Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PERANGKAT POINT OF SALES BERBASIS MOBILE PADA UMKM QINAN BAKERY BANJARMASIN
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi UMKM Qinan Bakery, khususnya dalam hal pencatatan transaksi penjualan yang masih dilakukan secara manual. Pendekatan manual yang digunakan selama ini seringkali menyebabkan kesalahan perhitungan dan pencatatan serta keterbatasan dalam menyediakan bukti transaksi kepada pelanggan. Untuk itu, kami memperkenalkan dan menerapkan perangkat Point of Sales (POS) berbasis mobile dengan aplikasi kasir pintar, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan transaksi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi tentang pentingnya teknologi dalam dunia bisnis, pelatihan penggunaan alat POS, dan pemberian perangkat POS kepada mitra untuk digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mitra dalam menggunakan teknologi POS, serta terciptanya pencatatan keuangan yang lebih efisien dan akurat. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga mengurangi kesalahan dalam transaksi penjualan. Luaran dari kegiatan ini berupa implementasi perangkat POS pada mitra
Pelatihan Kelas Klinik Ramah Otak Anak Berbasis Multiple Intellegences Pada Guru Sekolah Dasar Kabupaten Pacitan
Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang mampu mengakomodasi keberagaman cara belajar siswa. Namun, praktik pengajaran di Kabupaten Pacitan masih cenderung berfokus pada aspek akademik semata, sehingga potensi kecerdasan lain siswa kurang terfasilitasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menawarkan solusi melalui pelatihan Kelas Klinik Ramah Otak Anak berbasis Multiple Intelligences (MI) bagi guru SD, yang bertujuan membekali mereka dengan keterampilan merancang dan menerapkan pembelajaran tuntas sesuai gaya belajar siswa. Pelatihan dilaksanakan di SDN 1 Pacitan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan perancangan, pelaksanaan pelatihan, monitoring-evaluasi, serta publikasi dan pelaporan. Materi meliputi pengenalan konsep MI, strategi pembelajaran tuntas, dan praktik perancangan kegiatan belajar yang mengakomodasi kecerdasan linguistik, logis-matematis, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman guru tentang MI dari 40% menjadi 85%, kemampuan merancang pembelajaran MI mencapai 80%, dan keterampilan mengajar ramah otak sebesar 75%, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 90%. Program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas profesional guru serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa. Implementasi berkelanjutan melalui komunitas praktik guru dan pendampingan pascapelatihan diharapkan dapat memperluas dampak program, sehingga tidak ada siswa yang tertinggal dalam pembelajaran
Optimalisasi Peran Pelatih dan Orangtua dalam Pencegahan Overtraining Syndrome Atlet Usia Dini
Overtraining Syndrome adalah gangguan kondisi fisik, mental dan emosional yang terjadi akibat atlet berlatih terlalu keras tanpa diiringi waktu yang cukup untuk berisirahat dan pulih. Diperkirakan ada 20-30% atlet usia dini menunjukkan gejala awal Overtraining Syndrome, mereka adalah atlet yang terlalu dini memilih spesialisasi cabang olahraganya. Pelatihan anak usia dini harus berpedoman pada LTAD (long term athlete development/ progam pembinaan atlet jangka panjang), lenih tepatnya pada tahap FUNdamentals/ aktifitas fisik menyenangkan (usia 6-9 tahun) dan Learning to Train / belajar untuk berlatih (usia 9-11 tahun). Dari kedua tahap itu tidak ada poin yang menyatakan bahwa anak usia dini harus mengikuti lomba/ kejuaraan, bahkan untuk berlatih saja mereka masih belajar dan mencoba. Berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdi di tempat mitra, dapat diidentifikasi bahwa permasalahan yang sedang dihadapi sekarang adalah banyak atlet usia dini yang merasa terpaksa ketika latihan, merasa terbebani ketika latihan terus menerus, dan kurangnya waktu bermain. Selain itu pelatih dan orangtua terlalu memberi tekanan kepada anak agar dapat latihan terus menerus dan meraih juara. Metode yang digunakan dalam kegitan ini adalah seminar edukasi, diberikan materi baik secara lisan dan tertulis dengan diskusi dua arah. Dihadiri oleh pelatih, binpres dan orangtua dari beberapa cabang olahraga unggulan KONI Kabupaten Sukoharjo. Penyampaian materi berkenaan dengan LTAD Fundamentals dan Learning to Train, dasar-dasar kepalatihan usia dini, tips dan trik membuat latihan menjadi menyenangkan dan disukai anak-anak. Kesimpulan dari keiatan ini adalah pelatih dan orangtua walisiswa sudah mengetahui dan paham bagaimana mencegah terjadi overtraining syndrome pada atlet usia dini
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI MGMP BIOLOGI KABUPATEN MAJALENGKA MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GENAI)
