OJS Universitas Andi Jemma
Not a member yet
1202 research outputs found
Sort by
Pendampingan Pengelolaan Keuangan Berbasis Web dan Perpajakan pada UMKM Hacotancraft di Kulonprogo
Kulonprogo memiliki potensi dalam sektor padat karya salah satunya kerajinan yang berbahan hasil bumi. Kerajinan yang dihasilkan oleh Hacotancraft memiliki pangsa pasar tersendiri baik dalam maupun luar negeri. Namun saat ini, pemiliki Hacotancraft memiliki permasalahan pengelolaan keuangan dan perpajakan yang belum disusun secara sistematis. Pendampingan pengelolaan keuangan dan perpajakan pada UMKM Hacotancraft di Kulonprogo bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam mengelola keuangan serta memenuhi kewajiban perpajakan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan praktis melalui pelatihan, konsultasi, dan bimbingan langsung. Fokus utama adalah membantu pelaku UMKM Hacotancraft dalam membuat pembukuan yang tepat, memahami konsep dasar pajak, serta cara melaporkan pajak yang benar. Metode dalam kegiatan abdimas ini meliputi observasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan pendampingan baik dalam penyusunan laporan keuangan, menghitung harga pokok penjualan. serta pendampingan dalam pelaporan perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pengelola UMKM terkait pengelolaan keuangan dan pelaporan perpajakan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi SIAPIK. Namun, keterbatasan pada cakupan peserta, durasi pendampingan yang singkat, dan fokus materi yang terbatas menunjukkan perlunya pengembangan program dengan pendampingan berkelanjutan serta perluasan topik ke bidang manajemen keuangan, pemasaran digital, dan pengembangan usaha
Pengembangan Usaha ‘Tuna Tanpa Nama’ Sebagai Oleh-Oleh Khas Makassar Melalui Keamanan Pangan dan Pemasaran Digital
Usaha Tuna Tanpa Nama di Kelurahan Pai, Kota Makassar, merupakan inisiatif ibu rumah tangga yang memproduksi rendang dan nasulikku berbahan dasar ikan tuna sebagai kuliner khas sekaligus oleh-oleh. Meskipun telah memperoleh legalitas halal dan P-IRT, usaha ini menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan peralatan, mutu kemasan rendah, daya simpan produk yang singkat, serta pemasaran yang masih terbatas pada jaringan pertemanan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keberlanjutan dan daya saing usaha melalui pendekatan keamanan pangan dan pemasaran digital. Metode yang dilakukan mencakup sosialisasi, pelatihan (retort pouch, sertifikasi halal, Business Model Canvas, dan penggunaan Fish Tester), transfer teknologi, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, antara lain 95–100% peserta pelatihan memiliki pemahaman kategori “baik” hingga “sangat baik”, risiko penggunaan bahan baku tidak layak turun ±30–40%, konsistensi mutu produk meningkat ±25%, masa simpan produk bertambah dari 2–3 hari menjadi 4–6 bulan, serta kerugian akibat kerusakan menurun ±50%. Penerapan e-commerce memperluas jangkauan pasar >100% dan menekan biaya promosi hingga 30%, sehingga berkontribusi pada peningkatan omzet penjualan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif memperkuat mutu, daya saing, dan keberlanjutan usaha sebagai oleh-oleh khas Makassar berbasis keamanan pangan dan pemasaran digital
PENERAPAN METODE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI KELAS VIII MTS MUHAMMADIYAH MASAMBA
Proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas VIII MTS Muhammadiyah Masamba masih membutuhkan upaya penambahan hasil blajar dengan melibatkan murid secara aktif, kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan berpusat pada totalitas keaktifan guru perlu dikembangkan dengan kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, untuk memahami materi secara mendalam dengan metode The Power Of Two. Hasil observasi awal menunjukkn bahwa 66,66% murid belum mencapai standar ketuntasan minimum yang ditetapkn sekolah, ialah nilai 75. Hal ini menunjukkan perlunya metode yang mendorong interaksi dan kolaborasi peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini memakai pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII MTs Muhammadiyah Masamba dengan subjek utama murid yang mengalami kesulitan dalam memahami materi SKI. Metode pemblajaran yang diterapkan adalah The Power Of Two, yaitu strategi diskusi berpasangan yang bertujuan untuk mendorong siswa mengembangkan ide melalui kerja sama. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, dokumentasi, dan tes hasil blajar yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkn bahwa penerpan metode The Power Of Two berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Rata-rata nilai murid menambah dari 75% pada siklus pertama menjadi 90,41% pada siklus kedua. Selain peningkatan akademik, terjadi juga peningkatan keaktifan, partisipasi, dan kemampuan berpikir kritis murid dalam proses pemblajaran. Metode ini menciptakn suasana blajar yang lebih aktif dan memotivasi murid untuk saling berbagi pemahaman dengan kolaborasi bersama guru pendamping
EKSISTENSI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UPT SPF SD INPRES NIPA-NIPA KECAMATAN MANGGALA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Eksistensi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Pendidikan agama islam di UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa Kecamatan Manggala. Latar belakang penelitian ini pentingnya minat belajar untuk peserta didik. Minat belajar dapat dipahami sebagai kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mempelajari sesuatu secara terus menerus yang disertai dengan adanya perasaan senang sehingga kegiatan belajar ini di dorong dengan adanya minat yang berlangsung lebih lama dan meninggalkan kesan yang lebih mendalam kepada diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengambil data langsung ke sekolah tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang menunjukkan bahwa eksistensi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran pendidikan agama islam di UPT SPF SD Inpres Nipa-nipa Kecamatan Manggala yaitu: 1) Memberikan motivasi keapada peserta didik, 2) Menggunakan metode atau model pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik, 3) Menciptakan suasana yang lebih menyenangkan agar peserta didik dapat aktif dalam proses pembelajaran. Faktor pendukung guru PAI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik yaitu, Adanya metode atau model pembelajaran yang telah disiapkan, sarana dan prasarana yang tersedia dan adanya kerja sama antara orang tua dan guru, Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lingkungan sekitar peserta didik yang kurang mendukung, kurangnya perhatian dari orang tua terhadap peserta didik.
