Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Transformasi pengetahuan peternak sapi melalui penyuluhan: Analisis di Kecamatan Karangpandan
This study aims to analyze the transformation of knowledge among beef cattle farmers through agricultural extension services in Karangpandan Regency. In rural areas, beef cattle farming is generally traditional and managed based on inherited experience without adequate scientific support. This study used a quantitative descriptive approach with 30 respondents selected purposively. Data were collected through interviews and questionnaires. The analysis used multiple linear regression analysis to examine the influence of extension services (as educators, disseminators of information/innovation, facilitators, consultants, and supervisors) on the level of knowledge of beef cattle farmers (selecting seeds, providing appropriate feed, livestock maintenance methods, pen maintenance, and livestock health management). The results showed that most respondents were in the productive age group (31–50 years), with relatively low levels of education and varying farming experience. Farmers generally had moderate to high levels of knowledge, especially regarding pen management and animal health, while knowledge about breeding was still limited. The role of agricultural extension agents as educators, information/innovation disseminators, facilitators, and supervisors had a significant positive effect on improving livestock farmers' knowledge (p < 0.05). Meanwhile, the role of consultants did not show a significant effect. This study concludes that extension services play a strategic role in empowering and transforming the knowledge of beef cattle farmers through a participatory and needs-based approach. To improve the effectiveness and sustainability of livestock extension programs, it is recommended to strengthen the capacity of extension workers and optimize their facilitation and supervision functions
IMPLEMENTATION OF SMART FISH FEEDER SYSTEM IN DETERMINING FISH FEED WEIGHT USING LOAD CELL SENSOR BASED ON PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
Fish farming is an important sector in meeting society’s food needs. One of the key factors for its success is accurate feeding management, as manual methods (handfeeding) often cause problems such as overfeeding that pollutes the water or underfeeding that hinders fish growth. This study aims to design and implement a smart fish feeder system based on the Siemens S7-1200 PLC with a half-bridge load cell sensor as a feed weight parameter. Thesystem is integrated with Node-RED as a real-time remote monitoring and control interface via Modbus TCP/IP communication. The system design includes PLC programming using ladder diagram, load cell integration for feed weight measurement, and Node-RED dashboard development. Calibration was carried out by comparing load cell readings with a standard scale to obtain accuracy levels. The test results show that the load cell can measure feed weight with an average error of 1.9–2%, resulting in a system accuracy of approximately 98%. The system also successfully executed feed dispensing according to the predefined schedule, although slight deviations occurred at smaller loads. In addition, the Node-RED dashboard effectively displayed real-time monitoring data of feed weight and system status. Therefore, the developed smart fish feeder system can improve efficiency, accuracy, and practicality in fish feeding, offering a practical solution to support the productivity of aquaculture
INOVASI PEMASARAN DIGITAL KOPI GALUNGAN-BULELENG
Kopi Galungan merupakan salah satu komoditas unggulan yang berasal dari Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Kopi Galungan umumnya terdiri dari dua varietas utama, yaitu Robusta dan Arabika yang memiliki rasa yang nikmat serta aroma yang sedap. Adapun yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian adalah 15 orang kelompok tani. Permasalahan yang dialami mitra adalah: Mitra belum melakukan pemasaran dengan baik, mitra belum memiliki pengetahuan tentang digital marketing, perencanaan bisnis, manajemen keuangan, manajemen usaha dan manajemen waktu. Mitra belum melakukan inovasi bisnis, seperti: pengemasan kopi dengan standar nasional/internasional, menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan, ataupun bekerja sama dengan kedai kopi yang ada di Buleleng bahkan di Bali. Adapun solusi yang akan dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: Melakukan Digital marketing, meliputi: pembuatan logo usaha, website, account social media facebook/instagram, mendaftarkan usaha di marketplace ternama, pembuatan brosur, kartu nama, plang papan nama, buku profile, kemasan ekslusif serta penjajagan secara langsung ke mitra usaha seperti warung, toko, maupun ke penjual minuman di kota singaraja, Memberikan pelatihan tentang manajemen usaha, time management, manajemen SDM, manajemen distribusi produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yaitu: wawancara, observasi, pelatihan, pendampingan, focus group discussion (FGD), dan evaluasi. Kegiatan ini menghasilkan website dengan alamat https://kopigalunganbuleleng.com
