OJS Universitas Andi Jemma
Not a member yet
1202 research outputs found
Sort by
Development Analysis Of Pematangsiantar Urban Forest
Pematangsiantar City is a strategic city because it connects the east coast and west coast of North Sumatra Province and is a gateway city to the Lake Toba tourist area. The purpose of this study was to analyze the development of the Pematangsiantar urban forest. Data were analyzed descriptively and qualitatively with the SWOT method. The internal strength factor is 0.102 which is found in three aspects of strength, namely clarity of status, high accessibility and quite strategic on the main road to the urban forest, and government policy support in urban forest development. Meanwhile, the green space area as a place for people to gather received a weight of 0.061. So from the calculation of weight and rating, it is obtained that the strength aspect of government policy support in forest development gets the highest score of 0.466. As for the weaknesses in the urban forest development strategy, namely the lack of promotion and marketing of urban forests, there has been no sufficiently in-depth research on urban forests, low public awareness to preserve urban forests, and the condition of the urban forest area is classified as less clean and well-maintained getting the highest weight of 0.102, while the aspect of the lack of facilities and infrastructure for visitors gets the lowest weight value of 0.061
Rancang Bangun Sistem Absensi Mahasiswa Menggunakan RFID Di Fakultas Teknik
Kehadiran mahasiswa merupakan aspek penting dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selama ini, Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Sipil Universitas Andi Djemma masih menggunakan sistem absensi manual dengan tanda tangan pada lembar kehadiran. Metode ini dinilai kurang efektif dan rawan dimanipulasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem absensi mahasiswa berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan jaringan internet untuk memudahkan pencatatan dan monitoring kehadiran. Sistem yang dikembangkan memungkinkan mahasiswa melakukan absensi menggunakan kartu RFID, dengan data kehadiran yang otomatis tersimpan dalam format Excel tanpa perlu menggunakan lembar absensi konvensional. Implementasi sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan data kehadiran mahasiswa di lingkungan Fakultas Tekni
Pelatihan Diversifikasi Pembuatan Produk Olahan Ikan Tirusan di Desa Kubu Kabupaten Kubu Raya
Desa Kubu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administratif kabupaten Kubu Raya. Desa Kubu memiliki sejumlah potensi besar jika dikembangkan dengan baik. Salah satu potensi unggulan dari desa Kubu adalah ikan tirusan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi yakni terletak pada gelembung renangnya. Saat gelembung renang diambil dari ikan tirusan, maka harga ikan ini menjadi rendah. Tujuan dari kegiatan ini pemberian pelatihan kepada para peserta yang merupakan kelompok usaha ikan tirusan untuk dapat membuat produk diversifikasi dari ikan tirusan salah satunya abon ikan tirusan. Metode yang digunakan adalah koordinasi terkait perizinan kepada pihak desa, sosialisasi program, pelatihan pembuatan abon ikan tirusan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dari para peserta sebesar 91% setelah mendapatkan pelatihan. Selain itu juga, keinginan dari para peserta untuk mencoba menjual hasil diversifikasi produk ataupun mencoba kembali di ruma
Edukasi dan Pendampingan Literasi Baca bagi Daerah dengan Akses Terbatas terhadap Perpustakaan
Program Edukasi dan Pendampingan Literasi Baca bagi Masyarakat dengan Akses Terbatas terhadap Perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi baca masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan. Program ini menggabungkan berbagai metode edukatif, termasuk storytelling, membaca bersama, dan diskusi buku, yang dilakukan secara interaktif untuk membangkitkan minat baca di kalangan siswa. Selain itu, program ini juga melibatkan pembentukan kelompok literasi berbasis komunitas siswa di luar sekolah, pemanfaatan teknologi sederhana untuk akses digital, serta pengoperasian perpustakaan keliling guna menjangkau masyarakat di lokasi yang sulit dijangkau. Pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana siswa berperan aktif dalam setiap tahap kegiatan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk memantau perkembangan, mengidentifikasi tantangan, dan mengukur dampak program terhadap peningkatan kemampuan literasi peserta. Hasil dari evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat baca dan keterampilan literasi peserta, serta terbentuknya komunitas literasi yang berkelanjutan. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi baca dan menciptakan budaya membaca di masyarakat yang sebelumnya terisolasi dari akses perpustakaan. Dengan keberhasilan yang dicapai, program ini diharapkan dapat dijadikan model untuk pengembangan program literasi serupa di daerah-daerah lain yang memiliki tantangan serupa, serta menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang lebih literat di masa depan
Diversifikasi Produk Olahan Ikan Bagi Kader Pkk Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Sanrobone Kabupaten Takalar
