Open Journal Systems Politeknik Bosowa
Not a member yet
288 research outputs found
Sort by
ANALISIS PELAPORAN INSENTIF PPH PASAL 21 UNTUK WAJIB PAJAK TERDAMPAK PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI PT XYZ
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaporan insentif PPH pasal 21 dan dampak insentif PPH pasal 21 untuk wajib pajak terdampak pandemi corona virus disease 2019 di PT XYZ. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif menggunakan data primer dan sekunder. Data diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pelaporan insentif PPH pasal 21 DTP di PT XYZ sudah berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur pelaporan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 44/PMK.03/2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak pandemi corona virus disease 2019. Insentif PPH Pasal 21 ini berdampak pada penurunan beban pajak bagi perusahaan dan karyawan karena PPH pasal 21 yang harusnya dibayar oleh wajib pajak sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah
ANALISIS KEBIJAKAN KENAIKAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU TERHADAP PENERIMAAN CUKAI DI KPPBC TMP B MAKASSAR
Cukai hasil tembakau merupakan pendapatan negara yang dikelola melalui mekanisme APBN yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembiayaan program dan kinerja pemerintah serta pembangunan diseluruh wilayah NKRI secara terencana, tertib, aman, adil, dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau terhadap penerimaan cukai di KPPBC TMP B Makassar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan tarif cukai hasil tembakau sangat berpengaruh terhadap penerimaan cukai. Pada tahun 2017 penerimaan cukai hasil tembakau dapat mencapai 12,85 persen dari total penerimaan cukai, pada tahun 2018 mencapai 64,48 Persen dan tahun 2019 mencapai 67,95 persen dari total penerimaan cukai. Begitu pula tahun 2020 penerimaan cukai hasil tembakau meningkat menjadi 79,34 persen dari total penerimaan cukai. Peraturan Menteri Keuangan tentang tarif cukai hasil tembakau tahun 2017 dan tahun 2020 memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan cukai hasil tembakau
ANALISIS PENERAPAN BUKTI POTONG ELETRONIK PPH PASAL 23 DI IMB GROUP
Aplikasi bukti potong elektronik (e-Bupot) yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memudahkan pemotongan dan pelaporan pajak penghasilan pasal 23. Pelaksanaan Bukti Potong Elektronik yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 ini dilakukan secara bertahap mulai 1 Agustus 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan e-Bupot dalam pembuatan bukti potong elektronik di IMB Group. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan e-Bupot IMB Group menerapkan sejak September 2020, penerapan e-Bupot dalam pembuatan bukti potong dan pelaporan telah diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Penerapan bukti potong elektronik Pajak Penghasilan Pasal 23 ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan aplikasi yang sebelumnya yang lebih memudahkan bagi wajib pajak
UJI KESUKAAN INOVASI KUE TRADISIONAL DENGAN 4 VARIAN UMBI PADA PEMBUATAN KUE BIJI NANGKA SUKU MAKASSAR DAN SUKU BUGIS
Kue biji nangka adalah salah satu kue tradisional suku Makassar dan suku Bugis. Peneliti mengolah dalam bentuk makanan untuk meningkatkan harga jual umbi-umbian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan kue biji nangka menggunakan varian umbi lain dan untuk mengetahui uji hedonik kue biji nangka dari aspek rasa, tekstur, warna, dan aroma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Kampus Politeknik Bosowa angkatan 2018 yang berjumlah 130 orang dan masih berstatus aktif di tahun 2021. Panelis dalam penelitian ini berjumlah 25 orang panelis tidak terlatih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dari ketiga kali uji coba didapatkan hasil bahwa, pada perlakuan kentang yang menjadi kontrol pembanding pada uji coba ini mendapat penilaian untuk berbagai aspek sangat suka pada aspek rasa 4,28, Pada aspek warna 4,24, pada