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA APARATUR DI PEMERINTAHAN KECAMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja aparatur di Pemerintahan Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 aparatur baik ASN maupun non-ASN yang bekerja di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yakni variabel X (budaya organisasi) dan variabel Y (kinerja aparatur). Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sebesar 38 orang. Tipe penelitian ini adalah asosiatif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas dan regresi linear sederhana dengan menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistik 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi “Berpengaruh/Signifikan” terhadap kinerja aparatur di Pemerintahan Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang, berdasarkan hasil rekapitulasi variabel budaya organisasi dengan hasil persentase 78% berada pada kategori baik dan rekapitulasi variabel kinerja aparatur dengan hasil persentase 76% berada pada kategori baik. Faktor-faktor yang memengaruhi budaya organisasi terhadap kinerja aparatur dengan hasil persentase 75% berada pada kategori baik. Faktor yang paling berpengaruh yakni dukungan manajemen dengan persentase 82% berada pada kategori baik. Selain itu dari hasil uji ANOVA didapatkan Fhitung sebesar 120.345 dengan tingkat signifikan 0,000 hal ini menunjukkan variabel independen berpengaruh signifikan dan probabilitas jauh di atas 0,05 secara parsial thitung (10.876) > ttabel (1.688) artinya pengaruh budaya organisasi berpengaruh/signifikan terhadap kinerja aparatur di Pemerintahan Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang dengan R square sebesar 68% berada pada kategori baik dan sisanya 32% dipengaruhi oleh variabel lain di luar dari penelitian ini
BUDAYA ORGANISASI DALAM PELAYANAN PENERBITAN KARTU IDENTITAS ANAK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Penelitian ini membahas tentang budaya organisasi dalam pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidenreng Rappang. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kesadaran masyarakat dan belum optimalnya pelayanan akibat kurangnya sosialisasi serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan budaya organisasi serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, namun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, komunikasi internal yang belum optimal, dan minimnya motivasi aparatur. Kesimpulannya, budaya organisasi yang kuat dan berorientasi pada pelayanan publik perlu diperkuat untuk mewujudkan pelayanan yang efektif, transpan dan berkeadila
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MATERI MENGHARGAI KEBERAGAMAN DI LINGKUNGAN SEKITAR MELALUI PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS V D DI SDN 016 SUNGAI KUNJANG
Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih cenderung menggunakan metode tradisional seperti ceramah dan tugas, siswa menjadi pasif dan kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini berpengaruh pada rendahnya hasil belajar siswa, terutama dalam materi yang berhubungan dengan keberagaman agama, suku, ras, dan budaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil dari penerapan metode pembelajaran problem based learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini difokuskan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menghargai keberagaman dengan pendekatan PBL yang melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Penggunaan metode ini diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam kelompok, dan menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan dalam hasil belajar siswa. Pada kondisi awal (prasiklus) hanya 10,3% siswa yang tuntas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setelah penerapan PBL pada Siklus I, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 44,8%. Pada Siklus II, ketuntasan klasikal mencapai 93,1%, dengan nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 83,4. Selain itu, aktivitas guru dan siswa juga mengalami peningkatan yang seiring dengan hasil belajar yang lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila mengenai keberagaman pada siswa kelas V D SDN 016 Sungai Kunjan
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN MOTIVASI BELAJAR PRESTASI SISWA: IMPLIKASI TERHADAP NILAI MATA PELAJARAN PPKn
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis teknologi dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMK Kesehatan Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang dibagikan kepada 100 responden. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Motivasi belajar juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 66,8% variasi prestasi belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi pembelajaran dan penguatan motivasi belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn di era digital
Pelaksanaan Motivasi Kepala Dinas Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka
Penelitian ini berjudul “Pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka”, setelah dilakukannya observasi ditemukan permasalahan yaitu, masih adanya sebagian pegawai yang belum maksimal dalam melaksanaan tugas pokok masing-masing pegawai, mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas pelayanan secara tepat waktu dan kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan dan organisasi. Permasalahan tersebut diduga karena Kepala Dinas kurang melibatkan pegawai dalam proses pengambilan keputusan, kurang memberikan perhatian tertulis dalam membahas insentif tambahan dan memberikan delegasi tugas kepada pegawai yang kurang tepat.
