E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    PENYIMPANGAN TAKSONOMI KATEGORI LINGUISTIK PADA SURAT LAMARAN KERJA MAHASISWA UNIVERSITAS DWIJENDRA

    No full text
    There are many errors on Job Application Letter (JAL) as task of lecture. The errors can be analizyzed from the taxonomy of linguistic category consist of phonological, morphological, sintaxtical, semantical, and discoursial levels. Specifically, this research aims at explaining the data of errors, the classification of errors, the frequency of errors appearance, the cause of errors, the prediction of the levels in which the errors appeared, and the correction of JAL errors of Dwijendra University students. This research is descriptive qualitative explaining the phenomena occurred on JAL of Dwijenmdra University students. The qualitative data research and primary data source research are gained using writing document technique of students JAL. The validation data technique used are method and experts triangulations. The technique analysis data is error analysis procedure, consist of 1) collecting data of errors, 2)classifying errors, 3) classifying the frequency of error appearance, 4) explaining the cause of errors, 5) predicting the levels in which the errors appeared, and 6) correcting the errors. The result of this research shows that there are 23 similar errors of students JAL. The most frequency of errors appearance happened on words level. The cause of error is the students do not know the appropriate words that should be used in JAL. The errors appeared at the phonological, morphological, sintaxtical, semantical, and discoursial levels. The correction of errors have been done based on EYD, grammatical rule, and linguistics

    The Bank's Authority In Determining The Value Of The Collateral Post Implementation Of The Minister Of Finance Regulation Number 228/PMK.01/2019 Concerning The Second Amendment To The Regulation Of The Minister Of Finance Number 101/PMK.01/2014 Concernin

    No full text
    Assessing collateral as an important aspect in providing credit, the fact is that the majority of internal banking appraisers are not required to fulfill the definition of competency as intended in Minister of Finance Regulation Number 228/PMK.01/2019, namely having a certification exam and further professional education, p. Another fact that is a fact is the obstacles in banking, especially in areas where there are no independent appraisal branches. The formulation of the problem raised in this research is what is the authority of collateral appraisers in carrying out collateral assessments after the issuance of changes to Minister of Finance Regulation Number 228/PMK.01/2019 and what obstacles are faced, especially by banks, after the issuance of Minister of Finance Regulation Number 228/PMK.01/2019 . This type of research is Normative legal research. This research uses a statutory approach. From this research, there is a lack of clarity regarding the implementation of Minister of Finance Regulation Number 228/PMK.01/2019 with Bank Indonesia Regulation Number 18/16/PBI/2016 so that there are still many collateral appraisers who do not meet the competency requirements in question who still carry out collateral appraisal as a basis for the credit analysis process. banking, and this will be very risky for the results of the collateral assessment both in terms of quality and also in terms of legal legality. Another thing is that banks in several regions are hampered in the credit process because there is no Public Appraisal Service Office branch which is mandatory

    EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH BESAR DI DESA PENEBEL KECAMATAN PENENBEL KABUPATEN TABANAN – BALI

    No full text
    Holtikultura merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pertanian Indonesia. Jenis tanaman yang di budidayakan dalam holtikultura meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, bunga dan tanaman hias. Sayur-sayuran salah satu sektor yang berperan dalam mendukung perekonomian nasional karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat atau petani berskala kecil, menengah ataupun besar karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan lahan dan pengembangan teknologi budidaya yang cukup pesat. Berdasarkan rumusan masalah penelitian yaitu: 1). Bagaimanakah saluran pemasaran cabai merah besar di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan? 2). Seberapa besar usahatani cabai merah besar memberikan pendapatan dan keuntungan bagi petani di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan?. Tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu 1). Untuk mengetahui saluran Pemasaran cabai merah besar di desa Penebel kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. 2). Untuk Mengetahui besarnya pendapatan dan keuntungan yang diperoleh petani dalam melakukan usahatani pemasaran cabai merah besar di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. Penelitian ini telah dilaksanakan di desa Penebel, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Populasi dalam penelitian ini yaitu petani yang membudidayakan cabai merah besar Desa Penebel, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dengan jumlah keseluruhan petani 252 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil sampel 35 orang yaitu 10% populasi petani cabai merah besar. Jenis dan Teknik pengambilan data yang digunanakan dalam penelitian ini adalah 1). metode kuisioner, 2). metode wawancara dan 3). metode dokumentasi. Metode Kuisioner Merupakan Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawabnya berdasarkan bentuk pertanyaan. Metode wawancara Merupakan proses komunikasi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab langsung antara peneliti dengan responden. Dokumentasi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk menyediakan gambar-gambar yang terjadi pada lokasi penelitian dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber- sumber. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah: 1). Penyusutan, 2). Biaya produksi, 3). Penerimaan, 4). Pendapatan, 5). Revenue cost ratio (R/C Ratio)

