri sesuai dengan Peraturan Presiden No. 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Dan menggunakan jenis penelitian empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia, baik perilaku verbal yang didapat dari wawancara maupun perilaku nyata.Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa Penanganan pengungsi oleh Rumah Detensi Imigrasi Denpasar telah sesuai dengan Peraturan Presiden No.125 Tahun 2016, penanganan pengungsi memang perlu menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat pengungsi bukan hanya tugas Rudenim Denpasar untuk penanganannya bila merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Dalam Peraturan Presiden tesebut Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai peranan khusus dalam pengawasan keimigrasian yang dilaksankan pada saat ditemukan, ditempat penampungan, diluar tempat penampungan, pemberangkatan ke negara ke tiga, pemulangan sukarela dan pada saat pendeportasian. Refugees are a problem that has existed in this world for a long time. This issue is also in the spotlight for the international community, because it is related to humanitarian issues, namely human rights so that they can be called human rights. In principle, the protection of refugees is the responsibility of every country. However, countries that ratify the 1951 convention have greater responsibilities that provide protection for refugees. Handling of Refugees from Overseas in accordance with Presidential Regulation No. 125 of 2016 concerning Handling of Refugees from Overseas. This study uses an approach and implementation approach at the Denpasar Immigration Detention Center. And using the type of empirical research, which is a legal research method that uses empirical facts taken from human behavior, both verbal behavior obtained from interviews and real behavior. The results of the study conclude that the handling of refugees by the Denpasar Immigration Detention Center is in accordance with Presidential Regulation No. 125 of 2016, handling refugees needs to be a concern of various parties, considering that it is not only the task of the Denpasar Rudenim to handle when referring to Presidential Regulation No. 125 of 2016 Handling Refugees from Overseas In the Presidential Regulation, the Directorate General of Immigration has a special role in immigration supervision which is carried out at the time of discovery, at shelters, outside of shelters, departure to third countries, voluntary return and at the time of deportation

    PENYELESAIAN SENGKETA JUAL BELI TANAH WARIS DI DUSUN PRINGALOT KECAMATAN RENDANG KABUPATEN KARANGASEM

    No full text
    Tanah merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat mendasar. Begitu pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, maka setiap orang akan selalu berusaha memiliki dan menguasainya. Dengan adanya hal tersebut maka dapat menimbulkan suatu sengketa tanah di dalam masyarakat. Sengketa tersebut timbul akibat adanya perjanjian antara 2 pihak atau lebih yang salah 1 pihak melakukan wanprestasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dasar hukum penjualan tanah waris di dusun Pringalot kecamatan Rendang kabupaten Karangasem dan bagaimanakah cara penyelesaian tanah waris yang sudah terjual namun belum mendapat persetujuan dari ahli waris di dusun Pringalot kecamatan Rendang kabupaten Karangasem. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan dasar hukum penjualan tanah waris di Dusun Pringalot Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem yaitu harus adanya itikad baik dari penjual dan pembeli sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria serta harus juga memasukkan klausu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1973 tentang Ketentuan-ketentuan Mengenai Tatacara Pemberian Hak Atas Tanah, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Sedangkan penyelesaian tanah waris yang telah terjual namun belum mendapat persetujuan di Dusun Pringalot Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem adalah penyelesaian lewat gugatan perdata atas dasar perbuatan melawan hukum dan meminta agar diserahkan kepadanya segala haknya atas harta peninggalan beserta segala hasil, pendapatan, dan ganti rugi. Land is a very basic human need. Once the importance of land for human life, then everyone will always try to own and control it. With this, it can cause a land dispute in the community. The dispute arises as a result of an agreement between 2 or more parties in which one of the parties is in default. The formulation of the problem in this study is what is the legal basis for selling inheritance land in Pringalot hamlet, Rendang sub-district, Karangasem district and how to settle inherited land that has been sold but has not received approval from the heirs in Pringalot hamlet, Rendang district, Karangasem district. The type of research used in this research is empirical. Based on the results of this study, it can be concluded that the legal basis for the sale of inherited land in Pringalot Hamlet, Rendang District, Karangasem Regency, namely that there must be good faith from the seller and buyer in accordance with the applicable laws and regulations, in this case the Civil Code, Law Number 5 1960 concerning Basic Regulations on Agrarian Principles and must also include a clause in the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 5 of 1973 concerning Provisions Regarding Procedures for Granting Land Rights, Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration and Government Regulation Number 37 of 1998 concerning Regulation of the Position of the Land Deed Maker Official. Meanwhile, the settlement of inheritance land that has been sold but has not received approval in Pringalot Hamlet, Rendang District, Karangasem Regency is a settlement through a civil lawsuit on the basis of an unlawful act and requests that all rights to the inheritance be handed over to him along with all proceeds, income, and compensation. &nbsp

    STRATEGI KOMUNIKASI KONSULAT JENDERAL REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR-LESTE DALAM MEMPROMOSIKAN SENI DAN BUDAYA TIMOR LESTE DI BALI

