Open Journal Systems Politeknik Bosowa
Not a member yet
288 research outputs found
Sort by
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SULAWESI SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja secara parsial dan simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 209 orang. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 53 orang dari 209 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian setelah data diolah dengan SPSS.26 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja (X1) dan Kompensasi (X2) terhadap Kepuasan Kerja (Y), yang dapat ditunjukkan melalui persamaan regresi berganda yakni Y = 11,516 + 0,234 X1 + 0,479 X2 untuk lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 0,005 lebih kecil 0,05 dan nilai t hitung 2,922 lebih besar t tabel 1,675. Untuk kompensasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,00 lebih kecil 0,05 dan nilai t hitung 4,624 lebih besar t tabel 1,675. Adapun R Square sebesar 0,609 atau sama dengan 60,9%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar persamaan regresi ini atau variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selata
PENERAPAN KONSEP NEW NORMAL TERHADAP SEQUENCE OF SERVICE RESTORAN INFORMAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS 10 KATEGORI RESTORAN INFORMAL)
New normal merupakan upaya untuk beradaptasi dalam pola perilaku baru yang dilaksanakan secara global dengan melaksanakan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan virus covid 19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep new normal terhadap sequence of service yang dilakukan pada 10 restoran kategori informal di kota Makassar. Berdasarkan analisis pada hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka dapat di simpulkan bahwa 10 restoran kategori informal yang ada di kota Makassar antara lain Ombak cafe and Resto, RM Bonelino, Waroeng Steak And Shake, Mie TITI daya, RM Lesehan Pak Dani, D Bridge Coffe, Restoran Sederhana, RM Buguri, Begos, dan Pak Tjomot. Restoran tersebut telah menerapkan konsep new normal pada sequence of service. Dari 10 restoran kategori informal diatas menerapkan konsep new normal terhadap sequence of service seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer pada saat melakukan pelayanan serta memberikan tanda penyekatan di kursi dan meja agar tetap ada jarak di antara tamu dan karyawan.New normal merupakan upaya untuk beradaptasi dalam pola perilaku baru yang dilaksanakan secara global dengan melaksanakan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan virus covid 19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep new normal terhadap sequence of service yang dilakukan pada 10 restoran kategori informal di kota Makassar. Berdasarkan analisis pada hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa 10 restoran kategori informal yang ada di kota Makassar antara lain Ombak cafe and Resto, RM Bonelino, Waroeng Steak And Shake, Mie TITI daya, RM Lesehan Pak Dani, D Bridge Coffe, Restoran Sederhana, RM Buguri, Begos, dan Pak Tjomot. Restoran tersebut telah menerapkan konsep new normal pada sequence of service. Dari 10 restoran kategori informal di atas menerapkan konsep new normal terhadap sequence of service seperti menggunakan masker, menjaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer pada saat melakukan pelayanan serta memberikan tanda penyekatan di kursi dan meja agar tetap ada jarak di antara tamu dan karyawan
PENGENALAN KUE BASAH TRADISIONAL SUKU BUGIS BERBUNGKUS DAUN PISANG SEBAGAI SAJIAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh data atau informasi mengenai pengetahuan masyarakat tentang pengenalan hidangan kue basah tradisional suku Bugis berbungkus daun pisang sebagai sajian kebudayaan Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan metode penelitian yaitu kuantitatif dengan instrumen berupa tes dan angket. Hasil dari persentase instrumen mengenai pengenalan nama hidangan kue basah tradisional suku Bugis berbungkus daun pisang sebagai sajian kebudayaan Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan sebesar 80,6 persen menunjukkan bahwa responden Sebagian Besar mengenal nama kue dimana kue cangkone memperoleh hasil persentase sebesar 80 persen, kue bandang-bandang sebesar 92 persen, kue barongko sebesar 100 persen, beppa oto sebesar 72 persen, kue bandang kuttu sebesar 68 persen, bandang lame sebesar 80 persen, dan jadde sebesar 72 persen. Hasil persentase mengenai pengenalan ciri ciri dan waktu penyajian kue basah tradisional suku Bugis berbungkus daun pisang sebagai sajian kebudayaan Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan sebesar 49,7 persen menunjukkan kurang dari setengahnya responden yang mengenal ciri ciri dan waktu penyajian kue dimana hasil persentase kue cangkone sebesar 76 persen, bandang bandang sebesar 60 persen, barongko sebesar 100 persen, beppa oto sebesar 44 persen, bandang kuttu sebesar 20 persen, bandang lame sebesar 40 persen, dan jadde yaitu 8 persen
Rancang Bangun Media Pembelajaran Praktikum Piranti Elektronika untuk Memahami Karakteristik Dioda
Dioda adalah komponen aktif dua kutub yang bersifat semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Dimana salah satu komponen yang akan kami bahas yaitu dioda silikon dan dioda zener,tujuan dari pembuatan media pembelajaran ini yaitu agar mahasiswa mudah memahami karakteristik dioda. Hasil dari pengujian ini bahwa dioda akan di bias forward pada saat tegangan di atas 0,7 V dan pada saat di bias reverse tegangan tidak akan mengalir hingga mencapai tegangan breakdown.
