Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Penggunaan Alat Peraga Tangga Satuan Berat dengan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 26 Cakranegara. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti temukan bahwa pada proses pembelajaran guru belum menggunakan alat peraga sebagai penunjang proses pembelajaran khususnya pada materi satuan berat dan masih cenderung menggunakan metode ceramah. Hal ini mengakibatkan siswa kurang tertarik dengan pelajaran matematika yang membuat hasil belajar siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan perbaikan dengan menggunakan alat peraga tangga satuan berat yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan matematika. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas III SDN 26 Cakranegara berjumlah 34 siswa. Prosedur penelitian menggunakan dua siklus: setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi dengan analisis data kuantitatif yang dirincikan melalui metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga tangga satuan berat dalam pembelajaran matematika kelas III SDN 26 Cakranegara dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa siklus I rata-rata nilai 56,2 dan siklus II mengalami peningkatan rata-rata nilai 70,9 dengan ketuntasan belajar pada siklus I 47% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82%.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 26 Cakranegara. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti temukan bahwa pada proses pembelajaran guru belum menggunakan alat peraga sebagai penunjang proses pembelajaran khususnya pada materi satuan berat dan masih cenderung menggunakan metode ceramah. Hal ini mengakibatkan siswa kurang tertarik dengan pelajaran matematika yang membuat hasil belajar siswa belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Maksimal. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan perbaikan dengan menggunakan alat peraga tangga satuan berat yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan matematika. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas III SDN 26 Cakranegara berjumlah 34 siswa. Prosedur penelitian menggunakan dua siklus: setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi dengan analisis data kuantitatif yang dirincikan melalui metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga tangga satuan berat dalam pembelajaran matematika kelas III SDN 26 Cakranegara dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa siklus I rata-rata nilai 56,2 dan siklus II mengalami peningkatan rata-rata nilai 70,9 dengan ketuntasan belajar pada siklus I 47% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82%
Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran PKN Melalui Penerapan Metode Kerja Kelompok di MI Miftahul Athfal
This study aimed to determine how to increase student learning activeness in Civics learning through the application of group work methods. The research method used was Classroom Action Research (PTK). The subjects were 37 students, the research data sources were obtained from qualitative data in the form of data from observations of teacher and student activities and quantitative data in the form of student learning outcomes test data. The results of this study can be seen from the increased student activeness in cycle I there were 20 students who were active or in the good category (54%) and 17 students who were less with an average student learning activeness (65.4%). In cycle II, student learning activeness increased with 32 active students (86%), moderately active students, it can be concluded that there is an increase in student learning outcomes through the group work method in Civics learning class VTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran PKN melalui penerapan metode kerja kelompok metode peneltian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa berjumlah 37 orang, sumber data penelitian diperoleh dari data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta data kuantitatif berupa data tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat terlihat dari keaktifan siswa yang mengalami peningkatan yang pada siklus I terdapat siswa yang aktif atau dalam kategori baik sebanyak 20 orang (54 %) dan siswa yang kurang 17 orang dengan rata-rata keaktifan belajar siswa (65,4%). Pada siklus II keaktifan belajar siswa meningkat dengan terdapat siswa yang aktif 32 orang (86%), siswa yang cukup aktif 5 orang. Berdasarkan uraian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Kerja Kelompok dalm pembelajaran PKn kelas V MI Miftahul Athfal 0
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Kecerdasan Spritual Peserta Didik di MTs Darul Ishlah Lendang Batah Lombok Tengah
