Open Journal Systems Politeknik Bosowa
Not a member yet
288 research outputs found
Sort by
ANALISIS UJI TARIK PADA RESISTANCE SPOT WELDING TERHADAP SS 304 DENGAN VARIASI ARUS
Las Resistensi Listrik (Resistance Welding) merupakan pengelasan yang paling sering digunakan untuk penyambungan plat (sheet metal). Pengelasan yang paling sering digunakan dalam industry otomotif adalah pengelasan Resistance Spot Welding (RSW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik terhadap SS 304 dengan variasi arus untuk membentuk nugget weld pada struktur body yaitu steel sheet, stainless steel sheet dan aluminium alloy sheet. Hasil yang didapatkan pada uji tarik hasil pengelasan RSW dengan nilai yang paling tinggi pada variasi 7 kA dengan rata-rata kekuatan tarik (σ) adalah 0,71 MPa dan nilai regangannya 16,95%. Berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kuat arus saat proses pengelasan maka semakin bagus kualitas produk yang dapat dilihat dari nilai kekuatan Tarik dan nilai regangan yang tinggi sehingga produk dari industry otomotif menjadi semakin baik
ANALISIS LEVELED SURFACE TERHADAP DIAMETER NUGGET LAS PADA PLAT STAINLESS STEEL 304 PROSES RESISTANCE SPOT WELDING (RSW)
AbstrakResistance spot welding (RSW) yakni teknik pengelasan yang setidaknya efisien dipakai buat lembaran metal kecil dengan cara pengelasan yang cepat serta sambungan las yang bermutu bagus. Parameter pengelasan memutuskan mutu sambungan sepanjang titik ketahanan cara pengelasan. Stainless steel 304 yaitu salah satu material yang dikenakan dengan ketahanan kepada korosi. Pengelasan titik resistansi karena prinsipnya yang sederhana, hemat biaya dan karakteristik lainnya, banyak digunakan dibodi mobil dan koneksi lembaran pemrosesan baja lainnya. Pengaturan kondisi yang diperlukan untuk mendapatkan kualitas las yang dibutuhkan menggunakan trial and error adalah tugas yang tidak efisien. Oleh karena itu, perlu ditentukan kondisi terbaik yang dapat menghasilkan kualitas las yang diinginkan. Pada penelitian ini, baja tahan karat tipe 304 dilas dengan metode Resistance Spot Welding, bertujuan untuk mengetahui leveled surface (permukaan yang rata) terhadap diameter nugget las dengan variasi arus dan menggunakan perangkat lunak sehingga menghasilkan diagram dan gambar 3D sebagai bahan pengolahan data pembanding. Perbedaan leveled surface antara arus 5 kA dan 7 kA menunjukkan bahwa tingkat arus listrik mempengaruhi kualitas permukaan logam las setelah proses Resistance Spot Welding. Leveled surface yang lebih rendah pada arus 7 kA (1.18 µm) dibandingkan dengan arus 5 kA (1.53 µm) menunjukkan bahwa arus listrik yang lebih tinggi menghasilkan permukaan yang lebih rata. Kata kunci: Resistance Spot Welding, Stainless Steel 304, Nugget Weld, leveled surfac
PERANCANGAN PLTMH TURBIN ARCHIMEDES SCREW PADA KAWASAN PEDESAAN TERPENCIL DUSUN CINDAKKO DESA BONTO SOMBA KEC.TOMPOBULU KAB. MAROS
AbstrakRancangan pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro) turbin Archimedes screw proses pembangunannya direalisasikan lebih cepat lebih baik dengan harapan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan hasil perancangan. Masyarakat setempat dan tokoh masyarakat memiliki sikap antusias yang tinggi terhadap penggunaan teknologi tepat guna dalam hal pembangunan pembangkit listrik tenaga microhydro dengan adanya bantuan pembangunan pembangkit listrik tenaga microhydro sehingga memberikan kontribusi perubahan aktifitas ekonomi masyarakat khususnya membantu para pelaku usah kecil. Telah terdapat perubahan pola pikir bagi masyarakat dan tokoh masyarakat dalam menanggapi penggunaan teknologi tepat guna, yang dilihat dari indicator masukan-masukan bagi tim pelaksana selama kegiatan ini. Perlunya pengakajian terkait alokasi pembangunan PLMTH khususnya daerah dusun cindakko yang memiliki banyak potensi pemanfaatan hydropower yang melimpah sehingga pembangunan PLMTH bisa dilakukan pembangunan dengan jumlah yang lebih banyakKata kunci: Daya dan Efesiensi
PENGEMBANGAN MOUNTING DAN DISMOUNTING BEARING MENGGUNAKAN HYDRAULIC PRESSURE POWER