Desa Sanrobone Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki wilayah pesisir cukup menjanjikan untuk sektor kelautan dan perikanan. Target yang diharapkan dari penerapan program kemitraan masyarakat (PkM) melalui pelatihan ini adalah sebagai berikut: 1) Terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat (Tim penggerak PKK) tentang diversifikasi olahan produk ikan air tawar. 2) Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui usaha produk hasil perikanan. 3) Terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar wilayah pengabdian melalui usaha difersivikasi produk hasil perikanan. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta masyarakat dalam kegiatan, ceramah, diskusi, dan praktek. Program yang sudah disepakati dengan kelompok usaha dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pelatihan pembuatan bakso ikan, nugget ikan dan kaki naga yang dilakukan oleh Tim terhadap kelompok penggerak PKK desa Sanrobone yang di dilaksanakan pada balai kantor desa Sanrobone yang diikuti oleh 20 orang anggota PKK. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena di bimbing oleh instruktur yang sangat berpengalaman. Berdasarkan penilaian Tim para peserta dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh instruktur terbukti dengan melakukan sendiri kegiatan pembuatan bakso ikan dan nugget ikan
Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Siswa di SDN 2 Parakan Kecamatan Samarang Kabupaten Garut
Anak-anak di usia sekolah mengalami masa pertumbuhan, yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua dan masyarakat, terutama terkait dengan nutrisi mereka. Kuantitas dan kualitas nutrisi yang dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Oleh karena itu, status gizi seimbang berpegang erat terhadap kebutuhan kembang anak. Sarapan menjadi salah satu komponen utama dalam status gizi seimbang. Status gizi buruk dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi jajanan karena sangat rendah zat gizi yang diperlukan. Pengabdian kepada masyarakat dan penyuluhan dilakukan di SDN 2 Parakan dengan jumlah siswa siswi yang menjadi partisipan sebanyak 50 orang. Dengan menggunakan metode penyuluhan dan pemberian brosur dari hasil PKM menunjukkan 86% anak paham dan mengerti tentang penggolongan makanan, 64% anak paham dan mengerti tentang pentingnya minum air putih dan 87 % anak paham dan mengerti tentang definisi gizi seimbang. Harapan dilakukan penyuluhan ini adalah agar siswa siswi SDN 2 Parakan memiliki kesadaran yang lebih tinggi tentang pentingnya asupan gizi seimbang guna mendukung perkembangan fisik dan kognitif yang optimal, dan membangun generasi yang lebih sehat serta berdaya saing tinggi
Peningkatan Kapasitas Nelayan Desa Balombing melalui Pengenalan Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran Digital
AbstrakDesa Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene memiliki potensi perikanan laut, khususnya cumi, namun pemanfaatannya masih terbatas. Selama ini hasil tangkapan nelayan hanya dipasarkan dalam bentuk segar dan lingkup pemasaran masih lokal. Minimnya pengetahuan tentang diversifikasi produk dan strategi pemasaran modern membuat pendapatan masyarakat belum optimal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian berjudul Peningkatan Kapasitas Nelayan Desa Balombong Melalui Pengenalan Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran Cumi Berbasis Digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan literasi awal, keterampilan dasar, dan perubahan pola pikir nelayan serta istri nelayan melalui tahap pengenalan inovasi pengolahan cumi dan pemasaran digital. Sasaran kegiatan adalah kelompok nelayan “Bura Lembong” yang terdiri dari 10 orang nelayan dan 10 orang istri nelayan. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi potensi lokal, sosialisasi, serta pelatihan tahap pengenalan berupa diversifikasi produk (abon, stik, keripik cumi) dan pengenalan media pemasaran digital (WhatsApp Business, Instagram, e-commerce) disertai pemaparan branding sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas awal dan pemahaman dasar kelompok mitra terhadap pentingnya diversifikasi produk dan pemasaran digital, terjalinnya komunikasi yang lebih intensif dengan Universitas Sulawesi Barat, serta kebutuhan akan pendampingan lanjutan untuk memperdalam penerapan teknologi digital dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Balombong
MELACAK PEMIKIRAN TENTANG HAKIKAT MANUSIA YANG SEBENARNYA
Penelitian iini imengeksplorasi ibanyak isudut ipandang iteologis imengenai ihakikat imanusia. iPaper iini imeneliti iteks-teks isuci idan iinterpretasi iakademis iuntuk imengungkap ipersamaan idan ivariasi idalam ipemahaman itentang iasal-usul, itujuan ihidup, idan inilai-nilai ikemanusiaan idi iberbagai iagama. iTeknik ianalisis iini imenggunakan iliteratur idan ibuku iyang ibersumber imelalui ipenelitian ipustaka idan imetodologi ikualitatif iuntuk imeningkatkan ipemahaman itentang iaspek ispiritual ihakikat imanusia. iArtikel iini imemberikan ianalisis imendalam itentang iberbagai isudut ipandang ifilosofis idan iagama imengenai ihakikat idasar ihakikat imanusia, iyang iberusaha imenjelaskan ikarakteristik iyang imembedakan imanusia idari imakhluk ilain. iKami imenganalisis ikonsep-konsep idasar idari ifilsuf iklasik ihingga imodern, iyang imembahas idimensi ifisik, ispiritual, idan isosial imanusia. iTemuan ipenelitian imenunjukkan ibahwa ipersepsi itentang ihakikat imanusia itidak iseragam itetapi ibervariasi idan iberkembang, idipengaruhi ioleh ikeadaan ibudaya, iunsur-unsur isejarah, idan inilai-nilai ikolektif. iArtikel iini imemberikan ikontribusi iyang isignifikan iterhadap ipenyelidikan iwawasan imendalam itentang iidentitas imanusia idan iperannya idi idunia