This research aims to examine the role of Islamic Religious Education (PAI) in developing students' spiritual intelligence at MTs Darul Ishlah Lendang Batah, Praya. Islamic Religious Education is a vital instrument in shaping students' character and spiritual values. This study employs a qualitative approach with a case study method, where data are obtained through observations, interviews, and documentation. The research subjects consist of PAI teachers, the school principal, and students.The results show that PAI significantly contributes to enhancing students' spiritual intelligence through the integration of Islamic values into learning activities. The implemented learning processes include activities such as practicing congregational prayers, reciting the Qur'an, discussing moral values, and reinforcing noble character. Furthermore, the role of teachers as role models in providing motivation and spiritual guidance greatly influences the character development of students. However, there are challenges in its implementation, such as the lack of support from family environments and diverse societal conditions.Nevertheless, collaborative efforts between schools, parents, and the community can serve as a solution to these challenges. This research concludes that Islamic Religious Education at MTs Darul Ishlah Lendang Batah effectively develops students' spiritual intelligence through a holistic and contextual approach.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun kecerdasan spiritual peserta didik di MTs Darul Ishlah Lendang Batah, Praya. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI, kepala madrasah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI mempunyai kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang diterapkan meliputi kegiatan seperti pembiasaan shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, diskusi nilai-nilai moral, dan penguatan akhlak mulia. Selain itu, peran guru sebagai teladan dalam memberikan motivasi dan bimbingan spiritual sangat berpengaruh dalam membentuk karakter peserta didik. Namun, terdapat tantangan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat yang beragam. Meskipun demikian, upaya kolaboratif antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam di MTs Darul Ishlah Lendang Batah mampu membangun kecerdasan spiritual peserta didik dengan efektif melalui pendekatan holistik dan kontekstual
PENDIDIKAN SOFT SKILLS SANTRI SEBAGAI ABDI NDALEM DI PONDOK PESANTREN ZUYUDUL FAROH KABUPATEN PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan soft skill pada santri yang berperan sebagai abdi ndalem di Pondok Pesantren Zuyudul Faroh Jorongan Leces Probolinggo. Soft skills, yang mencakup kemampuan sosial dan emosional seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen waktu, empati, dan etika sosial, semakin dianggap penting dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara mendalam dan holistik. Subjek penelitian meliputi tiga kelompok individu yang dianggap memiliki peran penting dalam proses pendidikan, yaitu santri yang berperan sebagai abdi ndalem, pengurus pesantren, ustadz/ustadzah yang terlibat dalam pengembangan soft skill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu, pengembangan soft skills ini memberikan dampak positif pada perkembangan pribadi santri, meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, manajerial, dan empati. Pengembangan soft skills juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan terintegrasi, menjadikan Pondok Pesantren Zuyudul Faroh sebagai lembaga pendidikan yang relevan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
 
PENERAPAN MODEL TPACK DALAM MENGUBAH MINDSET TERHADAP ZERO DIGITAL DI SEKOLAH
This article discusses the application of the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) model in school learning. At present, there are still many parents and some schools that still apply zero digital, because they think that technology can have a negative impact on students. The purpose of this research is to show that the use of technology is needed and beneficial in the learning process of students at school. This research uses a qualitative method with a literature study approach. This research utilizes a variety of written sources, including books, scientific journals, institutional reports, and other relevant literature as the primary source of data in the process of collecting information. Although there are challenges in implementing this model, such as limited access to technology and training, teachers succeed in creating an interactive and effective learning environment.Artikel ini membahas penerapan model TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam pembelajaran di sekolah. Pada saat ini, masih banyak orang tua dan beberapa sekolah yang masih menerapkan zero digital, dikarenakan menganggap bahwa teknologi dapat membawa dampak negatif bagi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukan bahwasanya penggunaan teknologi sangat dibutuhkan dan bermanfaat dalam proses pembelajaran peserta didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau kajian literatur. Penelitian ini memanfaatkan beragam sumber tertulis, meliputi buku, jurnal ilmiah, laporan institusi, dan literatur relevan lainnya sebagai sumber primer data dalam proses pengumpulan informasi. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa tentang bagaimana pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan diterapkan ke hal-hal yang lebih positif. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapan model ini, seperti keterbatasan akses teknologi dan pelatihan, guru berhasil menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan efektif. 
