E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
DESAIN PARKIR GEDUNG KULIAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan adalah salah satu program studi yang ada di Universitas Palangka Raya. Gedung Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Palangka Raya terletak di jalan B.kotin dan merupakan salah satu bangunan dengan konsep minimalis yang terhitung baru dan masih kurang sarana prasarana pendukung. Salah satu prasana yang masih kurang adalah fasilitas parkir kampus. Fasilitas parkir di kampus memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan warga kampus khususnya untuk mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi akibat dari tingginya tingkat mobiltas. Semakin banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan ke kampus, keberadaaan tempat parkir menjadi hal yang sangat penting. Fasilitas parkir pada dasarnya adalah lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian kendaraan yang tidak bersifat sementara untuk melakukan kegiatan pada suatu kurun waktu 2021)(Dinas Perhubungan, 1996). Permasalahan parkir di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan sebagai berikut : posisi parkir kendaraan mahasiswa yang tidak teratur seperti memarkirkan kendaraan nya di bawah pohon, persis di depan gedung kuliah dan ditempat-tempat lainya yang seharusnya bukan tempat parkir, dan juga sekarang letak Jurusan Pendidikan Teknologi Kejuruan yaitu berada di Gedung Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, maka mahasiswa/dosen yang datang dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin untuk urusan di Jurusan bahkan tamu kampus akan menjadi tambahan pengguna kendaraan yang akan parkir di halaman kampus Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah desain yang mendesainkan layout parkir untuk memenuhi kriteria kampus yang tertata rapi(Sachari, 2000) Dalam melaksanakan perencanaan desain parkir, peneliti menggunakan perangkat lunak AutoCAD , SketchUp dan Lumion, untuk mempermudah perancangan parkir. Parkir didesain menggunakan konsep mendesainkan layout parkir sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, serta tamu kampus . Desain parkir menggunakan konsep pendekatan Arsitektur Dayak, serta mengandung kearifan lokal suku suku dayak, kearifan lokal tanah gambut, pohon dan tanaman endemik Kalimantan Tengah. Pola parkir yang digunakan ialah tegak lurus dengan kapasitas 149 orang/pengguna ( 96 unit motor dan 53 unit mobil serta memakai asumsi jika 1 orang/pengguna membawa kendaraannya masing-masing), dengan persentase mencapai angka 75%
POTENSI DESA “PENGEMIS” MUNTI GUNUNG MENJADI DESA WISATA
Banjar Munti Gunung yang terletak di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Provinsi Bali tidak asing di telinga masyarakat Pulau Dewata. Banjar ini dikenal sebagai salah satu daerah dimana gelandangan dan pengemis berasal. Minimnya tingkat ekonomi dan terbatasnya pemahaman akan pentingnya pendidikan berdampak pada rendahnya Pendidikan masyarakat. Masyarakat memilih untuk tetap melakukan kebiasaan lama yakni menjadi gepeng daripada memanfaatkan potensi yang ada di desanya. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa data sekunder berupa studi litelatur dan data sekunder pendukung lainnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang diharapkan mampu menjelaskan mengenai potensi Desa Munti Gunung sebagai Desa Wisata.
