Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: MEDIA PENANAMAN KARAKTER GEMAR MEMBACA BAGI SISWA SD
Reading is a very important skill to support children's academic success and character development. However, interest in reading among elementary school students in Indonesia is still relatively low. This research aims to explain the media used to instill the character of a love of reading. The method used is Systemtic Literature Review (SLR) by analyzing 21 related journals. Data was collected through the Google Scholar Database with the keywords "Media", "Characters Who Like Reading", "Primary School Students" and "Literacy". The results of this research show that media such as illustrated books, Big Books, Game Modules, Folk Stories and Digital Media have an effective role in building the habit of reading. Each media has interesting advantages and can be adapted to the age and learning context of students. Success in instilling the character of a love of reading can be supported by teachers, parents and the school environment. This research states that choosing the right media and consistent application to create a strong literacy culture in the elementary school education environment.Membaca merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan akademik dan pengembangan karakter anak. Namun, minat baca di kalangan siswa Sekolah Dasar di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan media yang digunakan untuk menanamkan karakter gemar membaca. Metode yang digunakan adalah Systemtic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 21 jurnal terkait. Data dikumpulkan melalui Database Google Scholar dengan kata kunci “Media”, “Karakter Gemar Membaca”, “Siswa SD” dan “Literasi”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media seperti buku ilustrasi, Big Book, Modul Permainan, Cerita Rakyat, serta Media Digital memiliki peran yang efektif dalam membangun kebiasaan gemar membaca. Setiap media memiliki keunggulan yang menarik dan dapat disesuaikan dengan usia serta konteks pembelajaran siswa. keberhasilan dalam menanamkan karakter gemar membaca dapat didukung oleh guru, orang tua, serta lingkunga sekolah. Penelitian ini menyatakan pemilihan media yang tepat serta penerapan yang konsisten untuk menciptakan budaya literasi yang kuat di lingkungan Pendidikan Sekolah Dasar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS FILM DALAM PEMBELAJARAN PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMBAKSARI II KARAWANG
In PAI learning, using films as a learning medium can make learning easier and more enjoyable for students. Currently, students are starting to get bored with the same approach. The aim of this research is to describe the implementation of PAI learning using film-based audio-visual at SDN Tambaksari II Karawang. Knowing the influence of student learning motivation on the use of film-based audio visuals in PAI learning at SDN Tambaksari II Karawang. To determine the effect of using film-based audio visuals on student learning motivation in PAI subjects at SDN Tambaksari II Karawang. This research method uses a one group pretest posttest experimental design. Based on the results of the linearity test using the ANOVA table, it was found that there was a loose relationship between the pretest and posttest scores. This is shown by the significance value, namely in the Linearity section there is a significance value of less than 0.05, namely 0.048. And in the Deviation from Linearity section there is a significance value greater than 0.05, namely 0.222. This means that there is a linear relationship between the influence of film-based audio visuals and student learning motivation. This improvement not only includes cognitive aspects but also affective aspects of students. This shows that films are a powerful tool to increase learning motivation and foster student loveDalam pembelajaran PAI, penggunaan film sebagai media belajar dapat membuat pembelajaran lebih mudah dan menyenangkan bagi siswa. Saat ini, siswa mulai jenuh dengan pendekatan yang itu-itu saja.. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas V SDN Tambaksari II Karawang tidak terlalu tertarik untuk belajar PAI. Berdasarkan latar belakang beberapa permasalahan dapat di identifikasikan sebagai berikut : Bagaimana penggunaan audio visual berbasis film dalam pembelajaran PAI di SDN Tambaksari II karawang. Bagaimana motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI di SDN Tambaksari II karawang. Adakah pengaruh penggunaan audio visual berbasis film terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN Tambaksari II karawang. Dan tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan audio visual berbasis film di SDN Tambaksari II karawang. Mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa pada pengguaan audio visual berbasis film dalam pembelajaran PAI di SDN Tambaksari II karawang. Mengetahui pengaruh penggunaan audio visual berbasis film terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN Tambaksari II karawang. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen desain one group pretest posttest. Berdasarkan hasil uji linearitas menggunakan tabel ANOVA, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang liear antara skor pretest dan posttest. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi yaitu pada bagaian Linearity terdapat nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 yaitu 0,048. Dan pada bagian Deviation from Linearity terdapat nilai sigifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu 0,222. Artinya terdapat hubungan yang linear antara pengaruh audio visual berbasis film dengan motivasi belajar siswa. Peningkatan ini tidak hanya mencakup aspek kognitif tetapi juga aspek afektif siswa. Ini menunjukkan bahwa film adalah alat yang kuat untuk meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap mata pelajaran PAI.
