E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS Berbasis Problem Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan berpikir kritis dan kemandirian siswa melalui pengembangan LKPD berbasis problem base learning pada muatan IPAS tentang materi Panas dan Perpindahannya tema 6 kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Depelovment ) model ADDIE, yang meliputi lima tahapan, yaitu : Analyze, Design, Depelovment, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah LKPD berbasis problem base learning, sedangkan objek penelitian adalah Validitas dan kepraktisan LKPD berbasis problem base learning.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner di beberapa sekolah yang berada di Gugus RA Kartini Kecamatan Denpasar Barat. Adapun produk hasil pengembangan divalidasi oleh tiga pakar yaitu ahli materi dan ahli media pembelajaran. Hasil validasi dianalisis dengan formula Gregory dan diperoleh koefisien validitas isi sebesar nilai 0, 82 yang berarti sangat tinggi atau dalam kualitas sangat baik dalam kategori valid. Hasil pengembangan LKPD menunjukan validitas dari segi materi 0,82 dalam katagori sangat tinggi, validitas dari segi media 0,78 dalam katagori tinggi. Rata-rata skor validitas LKPD secara keseluruhan yaitu 0,8 . Hasil respon guru diperoleh skor 97,5% dalam kualifikasi sangat praktis dan respon siswa berdasarkan persentase tingkat ketuntasan siswa diperoleh 90,6%. Hal ini menunjukkan LKPD berbasis problem base learning memenuhi kriteria sangat valid, sangat praktis dan layak digunakan dalam pembelajaran oleh guru dan siswa
PEMANFAATAN OLAHAN BUAH SUKUN TERHADAP PENINGKATAN NILAI TAMBAH UMKM DI DESA PONGNARANG KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Pengolahan Hasil pertanian bisa meningkatkan UMKM daerah. Beberapa hasil tani yang diolah dengan maksimal bisa digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Beberapa hasil tani yang dianggap tidak terlalu berguna semestinya bisa dipelajari untuk bisa diolah menjadi produk apa saja dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan pemanfatan seperti ini tidak ada hasil tani yang dibuang percuma, namun lebih menghasilkan pendapatan yang lebih banyak. Buah sukun menjadi salah satu hasil tani yang kurang diolah secara maksimal di pertanian Desa Pongnarang. Dan kendala yang ada pada daerah ini juga yaitu kondisi ekonomi dalam masyarakatnya yang kurang meningkat secara signifikan. Dengan maslah yang ada ini, pengolahan buah sukun ini bisa menjadi salah satu jalan keluar atau pemecahan masalah dari kondisi ekonomi yang ada. Pemanfaatan buah sukun yang sudah dilakukan di berbagai kota besar, dimana buah sukun ini diolah menjadi beberapa produk olahan dan dijual dengan nilai yang lebih tinggi. praktik pengolahan buah sukun ini dilakukan dengan maksimal di Desa Pongnarang ini, sehingga hasil nilai jual dari produk olahan sukun ini bisa menjadi batu loncatan dalam meningkatkan Kondisi ekonomi di Desa Pongnaran
PENEGAKAN HUKUM DALAM PROSES PENYELESAIAN KASUS PENGGELAPAN KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH BALI
Motor vehicle embezzlement is a form of crime that has increasingly occurred in Indonesia, including in the Bali region. This embezzlement not only causes financial losses to vehicle owners but also negatively impacts the sense of security and public trust in law enforcement institutions. The aim of this research is to explain and discuss the law enforcement process in handling motor vehicle embezzlement cases within the jurisdiction of the Bali Regional Police, as well as the obstacles and efforts in law enforcement during the resolution of these cases. The type of research used is empirical research with a descriptive approach, collecting primary data through interviews and documentation, as well as secondary data in the form of legal materials. The analysis used is qualitative analysis. The results of this study indicate that law enforcement against motor vehicle embezzlement at the Ditreskrimum Bali Police has not been effective, as evidenced by the high number of recurring cases with no deterrent effect on the perpetrators. The main obstacles include a lack of evidence, limited CCTV footage, and organized criminal networks. The lack of public information also hinders the handling process. Efforts made include improving the quality of investigations, utilizing technology, training officers, and fostering inter-agency cooperation. Socialization to the public is also important to increase awareness and participation in crime prevention, as well as to assist authorities in tracking down perpetrators and evidence
PENERAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL STAF KOPERASI DALAM MEMBERI LAYANAN KEPADA NASABAH PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM CATUR PUTRA MANUNGGAL DI DENPASAR