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Biologi Kabupaten Majalengka melalui pelatihan penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pembelajaran biologi. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan teknologi berbasis AI di kalangan guru biologi, yang selama ini masih terbatas pada penggunaan PowerPoint, video, dan media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru secara aktif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid selama dua hari, diikuti oleh 39 guru dan mahasiswa pendidikan biologi, dengan materi meliputi pengenalan konsep GenAI, praktik penggunaan aplikasi seperti ChatGPT, Canva, Quizizz, MagicPen, dan Liveworksheet, serta etika penggunaannya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep GenAI, keterampilan pembuatan bahan ajar berbasis GenAI, dan kesadaran etika penggunaannya. Antusiasme peserta juga sangat tinggi, dan 88,7% menyatakan minat untuk mempelajari GenAI lebih lanjut. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran biologi yang lebih interaktif dan inovatif, sekaligus membuka peluang pengembangan pelatihan lanjutan berbasis AI
PELATIHAN PROGRAM PENGUATAN ETNO-LITERASI NUMERASI BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI BRUNEI DARUSSALAM
Siswa sekolah dasar dibeberapa sekolah di Brunei Darussalam mengalami permasalahan dalam literasi dan numerasi, salah satu penyebanya yaitu belum diterapkannya pendekatan berbasis budaya di sekolah dasar tersebut. Tujuan dari PKM ini yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada gurupada jenjang sekolah dasar agar guru mampu mempunyai pemahaman optimal di dalam penguatan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Solusi dari permasalahan mitra meliputi (1) Pelaksanaan pelatihan tentang penguatan literasi dan numerasi bagi guru sekolah dasar di negara Brunei Darussalam. Program pelatihan tersebut dibagi menjadi 2 pelatihan yaitu In Training dan On Training, dan (2) Pendampingan penyusunan desain penguatan literasi dan numerasi. Metode pelaksanaan dalam PKM meliputi (1) perancangan dan perencanaan, (2) pelatihan, (3) Monitoring dan evaluasi, dan (4) pelaporan. PKM ini dilakukan pada tanggal 19 dan 21 Juli 2024 dengan sasaran 80 guru Persekutuan Guru-Guru Melayu Brunei (PGGMB) jenjang sekolah dasar di Brunei Darussalam. Hasil kegiatan PKM Pelatihan penguatan etno-literasi numerasi bagi guru-guru sekolah dasar di Brunei Darussalam sebagai berikut (1) Guru-guru mempunyai pengetahuan baru tentang etnopedagogi, (2) Guru-guru mampu menyusun langkah-langkah pembelajaran dan konten untuk penguatan literasi numerasi siswa berbasis etnopedagogi, (3) Guru-guru mampu mempraktikkan etno-literasi numerasi di dalam pembelajaran, dan (4) Guru-guru mampu mempresentasikan hasil penerapan etno-literasi numerasi di dalam pembelajaran. luaran pada pkm ini adalah artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Publikasi Media Massa, dan Peningkatan penguatan kemampuan Literasi dan Numerasi Gur
Pemberdayaan Siswa SMK melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lotion Antioksidan Kulit Jeruk Siam Kintamani sebagai Produk Usaha Kelompok Kewirausahaan Sekolah
Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMK Kesehatan Bintang persada dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan siswa unit kewirausahaan untuk memproduksi sediaan kosmetika sebagai produk kewirausahaan mandiri. Pada kegiatan ini, dipilih 6 orang siswa sebagai peserta kegiatan yang didampingi oleh 1 orang guru dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Metode kegiatan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan peserta kegiatan terkait pemilihan jenis bahan alam dan bagiannya yang dapat digunakan sebagai bahan aktif sediaan farmasi serta metode produksi sediaan kosmetika, praktek pembuatan sediaan lotion antioksidan, serta evaluasi keterampilan produksi dan pemahaman peserta kegiatan terkait materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa peningkatan pemahaman siswa terkait materi sosialisasi yang diberikan. Hal ini terlihat berdasarkan peningkatan jawaban benar dari post-test yang dilakukan, dimana 7 dari 10 pertanyaan mendapatkan 100% benar dari jawaban seluruh peserta. Siswa peserta kegiatan juga mampu melakukan produksi dan pengujian sediaan lotion secara mandiri dan menjelaskan kembali materi kegiatan pengabdian yang dilakukan kepada siswa lainnya
Pendampingan Pembuatan Gelas Gel Plastik Berbasis Prinsip Green Chemistry dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa SMA Muhammadiyah Cirebon