Rancang Bangun Mesin CNC Pemotong Pelat Logam Dengan Lebar Pemotongan
Mesin CNC pemotong pelat logam merupakan mesin yang bergerak secara otomatis yang dikembangkan untuk memudahkan proses pemotongan pelat logam yang apabila dilakukan secara manual memerlukan tenaga yang besar serta pemotongan yang kurang presisi dan memiliki resiko kecelakaan yang lebih tinggi. CNC pemotong pelat logam yang dirancang untuk bergerak secara otomatis dapat memotong pelat lebih efektif, mesin CNC pemotong pelat dikontrol dengan komputer sehingga gerakan akan berjalan sesuai dengan perintah yang di masukkan, dimana program dimasukkan secara berulang sehingga memiliki tingkat presisi yang sama. Selain itu mesin CNC pemotong pelat dapat memotong benda kerja berupa pelat besi dan multipleks. Adapun metode yang digunakan yaitu eksperimental dimana melakukan percobaan secara langsung terhadap alat itu sendiri. Berdasarkan hasil pengambilan data yang diperoleh dari sumbu X dan Z. Koordinat program yang dimasukkan tidak mempengaruhi koordinat akhir terhadap koordinat awal, mesin CNC pemotong pelat logam akan menerimah perintah sesuai dengan kode numerik yang tersusun dari g-code yang berisikan titik koordinat X dan Z sehingga dapat bergerak sesuai dengan perintah yang dimasukkan. Pengaruh pemotongan pelat dengan ketebalan 5 mm dan panjang 10 mm yang memiliki tingkat error sebesar ± 0.02 mm, dimana memerlukan waktu pemakanan ± 8.03 detik dengan kecepatan pemakanan 400 mm/rev yang mana error yang terjadi di akibatkan oleh beban pada getaran dan berat mesin gerinda
ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN NETO PADA SPT TAHUNAN ORANG PRIBADI (STUDI KASUS DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL) KABUPATEN BARRU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zakat sebagai pengurang penghasilan neto pada SPT tahunan orang pribadi di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Barru tahun 2019-2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi ke muzakki dan pegawai BAZNAS Kabupaten Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat sebagai pengurang penghasilan neto menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2018 tentang penerima zakat atau sumbangan keagamaan sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto telah dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Barru dengan menerbitkan Bukti Setor Zakat (BSZ) yang didalamnya terdapat tarif 2,5% dari penghasilan neto. Setiap muzakki yang ingin menjadikan zakat sebagai pengurang penghasilan neto hanya perlu mencantumkan Bukti Setor Zakat pada saat pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi sehingga mengurangi jumlah pajak penghasilan. Pihak BAZNAS tidak mengetahui jumlah muzakki yang memanfaatkan Bukti Setor Zakat tersebut. BAZNAS menggunakan aplikasi Sistem Manajemen Informasi (SIMBA) untuk mempermudah mencetak Bukti Setor Zakat
INOVASI PEMANFAATAN SUSU EVAPORASI SEBAGAI PENGGANTI SANTAN TERHADAP HIDANGAN PENUTUP KHAS MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk membuat inovasi pemanfaatan susu evaporasi sebagai pengganti santan terhadap hidangan penutup khas Makassar pada hidangan barongko, roko roko utti, dan es pallu butung dan untuk mengetahui proses pembuatan hidangan tersebut menggunakan susu evaporasi serta mengetahui tingkat kesukaan dan daya terima masyarakat dilihat dari aspek rasa, tekstur, warna dan aroma. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menyebarkan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan statistik deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa kampus Politeknik Bosowa sedangkan sampel yang digunakan adalah panelis tidak terlatih sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menggunakan 100 persen santan dan 100 persen susu evaporasi dilihat pada aspek rasa diperoleh nilai rata-rata 4.36. Pada aspek tekstur memperoleh nilai rata-rata 4.50. Pada penilaian aspek warna diperoleh nilai rata- rata 4.50. Pada aspek aroma diperoleh nilai rata-rata 4.49. Berdasarkan hasil kriteria penilaian tersebut diperoleh nilai rata-rata di atas 4.0