    UPAYA PENANGANAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN CPNS DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH BALI

    No full text
    Penipuan terhadap calon pegawai negeri sipil (CPNS) semakin sering terjadi baik di daerah terpencil maupun di daerah perkotaan. Meningat bahwa tindak kejahatan penipuan bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja terutama Penipuan terhadap calon pegawai negeri sipil (CPNS), yang dimana masyarakat beranggapan bahwa dengan menjadi PNS berarti bahwa kesejahteraan hidupnya akan terjamin sehingga gampang tergirus dengan bujuk rayu dari penipu, maka dari itu dirasa perlu dilakukan upaya penanganan tertentu oleh kepolisian. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang diperoleh adalah bagaimana upaya penanganan terhadap tindak pidana penipuan CPNS oleh kepolisian daerah Bali, dan apa saja kendala yang dialami kepolisian Daerah Bali dalam penanganan tindak pidana penipuan CPNS. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang berfokus pada perilaku masyarakat hukum. Dilihat dari segi sifatnya, penelitian ini adalah penelitian deskriptif pada umumnya, Penelitian hukum empiris ini, menggunakan data primer sebagai sumber data utama disamping data sekunder dan data tersier sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan metode dokumentasi. Setelah bahan terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya penanganan terhadap tindak pidana penipuan CPNS oleh kepolisian daerah Bali berupa penyampaian informasi dan himbauan terkait adanya calo-calo yang berbahaya. Kemudian kendala yang dialami kepolisian Daerah Bali adalah kurang sadarnya masyarakat akan penggunaan calo, kurangnya bukti dari para pelapor, proses penyidikan yang tidak sederhana dan pola piker masyarakat terhadap keberadaan calo. Fraud against prospective civil servants (CPNS) is increasingly common in both remote and urban areas. Considering that fraudulent acts can occur anywhere, anytime, and by anyone, particularly fraud against prospective civil servants (CPNS), in which people perceive that being a civil servant means that their welfare will be guaranteed so that they are easily affected by the persuasion of fraudsters. Therefore, police’s efforts is necessarily required to handle such condition. This research aims at investigating the efforts committed by Bali regional police to deal with criminal acts of CPNS fraud as well as the obstacles experienced in handling such criminal acts. This research is an empirical legal research that focuses on the behavior of the legal community. In terms of its nature, this research is a descriptive research in general. It used primary data as the main data source supported with secondary and tertiary data. The data were collected through observation, interview, and documentation methods. The collected data were analyzed qualitatively. This research concluded that the efforts of Bali regional police to handle criminal acts of CPNS fraud are in the form of delivering information and warnings related to the existence of dangerous brokers. Then the obstacles experienced by the Bali Regional Police are the public's lack of awareness on using brokers, lack of evidence from the complainants, complicated investigation process, and the community's mindset about the existence of brokers

    STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS DALAM PENANGGULANGAN SITUASI KRISIS UNTUK PEMULIHAN CITRA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA

    No full text
    Dalam manajemen pemerintahan di era globalisasi ini, segala upaya ditujukan untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang demokratis, kredibel, transparan dan akuntabel yang sangat terkait dengan citra yang mampu diwujudkan oleh humas. Sehingga humas memiliki posisi yang sangat strategis namun rentan dan harus dikelola melalui penerapan prinsip - prinsip manajemen yang memiliki kejelasan dalam rasionalnya, objektivitas, program, strategi dan taktik serta sasaran yang hendak dicapai dan selalu melakukan proses evaluasi untuk meningkatkan kinerja. Humas harus mampu menterjemahkan kepentingan aktual masyarakat. Dalam penelitian yang berjudul ”Strategi Komunikasi Humas Dalam Penanggulangan Situasi Krisis Untuk Pemulihan Citra Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya”, bertujuan Untuk mengetahui strategi yang dapat dilakukan oleh Humas dalam penanggulangan situasi krisis pada Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, serta Untuk mengetahui kendala – kendala yang dihadapi Humas dalam pemulihan citra pada Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan subyek penelitian yakni individu – individu yang dapat memberikan keterangan atau informasi sesuai dengan judul penelitian pada Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis kualitatif dengan daya logika induktif yaitu metode pemikiran penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan – keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umu