    No full text
    Seni dan budaya yang pada suatu negara yang awalnya di pegang teguh dan dijaga, kini sudah hampir punah. Salah satunya adalah Timor Leste.Timor-Leste melakukan hubungan bilateral dengan Indonesia, sehingga didirikanlah Konsulat di beberapa provinsi di Indonesia, salah satunya bertempat di denpasar Bali. Konsulat Jenderal bertujuan melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan negara penerima. Meskipun Timor Leste memiliki keanekaragam seni dan budaya, namun masih banyak masyarakat luar yang belum mengetahui informasi mengenai seni dan budaya yang ada di Timor Leste. Dalam Penelitian Yang Berjudul “ Strategi Komunikasi Konsulat Jenderal Republik Demokratik Timor Leste Dalam Mempromosikan Seni Dan Budaya Timor Leste di Bali” ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan subjek penelitian Wakil Konjen Hugo Immanuel Garcia S.I.Kom dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriftif kualitatif. Untuk menerapkan Strategi Komunikasi Dalam Mempromosikan Seni dan Budaya, ada beberapa langkah yang dilakukan. Langkah-langkah tersebut yaitu menentukan komunikator, menyusun pesan, melalui media apa, komunikan, efeknya bagaimana dan bagaimana feedbacknya. Hasil Penelitian dapat disimpulkan dengan cara memaksimalkan promosi melalui pemberitahuan kepada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Bali, melalui beberapa media yang digunakan untuk mempromosikan seni dan budaya dan mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat.   This study discusses the Communication Strategy of the Consulate General of the Democratic Republic of Timor-Leste in promoting the arts and culture of East Timor in Bali. Namely the Consulate General of the Democratic Republic of Timor Leste as a country that wants to carry out bilateral and multilateral relations and also with respect to the respective stipulations of laws that apply to each country in order to establish cooperation with the establishment of representatives in every province in Indonesia receiving and receiving them so that they can communicate through the representative. In the agreement between the two countries of Timor Leste and Indonesia, especially Bali, every year they take part in an event (exhibition) by promoting various types of arts and culture. As the basis of this research, the theory used is the theory of Communication and Promotion Strategy. This theory helps researchers in finding out more about communication strategies in promoting and strengthening research results. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data collection method used in this research consisted of in-depth interviews. To implement the Communication Strategy of the Consulate General of the Democratic Republic of Timor Leste in Promoting Arts and Culture, there are several steps that must be taken. These steps are determining the communicator, compiling the message, through what media / channel, to whom ( communicant) , the effect / how the response and how the feedback

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Number Head Together (NHT) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    Berdasarkan observasi pada mata pelajaran IPS di MTs Ash-shiddiqiyyah Cempaka Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Pembelajaran berfokus pada guru sedangkan siswa hanya duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi yang disampaikan sehingga siswa tidak mempunyai motivasi terlihat pada hasil belajar yang kurang memuaskan atau belum mencapai nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM). Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT)

    Language Function As A Support To Teachers’ Professionalism

    No full text
    ABSTRACT: This study seeks to determine the functions of language for the professionalism of teachers who must communicate and convey information or material to students. This study employed a qualitative methodology. This research was conducted in schools located in Denpasar, Bali, with teachers as its subjects. The language functions utilized by the teacher can be mapped as follows: 44 phatic functions (23%), 34 metalingual functions (18%), 34 referential functions (18%), 34 conative functions (18%), 25 emotive functions (13%), and 19 poetic functions (10%). From the results of the study, it can be concluded that language functions in their professionalism as teachers, namely a phatic function that facilitates socialization and interaction between teachers and students; a metalingual function that teaches students the vocabulary they have not yet mastered; a referential function plays a role in conveying topics, information, or material to students; a conative function allows teachers to instruct something to students; an emotive function serves to motivate or develop relationships between teachers and students; and a poetic function plays a role for teachers who need poetic or aesthetic language when providing examples of poetry or other literary works. Keywords: Language Function, Professionalism, Teacher

    KEDUDUKAN PENERIMA FIDUSIA DALAM PEMBEBANAN JAMINAN FIDUSIA YANG DIBUAT DENGAN AKTA DIBAWAH TANGAN: KEDUDUKAN PENERIMA FIDUSIA DALAM PEMBEBANAN JAMINAN FIDUSIA YANG DIBUAT DENGAN AKTA DIBAWAH TANGAN

    No full text
    Abstract In the practice of banking, material guarantees are preferred by banks, one type of material guarantee known in positive law is fiduciary guarantees, as guarantee institutions for movable objects. In banking practice, fiduciary guarantees cannot be separated from credit problems. As a material guarantee in banking practice, fiduciary guarantees are very popular and popular because they provide benefits for people who need funding/credit for small and medium-sized communities. The problems that will be discussed in this study are: 1) Does the imposition of a fiduciary guarantee with an underhand deed have binding power? and 2) What is the position of the recipient of the fiduciary guarantee in the case that the imposition of the fiduciary guarantee is made with a private deed?The research method used in this paper is an empirical legal research method, namely legal research based on the results of field research on a predetermined research object. Then it is associated with statutory provisions based on a normative study by examining a legal product based on theories and legal principles directly, in order to obtain material truth in order to obtain improvements in the preparation of this research.The results of this study are: 1) The imposition of an authentic deed guarantee, namely a notary deed. The imposition of a fiduciary guarantee which is only made with a deed under the hand does not have binding power, because it contains a cause that is prohibited or not in accordance with the provisions of the law, 2) The position of the recipient of the fiduciary guarantee in the case of the imposition of a fiduciary guarantee made in a deed under the same hand position with an authentic deed, as long as there are no problems or defaults

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