Kata kunci: eksperimen, audio, film, visual
Peran Pendidikan Islami dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak Tunadaksa: Studi di SLB IT Sahabat Al-Qur’an Binjai
This study was conducted to examine the role of Islamic education in shaping the spiritual intelligence of children with disabilities at SLB IT Sahabat Al-Qur'an Binjai. Qualitative methods with a case study approach have been used in this study. Data have been collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation. Various religious activities such as congregational prayer, memorizing prayers, learning the stories of the prophets, and practicing morals in everyday life have been consistently implemented and have been proven to contribute to strengthening the spiritual aspects of children. Learning to memorize the Qur'an has also been used as a means of developing self-confidence and emotional stability of children with disabilities. Support from teachers, parents, and the social environment has been identified as a major factor in the success of this process. Thus, an inclusive and adaptive Islamic education approach is highly recommended to be further developed in order to shape the spiritual quotient of children with special needs.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran pendidikan Islam dalam membentuk kecerdasan spiritual anak tunadaksa di SLB IT Sahabat Al-Qur’an Binjai. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus telah digunakan dalam penelitian ini. Data telah dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Berbagai kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, hafalan doa, pembelajaran kisah nabi, serta praktik akhlak dalam kehidupan sehari-hari telah diterapkan secara konsisten dan terbukti memberikan kontribusi terhadap penguatan aspek spiritual anak. Pembelajaran tahfidzul Qur’an juga telah dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kepercayaan diri dan kestabilan emosi anak tunadaksa. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sosial telah diidentifikasi sebagai faktor utama dalam keberhasilan proses ini. Dengan demikian, pendekatan pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif sangat direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut guna membentuk spiritual quotient anak-anak berkebutuhan khusus
Bepikir Fungsional Calon Guru MAtematika dalam Menyelesaikan Soal Pola Bilangan Non-Linier
This article aims to understand the functional thinking of prospective mathematics teachers in solving non-linear number pattern problems. The functional thinking process consists of the entry, attack, and review stages in solving mathematical problems. The method used in this study is a qualitative approach with a case study type, and data collection is carried out using task-based interview techniques. This study involved 18 participants from students of the Mathematics Education study program at the State Islamic University of Mataram, from 18 participants 2 participants were selected as subjects because they had the correct answers. The results of this study indicate that both prospective mathematics teachers use different representations to express their ideas and functional thinking in solving non-linear number pattern problems. They start the generalization process with the relating action, where they connect the number of towers with the number of known matchsticks. The contribution of this study provides new insights into how prospective mathematics teachers think functionally which can be the basis for developing learning strategies, more effective learning processes and preparing prospective teachers as professionals.Artikel ini bertujuan untuk memahami berpikir fungsional calon guru matematika dalam menyelesaikan soal pola bilangan non-linier. Proses berpikir fungsional terdiri dari tahap entry, attack, dan review dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis srudi kasus, dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara berbasis tugas. Penelitian ini melibatkan 18 partisipan dari mahasiswa program studi Tadris Matematika di Universitas Islam Negeri Mataram, dari 18 partisipan dipilih 2 partisipan sebagai subjek karena memiliki jawaban yang benar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua calon guru matematika menggunakan representasi yang berbeda untuk mengungkapkan ide dan berpikir fungsionalnya dalam menyelesaikan soal pola bilangan non-linier. Mereka memulai proses generalisasi dengan aksi relating, di mana mereka menghubungkan jumlah menara dengan jumlah batang korek api yang diketahui. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana berpikir fungsional calon guru matematika yang dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pembelajaran, proses pembelajaran yang lebih efektif dan menyiapkan calon guru yang professional
Strategi Penguatan Moderasi Beragama Pada Sekolah Dasar