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROMOSI ASI EKSKLUSIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mencerminkan kekurangan gizi kronis pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu intervensi spesifik yang direkomendasikan secara global untuk mencegah stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan praktik ASI eksklusif di berbagai daerah masih belum optimal, sehingga diperlukan kajian tidak hanya pada aspek epidemiologis, tetapi juga pada dimensi implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan promosi ASI eksklusif dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Masamba dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III sebagai kerangka analitis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari Kepala Puskesmas, dua bidan, satu tenaga gizi, dua kader posyandu, dan empat ibu balita. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pelayanan KIA, dan telaah dokumen program. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Balita yang tidak memperoleh ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan linear dibandingkan balita yang memperoleh ASI eksklusif. Secara implementatif, efektivitas kebijakan dipengaruhi oleh empat dimensi utama: (1) komunikasi yang belum sepenuhnya efektif dalam membangun pemahaman masyarakat; (2) keterbatasan sumber daya, terutama konselor laktasi dan fasilitas pendukung bagi ibu bekerja; (3) disposisi masyarakat yang dipengaruhi faktor sosial budaya; serta (4) struktur birokrasi yang belum optimal dalam monitoring dan koordinasi lintas sektor. Implementasi kebijakan promosi ASI eksklusif di wilayah penelitian telah berjalan, namun belum optimal secara struktural dan sosial. Pencegahan stunting memerlukan penguatan tata kelola kebijakan melalui komunikasi berbasis komunitas, dukungan struktural bagi ibu menyusui, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta integrasi monitoring lintas sektor secara berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk membahas permasalahan stunting berdampak pada kesehatan masyarakat yang mencerminkan kekurangan gizi kronis pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu intervensi spesifik yang direkomendasikan secara global untuk mencegah stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, cakupan praktik ASI eksklusif di berbagai daerah masih belum optimal, sehingga diperlukan kajian tidak hanya pada aspek epidemiologis, tetapi juga pada dimensi implementasi kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Balita yang tidak memperoleh ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan linear dibandingkan balita yang memperoleh ASI eksklusif. Secara implementatif, efektivitas kebijakan dipengaruhi oleh empat dimensi utama: (1) komunikasi yang belum sepenuhnya efektif dalam membangun pemahaman masyarakat; (2) keterbatasan sumber daya, terutama konselor laktasi dan fasilitas pendukung bagi ibu bekerja; (3) disposisi masyarakat yang dipengaruhi faktor sosial budaya; serta (4) struktur birokrasi yang belum optimal dalam monitoring dan koordinasi lintas sektor. Implementasi kebijakan promosi ASI eksklusif di wilayah penelitian telah berjalan, namun belum optimal secara struktural dan sosial. Pencegahan stunting memerlukan penguatan tata kelola kebijakan melalui komunikasi berbasis komunitas, dukungan struktural bagi ibu menyusui, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta integrasi monitoring lintas sektor secara berkelanjutan
Perempuan Pesisir, Peran Lembaga Keuangan Mikro, Keberlanjutan Pembudidayaan Rumput Laut: Analisis Sosial-Ekonomi
Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis persepsi dan partisipasi perempuan pesisir terhadap pemanfataan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam mendukung pembudidayaan rumput laut berkelanjutan di Desa Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. studi kasus kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan, melibatkan informan 20 petani rumput laut perempuan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema kunci terkait persepsi, penggunaan dana, dan tantangan dalam mengakses pembiayaan dengan visualisasi Nvivo. Penelitian menggambarkan bahwa persepsi perempuan positif terhadap lembaga keuangan mikro sebagai penyedia modal untuk bibit, peralatan, dan pembiayaan tenaga kerja pembibitan. Namun, timbul hambatan mengenai tanggung jawab bersama dalam kelompok, dan kecenderungan menggunakan dana untuk kebutuhan sosial dan rumah tangga akibat ketidakstabilan pendapatan. Temuan ini mempertegas bahwa lembaga keuangan mikro (LKM) berperan dalam pembudidayaan rumput laut berkelanjutan sehingga perlu meningkatkan batas kredit dan mengembangkan skema pembiayaan sesuai dengan kebutuhan perempuan pesisir. Studi ini berkontribusi bagi penyusunan kebijakan pemberdayaan perempuan di sektor perikanan dan kelautan berbasis lokal.