OJS Universitas Andi Jemma
Not a member yet
    1202 research outputs found

    STUDI LITERATUR: PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran aktif terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu review literatur yang dilakukan dengan teknik analisis tematik berbagai artikel nasional yang terbit sejak tahun 2021. Dari pencarian artikel yang relevan, diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria. Berdasarkan kajian terhadap 7 artikel yang relevan tersebut, ditemukan bahwa strategi pembelajaran aktif seperti Active Knowledge Sharing, Small Group Discussion, dan Giving Question and Getting Answer mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Strategi ini juga terbukti mendorong keterampilan berpikir kritis, meningkatkan motivasi, serta memperkuat keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hasil kajian ini mendukung pentingnya implementasi pembelajaran aktif di sekolah dasar sebagai bagian dari transformasi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Disarankan agar guru dan pihak sekolah lebih optimal dalam menerapkan strategi ini secara berkelanjutan dan kontekstual sesuai kebutuhan siswa.

    PENGARUH PEMBERIAN BIOSAKA TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays L)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan biosaka terhadap produktivitas tanaman jagung manis (Zea mays L). Penelitian dilaksanakan di Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, dari bulan November 2024 hingga Januari 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu B0 (kontrol), B1 (10 ml/liter), B2 (20 ml/liter), dan B3 (30 ml/liter), masing-masing di ulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah baris biji per tongkol, jumlah biji per tongkol, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Biosaka tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Namun, secara deskriptif, perlakuan B3 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi yaitu rata-rata tertinggi yaitu pada pertumbuhan vegetatif yaitu tinggi tanaman (588 CM) dan diameter batang (61.7 cm). Sebaliknya, perlakuan (B0) menunjukkan hasil tertinggi pada fase generatif, pada jumlah biji dan berat buah.

    EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KEBERADAAN CENDAWAN TRICHODERMA SP. DARI PELAPUKAN BATANG BAWAH SAGU (Metroxylon sagu Rottb.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi keberadaan cendawan Trichoderma sp. dari pelapukan batang bawah sagu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma. Pengambilan Sampel di Desa Pengkajoang, Kecematan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan mengambil sampel pelapukan batang bawah sagu pada kedalaman 15 cm dari tiga titik, masing-masing 100 gram. Sampel diisolasi melalui pengenceran berseri dan metode sebar, lalu diinkubasi 3–7 hari pada suhu 22–25°C. Identifikasi cendawan dilakukan secara makroskopis dengan mengamati warna, tekstur dan pola persebaran koloni. Pengamatan mikroskopis meliputi bentuk konidiofor, fialid dan konidia. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga genus cendawan Trichoderma sp dari pelapukan batang bawah sagu (metroxylon sagu rottb.) yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yakni Trichoderma sp (a) berwarna hijau (isolat a1.1), Trichoderma sp (b) berwarna hijau tua isolat (b3.3.1) dan Trichoderma sp (c) berwarna hijau keputih isolat (c1.1.1.)

    Analisis Implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) Pada Umkm Terasi Udang Rebon Di Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana

    Full text link
    Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana, sebagai salah satu cara untuk mengingkatkan kualitas mutu produksi dan keamanan pangan. Sasaran pendampingan penerapan GMP merupakan UMKM yang terdapat di Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana. Penerapan GMP terdiri atas 14 aspek penilaian yaitu lokasi dan lingkungan bangunan dan fasilitas, peralatan produksi suplai air atau sarana penyedian air, fasilitas hygiene dan sanitasi, kesehatan dan hygiene karyawan, pemeliharaan dan program hygiene dan sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan pangan, pengawasan oleh penanggung jawab, penarikan produk, pencatatan dan dokumentasi, pelatihan karyawan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara dan pendampingan UMKM. Total responden dalam pengabdian ini sebanyak 20 orang, metode yang digunakan untuk menganalisis yaitu GAP analysis untuk mengukur kesenjangan antar parameter penilaian. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, diperoleh total skor penilaian GMP pada UMKM terasi udang rebon yang terdapat di Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana mendapatkan presentase penerapan rerata sebesar 80% dan  terdapat 5 aspek usulan perbaikan yang diharapkan dapat meningkatan mutu dan keamanan produk UMKM

    Pembuatan “Golla-Golla Mammis Phs” Berbagai Rasa Pada Kelompok Ibu- Ibu Rumah Tangga