    Media Pembelajaran Komik Biologi untuk Peningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kreatif

    No full text
    Mata pelajaran biologi dianggap sulit oleh sebagian peserta didik, karena banyak hafalan nama ilmiah yang dikatakan sulit diingat.  Media pembelajaran komik biologi merupakan salah satu media pembelajaran yang tepat dipilih, karena mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif peserta didik. Media pembelajaran berupa komik biologi juga mampu meningkatkan minat belajar peserta didik khususnya mata pelajaran biologi, sehingga peserta didik mendapatkan manfaat yang maksimal baik dari proses maupun hasil belajar. Tujuan penelitian untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif peserta didik di SMA Swasta terkemuka di kota Denpasar melalui penerapkan media pembelajaran komik biologi. Metode penelitian diskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan pretest dan posttes nonequivalent control group design. Kemampuan pemecahan masalah diambil dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah berdasarkan rubrik kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif menggunakan rubrik berpikir kreatif dalam pembuatan media komik biologi.Teknik analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney U-test. Hasil penelitian secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komik biologi berpengaruh dalam pada kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kreatif peserta didik dengan signifikansi (p=0,000<0,05)

    Efektivitas Handout dengan Model Pembelajaran Osborn terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa

    No full text
    Pembelajaran matematika yang masih cenderung teacher centered dalam proses pembelajaran yang dilakukan di kelas, serta siswa dibiarkan puas dengan hanya mengerjakan soal-soal rutin. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui efektivitas penerapan bahan ajar cetak handout dengan model obsorn terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan adalah kelas IV SD Negeri Bendan Ngisor. Subjek penelitian ini kelas IV A sebagai kelas eksperimen dengan 23 siswa dan kelas IV B sebagai kelas kontrol dengan 25 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik analisis data penelitian ini yaitu menggunakan Uji Independent T test. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu menunjukan bahwa pembelajaran yang menggunakan handout dengan model pembelajaran obsern efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, hasil perhitungan diperoleh ?ℎ????? = 2,57, dengan ?=5%, ?? = 46 diperoleh ?????? = 2,02. Karena ?ℎ????? > ?????? rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan handout dengan model pembelajaran osborn lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran osborn tanpa handout dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal tersebut ditunjukan juga dengan nilai N-Gain yang diperoleh eksperimen lebih tinggi kontrol. Peningkatan kelas eksperimen memperoleh nilai Gain yaitu 0,50 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol memperoleh nilai Gain 0,17 dengan kategori rendah. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang menggunakan handout dengan model pembelajaran osborn lebih efekti

    KEABSAHAN PERKAWINAN POLIGAMI YANG IZINNYA DITETAPKAN PENGADILAN SETELAH PERKAWINAN (Studi Kasus Pengadilan Negeri Amlapura Nomor.77/Pdt.P/2022/PN.Amp.)

    No full text
    Law Number 16 of 2019 concerning the Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage is a general legal regulation that governs the fundamental aspects of marriage in Indonesia. Article 1 of the Law defines marriage as a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife. This research identifies a legal fact concerning the validity of a polygamous marriage in which the court-issued permission was granted after the marriage had already taken place. The purpose of this study is to examine the procedure for submitting an application for permission to have more than one wife under Law Number 16 of 2019, and to assess the validity of a polygamous marriage in cases where judicial permission was requested after the marriage occurred, as illustrated in Court Determination Number 77/Pdt.P/2022/PN.Amp. This study employs a normative legal research method, using a conceptual approach, a statutory approach, and a case-based approach. The results indicate that an application for polygamous marriage permission must be submitted to the District Court where the applicant resides, in accordance with prevailing legal provisions. The conclusion of the study is that a polygamous marriage conducted prior to obtaining a court’s approval may still be deemed legally valid, as shown in the Amlapura District Court Determination No. 77/Pdt.P/2022/PN.Amp dated October 21, 2022. Such marriage is considered lawful not merely to satisfy the sexual needs of the spouses but to fulfill the essential purpose of marriage namely, achieving the happiness and well-being of the husband, wife, and their children