Komunikasi interpersonal memegang peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam meningkatkan keberhasilan komunikasi maka diperlukan adanya pelaksanaan dan penerapan komunikasi interpersonal yang efektif guna menunjang kinerja didalam sebuah organisasi seperti koperasi. Maka dari itu pentingnya mengetahui bagaimanakah penerapan komunikasi interpersonal staf koperasi dalam memberi layanan kepada nasabah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yaitu; staf bagian akuntansi, staf bagian dana dan staf bagian pinjaman. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi partisipan serta, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan komunikasi interpersonal pada Staf Koperasi Simpan Pinjam Catur Putra Manunggal Denpasar, Staf Koperasi telah menerapkan lima indikator yaitu Keterbukaan (Openness) memberikan informasi secara terbuka, Empati (Empathy) menerapkan pelayanan secara humanis, Sikap Mendukung (Supportiveness) saling menjaga satu sama lain, Sikap Positif (Positiveness) tidak mencurigai sesama rekan kerja, dan Kesetaraan (Equality) memberi perlakuan secara adil. Penerapam komunikasi interpersonal sudah direalisasikan oleh Staf Koperasi sehingga dapat memberikan layanan yang maksimal terhadap nasaba
The Correlation Between Intrinsic Motivation and Students’ Reading Comprehension at Information Systems Study Program of Universitas Muhammadiyah Riau
This research aims to examine the relationship between intrinsic motivation and reading comprehension skills of Information Systems Study Program students at Muhammadiyah Riau University. The research used a quantitative approach with a sample of 62 randomly selected students. The instruments used included an intrinsic motivation questionnaire based on the Motivation Reading Questionnaire (MRQ) and a reading ability test based on TOEFL standards. Data were analyzed using Kolmogorov-Smirnov normality test and Pearson Product Moment correlation. The results showed a weak but statistically significant positive relationship (r = 0.367, p < 0.05) between intrinsic motivation and reading comprehension ability. The findings confirmed the importance of intrinsic motivation in supporting the engagement and development of reading ability, but also showed that other factors such as language skills and reading strategies play a role in comprehending technical texts. The implication of this research is the importance of developing learning strategies that integrate motivation with technical elements to improve students' reading ability holistically
The Role of English Proficiency in Supporting Academic Achievement and Career Opportunities of University Students
This study aims to explore the role of English proficiency in supporting academic careers, with a particular focus on students at the University of Muhammadiyah Riau. As English is a global language crucial for academic and professional success, this study examines its impact on students' academic performance and career opportunities. The research employs a quantitative approach using a questionnaire to assess students' English proficiency and its relationship with their academic success. The data analysis technique uses in this research is correlation analysis with the Corrected Item-Total correlation formula. The results of research on 20 student respondents showed a strong positive correlation between English proficiency and academic achievement, particularly in reading and writing skills, which were linked to higher GPAs and active participation in academic activities. However, lower speaking proficiency indicates a need for further development in oral communication skills. This study underscores the importance of English proficiency for academic success and career advancement, suggesting that enhancing students' speaking abilities could improve their overall academic and professional outcomes. Further research with a larger sample size is recommended to enhance the generalizability of these findings
Non-English Major Students’ Interest on Applying Speaking In Daily Life
This study aims to investigate the factors influencing non-English major students' interest in applying their english speaking skills in daily life. The research focuses on Chemical Engineering students of the University of Muhammadiyah Riau, Class of 2024. Utilizing a quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire using a 5-point Likert scale, which measured students' interest in speaking English outside the classroom. A sample of 45 students was selected through random sampling from a population of 51, with results showing that 81% of respondents expressed an interest in using English in their daily interactions. The study identifies key factors affecting students' speaking interest, including self-confidence, social environment, and motivation. Results suggest that a supportive environment and intrinsic and extrinsic motivations significantly influence students' willingness to speak English. However, challenges such as lack of confidence and fear of making mistakes remain significant barriers. The study highlights the need for targeted interventions to foster practical English use and bridge the gap between academic learning and real-world communication. These findings contribute to the development of more effective strategies for encouraging non-English major students to apply their English skills in everyday life