Beberaoa perkebunan yang ada di desa ini dapat diolah menjadi salah satu daya tarik wisata pertanian dan hasil yang diperoleh dari perkebunan itu dapat juga diolah menjadi barang atau benda yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Banjar Munti Gunung which is located in Tianyar Barat Village, Kubu District, Karangasem, Bali Province is no stranger to the people of the Island of the Gods. Banjar is known as one of the areas where homeless and beggars come from. The lack of economic level and limited understanding of the importance of education have an impact on the low level of public education. The community chooses to keep doing the old habit of being flat rather than taking advantage of the potential that exists in their village. This study uses data sources in the form of secondary data in the form of literature studies and other supporting secondary data. The research method uses descriptive qualitative which is expected to be able to explain the potential of Munti Gunung Village as a Tourism Village.Several plantations in this village can be processed into one of the agricultural tourist attractions and the results obtained from the plantation can also be processed into goods or objects that have a higher economic value
 
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN DI KEBUN RAYA GIANYAR
Kebun Raya Gianyar merupakan salah satu Kebun Raya yang dibangun didaerah Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap tingkat kenyamanan di Kebun Raya Gianyar. Penelitian ini dilakukan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar yang dipilih secara purposive. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 50 orang. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kenyamanan di Kebun Raya Gianyar yang dihitung secara frekuensi dan presentase menunjukan bahwa persepsi pengunjung berdasarkan: keamanan berada pada kategori sangat baik, rata-rata persepsi pengunjung terhadap kebersihan Kebun Raya Gianyar adalah sangat baik, rata-rata pengunjung berdasarkan keindahan Kebun Raya Gianyar adalah sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) Pemerintah Kabupaten Gianyar diharapkan harus tetap menjaga keamanan dan keindahan Kebun Raya sebagai objek wisata yang dapat bersinambungan. (2) Kebersihan elemen-elemen harus selalu dijaga agar rasa nyaman saat beraktivitas tidak terganggun seperti tidak membuang sampah sembarang tempat, agar keamanan, keindahan dan kebersihan Kebun Raya Ginyar tetap terjaga
PERILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK) DI DESA WAIHOLO, KECAMATAN KODI UTARA, KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR
Salah satu wilayah perkebunan kakao di Indonesia yang terserang hama penggerek buah kakao (PBK) adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara. Tingkat pengetahuan petani terhadap pengendalian hama PBK ini masih sangat beragam untuk saat ini. Oleh karena ini tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya dan interaksi antara petani dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang berkenaan dengan pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik Purposive sampling, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 50 petani kakao dari total 121 petani kakao yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dimana saat wawancara ada beberapa pertanyaan yang diajukan ke petani kakao dalam bentuk kuisioner. Kemudian ada beberapa dokumentasi yang diambil sebagai data pendukung secara diskriptif dari wilayah tersebut
PENYIMPANGAN TAKSONOMI KATEGORI LINGUISTIK PADA SURAT LAMARAN KERJA MAHASISWA UNIVERSITAS DWIJENDRA
There are many errors on Job Application Letter (JAL) as task of lecture. The errors can be analizyzed from the taxonomy of linguistic category consist of phonological, morphological, sintaxtical, semantical, and discoursial levels. Specifically, this research aims at explaining the data of errors, the classification of errors, the frequency of errors appearance, the cause of errors, the prediction of the levels in which the errors appeared, and the correction of JAL errors of Dwijendra University students. This research is descriptive qualitative explaining the phenomenaoccurred on JAL of Dwijenmdra University students. The qualitative data research and primary datasource research are gained using writing document technique of students JAL. The validation data technique used are method and experts triangulations. The technique analysis data is error analysis procedure, consist of 1) collecting data of errors, 2) classifying errors, 3) classifying the frequency of error appearance, 4) explaining the cause of errors, 5) predicting the levels in whichthe errors appeared, and 6) correcting the errors. The result of this research shows that there are 23 similar errors of students JAL. The most frequency of errors appearance happened on words level. The cause of error is the students do not know the appropriate words that should be used in JAL. The errors appeared at the phonological, morphological, sintaxtical, semantical, and discoursiallevels. The correction of errors have been donebasedon EYD, grammaticalrule, and linguistics
Financial Literacy As An Effort To Sustain Small And Medium Enterprises In Denpasar
