E-Journal Universitas Dwijendra
Not a member yet
    1135 research outputs found

    IMPLEMENTASI PERDA NO 4 TAHUN 2019 TENTANG DESA ADAT BALI TERHADAP SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH DI BR. JASAN, DESA SEBATU, KECAMATAN TEGALLALANG

    No full text
    Land disputes constitute one of the primary legal issues in Indonesia, frequently arising from weaknesses in the land administration system and a lack of public awareness regarding land rights. This research aims to examine the implementation of Regional Regulation (Perda) No. 4 of 2019 concerning Bali Traditional Villages (Desa Adat Bali) in resolving land ownership disputes in Br. Jasan, Sebatu Village, Tegallalang Sub-District, as well as to assess the legal certainty provided by the regulation. The research employs an empirical legal research method with a descriptive approach. The findings indicate that, based on Court Decision No. 89/Pdt.G/2023/PN Gin, the plaintiff's claim was declared inadmissible on the grounds that the proper legal subject in the dispute was the Traditional Village (Desa Adat) of Br. Jasan, which exercises actual control and utilization of the disputed land. This is in accordance with Article 5 of Perda No. 4 of 2019, which affirms that "Traditional Villages are recognized as legal subjects within the governance system of the Province of Bali." It is concluded that the implementation of Perda No. 4 of 2019 has been in accordance with applicable legal provisions and provides legal certainty for traditional villages. The underlying causes of the land dispute include lack of transparency and validity in land administration data, intra-family disagreements regarding inheritance, and socio-cultural factors. Strengthening the authority of traditional villages in land dispute resolution, in accordance with customary law (awig-awig), is therefore necessary going forward

    Front Matter

    No full text

    Model Interaksi Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh dalam Membentuk Keadaban Warga Negara

    No full text
    Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sering kali menghadapi tantangan sosial dan budaya, seperti diskriminasi, stereotip negatif, dan kesulitan beradaptasi. Namun, situasi yang berbeda terlihat di Banda Aceh, mahasiswa Papua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal. Meskipun berbagai penelitian telah membahas hubungan sosial dikalangan mahasiswa perantau, masih sedikit yang fokus pada interaksi spesifik antara mahasiwa Papua dan masyarakat Aceh sehingga interaksi tersebut berjalan harmonis tanpa konflik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana model interaksi  antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh terbentuk dan kontribusinya dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan 10 mahasiwa Papua dan 10 masyarakat Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh diawali oleh rasa senasib dan nilai keislaman yang kuat sehingga membentuk model interaksi sosial asosiatif, melalui kerja sama dalam kegiatan sosial budaya, akomodasi terhadap perbedaan agama dan kebiasaan, akulturasi melalui pertukaran budaya Aceh dan Papua, dan asimilasi dalam penyesuaian perilaku. Sehingga interaksi berlangsung harmonis dan  minim  konflik. Interaksi ini membentuk nilai keadaban warga Negara, seperti sikap saling menghargai, partisipasi aktif, kemampuan mengelola perbedaam secara damai, serta kepedulian sosial

    Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Fantasi dengan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Siswa Kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2024/2025

    No full text
    Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa SMP kelas VII adalah memiliki keterampilan dalam membuat cerita fantasi. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan daya imaji siswa. Daya imajinasi yang diharapkan  adalah daya imajinasi yang terstruktur. Siswa diharapkan menuangkan kemampuan imajinasinya ke dalam bentuk struktur cerita fantasi yang terdiri dari orientasi, konflikasi, resolusi, dan koda. Berdasarkan kajian awal yang dilakukan di kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar, keterampilan siswa dalam menulis cerita fantasi masih rendah. Dari 31 siswa, hanya  hanya 17 orang (55%)  siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (80). Hal ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami kendala dalam proses pembelajaran.  Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar dalam menulis cerita fantasi dengan menerapkan model pembelajaran Proyek based Learning (PjBL).  Implementasi PjBL memungkinkan siswa untuk merancang dan mengembangkan tulisan melalui berbagai tahapan, seperti perencanaan, penulisan, revisi, dan penyajian karya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian jenis ini dalam pelaksanaannya memungkinkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa  dalam menulis cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar melalui model Project Based Learning (PjBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B, sedangkan objek penelitian keterampilan menulis teks cerita fantasi. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif (statistik deskriptif) dan kualitatif (reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan) untuk menggambarkan perkembangan kemampuan siswa dalam menulis cerita fantasi. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil kajian pada siklus I, hanya 15 (48,3%)  siswa yang tuntas. Ada 16 (51,61 %) siswa yang belum tuntas. Persentase jumlah ketuntasan masih tergolong kecil. Kendala yang dialami siswa dalam menulis cerita fantasi setelah diterapkannya model pembelajaran PjBL adalah sebagian besar siswa belum memahami struktur cerita fantasi dengan baik.  Hal ini menyebabkan struktur cerita fantasi yang dibuat siswa tidak sistematis. Sebagian besar siswa belum memaparkan komflikasi dengan baik. Komflikasi yang dibuat siswa terkesan terburu-buru dan siswa secara cepat ingin mencari resolusi terhadap komplikasi tersebut. Setelah dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dan dilakukan pembelajaran pada siklus II, keterampilan siswa dalam menulis teks cerita fantasi mengalami peningkatan yang signifikan.  Dari  31 siswa,  sebanyak 30 (96,7%)  dinyatakan  tuntas dalam siklus II. Hanya 1 (3,22%)  orang siswa yang mendapatkan skor di bawah KKM. Hal ini menandakan bahwa PjBL efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII B SMP Dwijendra tahun pelajaran 2024/2025 dalam menulis cerita fantasi

