Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Permasalahan utama guru PAI di Sekolah Dasar kurangnya pemahaman aplikatif yang komprehensif mengenai penerapan kurikulum merdeka. Banyak guru bekum sepenuhnya siap mengintegrasikan prinsip-prinsip utama Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI. Kondisi ini mampu mempengaruhi efektivitas dan keterlibatan aktif siswa. Pelatihan ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan tersebut, dengan tujuan untuk memastikan para guru memahami konsep dan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran PAI di kelas. Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dalam simulasi, diskusi interaktif, kolaborasi guru PAI dan praktik langsung. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa tim PKM berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru Pendidikan Agama Islam dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Melalui tindak lanjut yang direncanakan, diharapkan keberhasilan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Trenggale
Kesiapsiagaan Mitigasi Risiko pada Pelaksanaan Event Publik: Analisis Peran Dosen dan Mahasiswa Vokasi di Tengah Keramaian Job Fair Kabupaten Bandung Barat
Kegiatan event publik seperti job fair memiliki potensi risiko keselamatan dan keamanan, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kabupaten Bandung Barat. Kurangnya pemahaman akan mitigasi risiko dapat berdampak pada kelancaran dan keselamatan peserta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi risiko melalui peran aktif dosen dan mahasiswa vokasi dalam pelaksanaan job fair. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara, serta pelatihan dan pendampingan kepada panitia pelaksana dan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar mitigasi risiko, termasuk evakuasi darurat, manajemen kerumunan, dan penanganan insiden ringan. Dosen dan mahasiswa berperan aktif dalam perencanaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta koordinasi yang lebih baik antar pihak terkait. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan civitas akademika dalam manajemen risiko event publik dapat meningkatkan kesadaran keselamatan dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal
Bimbingan Teknis Pengelolaan Lahan Sawah Berkelanjutan di Desa Mopute Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara
Desa Mopute yang terletak di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengelolaan lahan sawah, karena didukung oleh kesuburan tanah dan ketersediaan air yang cukup melimpah. Meskipun demikian, sejumlah permasalahan seperti erosi yang menyebabkan degradasi tanah, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, sistem drainase yang kurang memadai, serta dampak perubahan iklim menjadi faktor penyebab menurunnya hasil produksi pertanian. Selain itu, praktik pembakaran jerami dan penggunaan pestisida kimia turut memperparah kondisi ekosistem dan keberlanjutan lahan pertanian. Menanggapi kondisi tersebut, tim dari Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan pengelolaan lahan sawah yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi secara langsung dan tidak langsung, serta pelatihan yang mencakup teori dan praktik terkait pemupukan ramah lingkungan berdasarkan prinsip lima tepat (jenis, dosis, waktu, cara, dan tempat). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepedulian petani terhadap pentingnya penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan secara teknis, sosial, ekonomi, dan ekologis. Secara keseluruhan, pendekatan edukatif dan partisipatif terbukti efektif dalam mendukung keberlanjutan lahan sawah dan produktivitas pertanian di Desa Mopute
Meningkatkan Efektivitas Kampanye PKK Dalam Promosi Kesehatan dan Pendidikan di Desa Ria Bao
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi yang mewadahi perempuan untuk berperan aktif dalam masyarakat, memiliki kapasitas untuk menyebarkan informasi terkait kesejahteraan keluarga dan membentuk perilaku masyarakat melalui kebutuhan dasar di berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan dan pendidikan. PKK menjadi organisasi dengan perempuan sebagai penggerak dalam membina, membangun, dan membentuk keluarga mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat. Namun, dalam pelaksanaan kampanye promosi kesehatan dan pendidikan masih ditemukan berbagai kendala seperti kurangnya strategi komunikasi yang tepat, keterbatasan sumber daya, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk Meningkatkan Efektivitas Kampanye PKK dalam Promosi Kesehatan dan Pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan sosialisasi. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa efektivitas kampanye dapat ditingkatkan melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan, penggunaan metode komunikasi yang efektif, kemitraan dan kolaborasi, inovasi dalam kampanye, monitoring dan evaluasi. Kesimpulannya melalui peningkatan sumber daya manusia dan strategi kampanye yang tertstruktur dengan baik dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mengadapi isu-isu kesehatan dan pendidika
Komunikasi Efektif Untuk Pelajar, Mengembangkan Soft Skills dalam Negosiasi dan Presentasi di SMP Negeri 1 Nagawutung
Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu keterampilan dasar (soft skills) yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam membangun hubungan interpersonal, menyampaikan ide, dan berinteraksi dalam berbagai situasi. Komunikasi efektif mencakup keterampilan menyampaikan pesan secara jelas, memahami sudut pandang orang lain, serta merespons dengan empati. Untuk mengembangkan keterampilan ini pada pelajar, mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang melaksanakan program pengabdian masyarakat dalam kerangka MBKM di Desa Wuakerong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Program yang bertajuk Komunikasi Efektif untuk Pelajar: Mengembangkan Soft Skills dalam Negosiasi dan Presentasi ditujukan kepada siswa SMP kelas 2 (usia 13–14 tahun). Melalui sosialisasi dan pelatihan yang berfokus pada materi dan praktik langsung, siswa dibekali dengan keterampilan dasar dalam negosiasi dan presentasi. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide secara terstruktur, membangun kepercayaan diri, serta menguasai teknik komunikasi efektif dalam konteks pendidikan dan kehidupan sosial.