    AGRIBISNIS JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt) DI SUBAK CITA, DESA BONA, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR

    No full text
    Komoditi jagung merupakan komoditi pangan yang strategis, sehingga terus menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Dengan agroklimat dan potensi kesesuaian lahan yang cocok sehingga jagung dapat berkembang dengan baik. Seiring dengan permintaan pasar yang terus berkembang kebutuhan akan jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt) yang masih muda semakin diminati dengan rasa yang lebih enak serta dapat mencampur dan mengurangi akan kebutuhan beras. Penelitian ini dilaksanakan di Subak Cita, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Lokasi penelitian diambil secara porposive. Jumlah Populasi sebanyak 123 petani. Sample yang diambil sebanyak 20 orang. Tujuan daripada penelitian ini adalah (1) Menganalisis peranan penyediaan sarana produksi pertanian terhadap produktivitas jagung manis di Subak Cita, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) Menganalisis peranan usahatani terhadap produktivitas jagung manis di Subak Cita, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dan; (3) Menganalisis peranan lembaga penunjang terhadap produktivitas jagung manis di Subak Cita, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Peranan penyediaan sarana produksi pertanian terhadap produktivitas jagung manis yang terdiri dari keberadaan  benih jagung, pupuk urea, pupuk NPK, pestisida, dan cultivator secara rata-rata mendapatkan hasil pencapaian skor 2,64 atau 52,80 % dengan kategori yang sedang; (2) Peranan usahatani terhadap produktivitas jagung manis yang meliputi pembersihan lahan, pembajakan, pemberian kapur, pembuatan larikan, pemberian organik, penanaman sedalam 3 cm, Benih ditanam 1-2 butir perlubang, penyiangan, pembubunan, pemupukan, penyiraman, dan pemanenan termasuk dengan kategori sedang dengan nilai pencapaian skor 2,83 (56,69 %); dan (3) Peranan lembaga penunjang terhadap produktivitas jagung manis yang terdiri dari keadaan fasilitas transfortasi jalan dilapangan, penyuluhan pertanian, Perbankan, LPD dan koperasi termasuk kategori yang masih rendah dengan nilai pencapaian skor 2,49 (49,80 %). Saran yang dapat diberikan adalah (1) sebelum melakukan usahatani jagung manis penyediaan sarana produksi yang perlu dipastikan ketersediaanya adalah ketersediaan pupuk Urea, NPK serta cultivator: (2) Usahatni jagung manis hal-hal yang perlu diperbaiki seperti pemberian kapur pertanian, pemberian pupuk organik, penanaman, penyiangan, dan pemberian dosis pupuk (3) Sedangkan pada lembaga penunjang petani perlu memanfaatkan perbankan, Lembaga Perkreditan Daerah, dan koperasi dalam mencari permodalan

    Analisis Kompetensi Sosial Guru Menurut Ahmad Syalaby

    No full text
    Kompetensi sosial guru merupakan salah satu dari empat kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kajian ini dilakuan dalam upaya mengurangi catatan panjang mengenai berbagai permasalahan dalam lingungan pendidikan yang ada di Indonesia. Karena salah satu kunci untuk memperbaiki system pendidikan saat ini adalah dengan memperbaiki kualitas pengejarnya. Salah satu pendapat mengenai kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang guru telah di kemukakan oleh Ahmad Tsalby. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan dengan analisis isi yang mengacu pada sumber primer buku karya Ahmad Tsalby yang berjudul At-Tarbiyah Al-Islamiyah Nadmuha, Falsafatuha, Tarikhuha dan jurnal terkait. Indikator Kompetensi Sosial Menurut Ahmad Syalaby meliputi kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah, keterampilan berinteraksi dengan siswa, komunikasi guru dan orang tua, serta hubungan antara guru dengan masyaraka

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