Kemampuan Computational Thinking Siswa Ditinjau dari Adversity Quotient dan Gender di MTs Negeri Lombok Tengah
This study aims to explain the computational thinking ability of students at MTs Negeri 2 in Central Lombok in terms of adversity quotient and gender. The research method used is a quantitative approach with a causal-comparative research design. The research sample consisted of 136 grade VIII students, consisting of 62 male students and 74 female students. The instruments used in this study included a computational thinking ability test consisting of 2 essay questions and a questionnaire to measure adversity quotient with 24 statements. The results of the study showed that: 1) there is a significant effect of adversity quotient on students' computational thinking ability; 2) there is no significant effect of gender on students' computational thinking ability; and 3) the interaction between adversity quotient and gender does not show a significant effect on students' computational thinking ability. The contribution of this study provides new insights into how adversity quotient affects students' computational thinking, which can be the basis for developing more effective learning strategies in the future.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan computational thinking siswa berdasarkan adversity quotient dan jenis kelamin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kausal komparatif. Sampel yang digunakan sebanyak 136 siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Lombok Tengah dengan rincian 62 siswa laki-laki dan 74 siswa perempuan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes dan angket. Instrumen tes berupa tes kemampuan computational thinking yang terdiri dari 2 soal berbentuk uraian, sedangkan angket digunakan untuk mengukur adversity quotient yang terdiri dari 24 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh signifikan adversity quotient terhadap kemampuan computational thinking siswa; 2) tidak terdapat pengaruh signifikan jenis kelamin terhadap kemampuan computational thinking siswa dan; 3) tidak terdapat pengaruh signifikan adversity quotient dan jenis kelamin terhadap kemampuan computational thinking siswa
Perencanaan Strategi Pengembangan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam
Quality education is a dream for education managers. To achieve these goals and expectations, Islamic educational institutions must be able to implement and apply various strategies in managing educational institutions. This strategy is formulated based on proper planning, good implementation, and continuous evaluation. This research uses a qualitative-analytical approach. Data collection uses observation, interviews and documentation. Data analysis uses the Miles and Hubermen interactive analysis model which includes four components, namely data collection, reduction, presentation and drawing conclusions. Checking the validity of the data uses credibility, transferability, dependability and confirmability. The results of this research show that The strategic planning carried out by the Darul Kamal NW Kembang Kerang Islamic Boarding School involved various parties (stakeholders) from academic circles, religious leaders, community leaders and other figures through the formulation of vision and mission, formulation of goals and targets education, as well as determining strategies.Mutu pendidikan menjadi impian bagi para pengelola pendidikan. Untuk mencapai tujuan dan harapan tersebut, maka lembaga pendidikan Islam harus mampu menerapkan dan mengaplikasikan berbagai strategi dalam mengelola lembaga pendidikan. Strategi tersebut dirumuskan pada perencanaan yang tepat, implementasi yang baik, serta evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hubermen yang mencakup empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan kredibelitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perencanaan strategi yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang melibatkan berbagai pihak (stakeholders) dari kalangan akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh lainnya melalui perumusan visi dan misi, perumusan tujuan dan sasaran pendidikan, serta penetapan strateg
Pengaruh Belief Dan Self Confidence Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
This study aims to determine the effect of belief and self confidence on the ability to solve mathematical problems of grade VIII MTs students. Darul Mahmudien Nw Montong Gamang. This research is a research using a quantitative approach with ex post facto research type.The population in this study was grade VIII MTs. Darul Mahmudien Nw Montong Gamang students totaling 100 students with a sample of 80 students . The variables of this study are belief and self confidence as independent variables and students' mathematical problem solving ability as dependent variables. The data collection techniques used were questionnaires to measure belief and self-confidence and tests to measure students' mathematical problem-solving abilities . Data analysis uses multiple linear regression analysis, before the analysis test is carried out, prerequisite tests are carried out, namely normality tests, linearity tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests. The results showed that there was an influence between belief and self-confidence on students' mathematical problem solving ability by 88.6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belief dan self confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs. Darul Mahmudien Nw Montong Gamang. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs. Darul Mahmudien Nw Montong Gamang yang berjumlah 100 siswa dengan sampel berjumlah 80 siswa. Variabel penelitian ini yaitu belief dan self confidence sebagai variabel bebas dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengukur belief dan self confidence dan tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, sebelum dilakukan uji analisis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara belief dan self confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 88,6%