So the purpose of this study is to describe a rigid strategy in providing reinforcement of religious moderation values to elementary school children. Especially how to integrate the values of religious moderation, especially in the teaching and learning process. This research uses a descriptive qualitative approach, where in obtaining data is carried out by library research through various literature that has been filtered according to the topic to be discussed. Furthermore, data collection techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study show that starategy that can be done in strengthening religious moderation is by internalizing the value of Bergama moderation in the curriculum, compiling material by inserting religious moderation, good role models, problem-based learning strategies, cooperative learning and so on.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi yang dikakukan dalam memberikan penguatan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sekolah dasar. Terutama bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Beragama terutama dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana dalam memperoleh data dilakukan secara library research melalui berbagai literatur yang telah disaring sesuai dengan topik yang akan dibahas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa starategi yang dapat dilakukan dalam menguatkan moderasi beragama yaitu dengan internalasasi nilai moderasi Beragama pada kurikulum, menyusun materi dengan menyisipkan moderasi beragama, memberi tauladan yang baik, strategi problem based learning, cooperative learning dan lainny
Pengaruh Model Project-Based Learning (PjBL) dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa
This research aims to determine the influence of the project-based learning (PjBL) model and interest in learning on the problem-solving abilities of MI Ma'arif Sirojul 'Ulum students. This type of research uses a quantitative approach, pre-experimental methods with a one-shot case study research design. The population in this study was class V, totaling 18 students. The instruments for this research are student perception questionnaires, learning inteest questionnaires and tests of students' problem-solving abilities. The data analysis technique uses multiple linear regression. The results of data analysis show that Fcount = 21.251 > Ftable = 3.26, meaning that there is an influence of the project-based learning (PjBL) learning model and interest in learning on students' problem-solving abilities. From the simultaneous t-test, it was found that tcount1 = 3.66 > ttable = 2.03 had a positive effect on students' problem-solving abilities. Meanwhile, for interest in learning, tcount 2 = 6.28 > ttable = 2.03 has a positive effect on students' problem-solving abilities. The magnitude of the influence of the project-based learning (PjBL) learning model and interest in learning on students' solving abilities is 56.3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh model project-based learning (PjBL) dan minat belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa MI Ma’arif Sirojul ’Ulum. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pre-experimental dengan desain penelitian one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V yang berjumlah 18 siswa. Instrumen penelitian ini berupa angket persepsi siswa, angket minat belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah siswa. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Fhitung = 21,251 Ftabel = 3,26, artinya terdapat pengaruh model pembelajaran project-based learning (PjBL) dan minat belajar terhadap kemampuan pemecachan masalah siswa. Dari uji-t simultan diperoleh thitung1 = 3,66 ttabel = 2,03 berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masaah siswa. Sedangkan, untuk minat belajar diperoleh thitung 2 = 6,28 ttabel = 2,03 berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masaah siswa. Besar pengaruh model pembelajaran project-based learning (PjBL) dan minat belajar terhadap kemampuan kemampuan pemecahan siswa adalah 56,3%
Kepemimpinan yang Bijaksana dalam QS. Al-Anbiya Ayat 78-79: Kajian Hermeneutika Ma’na cum Maghza
Wise leadership is a central aspect in the story of the Prophets David and Solomon as revealed in Surah al-Anbiya verses 78-79 in the Koran. The aim of the research is to reveal the wisdom and leadership values contained in the narrative and explore its relevance in the modern context. The research method involves an analytical approach to the text of the Koran with a focus on verses 78-79 in Surah al-Anbiya. The study of tafsir ma’na cum maghza is used to understand the historical and spiritual context of events involving the Prophets David and Solomon. Primary data was obtained through literature studies of the al-Qur’an and tafsir as well as literature related to leadership. The research results show that the wise leadership of the Prophets David and Solomon included aspects such as