E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
KOMUNIKASI HORIZONTAL CUSTOMER SERVICE OFFICER DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA NASABAH PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA CABANG DENPASAR
Dalam perusahaan perbankan, customer service merupakan front liner yang berhadapan langsung dengan nasabah. Apa yang dilakukan oleh customer service merupakan cerminan suatu bank. Jika customer service memberikan pelayanan yang terbaik, maka baik pula respons nasabah terhadap bank, dan sebaliknya. Komunikasi yang dilakukan customer service dengan nasabah adalah komunikasi yang bersifat langsung. PT. Bank Negara Indonesia ( Persero ) Tbk Cabang Denpasar merupakan salah satu bank yang menyediakan jasa pelayanan oleh customer service untuk nasabahnya dan merupakan perwakilan terbesar PT. Bank Negara Indonesia di wilayah Bali. Dalam penelitian ini digunakan studi kasus untuk memahami secara baik dan mendalam untuk menarik kesimpulan mengenai pelaksanaan komunikasi horizontal oleh petugas Customer Service kepada para nasabah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yang merupakan teknik analisis yang menggunakan pendekatan logika induktif, dimana penalaran dibangun berdasarkan pada hal-hal khusus atau data di lapangan dan bermuara pada hal-hal yang umu
Emotive Language Function As A Medium To Motivate Students
This study seeks to explore the emotive functions of language as a medium to motivate students. This study employed a qualitative methodology. This research was conducted in schools located in Denpasar, Bali, with teachers as its subjects to interview. Based on the findings of interviews with all participants, observations, and documentation, it can be inferred that the emotive function of language contributes to student motivation in the following ways: The emotive function of language is essential for motivating students; for example, teachers must express pride when students answer questions correctly; teachers must display enthusiasm while responding to anything students do in the classroom; teachers must demonstrate empathy when students answer incorrectly, but they must also keep students in a good mood and avoid letting them down; and teachers must express support when students are about to give up on answering a question
Pendidikan Sejarah Memperkokoh Identitas, Jati Diri dan Karakter Bangsa
Pendidikan karakter sejatinya adalah suatu upaya untuk menangani krisis moral yang dewasa ini terjadi. Pusat kurikulum merumuskan ±18 nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan sejarah memperkokoh identitas, jati diri dan karakter bangsa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Metode sejarah. Metode sejarah memiliki empat tahapan kerja, yaitu: heruistik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa melalui pendidikan sejarah, nilai-nilai itu dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Pembelajaran sejarah dalam mendukung pendidikan karakter menempati posisi strategis, dalam pembentukan identitas dan jati diri bangsa yang bermartabat dalam pembentukan manusia Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Melalui materi pembelajaran sejarah yang mengandung nilai-nilai heroik, keteladanan, patriotisme, nasionalisme, dan pantang menyerah dapat dijadikan sebagai dasar dalam proses pendidikan karakter. Pembelajaran sejarah bukan mengajarkan kebohongan, kemunafikan atau fitnah. Pendidikan sejarah dalam memperkokoh pendidikan karakter, yaitu berusaha mengoptimalkan nilai-nilai karakter yang baik melalui sifat, sikap, akhlak mulia, perilaku luhur, jujur, saling menghargai, bertanggung jawab yang ditunjukkan tokoh dapat dijadikan rujukan dan modal dasar pengembangan individu dan watak bangsa ke depan dalam persaingan global yang semakin kompetiti
Penyandingan Pembelajaran Metafora Kognitif Bahasa Bali-Indonesia: Implementasi the Grammar-Translation Method
Penelitian ini bertujuan untuk memberi solusi alternatif terhadap salah satu problematika pembelajaran bahasa Bali, yakni keheterogenan karakteristik peserta didik. Fakta menunjukkan bahwa tidak setiap peserta didik berbahasa pertama (B1) bahasa Bali, sebagian ber-B1 bahasa Indonesia. Kondisi empirik ini perlu disikapi secara cermat agar pembelajaran bahasa Bali menjadi efektif. Salah satu upaya untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Bali secara efektif adalah pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Dengan mempertimbangkan kondisi empirik bahasa pertama peserta didik yang beragam, metode tata bahasa–terjemahan dapat diaplikasikan dengan modifikasi sesuai kebutuhan. Implementasi metode tata bahasa–terjamahan dapat dilakukan dengan teknik penyandingan bentuk-bentuk sepadan antara bahasa Bali dengan bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini yang disandingkan adalah bahan ajar sesonggan dengan pepatah, sesawangan dan pepindan dengan perumpamaan, dan sasenggakan dengan ibarat. Berdasarkan perbandingan itu tampak bahwa kuniversalan metafora kognitif pada bahasa Bali dan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk peningkatan efektivitas pembelajaran bahasa Bal
Analysis of Students' Critical Thinking Patterns on Critical Thinking Ability: The Case of Elementary School
This study aimed at comprehensively analyzing critical thinking patterns in elementary school students through the Grounded Theory method. The design used was a case study. This study involved 25 fourth grade students at Kedung Krisik Elementary School, Cirebon City. Data collection was carried out through critical thinking math test questions; and interviews between researchers and students after completing the test questions. The analysis process was carried out by giving tests to students. The results of this study reveals that students' critical thinking skills in mathematics at the elementary school are divided into three categories, namely CTA 3, CTA 2, and CTA 1. It could be seen that critical thinking skills in mathematics can be improved by practicing working on questions related to mathematics learning, especially in the form of contextual questions. The Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (CTA) critical thinking assessment models could be applied to measure critical thinking skills themselves