Optimalisasi WAPA HIMMAH NW: Preparasi Kader dalam Menghadapi Tantangan Organisasi dan Masyarakat
HIMMAH NW as a student organization born in the region, continues to struggle to maintain its existence in the midst of competition with other national student organizations. One of the strategies used to attract new members is through needs analysis in the recruitment and debriefing process of new members, known as WAPA HIMMAH NW. This program not only serves as a formal orientation, but also as a preparation for members to play an active role in the organization and contribute to society. In order to support cadre capacity building, HIMMAH NW activities are implemented using the Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, which involves cadres in every stage, from planning to program implementation. This approach includes four main stages: foundation laying, research planning, information collection and analysis, and follow-up of findings, which aim to improve cadres' skills in facing organizational and social challenges. Through this approach, it is expected to create cadres who are not only proficient in organizing, but also have high integrity and adaptabilityHIMMAH NW sebagai organisasi kemahasiswaan yang lahir di daerah, terus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya di tengah arus persaingan dengan organisasi kemahasiswaan nasional lainnya. Salah satu strategi yang digunakan untuk menarik minat anggota baru adalah melalui analisis kebutuhan dalam proses rekrutmen dan pembekalan anggota baru, yang dikenal dengan WAPA HIMMAH NW. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai orientasi formal, tetapi juga sebagai persiapan anggota untuk berperan aktif dalam organisasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas kader, HIMMAH NW kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR), yang melibatkan kader dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program. Pendekatan ini mencakup empat tahapan utama: peletakan dasar, perencanaan penelitian, pengumpulan dan analisis informasi, serta tindak lanjut temuan, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan organisasi dan sosial. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta kader yang tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan beradaptasi yang tingg
Menumbuhkan Budaya Literasi Tulis Santri di Pesantren Nurunnubuwah NW Repuk Buwuh
Program pengabdian ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi tulis di kalangan santri Pesantren Nurunnubuwah NW Repuk Buwuh. Selama ini, kegiatan literasi di pesantren lebih menekankan pada tradisi membaca kitab dibandingkan menulis, sehingga kemampuan santri dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis masih terbatas. Padahal, keterampilan menulis penting sebagai sarana dakwah, kekuatan akademik, dan ekspresi diri. Metode yang digunakan adalah pendekatan Partisipatiori Action Research (PAR) melalui beberapa tahapan, yakni identifikasi kebutuhan, pelatihan menulis, pendampingan, produksi karya, serta evaluasi. Kegiatan inti dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025 dengan bentuk workshop menulis kreatif, esai reflektif, dan artikel populer yang diikuti oleh 65 santri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis dan motivasi santri. Terbentuknya Kelompok Menulis Santri menjadi indikator awal berkembangnya ekosistem literasi tulis di pesantren. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa literasi tulis dapat tumbuh melalui kegiatan yang terarah, kontekstual, dan berkelanjutan.Program pengabdian ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi tulis di kalangan santri Pesantren Nurunnubuwah NW Repuk Buwuh. Selama ini, kegiatan literasi di pesantren lebih menekankan pada tradisi baca kitab dibanding menulis, sehingga kemampuan santri dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis masih terbatas. Padahal, keterampilan menulis penting sebagai sarana dakwah, penguatan akademik, dan ekspresi diri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatiori action research (PAR) melalui beberapa tahapan, yakni identifikasi kebutuhan, pelatihan menulis, pendampingan, produksi karya, serta evaluasi. Kegiatan inti dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025 dengan bentuk workshop menulis kreatif, esai reflektif, dan artikel populer yang diikuti oleh 65 santri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis dan motivasi santri. Terbentuknya Kelompok Menulis Santri menjadi indikator awal berkembangnya ekosistem literasi tulis di pesantren. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa literasi tulis dapat tumbuh melalui kegiatan yang terarah, kontekstual, dan berkelanjutan