PENGARUH PERUBAHAN PUTARAN TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN EFFISIENSI THERMAL MESIN DIESEL
Motor bakar adalah salah satu jenis mesin konversi energi yang dapat mengubah energi kimia yang bersumber dari bahan bakar menjadi energi panas yang dihasilkan melalui proses pembakaran antara udara dan bahan bakar dalam suatu ruang bakar, yang selanjutnya diubah lagi menjadi energi mekanis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan putaran terhadap pemakian bahan bakar dan effisiensi termal yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakanan mesin diesel merek KIPOR tipe KM 178F. Hasil penelitian yang diperoleh pada beban 500 watt dengan putaran 1200 rpm sampai 200 rpm menghasilkan pemakainan bahan bakar sebesar 0,227 kg/jam sampai 0,369 kg/jam dan effisiensi termal sebesar 7,717 % sampai 17,400 %. Kata Kunci : Mesin diesel, Putaran, Pemakain Bahan Bakar, Effisiens
STUDI PEMBEBANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TIPE VOLTRA 100 kVA
Penyeimbangan sistem pembebanan merupakan suatu rutinitas yang dilakukan oleh PLN dalam rangka manajemen sebuah trafo distribusi. Selama ini, penyeimbangan pembebanan dilakukan pada Waktu Beban Puncak (WBP) saja. Sehingga kegiatan penyeimbangan beban pada suatu trafo belum menjamin tercapainya keseimbangan beban di titik Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). Penyeimbangan juga dilakukan dengan trial and error. Tentunya hal ini tidak efektif dan efisien baik dari segi hasil yang diinginkan dan waktu yang digunakan. Berkaca dari hal tersebut, perlu dilakukan penyeimbangan beban WBP dan LWBP disertai besaran beban terukur sebagai dasar penyeimbangan. Dengan menggunakan simulasi terlebih dahulu, dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari kegiatan penyeimbangan beban ini. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran awal beban dan data beban pada sebuah trafo distribusi yang akan diseimbangkan sebagai input software simulasi. Penyeimbangan dilakukan merujuk pada hasil simulasi. berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai persentase trafo kurang dari 40%. diketahui bahwa pada jalur 1 nilai presentase sebesar 16 %, sedangkan dijalur 2 nilai presentase trafo 20%. Kemudian beban antar fasa pada gardu ini tidak seimbang, dilihat pada nilai beban puncak fasa R 42,6, S47,1 dan fasa T 90,1
Tinjauan atas Prosedur Penerapan Pajak Air Tanah Pada Kabupaten Maros
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penerapan pajak air tanah CV Agung Mas pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Maros. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara langsung dengan kepala sub bidang pengawasan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Maros (BPKPD) dan kepada pemilik CV Agung Mas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebesar 20 persen dengan dasar pengenaan pajak yaitu nilai perolehan air tanah. Prosedur penetapan pajak dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Maros dengan menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah berdasarkan Surat pemberitahuan pajak daerah atau laporan wajib pajak. Prosedur pemungutan dilakukan dengan penyerahan Surat Ketetapan Pajak Daerah kepada kolektor pajak atau disampaikan langsung kepada wajib pajak untuk ditagihkan, setelah dilakukan pembayaran akan dilakukan verifikasi oleh bendahara penerimaan dengan membuat tanda bukti pembayaran dan surat tanda setor