Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Batik Jumputan Teknik Shibori: Sosialisasi dan Praktik Kreatif
Desa Bengkalan di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, dengan pekerjaan sampingan menenun benang menjadi kain tapih yang membutuhkan waktu produksi cukup lama dan hasil yang terbatas. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya kontribusi ekonomi dari kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dengan tujuan memberikan sosialisasi dan praktik pembuatan batik jumputan teknik shibori sebagai bentuk pengembangan kreativitas dan strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman mengenai proses produksi batik jumputan teknik shibori, penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta pengetahuan dasar mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan usaha. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa transfer pengetahuan dan keterampilan melalui pendekatan kolaboratif mampu meningkatkan kreativitas dan kompetensi kewirausahaan masyarakat, khususnya Kelompok PKK Desa Bengkalan, dalam menciptakan nilai tambah produk lokal dan memperluas jangkauan pemasaran secara berkelanjuta
PERAN PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT GUNA MEWUJUDKAN KERUKUNAN DI KELURAHAN LOA TEBU
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu, kemudian Kendala Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu, serta Upaya apa saja yang dapat dilakukan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Keluraha Loa Tebu pada bulan Desember 2024-Januari 2025. Subjek penelitian ini ialah Lurah, Kasi Sosial, Kader PKK dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKK berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kerukunan masyarakat di Kelurahan Loa Tebu melalui program-program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan sosial dan keagamaan. PKK menghadapi kendala internal dalam melaksanakan program-program tersebut, seperti kurangnya koordinasi dan sumber daya manusia, serta kendala eksternal seperti terbatasnya dana dan lemahnya partisipasi masyarakat. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, PKK juga melakukan evaluasi rutin terhadap program-programnya untuk memastikan efektivitasnya. Berkat upaya tersebut, PKK telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, meningkatkan nilai gotong royong, dan menciptakan lingkungan yang lebih rukun
PERAN MANAJEMEN TALENTA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen talenta dalam dunia pendidikan, komponen manajemen talenta yang mempengaruhi kinerja guru, strategi implementasi manajemen talenta dalam meningkatkan kinerja guru serta tantangan dan solusi manajemen talenta dalam meningkatkan kinerja guru. Metode penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi manajemen talenta di sekolah atau di bidang pendidikan sangat penting untuk mengoptimalkan potensi guru, meningkatkan kinerja guru, meningkatkan kualitas pengajaran, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan pendidikan secara keseluruhan. Komponen manajemen talenta yang mempengaruhi kinerja guru antara lain perencanaan talenta, rekrutmen dan seleksi, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, serta retensi dan penghargaan. Tantangan-tantangan tersebut dapat muncul dari aspek internal maupun eksternal, mulai dari keterbatasan sumber daya, kebijakan yang tidak terintegrasi, hingga resistensi terhadap perubahan
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN SERTA NUTRISI ANAK PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya kajian yang secara spesifik menyoroti keterkaitan antara literasi kesehatan orang tua dan kualitas pemenuhan nutrisi anak usia dini dalam konteks masyarakat Indonesia. Terdapat kesenjangan data serta kurangnya integrasi antara program edukasi keluarga dengan kebutuhan spesifik anak, di mana peran aktif orang tua dalam pengasuhan berbasis kesehatan belum tergambarkan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sejauh mana pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi berpengaruh terhadap praktik pengasuhan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui penelusuran sistematis berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen resmi. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola dan tema terkait peran orang tua dalam pemenuhan gizi serta intervensi kesehatan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa orang tua berperan sentral dalam membentuk pola makan sehat, menjaga kebersihan, dan menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi gizi dan peningkatan literasi kesehatan terbukti menjadi kunci penting dalam optimalisasi peran orang tua. Simpulan utama dari penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas orang tua melalui program sosialisasi dan intervensi komunitas guna memastikan kesehatan dan nutrisi anak usia dini terpenuhi secara berkelanjuta