Alat ukur yang digunakan yaitu variabel X adalah motivasi menurut Malayu Hasibuan, yaitu asas mengikutsertakan, asas komunikasi, asas pengakuan, asas wewenang yang didelegasikan, asas adil dan layak, dan asas perhatian timbal balik. Dan untuk variabel Y adalah moeheriono yaitu efektif, efisien, kualitas, ketepatan waktu, produktivitas dan keselamatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah mix methods yaitu metode penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif yang menggunakan analisa data concurrent triangulasi. Adapun populasi sebanyak 36 orang pegawai dan sampelnya 35 orang pegawai, dengan menggunakan teknik sampel jenuh dan rumus persentase.
Berdasarkan pembahasan analisa data diperoleh bahwa penerapan asas-asas motivasi oleh Kepala Dinas baru mencapai rata-rata 68% dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka baru mencapai rata-rata 67,7%. Sehingga berdampak dari asas motivasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial baru mencapai cukup baik yang akan berdampak pada peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan: “Jika pelaksanaan motivasi oleh Kepala Dinas berdasarkan asas-asas motivasi, maka kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Majalengka meningkat
Analisis Implementasi Kebijakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah Bagi OPD di Kabupaten Majalengka
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan belum optimalnya kinerja pegawai yang diduga karena kurangnya pelaksanaan pengawasan di UPTD Puskesmas Margajaya Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Permasalahan yang ditemukan antara lain: 1) Masih adanya sebagian pegawai yang kurang produktivitas dalam kerja sama tim. 2) Masih adanya sebagian pegawai yang kurang kualitasnya dalam menerima tugas tambahan. 3) Masih adanya sebagian pegawai yang tingkat kuantitas kerjanya belum memenuhi standar kerja yang ditentukan. Kondisi ini diduga terjadi karena fungsi pengawasan belum dijalankan secara optimal, baik pengawasan langsung maupun tidak langsung.JAPRI (Jurnal Administrasi Publik Riset Inovatif) | Volume 2 | No. 2 | Desember 2025| Hal 92-104Pengaruh Pengawasan Oleh Kepala Terhadap Kinerja Pegawai Pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)Puskesmas Margajaya Kecamatan Lemahsugih Kabupaten MajalengkaNadia Rahmatul Maula93Penelitian ini menggunakan teori pengawasan dari Siagian yang membagi pengawasan ke dalam dua teknik, yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung. Sementara itu, pengukuran kinerja pegawai mengacu pada teori Wibowo yang meliputi lima dimensi, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, produktivitas, ketepatan waktu, dan efektivitas biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Populasi penelitian berjumlah 34 pegawai dengan sampel sebanyak 32 pegawai dengan rumus slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan di UPTD Puskesmas Margajaya memiliki nilai rata-rata skor 3,78 dengan kategori baik, kemudian kinerja pegawai memiliki rata-rata skor 3,80 dengan kategori baik. Nilai hubungan kedua variabel tersebut sebesar 0,864 dengan kategori sangat kuat dan memiliki pengaruh sebesar 74,7%. Kemudian hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung 9,049 > ttabel 2,042 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengawasan oleh Kepala dan kinerja pegawai pada UPTD Puskesmas Margajaya Kecamatan Lemahsugih Kabupapten Majalengka.Kata-kata Kunci: Efektivitas, Kinerja, Pengawasan, Pegawai, Produktiva
TEACHERS' PERSPECTIVES ON OBSTACLES AND SOLUTION STRATEGIES IN MATHEMATICS TEACHING IN INCLUSIVE ELEMENTARY SCHOOL CLASSES
This study aims to identify the challenges faced by teachers in teaching mathematics in inclusive elementary school classrooms and the solution strategies implemented to overcome these challenges. Teaching mathematics in inclusive classrooms involves students with diverse abilities, including students with special needs, which complicates the learning process. The research method used was descriptive qualitative, with data collected through in-depth interviews and observations of several teachers teaching in inclusive elementary school classrooms. The results indicate that the main challenges faced by teachers include differences in academic ability levels among students, limited resources, complex classroom management, difficulties in managing the behavior of students with special needs, and a lack of adequate training and support for teachers. Teachers face challenges in adapting teaching materials and teaching methods to meet the diverse needs of students, which impacts learning effectiveness. Furthermore, limited access to appropriate tools and technology is also a hindering factor. To overcome these challenges, teachers implement various solution strategies, such as using more flexible teaching methods and collaborating with support staff and specialists to provide more attention to students with special needs