E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    Criminal Sanctions Against Theft With Violance

    No full text
    Talking about theft with violence, whether it concerns the case, its impact, or the relationship between the perpetrator and the victim of the crime must be based on and have a background in social, cultural, economic, and community structures. The type of research used in this research is normative research. Based on the discussion in the previous chapters, several conclusions can be drawn, namely: 1) Evidence of the elements of the criminal act of theft with violence, in this case it has provided the achievements of the applicable law, both in the handling process to the investigation and decision or punishment. imprisonment according to the mandate in Article 365 of the Criminal Code. Regarding theft which is preceded, accompanied or followed by violence or threats of violence, with the threat of imprisonment for fifteen years. 2) The provision of criminal sanctions against perpetrators of theft with violence above, in terms of giving this sanction, is based on the results of evidence from the elements of the criminal act of theft with violence, as has been done by investigators or law enforcement to give a verdict or punishment. to the perpetrator in accordance with Article 365 of the Criminal Code with a prison sentence of 15 years in prison

    KOMUNIKASI KELOMPOK PENDAMPING DESA WUJUDKAN ASET LOKAL DESA SECARA EMANSIPATORIS

    No full text
    Membangun Indonesia dari pinggiran serta mensejajarkan pembangunan antara di perkotaan dan perdesaan merupakan impian setiap pemimpin. Namun, implementasi hal tersebut mengalami berbagai kendala. Menghadapi masyarakat desa dengan berbagai latar belakang pendidikan, mata pencaharian, usia maupun kepentingan berbeda tidaklah mudah. Diperlukan metode komunikasi yang humanis dan efektif dalam mengajak partisifasi masyarakat untuk membangun desa dengan memanfaatkan aset desa demi kepentingan mereka, sehingga masyarakat desa mampu mewujudkan desa yang mandiri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalaman, sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dan variable yang terbatas. Data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik random atau probability sampling. Hasil penelitian menunjukan komunikasi kelompok yang dilakukan para Pendamping Desa mampu meyakinkan masyarakat untuk menggali potensi serta memanfaatkan aset desa demi terwujudnya kemandirian desa. Masyarakat mulai dilibatkan bersama pemerintah dalam membangun desanya sendiri.   Indonesian development from the periphery and aligning development between urban and rural areas is the dream of every leader. However, the implementation of this has encountered various obstacles. Dealing with rural communities with various educational backgrounds, livelihoods, ages and interests is not easy. Humanist and effective communication methods are needed in inviting community participation to build villages by utilizing village assets for their interests, so that rural communities are able to create independent villages. This study uses qualitative research that emphasizes the breadth of information, not depth, so this method is suitable for use with a wide population and limited variables. Sample data taken from the population by random or probability sampling technique. The results showed that the group communication carried out by the Village Facilitators was able to convince the community to explore the potential and utilize village assets for the realization of village independence. The community began to be involved with the government in building their own village

    STRATEGI PENYIARAN RADIO KOMUNITAS DWIJENDRA DALAM MEMPEROLEH PENDENGAR DARI KALANGAN REMAJA

    No full text
    Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat masyarakat terutama di kalangan remaja harus menguasai media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan lainnya. Bahkan, masyarakat tidak lepas dari media yang ada termaksud di dalam kalangan remaja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi penyiaran Radio Komunitas Dwijendra untuk menarik minat pendengar dari kalangan remaja yang bertujuan untuk mengetahui strategi penyiaran Radio Komunitas Dwijendra dalam menarik minat pendengar dari kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan Teknik deskriptif kualitatif. Pendekatan analisi yang dilakukan ialah pendekatan analisis induksi dimana peneliti sudah memiliki hipotesis sebelum mengobservasi ke Radio Komunitas Dwijendra, lalu diperkuat dengan hasil wawancara kepada subjek peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi kesesuaian, pembentukan kebiasaan, pengontrolan arus pendengar, penyimpanan sumber-sumber program, dan daya penarik massa. Strategi yang digunakan ialah membuat program acara radio sebaik mungkin sesuai dengan survey yang telah dilakukan pada para pendengar setia untuk menarik minat pendengar. Salah satu program acara yang dapat menarik perhatian pendengar adalah Request Line pada program acara warna-warni asia, Lentera Dwijendra yang merupakan request lagu di tahun 1980-2000an. CEMARA (Cerita Malam Radio). Serta Dwijendra Musik Hits. Strategi ini memberikan hasil kurang lebih memiliki 5 pendengar setia, sehingga setiap harinya Radio Komunitas Dwijendra memiliki 25 orang pendengar setia.   The development of increasingly advanced technology makes people especially teenagers, have to master social media such as Instagram, TikTok, Facebook, and others. In fact, society cannot be separated from the existing media, especially among teenagers. The research had a problem formulation, namely how the strategy in broadcasting Dwijendra Community Radio is to attract listeners from among teenagers which aims to find out the broadcasting strategy of Dwijendra Community Radio in attracting listeners from among teenagers. This research used a qualitative method. Research data obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis used descriptive qualitative technique. The analytical approach used was an induction analysis approach where the researcher already had a hypothesis before observing the Dwijendra Community Radio, then it is strengthened by the results of interviews with the research subjects. The strategy used was the strategy of conformity, habit formation, controlling the flow of listeners, storing program resources, and attracting mass. The result of the strategy used by Dwijendra Community Radio was to make the best possible radio program according to a survey that has been conducted on loyal listeners to attract listeners, especially teenagers. One program that can attract listeners' attention was to provide a Request Line for the colorful Asian program, Lentera Dwijendra program which was a song request in the 1980-2000s. CEMARA (Cerita Malam Radio), And Dwijendra Music Hits. This strategy resulted in having approximately 5 loyal listeners, so that every day, Dwijendra Community Radio had 25 loyal listeners