 
MENINGKATKAN ESKPOSUR RUMAH ADAT DESA LARANWUTUN MELALUI MEDIA SOSIAL YOUTUBE
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur rumah adat Desa Laranwutun melalui pemanfaatan media sosial YouTube sebagai platform digital yang efektif dan luas jangkauannya. Kegiatan ini dilakukan dengan pembuatan video documenter dengan menampilkan arsitektur serta nilai-nilai budaya yang ada pada rumah adat tersebut. Hasil yang diharapkan meningkatnya kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap rumah adat Laranwutun, serta terwujudnya pelestarian budaya melalui media digital. Selain itu, peningkatan eksposur ini juga dapat mendukung pengembangan potensi pariwisata budaya di Desa Laranwutu
Belajar Jadi Patriot Sejak Dini : Pembentukan Karakater Nasionalisme Anak SD di SDK St. Yusuf Waipukang
Globalisasi yang kian masif membawa tantangan serius terhadap semangat nasionalisme generasi muda, khususnya pada siswa sekolah dasar. Minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan (cinta tanah air, semangat kebhinekaaan, persatuan, kesatuan, dan keadilan social), mulai tergerus oleh perkembangan globalisasi sehingga menjadi persoalan yang perlu ditangani sejak dini. Salah satu Solusinya dilakukan melalui Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa MBKM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang bertema “Belajar Jadi Patriot Sejak Dini: Pembentukan Karakter Nasionalisme Anak Sekolah Dasar”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai cinta tanah air kepada siswa kelas IV SDK St. Yusuf Waipukang, Kabupaten Lembata. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Edukatif, Interaktif, dan Partisipatif, melalui berbagai kegiatan seperti upacara bendera, pemaparan materi, diskusi,menyanyikan lagu wajib nasional, bermain peran, dan pengenalan tokoh nasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingginya antusiasme dan partisipasi aktif siswa, serta respons positif dari guru dan pihak sekolah. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran nasionalisme anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model penguatan karakter kebangsaan di jenjang pendidikan dasar
Pemanfaatan Ecoenzym untuk Pertanian Desa Tambak, Mojosongo, Boyolali
Tujuan pengabdian ini untuk menghasilkan dan mengetahui pemanfaatan ecoenzym untuk pertanian di Desa Tambak, Mojosongo, Boyolali. Pelatihan dan pendampingan tersebut secara garis besar bertujuan untuk memaksimalkan potensi alam yang ada yakni banyaknya pertanian diwilayah Boyolali. Kegiatan berupa pelatihan pembuatan ecoenzym. Proses kegiatan pelatihan kepada masyarakat tentang cara pembuatan ecoenzym untuk membantu memaanfaatkan bahan dari lokal. Ini mendukung praktik pengolahan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode pengabdian ini adalah pelatihan dan pendampingan yang diikuti oleh 30 peserta, dimana tim pelaksana program adalah 4 dosen dan 3 mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan di Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini disambut atusias warga Tambak yang tertarik dengan ecoenzym digunakan untuk pertanian dan perkebunan
Sosialisasi Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Dan Digital Marketing Pada Kelompok Peternak Babi, Selat, Karangasem
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada sosialisasi dan implementasi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan digital marketing bagi kelompok peternak babi di Desa Selat, Kabupaten Karangasem. Permasalahan utama yang dihadapi Ibu I Gusti Ayu Mulyawati selaku mitra adalah belum optimalnya pengelolaan keuangan dan keterbatasan strategi pemasaran produk. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peternak dalam melakukan pencatatan keuangan yang terstruktur serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi interaktif, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah mitra dapat menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih baik, membuat laporan sederhana, dan secara mandiri menggunakan platform digital untuk promosi dan pemasaran produk peternakan mereka, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha
Pelatihan Strategi Pemasaran Dan Pengelolaan Keuangan Bagi Pengrajin Perak Di Banjar Tangsub, Gianyar, Bali.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Banjar Tangsub, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, yang dikenal sebagai sentra kerajinan perak. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas pengrajin dalam strategi pemasaran digital dan pengelolaan keuangan sederhana. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran, keterbatasan jangkauan pasar, serta minimnya pemahaman pencatatan keuangan yang sistematis. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2025 ini mencakup penggunaan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Shopee, serta pencatatan keuangan dan perhitungan harga pokok produksi melalui smartphone. Selain transfer pengetahuan (soft technology), mitra menerima bantuan peralatan produksi (hard technology) berupa Bench Grinder, Foredom, dan bahan perak. Hasil awal menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, serta publikasi kegiatan di media massa onlie. Tahapan selanjutnya meliputi pendampingan intensif, evaluasi berkala, dan pembentukan komunitas digital untuk keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing, produktivitas, dan keberlanjutan usaha pengrajin perak di pasar nasional maupun internasional