AbstrakPerkembangan penggunaan alat untuk menunjang pembukaan/pemasangan bearing terhadap poros agar lebih efektif dan efisien.alat press merupakan suatu alat yang beroperasi untuk menghasilkan tekanan tinggi pada suatu objek.sumber tenaga dapat berasal dari hidrolik jack,motor listrik dan hal lainya.pengembangan alat ini di angkat dari masalah yang terjadi pada alat mounting dan dismounting bearing hidrolik manual yang membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih.berdasarkan hal tersebut,maka dilakukan pengembangan alat mounting dan dismounting bearing secara otomatis menggunakan sistem hydraulick dengan tujuan untuk efesiensi waktu pengerjaan mounting dan dismounting bearing.pengembangan yang dilakukan meliputi penambahan komponen seperti motor induksi,hydraulick jack,push button yang nantinya akan kami lakukan proses perakitan komponen yang menggabungkan antara sistem mekanisme penggerak antara hydraulick jack dan motor induksi.dengan proses pengepresan dengan beban maksimal torsi dari motor ialah 500kg dengan tekanan hydraulick jack 10ton.Hasil selisih waktu yang di peroleh berdasarkan perbandingan pengujian alat mounting dan dismounting bearing adalah (12,4s) (35,75s) (24,84s) (2,13s) (46s) (37,44s) dan (84,8s) (479,13s) (683,52s) (69,56s) (430,69s) (600,8s). dapat di simpulkan bahwa proses pengembangan penelitian yang dilakukan pada alat terhadap data pengujian sebelumya lebih efisien. Kata Kunci: mounting bearing, dismounting bearing, alat press
PERANCANGAN MESIN DOWEL KAYU UNTUK PEMBUATAN GAGANG SAPU
AbstrakRancang bangun pembuat gagang sapu dowel untuk memahami dan mengetahui proses kerja mesin dowel yang digunakan membuat kayu menjadi silinder. Rancang Bangun mesin dowel ini menggunakan jenis kayu yang mempunyai tingkat kekerasan sedang seperti kayu mahoni, yang mana kayu tersebut di proses menjadi produk berbentuk silinder yang dipakai untuk gagan sapu. Tujuan pembuatan mesin dowel ini adalah untuk mempermudah pengrajin kayu untuk membuat suatu produk. Pada penelitian ini proses pengolahan kayu di mulai dengan memotong kayu mahoni yang panjangnya 100 cm berbentuk persegi, yang selanjutnya dilakukan proses penyerutan yang berbentuk silinder kayu dengan diameter 20 mm. Hasil dari perancangan ialah pembuatan produk batang gagang sapu memerlukan waktu kurang lebih 1 menit (± 40 detik,) dalam 1 produk gagang sapu, dan daya motor listrik yang digunakan sebaiknya sebesar 1 hp dengan putaran 2890 rpm. Kata kunci ; Mesin Dowel, Kuyu Mahoni, Gagang Sap
PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI DALAM SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA BERBASIS VARIABLE FREQUENCY DRIVE (VFD) TERHADAP ARUS KUMPARAN MOTOR
Motor induksi tiga fasa terhambat oleh kesulitan yang melekat dalam pengaturan kecepatan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa motor ini berputar dengan kecepatan konstan. Kontrol Variable Frekuensi Drive (VFD), yang terhubung secara fisik ke motor, dapat digunakan untuk mengatur frekuensi masuk motor induksi tiga fasa. Untuk mengatur kecepatan motor, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh memvariasikan frekuensi sumber terhadap arus motor induksi tiga fasa yang beroperasi pada kondisi beban dan tegangan sumber konstan. Pada pengujian terdapat 3 skenario pengujian yaitu (1) Pengujian VFD dengan frekuensi yang bervariatif, (2) Pengujian VFD dengan beban konstan, (3) Pengujian motor induksi tanpa menggunakan VFD. Hasil penelitian yang diperoleh (1) Perubahan frekuensi berbanding lurus dengan perubahan kecepatan motor, (2) Arus pada kumparan motor cenderung stabil, (3) Kumparan motor cenderung mengalami kenaikan. Maka dari itu arus cenderung stabil 2,3 - 2,4 (A) terhadap kumparan motor
Rancang Bangun Robot Pelempar Ring (Robot Kelinci)
Rancang Bangun Robot Pelempar Ring (robot kelinci) dibuat untuk menyemarakkan pergelaran budaya di Phnom Penh, ibu kota Kamboja dengan tema "Casting Flowers over Angkor Wat" tema ini menyoroti pentingnya budayaAngkor Wat dan bertujuan untuk menggabungkan keindahan dan warisannya ke dalam kompetisi robotika. Rancang Bangun Robot Pelempar Ring (robot kelinci) tersebut menggunakan metode penelitian eksperimen dengan melakukan percobaan pengambilan data berupa jarak robot dari pole, jarak jatuh ring dan kecepataan motor pelempar. Robot tersebut dikendalikan menggunakan android sebagai kontroler. Robot ini menggunakan metode peluncuran untuk melempar ring ke pole, dengan dua motorDC untuk dapat melempar ring. Dari hasil pengujian dan analisis matematis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa untuk menembak ring ke dalam pole dengan ketinggian sebesar 80cm dengan jarak lempar sejauh 173cm ataupun 190cm dengan pengaturan sudut kemiringan lempar sebesar 43°diperlukan kecepatan motor pelempar sebesar 6588rpm agar ring berhasil mencapai pole, ini menunjukkan bawa ring mencapai pole tergantung pada menemukan kombinasi kecepatan dan jarak yang tepat.