aspek tekstur 4,29, dan pada aspek aroma 4,21. Perlakuan singkong pada uji coba ini mendapat penilaian untuk berbagai aspek sangat suka pada aspek rasa 4,32, pada aspek warna 4,45, pada aspek tekstur 4,11, dan pada aspek aroma 4,20. Perlakuan ubi jalar putih pada uji coba ini mendapat penilaian untuk berbagai aspek sangat suka pada aspek rasa 4,31, pada aspek warna 4,37, pada aspek tekstur 4,36, pada aspek aroma mendapat nilai rata rata 4,24. Perlakuan ubi jalar kuning pada uji coba ini mendapat penilaian untuk berbagai aspek sangat suka pada aspek rasa 4,00, pada aspek warna 4,40, pada aspek tekstur 4,29 dan pada aspek aroma rata rata 4,27. Perlakuan ubi jalar ungu pada uji coba ini mendapat penilaian untuk berbagai aspek sangat suka pada aspek rasa 4,44, pada aspek warna 4,45, pada aspek tekstur 4,49, dan pada aspek aroma 4,31
Rancang Bangun Perangkat Komunikasi Wireless Menggunakan LoRa pada Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kecepatan Angin
Monitoring adalah kegiatan yang meliputi pengamatan, pemeriksaan dan pengendalian yang berfokus pada proses dan keluaran suatu konsep ataupun sistem. Adapun salah satu pengembangan dalam proses monitoring yaitu penggunaan LoRa. Penelitian ini bertujuan menerapkan sistem komunikasi wireless menggunakan LoRa pada monitoring kecepatan angin, suhu dan kelembaban udara. Sensor yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban adalah DHT11, serta pengukuran kecepatan angin digunakan sensor anemometer.Terdapat 2 fokus pengujian yaitu jarak koneksi dan pengiriman data pengukuran menggunakan LoRa, dengan hasil jarak optimal untuk proses transceiver menggunakan LoRa yaitu dibawah 1200 km menggunakan antena 3dBi yang terkoneksi secara No-Line Of Sight (NLOS)
Robot Keseimbangan(Balancing Robot)
Robot keseimbangan beroda dua merupakan suatu robot yang memiliki prinsip kerja seperti pendulum terbalik yang mempertahankan keseimbangan robot pada sudut 0° dan tegak lurus terhadap bidang datar. Untuk kontrol robot keseimbangan menggunakan Microkontroller dengan mengatur kecepatan dan arah putaran motor. Robot keseimbangan beroda dua menggunakan sensor gyroscope untuk mendeteksi kemiringan dan kecepatan sudut badan robot ketika akan terjatuh. Untuk penggerak robot menggunakan motor DC. Robot keseimbangan beroda dua mampu mempertahankan posisi robot pada kondisi seimbang.
PENGARUH PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT YANG DIMODERASI OLEH ACCRUALS ERANING MANAGEMENT: STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan phenomena in indonesia stock exchange yang paling aktif sahamnya ditransaksikan. Motivasi penelitian ini adalah untuk menganalisis respon investor dalam mengambil keputusan setelah manajemen mempublikasikan laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini memilih 20 perusahaan dengan metode purposive sampling berdasarkan data panel yaitu data time series tahunan dan cross sectioan perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Untuk menguji hipotesis penelitian, maka digunakan model regresi linear dan non linear, sedangkan vraiebl penelitian terdiri dari dua variabel independen, satu variabel moderator dan dua variabel control. Temuan pada penelitian ini, yaitu variabel profitabilitas berpengaruh negative dan signifikan terhadap earning response coefficient, terutama karena setelah lima hari sejak laporan keuangan dipublikasi, pihak investor atau speculator melepaskan sahamnya terutama terhadap saham yang mengalami kejenuhan pertumbuhan harganya sehingga harga cenderung menurun pada hari ke lima dan seterusnya. Liqudity berpengaruh positif dan signifikan terhadap earning response coefficient, karena perusahaan meningkatkan kemampuannya dalam memenuhi kewajiban keuangan dan semakin dipercaya oleh bank dan pihak ketiga, sehingga direspon positif oleh investor di pasar modal
Rancang Bangun Mesin CNC Milling 3 Axis Berbasis Mikrokontroler