justice, courage and spiritual wisdom. An in-depth ma’na cum maghza analysis reveals the moral values underlying the actions of both Prophets, providing insight into how wise leadership can have a positive impact in society. The relevance of this research lies in the ability to extract universal principles from the stories of the Prophets David and Solomon and apply them in the context of modern leadership. The practical implication of this research is to provide guidance for today’s leaders to integrate ethical values and spirituality in their decision making and interactions with society.Kepemimpinan yang bijaksana merupakan aspek sentral dalam kisah Nabi Daud dan Sulaiman sebagaimana terungkap pada Surah al-Anbiya ayat 78-79 dalam al-Qur’an. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan hikmah dan nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam narasi tersebut serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks modern. Metode penelitian melibatkan pendekatan analisis teks al-Qur’an dengan fokus pada ayat 78-79 dalam surah al-Anbiya. Kajian tafsir ma’na cum maghza digunakan untuk memahami konteks historis dan spiritual dari peristiwa-peristiwa yang melibatkan Nabi Daud dan Sulaiman. Data primer diperoleh melalui studi pustaka al-Qur’an dan tafsir serta literatur terkait kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan bijaksana Nabi Daud dan Sulaiman mencakup aspek-aspek seperti keadilan, keberanian, dan kebijaksanaan spiritual. Analisis ma’na cum maghza mendalam mengungkapkan nilai-nilai moral yang mendasari tindakan kedua Nabi, memberikan wawasan tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat. Relevansi penelitian ini terletak pada kemampuan untuk mengekstrak prinsip-prinsip universal dari kisah Nabi Daud dan Sulaiman serta menerapkannya dalam konteks kepemimpinan modern. Implikasi praktis penelitian ini adalah memberikan panduan bagi pemimpin masa kini untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika dan spiritualitas dalam pengambilan keputusan dan interaksi mereka dengan masyarakat. 
Pendekatan Tafsir A. Hasan: Analisis Tekstual
This paper examines the context and method of tafsir by A. Hasan Bandung (1887-1958) based on socio-cultural approaches and the essence of his juristic and hermeneutical views and epistemological postulate, which raises important aspects of socio-legal and ethical reform as its leading voice and proponent. This is highlighted from his interpretative work of Qur’anic exegesis such as Tafsir al-Furqan, Tafsir al-Hidayah, Tafsir Surah Yasin, al-Djawahir, as well as from his column in local magazine and journal such as Himayat al-Islam, Pembela Islam and etcetera. The research is based on qualitative (narrative) methods, using literature/library research, and hermeneutical survey. The finding shows that A. Hasan has outlined an unprecedented method of contextual interpretation of the Qur’an that reflected his rational understanding of the text. This is manifested from his arguments that celebrated the views of classical and contemporary jurist on broad aspects of Islamic law, jurisprudence, speculative theology, philosophy, religious faith, spirituality and Shariah. His interpretation was intrinsically presented in the form of structural kalam based on question and answer that addresses and debates diverse communal issues. It reveals the strength of his views based on ijtihad (independent reasoning) that formulate the entire juristic opinion from broadly authoritative and argumentative construct of maslahah (the common good) dan maqasid syariah (the higher objective of Islamic law).Artikel ini menganalisis manhaj tafsir A. Hassan Bandung (1887-1958) dan pemikirannya dalam konteks epistemologi hukum dan pengembangan fiqh Islam yang membahas banyak masalah etika-kultural dalam ruang publik. Isu-isu ini ditelusuri dari kitab-kitab tafsirnya, antaranya Tafsir al-Furqan, Tafsir al-Hidayah, Tafsir Surah Yasin, al-Djawahir dan daripada makalahnya yang lain yang diterbit dalam berkala Himayat al-Islam, Pembela Islam dan lainnya. Metode kajian ini berasaskan pendekatan kualitatif (naratif) dan analisis teks. Temuan kajian mendapati idea tafsir yang digariskan menampilkan bentuk tradisional dengan kecenderungan moden dalam penafsiran ayat. Ini diperlihatkan dari corak interpretasinya yang membawa fahaman hukum semasa dalam menghuraikan nuansa-nuansa fiqh, teologi, keimanan, moraliti, mistik dan ahkam syariah yang meluas. Pada prinsipnya tafsirannya ditampilkan dalam bentuk pertanyaan dan soal jawab dan penghuraian fatwa yang timbul di tengah kehidupan masyarakat yang menmperlihatkan ketinggian hujah dan pendalilannya dalam menguatkan keterangan mazhab yang tercerna dari fikrah tafsir yang luas dan muktabar dalam menggarap intisari dan pertimbangan maqasid dan maslahahny
Peran Budaya Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Guru