    KAJIAN APLIKASI BRAND IDENTITY PADA ELEMEN DESAIN INTERIOR SPARKLE COFFEE BANDUNG

    No full text
    Bandung dikenal sebagai salah satu pusat tren gaya hidup di Indonesia, termasuk dalam perkembangan coffee shop yang terus meningkat. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan masyarakat urban akan ruang sosial yang nyaman sekaligus tempat bekerja dan bersantai. Namun, persaingan yang ketat memaksa setiap coffee shop memiliki identitas unik untuk menarik pelanggan. Brand identity pada coffee shop merupakan elemen penting yang memengaruhi keputusan pengunjung dalam memilih tempat melampaui sekadar cita rasa produk. Penelitian ini mengkaji aplikasi konsep brand identity pada elemen desain interior Sparkle Coffee di Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan analisis indikator pembentuk brand identity dan elemen desain interior. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan kajian teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan brand identity sparkle coffee secara fisik dan psikologis efektif diterapkan melalui elemen interior tangible dan intangible. Secara tangible, identitas sparkle coffee tercermin dari kombinasi warna terracotta dan silver, pemilihan furnitur modern dengan material alumunium yang menciptakan kesan hangat dan mewah. Secara intangible, suasana ruang dengan pencahayaan redup dan menonjolkan spot ikonik “berkilau” dan penghawaan yang baik mendukung identitasnya sebagai kafe “instagramable”. Dapat disimpulkan bahwa implementasi konsep brand identity yang tepat pada desain interior Sparkle Coffee mampu meningkatkan brand image dan menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan, sekaligus mendukung daya saing bisnis di tengah pertumbuhan coffee shop yang pesat Kota Bandung. Kata Kunci: Brand identity, coffee shop, desain interior, Bandun

    Lokalitas Arsitektur Tradisional Bali dan Konsep Tri Hita Karana Pada Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar Pasca Renovasi

    No full text
    Balinese Traditional Architecture is a cultural heritage that has developed from generation to generation and is built based on traditional rules, both written and oral. One of the main concepts in this architecture is Tri Hita Karana, which means "three causes of happiness." This concept reflects the balance of relationships between humans and God (Parahyangan), humans and fellow humans (Pawongan), and humans and the environment (Palemahan). In its application, the Tri Hita Karana concept is also associated with Tri Mandala and Sanga Mandala, which regulate spatial division and building orientation according to the philosophy of Balinese traditional architecture. Bali is known as an island with a high level of religious tolerance. The significant presence of Catholics in Bali has led to the establishment of various churches, including Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. This church incorporates Gothic architectural style combined with elements of traditional Balinese architecture, as seen in its facade and materials used. This study aims to: (1) identify the factors influencing the application of Tri Hita Karana in the architecture of Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar and (2) analyze the localization of the church before and after renovation. The research method used is qualitative descriptive analysis, focusing on the building's form, layout, and material usage. The findings indicate that the church continues to uphold the values of Tri Hita Karana, creating harmony between local culture and the church’s function as a place of worship. The application of this concept strengthens the local architectural identity in religious buildings, reflecting the cultural locality of Bali. &nbsp

    The Effect of Tillage Methods and Types of Fertilizer on the Quality of Virginia Tobacco Yield in Central Lombok Regency