Pembinaan Guru Profesional Berbasis Karakter (Sebuah Pespektif dan Kebijakan Pendidikan Menghadapi Globalisasi)
Dalam upaya peningkatan keahlian khusus atau profesionalisme guru telah dilakukan oleh Pemerintah. Namun sayangnya, program-program pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah masih belum mencapai hasil yang optimal. Pengembangan yang dilakukan dalam bentuk pelatihan, lokakarya atau workshop, seminar, sarasehan, konferensi masih belum optimal meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Pengetahuan yang diperoleh melalui bentuk-bentuk pengembangan tersebut acapkali tidak terimplementasikan selepas selesainya kegiatan pengembangan tersebut. Pola pembelajaran kembali ke pola lama meskipun sudah diberikan pelatihan dengan metode pengajaranterbaru. Atau seringkali implementasi hasil pelatihan tidak berjalan lama dan tidak berkesinambungan. Tujuan penulisan ini adalah memaparkan pembinaan guru dalam meningkatkan kemampuan profesionalisme yang berkarakter pada era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji atau menelaah berbabagi literatur yang ada, dan disebut juga dengan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan untuk menguatkan analisis dan pernyataan. Hasilnya, dalam pengembangan profesionalisme guru diperlukan pendidik yang berkemampuan mempersonifikasikan: (a) nilai-nilai etika kemanusiaan, (b) memiliki citra diri yang positif, (c) memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi, dan (d) sifat empati yang tinggi. Pembinaan guru memiliki dua dimensi, yaitu dimensi arah pembinaan dan dimensi materi pembinaa
PERSPEKTIF ARSITEKTUR RESILIENSI BANGUNAN
Bencana alam merupakan hal yang tidak bisa dihindari, harus dihadapi sebagai bagian dari berkehidupan di Indonesia. Resiliensi arsitektur yang dapat berupa regulasi dan teknik membangun harus dapat mengakomodasi kebutuhan keamanan penduduk dari bencana-bencana yang terjadi. Masalah penelitian adalah bagaimana peran arsitektur dalam tanggap bencana alam? Metode yang digunakan adalah metode survey, interview dan studi literatur. Sistem Arsitektur tanggap Bencana merupakan kesatuan sistem yang diterapkan dan dilaksanakan oleh suatu Arsitektur, pemerintah beserta komponen masyarakat yang terintegrasi dalam suatu sistem dan prosedur yang konkret, dalam rangka menghadapi keadaan darurat bencana alam, maupun sektor informal yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi stabilitas keamanan.
Natural disasters are inevitable, they must be faced as part of living in Indonesia. Architectural resilience that can be in the form of regulations and building techniques must be able to accommodate the security needs of the population from disasters that occur. The research problem is what is the role of architecture in the response to natural disasters? The methods used are surveys, interviews and literature studies. Disaster Response Architecture System is a unified system implemented and implemented by an architecture, government and community components that are integrated in a concrete system and procedure, in order to deal with natural disaster emergencies, as well as the informal sector that has the potential to cause disturbances to security stability
Authority Of The Internal Investigating Prosecutor Make Arrest And Detention Performers Of Criminal Acts Of Corruption
Described problems in this research is what does the legal basis of the inventory in arrest and detention the corruptor. The objectives of this research is to know the legal basis of investigators in creating and handling the corruptor, and to know the obstacles contained incidence principles in catching and handling the corruptors. The research method used in this study is the normative juridical which is a study that refers to legal analysis. The approach in this study emphasizes the legislation approach that is the search for some legislation related to the investigation of corruption crime. The result of the research is indicate the normative juridical basis of the authority of the prosecutor in conducting arrest and detention in accordance to with article 16th KUHAP and article 20th KUHAP. Regarding the obstacles on the implementation of arrest and detention perfomance is related to the time of arrest the geographical position if indonesian associated shall create problems that does not allow the arrest within one day, other factors are the suspects escape and the dificulty to done so that inhibit persuit investigation process. Obstacles to detention may also be encountered by a suspect who refuses detention and insists not to be detained, the suspect flees and does not meet the conditoins of detention in article 21th KUHAP
TEKNIK PENGENDALIAN HAMA SERTA PERILAKU PETANI TERHADAP PENGGEREK BUAH KOPI (PBKo) DI DESA WAIHOLO, KECAMATAN KODI UTARA, KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR
Salah satu wilayah perkebunan kopi di Indonesia yang terserang hama penggerek buah kopi (PBKo) adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara. Tingkat pengetahuan petani terhadap pengendalian hama PBKo ini masih sangat beragam untuk saat ini. Oleh karena ini tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi di Desa Waiholo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya dan interaksi antara petani dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang berkenaan dengan pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik Purposive sampling, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 50 petani kopi dari total 121 petani kopi yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dimana saat wawancara ada beberapa pertanyaan yang diajukan ke petani kopi dalam bentuk kuisioner. Kemudian ada beberapa dokumentasi yang diambil sebagai data pendukung secara diskriptif dari wilayah tersebut