This study aims to determine the pattern of discipline coaching, the perceived importance of organizational culture in improving performance and motivating teachers, and inhibiting factors in improving teacher performance. This study uses a descriptive qualitative approach method. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The subjects of the study included the principal, the teachers' council, and the school committee. Analysis of the research data shows: (1) Discipline coaching in improving teacher performance is oriented towards the rules that have been set, both laws and school regulations. The approach to teacher discipline coaching is carried out in stages or periodically, starting from determining job descriptions, taking a persuasive approach, supervising the learning process and guiding teacher tasks, and giving sanctions according to the level of violation. (2) The system for providing teacher motivation in improving their performance is carried out by providing non-binding incentives, good service, job promotions, opportunities to take part in training, providing work safety services, and teacher job comfort. (3) Inhibiting factors in improving teacher performance are the lack of socialization of school regulations, lack of coordination, ineffective communication between personnel, and lack of involvement of the school committee in making school decisions/policies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembinaan disiplin, asumsi pentingnya budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja dan memotivasi guru serta faktor-faktor penghambat dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian meliputi kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah. Analisis data penelitian menunjukan: (1) Pembinaan disiplin dalam meningkatkan kinerja guru beriorientasi pada aturan yang telah ditetapkan, baik peraturan perundang-undangan maupun peraturan sekolah. Pendekatan pembinaan disiplin guru dilakukan dengan cara bertahap atau berkala, mulai dari menentukan job description, melakukan pendekatan persuasif, mengawasi proses pembelajaran dan membimbing tugas guru, serta memberi sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran. (2) Sistem pemberian motivasi guru dalam meningkatkan kinerjanya dilakukan dengan memberikan insentif yang sifatnya tidak mengikat, pelayanan yang baik, promosi jabatan, kesempatan mengikuti pelatihan, memberikan pelayanan terhadap keselamatan kerja, dan kenyamanan terhadap tugas guru. (3) Faktor-faktor penghambat dalam meningkatkan kinerja guru adalah kurangnya sosialisasi peraturan sekolah, kurangnya koordinasi, tidak efektifnya komunikasi antarpersonil, dan kurangnya keterlibatan komite sekolah dalam pengambilan keputusan/kebijakan sekolah
ANALISIS PROBLEMATIKA KETERAMPILAN MENULIS IMLA’ (KITABAH) BAHASA ARAB TERHADAP SISWA KELAS VI MI NURUL HIKMAH LANTAN LOMBOK TENGAH
This study aims to analyze the problems of Arabic writing skills among fifth-grade students at MI Nurul Hikmah Lantan. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study show that students experience difficulties in writing Arabic texts, which are divided into two aspects, namely linguistic and non-linguistic. Linguistic challenges include difficulties in pronouncing Hijaiyah letters, limited vocabulary, weak understanding of grammar (nahwu and sharaf), and insufficient ability to construct sentences accurately. Meanwhile, non-linguistic problems include low interest and self-confidence among students, the suboptimal role of teachers in motivating learning, limited supporting facilities, and a social environment that is not conducive to the Arabic language learning process. Based on these findings, it is recommended that more interactive teaching methods be strengthened, student motivation be increased, and more effective learning facilities be utilized to support Arabic writing skills.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika keterampilan menulis (kitabah) bahasa Arab pada peserta didik kelas VI MI Nurul Hikmah Lantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan menulis teks bahasa Arab yang terbagi ke dalam dua aspek, yaitu linguistik dan non-linguistik. Problematika linguistik meliputi kesulitan dalam pelafalan huruf Hijaiyah, keterbatasan kosakata, pemahaman yang lemah terhadap tata bahasa (nahwu dan sharaf), serta kurangnya kemampuan menyusun kalimat secara tepat. Sementara itu, problematika non-linguistik meliputi rendahnya minat dan kepercayaan diri peserta didik, kurang optimalnya peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar, keterbatasan fasilitas penunjang, serta lingkungan sosial yang kurang mendukung proses pembelajaran bahasa Arab. Berdasarkan temuan ini, disarankan adanya penguatan metode pembelajaran yang lebih interaktif, peningkatan motivasi belajar siswa, serta pemanfaatan fasilitas pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung keterampilan menulis bahasa Arab