    No full text
    Tobacco (Nicotiana tabacum) is one of the leading agricultural commodities, alongside rice, widely cultivated in West Nusa Tenggara, particularly in Central Lombok. A majority of the population is engaged in Virginia tobacco farming. However, an optimal combination of tillage practices and fertilizer formulations that can enhance yield and quality at a cost suitable for farmers has not yet been identified. This study aims to determine the most effective tillage method and fertilizer formulation that can improve the yield and quality of Virginia tobacco at an economically feasible cost. The research employed a Split-Plot Randomized Block Design (RBD) with two factors: tillage (C) as the main plot and fertilizer formulation (P) as the subplot. The fertilizer formulation consisted of four levels and was replicated three times. A total of eight treatment combinations (C × P) were tested, each applied in three replicate plots. The results showed that optimal tillage (Co) produced the best outcomes. Additionally, fertilizer formulation Pp significantly increased both the fresh leaf weight and oven-dried leaf weight per plant compared to other treatments. The combination of Co and Pp (CoPp) was found to be the most effective treatment, providing relatively high yield and quality at a comparatively low cost

    STRATEGI KAMPANYE SAPTA PESONA DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI PANTAI PADANG GALAK KESIMAN PETILAN

    No full text
    Pariwisata bertujuan mencapai dampak positif pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kodhyat menggambarkan pariwisata sebagai perjalanan sementara individu atau kelompok dalam pencarian keseimbangan dan kebahagian dengan lingkungan. Pengendali desa wisata berkontribusi pada pembentukan pola pikir masyarakat sapta pesona. Dengan Demikian Pokdarwis adalah kelompok warga setempat yang dibentuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata. Masyarakat Kesiman Kertalangu sangat mendukung pengembangan desa wisata untuk meningkatkan potensi wisata desa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk memahami persepsi masyarakat dan wisatawan. Adapun instrumen penelitian adalah observasi, pedoman wawancara saat terjun ke lapangan untuk memastikan bahwa penelitian di lapangan tetap fokus dan data yang diperlukan dapat dikumpulkan dengan maksimal. Sumber data pada penelitian hasil wawancara dari Nyoman Ebeh Tenaya (Bendahara pengelola pantai). Adapun hasilnya adalah tentang strategi kampanye sapta pesona dalam pengembangan daya tarik wisata Pantai Padang Galak di kesiman petilan, menggabungkan pemikiran peneliti tentang proses penelitian, termasuk pengembangan UMKM di sebelah utara dan saran untuk penelitian masa depan. Untuk memperjelas temuan yang disajikan, digunakan penekanan visual, subjudul, dan poin kunc

    Exploring Students' Perceptions of Newsela Integrated to Tri Hita Karana for Enhancing Students’ Reading Comprehension

    No full text
    This study investigated how the Tri Hita Karana philosophy which placed an emphasis on harmony and balance in the relationships between people, the natural world, and the divine coexisted with Newsela, a digital learning platform. The study looked into how students felt about this integration and how it affected their motivation, engagement, and reading comprehension abilities. With 65% of students expressing satisfaction and 100% agreeing that the integration improved their learning engagement, this study, which used a mixed-methods approach, found a positive association between cultural relevance and comprehension. Furthermore, 70% of participants said they felt more confident while confronting complicated literature, and 80% said the reading materials were easier to understand. The results indicated that integrating regional cultural values into instructional materials enhanced students' overall development besides their academic performance. This study promoted an all-encompassing educational strategy that combined technology with conventional values, emphasizing the possibility of creative curriculum that connected with students' cultural identities and improved their educational experiences in general. To further understand the mechanics of this integration in various educational situations, future research directions are suggested

    Analisis Metode Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini membahas strategi dan metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) yang berperan penting dalam membentuk dasar literasi bagi anak usia dini, khususnya siswa kelas awal sekolah dasar. Tujuan pembelajaran MMP tidak hanya mengenalkan huruf dan kata, tetapi juga membangun pemahaman makna serta kemampuan mengekspresikan ide secara tertulis. Berbagai metode pembelajaran membaca dikaji, seperti metode abjad, fonik, suku kata, global, kata lembaga, dan struktur analitik sintetik (SAS), serta metode pembelajaran menulis seperti mengeblat, menebalkan, menyalin, dikte, dan melengkapi. Analisis dilakukan terhadap kelebihan, kekurangan, dan contoh penerapan masing-masing metode di kelas. Pendekatan integratif disorot sebagai pendekatan efektif karena menggabungkan proses membaca dan menulis secara simultan. Guru diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak melalui pemanfaatan media variatif dan pemberian scaffolding. Teori-teori perkembangan dari Piaget, Skinner, dan Vygotsky digunakan sebagai dasar dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai. Keberhasilan pembelajaran MMP sangat bergantung pada ketepatan pemilihan metode, kreativitas penggunaan media, serta keterlibatan aktif guru dalam membimbing siswa. Hasil kajian ini memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam membangun keterampilan literasi anak secara menyeluruh dan berkelanjutan

    0

    full texts

    1,135

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dwijendra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