Financial literacy is an individual's knowledge of finance and an individual's ability to make effective financial decisions in terms of financial management, selection of funding sources and choosing where to allocate funds for investment. The resilience of Micro, Small and Medium Enterprises to the crisis makes Micro, Small and Medium Enterprises an important asset for the sustainability of a country's economy. This study aims to analyze the level of financial literacy in micro, small and medium enterprises in Denpasar City Micro, Small and Medium Enterprises through five main variables, namely financial knowledge, financial ability, financial behavior, financial attitudes and financial performance. The method used in this research is descriptive quantitative using data obtained from the Denpasar City Cooperative Service. The results showed that the level of financial literacy in the Micro, Small and Medium Enterprises of Denpasar City, Micro, Small and Medium Enterprises of Denpasar City was in medium criteria. A high level of financial literacy will potentially provide a higher productivity value in business sustainability
The Position Of Women Sentana Peperasan (Appropriate Children) View From The Perspective Of Bali Traditional Health Law
The presence of children in a family is the most coveted thing by every married couple. Various efforts can be made by humans to obtain children, one of which is by adopting children. One of the goals of adopting a child is none other than as a successor to the offspring and heirs of his adoptive parents. In Bali, the adoption of a child has a separate legal relationship between the child and his adoptive parents. Through the Dewa Saksi ceremony, religiously the child will become the biological child of his adoptive parents. In addition, even though Bali adheres to a patrilineal system, adopted daughters have the opportunity to being the main heirs in their adoptive families, namely by being made sentana rajeg. Sentana rajeg is a condition in which the daughters are given the status of sons (purusa) in Nyeburin marriages in Bali. Thus, the adopted daughter can be domiciled as the main heir in the adoptive family. To find a solution to these problems, therefore an analysis is needed regarding the position of adopted daughters in Balinese customary inheritance law. The method used to compile this article is literature study or literature study. The result of this research was through the decision of Pasamuhan Agung III/2010, the position of the woman can be one of the heirs and get a certain portion of the inheritance without having to be made a sentana rajeg first
ANALISIS KEPUTUSAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN IKAN ASIN DI PASAR TRADISIONAL KOTA BANDAR LAMPUNG
Ikan Asin merupakan bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian ikan asin yang dipengaruhi oleh faktor kualitas produk, harga, dan lokasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik konsumen yang melakukan pembelian ikan asin di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian ikan asin di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan regresi logistik. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden konsumen ikan asin di Pasar Tradisional Panjang Bandar Lampung. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara responden, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik konsumen yang memutuskan membeli ikan asin didominasi oleh perempuan, dengan usia 20-30 tahun, ibu rumah tangga, tingkat pendidikan SMA dan memiliki pendapatan per bulan >Rp2.000.000,00-Rp3.000.000,00. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen terhadap pembelian ikan asin di Pasar Tradisional Panjang adalah Faktor kualitas produk, harga, dan lokasi, dilihat dari hasil uji hipotesis dengan uji wald yaitu faktor kualitas produk mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0,049, faktor harga sebesar 0,294, dan faktor lokasi sebesar 0,191. Faktor yang memiliki signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi atau α adalah faktor kualitas produk dengan nilai signifikansi sebesar 0,049. Artinya semakin baik kualitas produk ikan asin maka akan semakin berpengaruh terhadap keputusan pembelian
PENDISTRIBUSI PEMASARAN SELADA DI DESA BATURITI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN
Bali merupakan pulau yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam kesejahteraan kehidupan penduduk masyarakat. Sub sektor pertanian yang mempunyai potensi memberikan kontribusi adalah hortikultura. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui Strategi pemasaran selada di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dan untuk mengetahui kendala pemasaran Selada di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Responden dalam penelitian ini adalah petani selada sejumlah 45 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumen dan kuisioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pemasaran tetap memperhatikan 4P, yaitu product (produk) price (harga), place (distribusi pemasaran produk) dan promotion (promosi produk) dan beberapa kendala yang di hadapi oleh petani di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan adalah fluktuasi harga di pasar (tingkat konsumen), pembayaran yang tidak tunai, bertambahnya perusahan yang baru sebagai pesaing, terbatasnya kepastian untuk melakukan peningkatan promosi dan terbatasnya produk. Saran dari penelitian ini ialah selalu menjaga dan tetap meningkatkan kualitas produk Selada yang di tawarkan kepada masyarakat agar tetap mempertahankan kepuasan pelanggan