Kata Kunci: Eksistensi guru PAI dan minat belajar peserta didi
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga Berbasis Syariah Pada UMKM Binaan Rumah Zakat
Pelatihan literasi keuangan keluarga berbasis syariah bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Rumah Zakat Sulawesi Selatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengelolaan keuangan sesuai prinsip Islami. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan ceramah, diskusi interaktif, dan studi kasus. Materi yang disampaikan mencakup konsep keuangan syariah, pentingnya pendapatan halal, penyucian harta melalui zakat, pengelolaan arus kas, tabungan, investasi, dan pengendalian utang. Peserta diajarkan untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas dan mengelola keuangan dengan prinsip keseimbangan sesuai syariah. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan syariah, yang tercermin dalam antusiasme mereka selama kegiatan, selanjutnya membandingkan pemahaman awal peserta sebelum dan setelah pemberian materi. Dengan pendekatan partisipatif, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis literasi keuangan, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah secara berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional.
PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY UNTUK KEBERLANJUTAN USAHA PERBANKAN DAN PERTAMBANGAN
Perusahaan pertambangan memiliki dampak lingkungan akibat proses produksi yang dilakukan yang berbeda dengan perusahaan perbankan. Walaupun dampaknya berbeda tetapi semua perusahaan wajib melakukan CSR. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi dengen profitabilitas, serta menguji perbedaan CSR yang dilakukan oleh perusahaan perbankan dan pertambangan. Obyek penelitian adalah perusahaan pertambangan dan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2020 sampai tahun 2024. Nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’sQ, CSR diukur menggunakan indeks CSR dan profitabilitas diukur menggunakan Return on Asset (ROA). Pengujian digunakan regresi dengan moderasi dan uji beda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ROA terbukti sebagai variable pemoderasi untuk perusahaan pertambangan maupun perbankan, akan tetapi pada tingkat signifikansi yang berbeda. ROA juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan secara langsung. Dari hasil uji beda diperoleh bahwa CSR untuk perusahaan pertambangan berbeda dengan CSR yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan.
Kata kunci: CSR, Perbankan, Pertambangan, ROA.
Abstract
Mining companies have environmental impacts due to their production processes, which differ from those of banking companies. Although the impacts differ, all companies are required to implement CSR. This study aims to examine the effect of CSR on firm value, moderated by profitability, and to examine the differences in CSR practices between banking and mining companies. The research subjects were mining and banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020 to 2024. Firm value was measured using Tobin's Q, CSR was measured using the CSR index, and profitability was measured using Return on Assets (ROA). Moderated regression and a t-test were used for testing. The results showed that ROA was proven to be a moderating variable for both mining and banking companies, but at different levels of significance. ROA can also directly influence firm value. The t-test results showed that CSR for mining companies differs from CSR implemented by mining companies.
Keywords: Banking, CSR, Mining, ROA.
