Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lingkungan Akademik terhadap Pembentukan Kelompok Sosial Mahasiswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lingkungan akademik sebagai ruang pembentukan identitas dan kelompok sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan akademik terhadap pembentukan kelompok sosial mahasiswa di Universitas Majalengka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 3200 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan akademik yang kondusif, meliputi aspek sosial, budaya kampus, dukungan institusional, dan fasilitas fisik, berpengaruh positif terhadap terbentuknya kelompok sosial mahasiswa, baik dalam bentuk organisasi, kelompok belajar, maupun komunitas minat. Lingkungan yang suportif mendorong meningkatnya interaksi sosial, rasa memiliki, serta keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kampus. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas lingkungan akademik merupakan langkah strategis dalam membentuk kelompok sosial mahasiswa yang sehat dan inklusif. Oleh karena itu, disarankan agar perguruan tinggi terus memperkuat budaya akademik yang mendukung interaksi sosial dan partisipasi mahasiswa
PERSPEKTIF GLOBAL TREN DAN PERKEMBANGAN INOVASI PENELITIAN VIDEO TO MUSIC GENERATION
Penelitian ini bertujuan memetakan evolusi generasi musik berbasis AI, khususnya generasi musik dari video. Melalui analisis bibliometrik terhadap 999 publikasi ilmiah (1997-2025), kami menganalisis tren dan struktur konseptual menggunakan VOSviewer. Metode meliputi ekstraksi metadata, konstruksi jaringan ko-kepengarangan, dan identifikasi kluster dominan. Hasil mengungkapkan lima kluster tematik utama: model generatif berbasis teks, generasi musik simbolik, musik video game, integrasi multimedia, dan komposisi otomatis. Studi terbaru menunjukkan pergeseran ke arsitektur generatif multimodal, mengintegrasikan transformer dan model difusi untuk mengatasi tantangan penyelarasan semantik-temporal antara video dan musik. Penelitian mengidentifikasi kesenjangan utama: kelangkaan dataset berpasangan skala besar, kurangnya metrik evaluasi standar, dan terbatasnya sistem generasi real-time. Kebaruan penelitian ini adalah pemetaan bibliometrik pertama yang fokus eksklusif pada generasi musik dari video, memberikan fondasi bagi komunitas akademik dan industri untuk memahami lintasan dan arah masa depan bidang ini
REPRESENTASI NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL CERITA AKU ANAK YANG BERANI 3 DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujaun untuk mendeskripsikan dan merepresentasikan nilai multikultural cerita Aku Anak yang Berani 3 dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dengan analisis isi. Sumber penelitian berupa sepuluh cerita di dalam cerita anak Aku Anak yang Berani 3. Data dikumpulkan dengan mengkaji teks, mencatat dan menganalisis temuan. Teknik analisis data menggunakan teknik simak dan catat. Data diklasifikasi, dianalisis, dan diinterpretasikan berdasarkan nilai pendidikan multrikultural, lalu diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa analisis nilai mutikutural yang ditemukan pada cerita anak Aku Anak yang Berani 3, yaitu toleransi antarumat beragama, menghargai perbedaan suku dan bahasa, menghormati perbedaan fisik, kesederajatan gender, dan perbedaan-perbedaan lainnya yang meliputi perbedaan cara belajar, keadaan ekonomi, perbedaan pendapat, perbedaan kemampuan, dan perbedaan keadaan keluarga. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang sama di dunia ini, penuh perbedaan, dan bagaimana cara untuk saling menyikapi perbedaan tersebut sehingga tidak terjadi perselisihan dan konflik. Oleh sebab itu, cerita anak ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra berbasis pendidikan multikultural di sekolah dasar.
Kata kunci: Sastra Anak, Pendidikan Multikultural, Sekolah Dasar
This research aims to describe and represent the multicultural value of the story Aku Anak Berani 3 in literature learning in elementary schools. The method used in this research is a qualitative descriptive method with content analysis. The research source is ten stories in the children's story Aku Anak berani 3. Data was collected by reviewing the text, recording and analyzing the findings. Data analysis techniques use listening and note-taking techniques. The data is classified, analyzed and interpreted based on the value of multicultural education, then implemented in literature learning in elementary schools. Data analysis is carried out by collecting data, reducing data, presenting data, drawing conclusions. The results of the research are an analysis of the muticutural values found in the children's story Aku Anak Berani 3, namely tolerance between religious believers, respect for ethnic and linguistic differences, respect for physical differences, gender equality, and other differences which include differences in learning methods, economic conditions, differences opinions, differences in abilities, and differences in family circumstances. It can be concluded that nothing in this world is the same, it is full of differences, and how to deal with these differences so that disputes and conflicts do not occur. Therefore, this children's story can be used as literature learning material based on multicultural education in elementary schools.