    Merdeka Belajar Dan Kampus Merdeka Dalam Menyongsong Link And Match Dunia Pendidikan

    No full text
    Konsep link and match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi Pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Sehing kerjasama antara pendidikan tinggi dangan dunia kerja professional perlu dilakukan. Melalui Kerjasama fungsional link and match Pendidikan tinggi dan dunia kerja professional secara konseptual akan memiliki peluang yang cukup besar untuk melahirkan lulusannya menjadi calon tenaga kerja yang professional. Dalam rangka mengantisipsi masalah tersebut Kemendikbud istek, mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan harapan Pendidikan tinggi dapat menjadi pionir dalam membangun calon tenaga kerja yang professional. Dalam konsep MBKM memperkenalan mahasiswa sedini mungkin dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, membangun kreatifitas serta inovasi mahasiswa. Kebijakan MBKM diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi, yang dianggap belum kompeten dan kopetitif Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualititatif adalah cara yang digunakan untuk menjawab masalah dari penelitian berkaitan dengan data berupa narasi yang sumbernya berasal dari wawancara, pengamatan, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep MBKM memberikan peluang yang sangat besar dalam pembentukan kompetensi lulusan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang profesional

    Implementasi Manajemen Strategik Dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Baru Di Universitas Dwijendra

    No full text
    Kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat hampir semua perguruan tinggi swasta khususnya di Bali mengalami penurunan jumlah mahasiswa. Hal ini disebabkan banyaknya orang tua dari calon mahasiswa mengalami pemutusan hubungan kerja. Di satu sisi jumlah mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan implementasi manajemen strategik dalam pengelolaan perguruan tinggi dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen strategik yang diterapkan di Universitas Dwijendra dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru mulai dari perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi kepustakaan. Tahapan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses manajemen strategi yang diterapkan oleh Universitas Dwijendra dalam meningkatkan jumlah mahasiswa baru terdiri dari perumusan strategi yang diawali dengan analisis SWOT, kemudian dirumuskan alternatif strategi yang bisa diimplementasi antara lain: 1) promosi melalui media online dan offline; 2) mengadakan kegiatan lomba bagi siswa SMA/SMK baik tingkat provinsi maupun nasional; 3) kerjasama dengan pemerintah desa di wilayah Bali bersamaan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; 4) keringanan biaya pendaftaran awal dan pendaftaran kembali; 5) pemberian reward/penghargaan bagi civitas akademika yang berhasil mendaftarkan mahasiswa baru; 6) kemudahan proses pendaftaran; dan 7) pemberian bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu dan program studi langka peminat. Evaluasi dari implementasi strategi dilakukan melalui rapat evaluasi rutin setiap dua minggu sekali yang melibatkan pimpinan dengan tim promosi, tim kreatif dan pimpinan fakultas serta program studi