Siswa SMA Muhammadiyah Cirebon memiliki potensi kreativitas yang tinggi namun menghadapi kendala minimnya kegiatan produktif yang mengasah keterampilan praktis dan wawasan kewirausahaan. Waktu luang seringkali belum termanfaatkan untuk aktivitas yang dapat menghasilkan nilai tambah, sementara kesadaran untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam karya masih terbatas. Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdi melaksanakan program pelatihan Pembuatan Gelas Gel Ramah Lingkungan yang berbasis dalam mendukung 12 prinsip green chemistry, meningkatkan keterampilan kreatif siswa, mendorong inovasi produk, serta menanamkan jiwa wirausaha pada siswa. Metode kegiatan meliputi persiapan melalui koordinasi dengan sekolah, identifikasi kebutuhan peserta didik melalui diskusi dan pretest, serta pelaksanaan pelatihan yang terdiri dari sosialisasi, praktik langsung, dan pendampingan serta diakhiri evaluasi untuk mengetahui indeks kepuasan penerima program pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan pengolahan limbah berbasis prinsip green chemistry peningkatan kreativitas siswa dan meningkatkan jiwa kewirausahaan. Hal ini dibuktikan dengan produk inovasi berupa Gelas Gel yang unik dan bersifat ekonomi dengan memanfaatkan bahan daur ulang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan sebesar 57,9% sehingga, pelatihan ini mampu menjawab permasalahan utama terkait peningkatan kreativitas siswa dalam mengolah limbah menjadi produk inovasi berbasis prinsip green chemistry dan ekonomi kreatif
Budidaya Telur Puyuh dan Pengelolaannya Sebagai Upaya Inovasi Pemasaran Melalui Kegiatan KKN Tematik di Desa Purwosari Kabupaten Banyuasin
Budidaya telur puyuh menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menyediakan kebutuhan gizi. Usaha ini memiliki prospek yang baik karena harga telur puyuh relatif stabil serta permintaan konsumen cukup tinggi. Di Kabupaten Banyuasin, khususnya Desa Purwosari, potensi usaha budidaya puyuh terus tumbuh dan berdampak pada peningkatan kebutuhan pasar. Program KKN hadir untuk mendukung kegiatan budidaya puyuh yang dikelola oleh masyarakat, baik kalangan pemuda maupun ibu rumah tangga, dengan memberikan inovasi dalam aspek pemasaran. Mahasiswa KKN melakukan pendampingan mulai dari penyediaan pakan, pemeliharaan, hingga pengelolaan hasil produksi agar siap dipasarkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas inovasi pemasaran, sekaligus mendorong terbentuknya sektor ekonomi kreatif menuju kelompok UMKM di Desa Purwosari.
Kata Kunci: Budidaya puyuh, Telur puyuh, Kegiatan KKN, Inovasi pemasaran, UMK
Pemberdayaan Pemuda Dalam Digital Marketing Dan Literasi Keuangan Menggunakan Model Learning, Applicating And Mentoring (LAM)
Kabupaten Subang yang kini menjadi bagian dari Kawasan Rebana Metropolitan menghadapi tantangan besar dalam peningkatan daya saing pemuda. Oleh karena itu, program Karang Taruna perlu difokuskan pada pengembangan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan keuangan agar pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berpartisipasi aktif di tengah arus investasi. Salah satu kegiatan ekonomi Karang Taruna adalah program Bazar UMKM, namun keterbatasan literasi keuangan, literasi digital, dan kemampuan pengelolaan event sering menjadi hambatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda melalui pelatihan literasi keuangan, literasi digital, serta manajemen event dengan memanfaatkan aplikasi Money Lover, BukuWarung, Canva, dan CapCut. Pelatihan dirancang menggunakan model Learning, Applicating, and Mentoring (LAM). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait literasi keuangan, literasi digital, dan pengelolaan event. Sebagai tindak lanjut, disarankan pelaksanaan program UMKM Naik Kelas bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendukung keberlanjutan progra
Pemberdayaan UMKM Bumbu Rujak Mang Ata Melalui Digitalisasi Manajemen Keuangan, Strategi Pemasaran, Dan Optimalisasi Sarana Produksi di Desa Kuwum
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen keuangan, strategi pemasaran, perencanaan permodalan, serta produktivitas usaha Bumbu Rujak Mang Ata yang berlokasi di Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Usaha ini dipilih sebagai mitra karena memiliki potensi besar sebagai produk kuliner lokal unggulan, namun masih menghadapi kendala dalam hal pencatatan keuangan, pemasaran, permodalan, dan keterbatasan sarana produksi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan. Mitra dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi, dengan lima tahapan utama yaitu persiapan dan koordinasi, sosialisasi dan literasi keuangan, pelatihan serta pendampingan digitalisasi usaha, penyediaan sarana produksi dan implementasi lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Produk teknologi yang diperkenalkan terdiri dari teknologi keras (alat produksi modern) dan teknologi lunak (sistem pencatatan keuangan digital dan strategi pemasaran online). Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa mitra telah mampu mengimplementasikan sistem pencatatan keuangan digital menggunakan Microsoft Excel maupun aplikasi Buku Kas, sehingga laporan keuangan lebih terstruktur dan akurat. Pada aspek pemasaran, mitra mulai memanfaatkan media sosial dan e-commerce untuk menjangkau konsumen lebih luas. Pada aspek permodalan, mitra menyadari pentingnya reinvestasi keuntungan untuk pengembangan usaha. Selain itu, penyediaan sarana produksi modern meningkatkan efisiensi kerja dan kapasitas produksi, sehingga usaha dapat memenuhi permintaan pasar dalam jumlah lebih besar dengan kualitas terjaga