INTERNALISASI NILAI-NILAI EKOLOGI ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI BOARDING SCHOOL DARUL MUHAJIRIN TRAILU
The increasingly complex environmental crisis demands an educational approach that is not only technical but also based on values and ethics. Islam, as a comprehensive religion, has ecological teachings that position humans as caliphs on earth with the responsibility to maintain the balance and sustainability of nature. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic ecological values through Islamic Religious Education (PAI) learning at the Darul Muhajirin Trailu Boarding School. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with PAI teachers, boarding school administrators, and students, as well as documentation studies of the curriculum and institutional activities. Data analysis was conducted using thematic analysis with triangulation techniques to ensure data validity. The results show that the internalization of Islamic ecological values occurs through cognitive, affective, and conative stages, which are integrated into PAI learning and reinforced by the boarding school culture. Islamic ecological values such as trustworthiness (amanah), balance (mīzān), and the prohibition of causing harm (fasād) are instilled not only through learning materials but also through teacher role models and the daily lives of students. However, this study also found that the internalization of these values is still implicit and not systematically structured within the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. This study recommends strengthening the integration of Islamic ecological values within the Islamic Religious Education (ISE) curriculum and developing experiential learning in boarding school environments
Building Sustainable Culinary Skills For Eco-Hospitality: Participatory Training For Local Cooks At Ecolodge Mbeliling, East Nusa Tenggara
This community service program aims to improve the technical and professional competence of local cooks at Ecolodge Mbeliling, West Manggarai, East Nusa Tenggara, through participatory training focusing on basic cooking techniques and kitchen management. This program uses an experiential learning approach that emphasizes hands-on practice, simulation, and direct feedback from the facilitator. A total of ten local cooks participated in a five-day intensive training that included kitchen cleaning materials, food preparation, basic cooking techniques, food presentation, and the application of sustainable kitchen practices. Data collection was carried out through pre-test and post-test methods, direct observation during the activity, and informal interviews with participants. The results of the evaluation showed a significant increase in participants' knowledge and technical skills, which was 27%, from an average initial score of 58% to 85% after training. In addition to improving technical skills, participants also showed positive behavioral changes, such as increased work discipline, teamwork skills, and compliance with food safety and sanitation standards. The program also encourages participants' creativity in processing and serving local food and raises awareness of sustainable kitchen practices, including waste reduction and efficient use of resources. Overall, the program shows that experiential training is effective in strengthening the culinary capacity of local communities as well as supporting the sustainable development of ecotourism and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs)
PENGEMBANGAN MORIBAR SEBAGAI INOVASI SNACK BAR BERBASIS DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PENDEKATAN ANALISA SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS
Anemia remains a public health problem affecting productivity and quality of life among adolescents and women of reproductive age. This study aims to develop MoriBar as an innovative snack bar based on Moringa oleifera and to analyze its business feasibility using a managerial approach. The research applied a research and development design with a descriptive qualitative approach combined with simple quantitative financial analysis. The study was conducted at Universitas Bina Insani, Bekasi, from May to September 2025. Organoleptic testing involved thirty respondents using a five-point hedonic scale to evaluate taste, texture, aroma, packaging, and practicality. Business analysis employed the Business Model Canvas and SWOT framework, along with calculations of unit production cost, contribution margin, and break-even point. The results indicate an average acceptance rate of 86%, a unit production cost of IDR 11,096, a contribution margin of IDR 8,904, and a net profit margin of 36% based on sales of 54 units. The break-even point was achieved at four units. MoriBar demonstrates potential as an economically feasible functional snack based on local ingredients and may support anemia prevention efforts through its iron content.
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup remaja serta wanita usia produktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan MoriBar sebagai inovasi snack bar berbasis daun kelor (Moringa oleifera) dan menganalisis kelayakan usahanya melalui pendekatan manajerial. Penelitian menggunakan desain research and development dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif sederhana, dilaksanakan di Universitas Bina Insani, Bekasi, pada Mei–September 2025. Uji organoleptik melibatkan 30 responden menggunakan skala hedonik 1–5 terhadap atribut rasa, tekstur, aroma, kemasan, dan kepraktisan. Analisis bisnis menggunakan Business Model Canvas dan SWOT, serta perhitungan HPP, margin, dan BEP. Hasil menunjukkan tingkat penerimaan rata-rata 86%, harga pokok produksi Rp11.096 per unit, margin kontribusi Rp8.904, dan Net Profit Margin 36% pada penjualan 54 unit. Titik impas tercapai pada 4 unit. MoriBar berpotensi dikembangkan sebagai camilan fungsional berbasis bahan lokal yang layak secara ekonomi dan mendukung upaya pencegahan anemia
Spatial Modeling of MSME Risk Based on Webgis with The Integration of Multidimensional Factor Analysis in Majene Regency
This research investigates and maps potential risks for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Majene Regency, analyzing aspects of Human Resources (HR), capital, production, marketing, and law/legality. MSMEs are crucial to the regional economy , but they often face significant risks that hinder growth. This problem is worsened by a lack of spatial understanding of these vulnerabilities , which makes government interventions and development initiatives less effective. This study aims to spatially model and map MSME risks by integrating multidimensional factor analysis with WebGIS. The methodology involves four stages: (1) acquiring primary and secondary data related to the five risk dimensions; (2) using descriptive statistical and cluster analysis to categorize MSMEs; (3) applying risk factor scoring and weighting analysis to determine potential risk levels ; and (4) developing spatial modeling and GIS for risk visualization. The research results in a classification of MSMEs based on risk levels (high, medium, low), which is presented on a WebGIS platform to allow interactive spatial visualization. The findings are intended to provide a basis for more informed decision-making in the development of MSMEs in Majene Regency
DOI: https://doi.org/10.51557/pgr6ey9