    FITUR DESAIN PADA APLIKASI ZOOM SEBAGAI PENDUKUNG KONSULTAN ARSITEKTUR DI ERA PANDEMI

    No full text
    Since 2020, the Covid-19 pandemic has made “work from home” regulation implemented in almost all Indonesian companies to prevent the transmission of the virus among workers. Companies including architectural consultants then use online video conference applications such as Zoom to support coordination in work in the pandemic era. Architectural consultants used into conventional methods such as direct discussions, sketches, or  drawing discussion with printed documents are then required to adapt to online media. The purpose of this study is to determine the design features of the Zoom application that are able to support the productivity of architectural consulting firms. This research provides information for architecture consultants to find out the types of design features can be used during online conferences. The method in this study is a descriptive qualitative, where the researcher observes the use of the Zoom on an architectural consultant and analyzes its suitability with the needs of an architectural consultant. This research shows that design features in the Zoom application such as screen share, whiteboard and file sharing are effective to help architectural consulting firms work in the pandemic era

    DISTRIBUSI PEMASARAN SAYUR BUNGA KOL (Brassica Oleracea) DI DESA BATURITI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN

    No full text
    Indonesia memiliki iklim yang mendukung untuk pengelolaan usahatani, seperti tanaman hortikultura termasuk sayur bunga kol. Bali merupakan pulau yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam kesejahteraan kehidupan penduduk masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Strategi pemasaran sayur bunga kol di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dan untuk mengetahui kendala pemasaran Sayur bunga kol di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Responden dalam penelitian ini adalah petani sayur bunga kol sejumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumen dan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pemasaran tetap memperhatikan 4 P, yaitu product (produk) price (harga), place (distribusi pemasaran produk) dan promotion (promosi produk) dan beberapa kendala yang di hadapi oleh petani di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan adalah fluktuasi harga di pasar (tingkat konsumen), pembayaran yang tidak tunai, bertambahnya perusahan yang baru sebagai pesaing, terbatasnya kepastian untuk melakukan peningkatan promosi dan terbatasnya produk. Saran dari penelitian ini ialah selalu menjaga dan tetap meningkatkan kualitas produk Sayur bunga kol yang di tawarkan kepada masyarakat agar tetap mempertahankan kepuasan pelanggan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ATTENTION RELEVANCE CONFIDENCE SATISFACTION (ARCS) BERBANTU MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS V SD NEGERI 21 DANGIN PURI DENPASAR

    No full text
    Membaca membuat individu dapat meningkatkan kecerdasan, mengakses informasi dan juga memperdalam pengetahuan dalam diri seseorang. untuk itu, minat membaca pada anak hendaknya di kembangkan sejak dini. Minat baca siswa yang dibangun pada usia dini dapat dijadikan landasan bagi berkembangnya budaya baca dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran ARCS berbantu media gambar dalam meningkatkan minat baca siswa kelas V SD Negeri 21 Dangin Puri Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari pelaksanaan, perencanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 19 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes, observasi, wawancara dan kuesoner minat baca. Analisis data menggunakan skala likert. Jenis data yang diperoleh dari hasil penelitian ini ialah data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil-hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran ARCS berbantu media gambar dapat meningkatkan minat baca siswa kelas V SD Negeri 21 Dangin Puri Denpasar. Hal ini terlihat pada siklus I minat baca siswa tergolong “cukup tinggi” dengan skor rata-rata 69,26. Pada siklus II, skor rata-rata minat baca siswa terjadi peningkatan 11,05 menjadi 80,31 dengan kategori “tinggi”

    KONSELING ADIKSI NARKOBA DENGAN MENERAPKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL

    No full text
    According to BNN (Badan Narkotika Nasional) data, Bali has 1,8 prevalencies of drugs victims, it mean that there are over then fivty thousand of drugs victims in Bali. To handle this problem, rehabilitation programme is really needed. In all those rehabilitation programme there is call a addiction counseling. Addiction counseling is a process to giving advice or information to handling problem using drugs that can couse illness and addicted. Indicator of interpersonal communication that was implemented in addiction counseling are listening, focus on messege, eye contact, touch, self-disclosure, and motivation

    Character Education Values Of Batik Tulis At Widya Batik Ubud, Bali

    No full text
    This study aims to determine the values ​​of character education implicit in Batik Tulis at Widya Batik Ubud, Bali. There are two Batik studied, namely the work entitled Bunga Lotus and Mandala Yoga. The method used in this research is qualitative. Data collection methods used are documents, interviews, and observations. While the data collection techniques used are the card and note technique. And the data analysis methods used include data identification, data reduction, data presentation and processing, and concluding. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are four values ​​of character education of Batik Tulis at Widya Batik Ubud, Bali, namely religious values, environmental care values, creative values, and peace-loving values

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