Measuring The Quality of Learning Services in Relation to Students’ Loyalty Towards Learning Quality The Teacher Profession Education Program
This study aims to test the model of whether there is a direct influence of academic and non-academic service quality on loyalty through student satisfaction as a mediating variable of Teacher Profession Program students in Widya Dharma University (PPG Unwidha). Service quality is measured using Service Quality. The research design uses a multivariate quantitative method. The hypothesis is formulated using a test of the influence of independent variables and the influence of intervening variables. The research population is all Teacher Profession Education (PPG) students of Unwidha who have received learning services. The sampling technique for respondents is through purposive sampling of 120 PPG students in the Faculty of Teacher Training and Education of Unwidha. Confirmation of the quality of higher education services consisting: (a) learning structure, in the form of physical learning facilities, the ability of lecturers and educational staff involved, (b) process, including all academic administration activities, the quality of mid-semester exam activities, the quality of final exam activities, the quality of practicums and the concern of educational staff for problems that arise in students (c) learning outcomes, including student evaluation of the benefits of the learning model applied by lecturers to students. The test results obtained the conclusion that the academic service quality dimension has a dominant influence and there is an influence of intervening variables on student loyalty. This finding spurs the PPG program at Unwidha to continue to improve service quality. Increasing the quality of learning services will lead to the creation of competitive advantage and loyalty to the Unwidha PPG institution in the future
Makna Kurikulum Merdeka bagi Guru dan Siswa: Pendekatan Fenomenologis
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan Kurikulum Merdeka sebagaimana dipahami oleh 10 guru dan 40 siswa sekolah dasar (SD) yang berlokasi di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikolaborasikan dengan metode fenomenologi. Dalam penelitian difokuskan pada pengalaman subjektif para pelaku pendidikan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secara mendalam dilengkapi dengan observasi partisipatif, dan juga analisis dokumen. Kemudian data yang diperolah dilakukan analisis secara mendalam dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama yang saling berkaitan satu sama lain. Pertama, Kurikulum Merdeka dimaknai sebagai ruang kebebasan pedagogis yang memberi fleksibilitas dalam mendesain pembelajaran yang sesuai konteks dan realitas siswa. Kedua, pelaksanaannya masih berhadapan dengan tantangan, terutama terkait keterbatasan pemahaman konsep, minimnya pelatihan, serta kesiapan yang belum merata. Ketiga, kurikulum ini mendorong pergeseran relasi antara guru dan siswa menuju pola interaksi yang lebih setara, dialogis, dan manusiawi. Temuan ini menunjukkan, bahwa makna Kurikulum Merdeka tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman, konteks institusional, dan dinamika sosial di ruang kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sistemik dan refleksi pedagogis dalam memastikan implementasi kurikulum yang bermakna dan berkelanjutan di SD Kecamatan Buleleng
Penggunaan Metode Pembelajaran Berbasis Mind Mapping dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Swasta Karya Wisata
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini guna menganalisis bagaimana peningkatan hasil belajar siswa di SMAS Karya Wisata dengan menggunakan metode mind mapping, dengan jenis penelitian kualitatif. Mind mapping merupakan salah satu alternatif metose pembelajaran yang dipilih guru sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa dengan memperoleh suatu nilai merupakan pengertian daripada hasil belajar (Dimyati, Dkk, 2009). Menurut Hamalik (2008) Hasil belajar adalah perubahan sikap selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Menurut Penelitian yang telah dilaksanakan, berdasarkan analisis data dan kajian dalam pembahasan, Peneliti mengambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran mind mapping di SMA Karya Wisata hasil belajar siswa mengalami peningkatan