    No full text
    Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memiliki potensi besar dalam pengolahan bahan lokal seperti gula aren dan kelapa menjadi produk khas daerah. Namun, kurangnya inovasi dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan bahan lokal ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha berbasis kuliner. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Wonomulyo dalam memproduksi Golla-Golla Mammis PHS dengan inovasi rasa dan pengemasan yang menarik. Pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan lokasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan mencakup demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan Golla-Golla Mammis PHS dengan variasi rasa seperti cokelat, pandan, dan kacang. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dari segi rasa, tekstur, dan daya tahan, serta dikemas dengan menarik untuk meningkatkan nilai jual. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, dan produktivitas ibu-ibu rumah tangga dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Selain membuka peluang usaha kecil, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pelestarian kuliner tradisional dengan sentuhan inovasi modern. Kata Kunci: Pengabdian, Golla-Golla, Mammis, Ibu Rumah Tangg

    TRILOGI KECERDASAN DAN KAITANNYA DENGAN WAHYU : ANALISIS TENTANG POTENSI IQ, EQ, DAN SQ

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) serta kaitannya dengan wahyu. Meskipun terdengar seperti istilah baru, IQ, EQ, dan SQ sebenarnya adalah konsep yang diperkenalkan oleh psikolog modern untuk menggambarkan berbagai potensi kecerdasan yang dimiliki manusia. Sejak lahir, manusia telah memiliki potensi kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan, yang tumbuh dan berkembang seiring dengan pengalaman dalam kehidupanya. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana IQ, EQ, dan SQ berfungsi dan bagaimana wahyu Al-Qur'an memandang kecerdasan ini dalam diri manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut wahyu Al-Qur'an, manusia memiliki berbagai potensi psikologis seperti ruh, aql, qalb, dan nafs, yang dalam temuan modern diterjemahkan menjadi IQ, EQ, dan SQ. Potensi ini memungkinkan manusia menjadi insan kamil atau sebaliknya menjadi manusia yang jahil. Selain itu, Kecerdasan manusia terdiri dari tiga aspek yang saling melengkapi - intelektual, emosional, dan spiritual. Dengan mengembangkan ketiga aspek ini secara seimbang, individu dapat mencapai keunggulan pribadi yang utuh dan meraih keberhasilan yang bermakna dalam kehidupan

    PERTIMBANGAN SOSIOLOGIS PENOLAKAN PORNOGRAFI DI INDONESIA

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji resistensi masyarakat Indonesia terhadap pornografi dari perspektif sejarah sosial hukum Islam. Latar belakang isu ini berakar pada internalisasi nilai agama, akulturasi adat, dan interaksi dengan hukum negara, di mana pornografi dipandang sebagai ancaman terhadap moralitas publik dan identitas nasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis akar historis norma sosial anti-pornografi berbasis hukum Islam, peran institusi dan gerakan sosial Islam dalam membentuk opini publik, serta faktor-faktor sosiologis yang melatarbelakangi resistensi tersebut. Metodologi yang digunakan berupa pendekatan kualitatif historis-sosiologis dengan analisis terhadap teks keagamaan, dokumen hukum, serta praktik sosial. Penelitian menemukan bahwa resistensi terhadap pornografi di Indonesia adalah hasil akumulasi panjang internalisasi nilai Islam melalui pesantren, fatwa MUI, advokasi ormas Islam, hingga legislasi UU Pornografi, sekaligus mencerminkan dialektika antara modernitas, budaya lokal, dan pertahanan identitas keislaman dalam masyarakat pasca kolonia

    PENERAPAN METODE GAME BASED LEARNING BERBANTUAN PLATFORM GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN 347 LAMASI PANTAI

    Full text link
    Upaya penambahan minat belajar murid  pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas V SDN 347 Lamasi Pantai adalah latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penerapan metode game based learning berbantuan platform genially diharapkan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik sebagai solusi dan inovasi pembelajaran. Tujuan penelitian ini ialah akan menjelaskn bagaimna metode ini digunakan dan melihat bagaimna dampak metode tersebut pada minat blajar murid.  Untuk penelitian ini, model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kurt Lewin digunakan. Pendekatan ini terdri dari dua siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Observasi, wawancara, angket, dan tes awal dan akhir digunakan untuk mengumpulkan data.  Hasil penelitian menunjukkn dari minat dan hasil blajar murid menambah secara signifikan. Peningkatan nilai rata-rata dan skor N-Gain dalam kategori sedang hingga tinggi menunjukkan hal ini.  Oleh karena itu, karena merupakan pendekatan yang menyenangkan dan berbasis teknologi, metode ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik

    PENGEMBANGAN EKOWISATA DAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI KAWASAN HUTAN KHDTK CARITA

    Full text link
    Optimalisasi pemanfaatan pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus KHDTK) Carita dengan rencana pemanfaatan KHDTK sebagai suatu obyek ekowisata, strategi pengembangan ekowisata di kawasan tersebut agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah KHDTK Carita merupakan sebuah kawasan hutan yang difungsikan sebagai wadah bagi kegiatan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan. Dalam perkembangannya, kawasan ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi wisata. Pengembangan ekowisata di KHDTK Carita diharapkan tidak bertentangan dengan fungsi utama dari KHDTK dan Badan Litbang Kehutanan, sebagai pengelola kawasan merespon pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan. Tujuan penelitian di KHDTK Carita  menganalisis pengembangan dan mengetahui keterlibatan stakeholder dalam pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan analisis deskriptif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi KHDTK Carita cukup menarik dengan potensi yang khas dan unik serta merupakan sumber kehidupan dengan permasalahan kurangnya sarana prasarana, penataan kawasan belum optimal dan belum adanya pemandu wisata. Strategi pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di Hutan Penelitian Carita adalah dengan menata kawasan, memberdayakan masyarakat, mengadakan acara camping, menjalin kerjasama dengan stakeholder, membuat kerjasama, mempertahankan potensi kawasan, dan memberikan pelatihan, kursus, atau magang dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Stakeholders di KHDTK yaitu penduduk lokal, pemerintah, kelompok masyarakat, sektor swasta, wisatawan, dan pihak lain yang berperan (a) dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program kegiatan pengembangan ekowisata (b) sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengembangan ekowisata; dan (c) berperan sebagai perencana dan pengendali pembangunan. Optimalisasi pelayanan publik di KHDTK Carita akan optimal bila dibangun sarana prasarana, adanya pembatasan zona vital, dan penelitian lanjutan serta adanya kerjasama dengan pihak swasta.Optimalisasi pemanfaatan pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus KHDTK) Carita dengan rencana pemanfaatan KHDTK sebagai suatu obyek ekowisata, strategi pengembangan ekowisata di kawasan tersebut agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah KHDTK Carita merupakan sebuah kawasan hutan yang difungsikan sebagai wadah bagi kegiatan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan. Dalam perkembangannya, kawasan ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi wisata. Pengembangan ekowisata di KHDTK Carita diharapkan tidak bertentangan dengan fungsi utama dari KHDTK dan Badan Litbang Kehutanan, sebagai pengelola kawasan merespon pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan. Tujuan penelitian di KHDTK Carita menganalisis pengembangan dan mengetahui keterlibatan stakeholder dalam pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan analisis deskriptif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi KHDTK Carita cukup menarik dengan potensi yang khas dan unik serta merupakan sumber kehidupan dengan permasalahan kurangnya sarana prasarana, penataan kawasan belum optimal dan belum adanya pemandu wisata. Strategi pengembangan wisata alam dan pendidikan lingkungan di Hutan Penelitian Carita adalah dengan menata kawasan, memberdayakan masyarakat, mengadakan acara camping, menjalin kerjasama dengan stakeholder, membuat kerjasama, mempertahankan potensi kawasan, dan memberikan pelatihan, kursus, atau magang dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Stakeholders di KHDTK yaitu penduduk lokal, pemerintah, kelompok masyarakat, sektor swasta, wisatawan, dan pihak lain yang berperan (a) dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program kegiatan pengembangan ekowisata (b) sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengembangan ekowisata; dan (c) berperan sebagai perencana dan pengendali pembangunan. Optimalisasi pelayanan publik di KHDTK Carita akan optimal bila dibangun sarana prasarana, adanya pembatasan zona vital, dan penelitian lanjutan serta adanya kerjasama dengan pihak swasta

    PENGARUH KUALITAS AUDIT DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020-2024

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit dan komite audit terhadap kualitas laporan keuangan dengan good corporate governance (GCG) sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan pada perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Sampel diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 7 perusahaan selama 5 tahun pengamatan, sehingga diperoleh 35 data perusahaan-tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan kualitas audit tidak berpengaruh signifikan. Variabel GCG terbukti mampu memperkuat hubungan antara komite audit dan kualitas laporan keuangan, namun tidak memoderasi hubungan antara kualitas audit dan kualitas laporan keuangan.AbstractThis study aims to analyze the effect of audit quality and audit committee on the quality of financial statements, with Good Corporate Governance (GCG) as a moderating variable. The research was conducted on finance companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. A quantitative approach was employed, using Partial Least Square (PLS) analysis. The sample was selected using purposive sampling, consisting of 7 companies over 5 years of observation, resulting in 35 firm-year data points. The results show that the audit committee has a significant influence on financial statement quality, while audit quality does not. GCG is proven to strengthen the relationship between the audit committee and financial statement quality, but it does not moderate the relationship between audit quality and financial statement quality

    886

    full texts

    1,202

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Universitas Andi Jemma
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