Penguatan Peran Karang Taruna dalam Optimalisasi Potensi Lokal untuk Mendukung Perekonomian Desa Berkelanjutan
Potensi lokal desa berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, khususnya melalui pemberdayaan generasi muda. Karang Taruna sebagai bagian penting dari struktur sosial desa memiliki peran sentral dalam pengembangan potensi ini. Diperlukan program pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha pemuda secara kreatif dan adaptif melalui ekonomi kreatif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan di Kantor Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dalam bentuk pendampingan. Pendampingan ini menggunakan empat metode, diantaranya: (a) identifikasi kebutuhan dan kondisi sasaran; (b) metode focus group discussion (FGD) diterapkan untuk mendiskusikan permasalahan kepada peserta yang disertai dengan pendekatan share and care dan sesi tanya jawab; (c) metode praktik dilakukan guna memberikan kesempatan kepada peserta untuk unjuk kerja melalui simulasi dan latihan; serta (d) evaluasi dan refleksi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendampingan yang ditempuh dengan pemberian pre-test dan post-test. Target dari pengabdian masyarakat ini secara umum untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan pemuda Karang Taruna dalam memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Secara umum kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif diantaranya meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang usaha berbasis potensi lokal, tumbuhnya inisiatif kewirausahaan, serta penguatan peran Karang Taruna sebagai agen perubahan ekonomi desa. Selain itu juga berdampak positif dalam mendorong karakter wirausaha yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan
Transformasi Ekonomi Petani Sereh Wangi Gayo Lues untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan
Kabupaten Gayo Lues memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil sereh wangi (Cymbopogon nardus) di Aceh. Namun, sebagian besar petani masih mengandalkan metode tradisional dan menjual minyak mentah dengan nilai ekonomi rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan diversifikasi produk turunan, pemanfaatan limbah sereh wangi, serta pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup tahapan persiapan, pelatihan produksi dan pemasaran, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam mengolah minyak sereh wangi menjadi sabun, lilin aromaterapi, dan pupuk organik. Selain itu, keterlibatan mahasiswa KKN dalam pendampingan digital mendorong terbentuknya toko daring dan peningkatan volume penjualan produk hingga 40%. Program ini berhasil membangun kemandirian petani dan mendorong pengembangan kewirausahaan lokal berbasis potensi daerah. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi
Peningkatan Kompetensi Karyawan Melalui Pelatihan Softskill Dan Etika Pelayanan Konsumen Di Usaha Ecoprint Batik Dahon
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian nasional sekaligus pelestarian budaya lokal (Marina et al., 2023). Salah satu contoh adalah Ecoprint Batik Dahon di Pangandaran, Jawa Barat, yang mengembangkan produk kreatif dan ramah lingkungan. Meski potensial, usaha ini terkendala rendahnya kompetensi karyawan pada aspek soft skill dan etika pelayanan, sehingga memengaruhi kualitas interaksi pelanggan dan citra usaha. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan karyawan melalui pelatihan berbasis experiential learning, meliputi komunikasi, kerja tim, pengendalian emosi, empati, serta penerapan etika seperti kejujuran, tanggung jawab, dan nilai lokal. Pelaksanaan dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok, dan simulasi pelayanan. Evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan refleksi peserta. Hasilnya, terjadi peningkatan kepercayaan diri, kemampuan menjelaskan produk, serta keterbukaan terhadap kritik. Karyawan mulai menerapkan standar pelayanan yang lebih humanis dan profesional. Pemilik usaha berkomitmen melanjutkan pelatihan berkelanjutan dan mentoring internal. Program ini berdampak pada peningkatan kualitas layanan, penguatan nilai kewirausahaan berbasis kearifan lokal, dan mendukung SDGs, khususnya pekerjaan layak dan konsumsi-produksi bertanggung jawab, serta sinergi MBKM. Model ini dapat direplikasi untuk pengembangan UMKM berbasis komunitas dan budaya