Sistem Fan Temperatur Berbasis Mikrokontroler Terintegrasi Menggunakan LabView
Suhu ruangan yang tinggi dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol suhu ruangan agar tetap sesuai. Pada penelitian ini dibuat system kipas angin otomatis berdasarkan suhu rungan adalah dengan memanfaatkan komponen Ardiuno. Sistem dibangun melalui tahap perencanan dan pemilihan komponen, perancangan sistem, pemrograman dan integrasi sistem dengan LabVIEW. Hasil pengujian sistem menujukkan bahwa sistem mampu mengatur kapan kipas akan dinyalakan dan dimatikan, jika suhu lebih dari 28 derajat Celcius maka kipas menyala dan jika suhu kurang dari 28 derajat Celcius maka kipas non-aktif
Rancang Bangun Mesin Pemotong Styrofoam Berbasis Cnc 2 Axis Menggunakan Hot Wire
Perkembangan industri kreatif dalam pembuatan dekorasi dari bahan styrofoam semakin pesat, kebutuhan mesin pemotong styrofoam otomatis berbasis CNC (Computer Numerical Control) 2 axis menggunakan hot wire dapat memudahkan proses pemotongan styrofoam dalam jumlah yang banyak dan seragam dengan penggerakan mesin pada sumbu X dan Y.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat mesin pemotong styrofoam berbasis CNC yang dapat diprogram sehingga dapat memudahkan pemotongan styrofoam dalam jumlah yang banyak dan seragam dengan pergerakan di sumbu X danY. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dimana proses pengolahan G-Code dikirimkan ke software yang kemudian menghasilkan gerakan 2 axis yaitu pada sumbu X dan Y. Kemudian proses pemotongan styrofoam dilanjutkan dengan menggunakan hot wire yang suhunya telah diatur menggunakan tegangan dan arus yang menghasilkan pemotongan styrofoam sesuai dengan ukuran styrofoam yang digunakan yaitu panjang 88 cm, tinggi 42 cm dengan ketebalan 2 cm dan tingkat akurasi yang didapatkan untuk sumbu X sebesar 99,84% dan sumbu Y sebesar 99,91%
Robot Omni Wheel berbasis Atmega2560 sebagai Media Pembelajaran di Politeknik Bosowa
Perkembangan teknologi robotika di dunia saat ini terbilang sangat pesat, teknologi robotika di Indonseia juga telah memasuki sektor-sektor perkebunan, pertanian, perikanan, dan industri-industri lainya. Dari hal di atas maka pengenalan teknologi robotika sejak dini sangat diperlukan. Minat dan ketertarikan siswa dapat tercipta melalui proses belajar langsung atau praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengajarkan bagaimana mengendalikan tiga buah motor DC yang menggunakan roda omni (Omni wheel) dengan beberapa sensor seperti tiga buah sensor ultrasonik hc-sr04 dan sensor infrared TCRT5000 sebagai masukan. Penempatan sensor ultrasonik pada penelitian ini berada di depan di seblah kanan, dan kiri untuk sensor garis (infrared) berada di bawah badan robot.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimental dan dari metode tersebut dihasilkan yaitu robot dapat menempatkan sensor pada jarak 20 cm robot mampu memberikan respon terhadap sensor jarak ke arah kanan pada jarak 15 cm untuk belok ke arah kiri pada jarak 15 cm untuk belok ke arah kanan. (ditambahkan tetang metode pembelajaran