Keywords: Children's Literature, Multicultural Education, Elementary Schoo
KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH
Seorang siswa seharusnya dapat menulis dengan baik, dengan mengikuti kaidah bahasa yang berlaku. Akan tetapi, siswa di MI Mamba’ul Huda masih mengalami kesulitan dalam menulis karangan. Hal ini terbukti bahwa di dalam karangan narasi yang ditulis, terdapat banyak kesalahan penulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan ejaan—khususnya tanda baca—dalam penulisan karangan narasi siswa kelas V MI Mamba’ul Huda Ngabar, Ponorogo yang berjumlah 19 siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dalam kegiatan pengumpulan data. Data dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan teori analisis kesalahan berbahasa. Berdasarkan analisis data, ditemukan 202 kesalahan tanda baca yang tersebar dalam kesalahan penulisan tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-), tanda seru (!), dan tanda petik (“). Rincian kesalahan tersebut adalah 38,6% kesalahan penulisan tanda titik (.); 49,5% kesalahan penulisan tanda koma (,); 7,42% kesalahan penulisan tanda hubung (-); 2,97% kesalahan penulisan tanda seru (!); dan 1,48% kesalahan penulisan tanda petik (“). Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa tersebut terjadi karena siswa belum memiliki pemahaman yang baik tentang ejaan, siswa memiliki minat dan motivasi rendah terhadap pembelajaran menulis karangan yang terintegrasi dengan pembelajaran ejaan, dan siswa tidak teliti dalam kegiatan menulis. Oleh sebab itu, guru tingkat sekolah dasar memiliki tugas ekstra untuk memberi pemahaman kepada siswa tentang pentingnya ejaan dalam bahasa tulis, sehingga akan menghasilkan tulisan yang benar dan lebih baik.
Kata kunci: karangan narasi, kesalahan ejaan, siswa, tanda baca
A student should be able to write well, by following applicable language rules. However, students at MI Mamba'ul Huda still experience difficulties in writing essays. This proves that there are many writing errors in their narrative essays. This research aims to describe spelling errors—especially punctuation—in writing narrative essays by class V students at MI Mamba'ul Huda Ngabar, Ponorogo, totaling 19 students. This qualitative descriptive research uses documentation techniques in data collection activities. The data in this research was then analyzed using language error analysis theory. Based on data analysis, 202 punctuation errors were found, spread across errors in writing full stops (.), commas (,), hyphens (-), exclamation marks (!), and quotation marks (“). The details of these errors were 38.6% in writing full stops, 49.5% in writing commas, 7.42% in writing hyphens, 2.97% in writing exclamation marks, and 1.48% in writing quotation marks. The writing errors are because students do not have a good understanding of spelling, have low interest and motivation in learning to write essays which is integrated with spelling learning, and students are not careful in writing activities. Therefore, elementary school teachers have the extra task of giving students an understanding of the importance of spelling in written language, so that they will produce correct and better writing.