Pemberdayaan Pengrajin Kayu Melalui Konten Creative Website Berbasis Tri N Mewujudkan Enteprenership Kulon Progo
Perkembangan teknologi saat ini dirasa sangat cepat membuat kondisi pasar semakin tidak menentu. Kemajuan ini sangat dirasakan oleh para pelaku ekonomi kreatif salah satunya Hacotan Craft, Hacotan Craft merupakan sebuah UMKM yang berlokasi di Dusun Semen sedang berupaya untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan memproduksi kerajinan dari kayu. permasalah yang dihadapi oleh hacotan craft mencakup penggunaan teknologi dalam media promosi produk. Harapannya dengan adanya pengabdian ini hacotan craft dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam sarana promosi mereka agar produk mereka dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Metode dilakukan dengan metode action research melalui pendekatan penyuluhan secara partisipatif yaitu penyuluhan yang mendorong mitra untuk berkontribusi mengikuti kegiatan pendampingan agar dapat menganalisa, mengikuti dan mengevaluasi hasil tinjauan dan prespektif penggunaan website dapat diterapkan untuk promosi. Pada dasarnya pemberdayaan ini berfokus kepada pendampingan skill masyarakat ekonomi kreatif dalam pengelolaan ekonomi kreatif secara digital. Pendampingan konten digital melalui konsep tri N menjadikan masyarakat ekonomi kreatif lokal mampu menyesuaikan perkembangan zaman saat ini yang mulai beralih secara digital dalam segi pemasaran yang efektif
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan bawang putih reject menjadi produk bernilai ekonomis guna meningkatkan pendapatan petani di desa Nunuk Baru, Majalengka
Desa Nunuk Baru di Kabupaten Majalengka adalah salah satu pusat produksi bawang putih lokal. Namun, besarnya jumlah bawang putih yang ditolak (tidak sesuai dengan standar pasar) menjadi masalah utama yang masih belum teratasi dengan baik. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama petani dan pelaku rumah tangga, dengan memberikan pelatihan proses pengolahan bawang putih reject menjadi produk bernilai ekonomi seperti bawang putih goreng, bubuk bawang putih, dan pasta bawang putih. Pelaksanaan mencakup sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan teknis. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam pengolahan serta kesadaran terhadap potensi ekonomi bawang putih yang reject. Produk olahan yang dihasilkan memiliki potensi pasar yang cukup baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk usaha kecil. Selain itu, pada kesempatan ini juga tim PKM menymbangkan mesin kupas otomatis untuk digunakan oleh para kelompok tani dan dibekali pula cara pengoperasian mesin kupas tersebut. Mesin ini juga bermanfaat besar mengurangi waktu dan tenaga kerja sehingga petani bisa lebih efisien dan efektif dalam proses pengolahan bawang putih tersebut. Program ini tidak hanya mengurangi limbah setelah panen, tetapi juga menciptakan peluang untuk meningkatkan pendapatan bagi masyarakat setempat. Program diharapkan berkelanjutan dengan membentuk kelompok usaha bersama yang berbasis desa
Pelatihan Pemanfaatan Marketplace Sebagai Media Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan UMKM Desa Ria Bao
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan serta dampak dari pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan platform marketplace sebagai media pemasaran, dengan tujuan untuk meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Ria Bao. Pelatihan ini dirancang dengan penekanan pada demonstrasi praktis, yang mencakup pembuatan label produk, pendaftaran akun di marketplace, serta deskrispsi promosi yang menarik. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara informal dengan para peserta. Temuan kualitatif yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan motivasi di kalangan pelaku UMKM untuk mengadopsi alat pemasaran digital. Pelatihan awal ini dapat dianggap sebagai langkah fundamental dalam meningkatkan literasi digital serta memperluas akses pasar bagi UMKM yang berada di daerah pedesaan terkhususnya Desa Ria Bao. Studi ini merekomendasikan bahwa pelatihan lanjutan dan pendampingan yang berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dari pemanfaatan marketplace