Penggunaan dan kebutuhan mesin cnc 3 axis di Indonesia saat ini mengalami peningkatan terutama di industri bahkan merambah kedunia pendidikan, di dunia pendidikan digunakan untuk praktikum disekolah-sekolah kejuruan dan perguruan tinggi teknik. Sehingga pada proyek akhir ini, dirancang suatu alat CNC sederhana yang dapat digunakan untuk menggambar maupun mengukir kayu secara otomatis. Desain yang telah digambar melalui personal computer akan dikonversi dalam bentuk G-Code, dari data tersebut diterima oleh driver motor stepper melalui SISMIN (Sistem Minimum), sehingga data tersebut dikirim sebagai perintah motor stepper untuk menggerakkan axis mesin untuk membentuk pola pada bidang gambar sesuai desain. Mesin ini akan Desain dan rancang bangun mesin CNC milling 3 axis ini meliputi pemilihan bahan dan proses produksi, perhitungan daya spindel, perhitungan kalibrasi, dan menguji kinerja mesin CNC Milling 3 axis. Pada penelitian ini diperoleh daya router minimal untuk memotong segala jenis kayu adalah 240 Watt, putaran pahat minimal adalah 10000 rpm,diameter pahat 17 mm, panjang langkah pada sumbu X sebesar 0,2 mm, pada sumbu Y sebesar 0,2mm, dan pada sumbu Z sebesar 0,8mm. Mesin CNC Milling 3 axis ini mampu digunakan untuk kayu dan akrilik Akurasi gerakan pada sumbu x dan y adalah 0,2 mm. Pemakanan sumbu Z menghasilkan permukaan benda kerja yang cekung dengan kedalaman maksimum adalah 2 mm dengan luas area kerja 70 cm X 90 cm pada permukaan mesin itu sendiri.
Rancang Bangun Bagging Machine Pada Pengemasan Tepung Berbasis PID Dengan Sistem Monitoring Online
Proses penimbangan dan pengemasan tepung secara manual memiliki tingkat ketidakstabilan berat kemasan dan waktu yang kurang efisien dalam proses mengemas. Untuk mengatasi kasus ketidaktepatan tersebut diperlukan pengawasan serta sistem yang mampu melakukan perhitungan dan memberikan hasil pengukuran yang tepat pada berat tepung yang dikemas. Bagging machine (mesin pengemas) dengan sistem monitoring online yang memanfaatkan ESP8266 sebagai konektivitas jaringan dengan mikrokontroler dapat dimanfaatkan untuk mengontrol pengemasan tepung secara otomatis mengoptimalkan presisi berat tepung dan waktu yang efisien. Bagging machine ini dirancang menggunakan load cell driver HX711 dengan kontrol otomatis berbasis PID yang berdasarkan setpoint berat yang dibutuhkan. Setelah dilakukan beberapa pengujian PID dengan variasi data Kp, Ki, dan Kd didapatkan hasil yang optimal rata-rata overshoot 4 gram dan rata-rata error 0.35%.
Mesin Penggulung Kumparan Motor Listrik
Banyaknya sektor industri yang berkembang di Indonesia, salah satunya adalah industri pembuatan Motor Listrik dan Transformator, menambah jumlah jasa penggulungan kumparan motor listrik, akan tetapi masih sangat banyak ditemukan jasa penggulungan dengan menggunakan sistem manual dimana proses penggulungan kawat manual biasanya dioperasikan dengan memutar tuas penggulung menggunakan tangan, meskipun sudah banyak mesin penggulung dengan sistem otomatis yang beredar, namun harga yang ditawarkan masih sangat mahal untuk skala home industri. Tujuan dari pembuatan Mesin Penggulung Kumparan Motor Listrik ini adalah memudahkan untuk menggulung dan memindahkan lilitan secara otomatis sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang bisa saja terjadi akibat penggulungan secara manual. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dimana mengumpulkan data-data penelitian langsung maupun tidak langsung sebelum melakukan pembuatan alat. Pengujian yang dilakukan adalah Jarak perpindahan gulungan, waktu penggulungan, dan Pengatur Diameter Lilitan, Hasil dari Mesin Penggulung Kumparan Motor Listrik ini adalah rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menggulung 1 lilitan adalah 0,56 detik dengan kecepatan penggulungan sebesar 1,78 lilitan/detik dan selisih waktu pada saat penggulungan antara beberapa diameter lilitan yaitu sebanyak 0,04 detik, Jarak perpindahan lilitan dengan pemberian nilai inputan 1 putaran = 10mm, dan untuk mendapat perpindahan, jika dengan pemberian pulsa per motor yaitu pulsa / rev dibagi 2 untuk mendapatkan hasil perpindahan diameter lilitan