Keywords: narration texts, spelling errors, students, punctuatio
A Pragmatic Analysis of Interjections in the Wild Child Movie: Types and Functions
Language plays an essential role in human communication. Human communication itself involves the exchange and negotiation of thoughts and information. In general, sometimes people encounter difficulties in expressing their feelings and emotions, and this is where interjections serve as essential linguistic tools. This study investigates the types and pragmatic functions of interjections in the Wild Child movie, using the framework from Ameka (1992) to identify how they are used in the movie. The film was selected due to its rich intentional use of colloquial language and reflects authentic teenage communication. Using a descriptive qualitative approach, this study analysed the movie script categorized as interjections by grouping them into two main types, primary and secondary, and then identifying their pragmatic functions, such as emotive, cognitive, conative, and phatic. This proposes that interjections in the movie function not only as tools to help express emotions but also to manage interaction, maintain social bonds, and convey mental states. The study confirms that interjections' function depends on the context, regardless of their form. These insights support a deeper understanding of pragmatic language use features and emphasize the educational value of interjections in improving learners’ communicative competence
Urban Nature as a Learning Context: Impacts on Literacy, and Intrinsic Motivation in Primary School Students
Literacy skills are a fundamental foundation in the academic development of elementary school students. However, conventional teaching methods often fail to engage students and foster their motivation to learn. This study aims to evaluate the effectiveness of learning through urban park exploration in improving students' literacy skills and intrinsic motivation. The research used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, involving 50 third-grade students at Sekolah Alam Indonesia Cipedak. Data were collected through literacy tests and motivation questionnaires, and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed an increase in literacy scores from an average of 46.10 to 53.32, with a t-test result of t = -7.178, p = 0.000 (p < 0.05). Students’ intrinsic motivation was also high, with an average score of 4.04 (SD = 0.402). These findings suggest that real-world environmental exploration can enhance literacy while also fostering students’ internal drive to learn. This model supports Vygotsky’s sociocultural theory of learning and offers an alternative that is contextual, active, and enjoyable for elementary school students
Pembiasaan Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Akhlakul Karimah di SMA Trensains Tebuireng, Jombang
Pendidikan merupakan salah satu gerbang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan pendidikan manusia dapat menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Konsep pendidikan yang selalu menanamkan pembangunan karakter dalam sebuah pendidikan karakter sangat dibutuhkan di era sekarang, karaenanseseorang yang memiliki karakter yang baik akan merasakan kehidupan yang baik pula. Penanaman akhlak baik atau akhlakul karimah dapat di mulai dari sejak dini terutama oleh instansi atau lembaga pendiddikan guna menjadikan generasi yang cerdas secara intelektual dan juga cerdas secara spiritual. ciptaan tuhan dibumi
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik SMA Dalam Menyelesaikan Materi Kalkulus Dasar
Studi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa sekolah menengah atas dalam menggunakan materi turunan untuk memecahkan masalah matematis. Studi ini melibatkan 20 siswa di sekolah menengah atas di kelas dua belas. Metode deskriptif kualitatif diterapkan. Ketika data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan wawancara, pemecahan masalah ditunjukkan dengan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan mengevaluasi hasil. Hasil menunjukkan bahwa siswa berada dalam dua kategori kemampuan: tinggi (15%) dan sedang (85%). Siswa memiliki kemampuan yang perlu ditingkatkan, menurut indikator pemahaman masalah dan evaluasi hasil. Sebaliknya, divisi yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan penyelesaian memiliki hasil yang lebih baik. Hasil menunjukkan bahwa siswa perlu meningkatkan kemampuan analitis dan pemahaman konseptual mereka dalam menyelesaikan masalah matematis, terutama yang terkait dengan materi turunan. Siswa dapat memperoleh bantuan dengan teknik interaktif seperti pembelajaran berbasis masalah
Media Card Short Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Sekolah Dasar
Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang penting bagi perkembangan akademik siswa sekolah dasar. Observasi di sekolah menunjukkan bahwa banyak peserta didik kelas II memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media Card Short terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik. Metode penelitian kuantitatif dengan model pre-experimental design One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 31 peserta didik yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes membaca (pre-test dan post-test), observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca permulaan peserta didik setelah penerapan Media Card Short. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penggunaan Media Card Short. Uji effect size sebesar 0,799 menunjukkan pengaruh dalam kategori sedang. Dengan demikian, Media Card Short berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik
K.H. Ahmad Sanusi Sang Murobbi: Studi Kasus di Pondok Pesantren Syamsul’ulum Gunungpuyuh Kota Sukabumi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang K.H.Ahmad Sanusi Sang Murobbi. Sebuah studi kasus di pondok Pesantren Syamsul’ulum Gunungpuyuh Kota Sukabumi. Metode Yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yaitu salah satu jenis penelitian yang dilakukan seorang peneliti dengan mengumpulkan data-data yang bersumber dari buku, jurnal, artikel dan tulisan-tulisan tertentu. Hasil analisis dari pengolahan data penelitian diketahui bahwa K.H.Ahmad Sanusi Sang Murobbi, beliau adalah pendidik dan pembangun pendidikan hal ini dibuktikan dengan pengabdian di Pondok Pesantren Cantayan Pimpinan ayahnya yaitu K.H.Abdurrohim dan beliau mendirikan dua pesantren yaitu Pesantren Babakan Genteng dan Pesantren Gunungpuyuh Sukabumi. Dengan model pembelajaran berjenjang (class), serta beliau sangat produktif dalam karya tulisan kitab-kitab yang berkaitan dengan pendidikan