Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Karakteristik dan Pengembangan Layanan Pendidikan Islam bagi Anak Tunadaksa di SLB Negeri 1 Sleman Yogyakarta
This study aims to understand the characteristics of educational services for children with special needs in Islamic education at SLB Negeri 1 Sleman, Yogyakarta. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The data analysis goes through three stages, namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the characteristics of students with disabilities at SLB 1 Sleman Yogyakarta are categorized as students who have difficulties in motor skills, social interaction, and emotional management. Islamic education development services that are appropriate for them are designed to be responsive to these special needs, with an emphasis on flexible and inclusive teaching approaches, which allow students to learn in a way that is easier to understand and accept. The contribution of the study is to increase insight into educational services for students with disabilities with various service approaches, including the urgency of cooperation between teachers, parents, and the community in building a conducive educational atmosphere. This study also plays an important role in increasing understanding and development of improved Islamic education services for children with disabilities while providing suggestions for more successful education methods in the days to come.Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan Islam di SLB Negeri 1 Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data melalui tiga tahap, yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa karakteristik siswa tunadaksa di SLB 1 Sleman Yogyakarta dikategorikan siswa yang memiliki kesulitan dalam motorik, interaksi sosial, dan pengelolaan emosi. Layanan pengembangan pendidikan Islam yang sesuai untuk mereka dirancang agar responsif terhadap kebutuhan khusus ini, dengan penekanan pada pendekatan pengajaran yang fleksibel dan inklusif, yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diterima. Kontribusi penelitian adalah menambah wawasan tentang pelayanan pendidikan bagi siswa tunadaksa dengan berbagai pendekatan pelayanan, termasuk urgensi kerja sama antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun suasana edukatif yang kondusif. Studi ini juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman serta pengembangan layanan pendidikan Islam yang ditingkatkan untuk anak tunadaksa sambil memberi saran untuk cara pendidikan yang lebih berhasil di hari-hari yang akan datang
Analisis Program Pelatihan Bahasa Inggris Sebagai Strategi Komunikasi Antarbudaya Pada Perusahaan Multinasional
International business involves interactions between countries in various forms, such as foreign direct investment and multinational corporations, which face communication challenges due to cultural differences. Expatriate workers, in particular, must adapt to new environments and communicate effectively with individuals from different cultural backgrounds. Mastery of English is an absolute requirement for employees in multinational companies, as this language serves as a communication tool and determinant of competitiveness in the global market. This study aims to explore the role of English language training in improving intercultural communication skills in multinational companies. Using a literature review methodology, this study analyzed academic journals and relevant sources published in the last ten years to assess the effectiveness of English language training programs. The results show that effective training not only improves linguistic proficiency, but also fosters cultural awareness and sensitivity. The contribution of this study lies in a deeper understanding of the relationship between language training and intercultural communication, as well as implementation strategies that can be applied to improve communication effectiveness in multinational companies.Bisnis internasional melibatkan interaksi antarnegara dalam berbagai bentuk, seperti investasi langsung asing dan perusahaan multinasional, yang menghadapi tantangan komunikasi akibat perbedaan budaya. Pekerja ekspatriat, khususnya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkomunikasi secara efektif dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Penguasaan bahasa Inggris menjadi syarat mutlak bagi karyawan di perusahaan multinasional, karena bahasa ini berfungsi sebagai alat komunikasi dan penentu daya saing di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pelatihan bahasa Inggris dalam meningkatkan kemampuan komunikasi antarbudaya di perusahaan multinasional. Menggunakan metodologi tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis jurnal akademis dan sumber relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir untuk menilai keefektifan program pelatihan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang efektif tidak hanya meningkatkan kemahiran linguistik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kepekaan budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara pelatihan bahasa dan komunikasi antarbudaya, serta strategi implementasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi di perusahaan multinasional
Evaluasi Penerapan Bimbingan Mental Spiritual di Balai Pelayanan Sosial Remaja Nusa Tenggara Barat
This research wants to explore more deeply the benefits of guidance that integrates religious and spiritual dimensions in supporting the social recovery of teenagers. This research uses a program evaluation design with a qualitative approach with the research subjects being PPS caregivers and adolescent beneficiaries who were selected using a purposive sampling technique. The data collection techniques used in this research were in-depth interviews, observation and documentation to obtain comprehensive and high-quality data. The research results show that the mental spiritual guidance program at the West Nusa Tenggara, PPS has had a major impact on improving the psychological well-being of teenagers. The success of this mental spiritual guidance program is influenced by several factors such as the policy for implementing mental spiritual guidance and the psychological condition of the young beneficiaries before taking the guidance.Penelitian ini ingin menggali lebih dalam manfaat bimbingan yang mengintegrasikan dimensi keagamaan dan spiritual dalam mendukung pemulihan sosial remaja. Penelitian ini menggunakan desain evaluasi program dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian adalah pengasuh PPS dan remaja penerima manfaat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang komprehensif dan berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bimbingan mental spiritual di Nusa Tenggara Barat, PPS telah memberikan dampak besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja. Keberhasilan program bimbingan mental spiritual ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kebijakan pelaksanaan bimbingan mental spiritual dan kondisi psikologis remaja penerima manfaat sebelum mengikuti bimbingan
Pelatihan Penggunaan Komputer Untuk Menghadapi ANBK 2024/2025 di SDN Tanah Tinggi 05 Jakarta Pusat
Program pelatihan penggunaan komputer untuk menghadapi ANBK Tahun ajaran 2024/2025 di SDN Tanah Tinggi 05 Jakarta Pusat ini merupakan salah satu program tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer karena masih ada sebagian siswa yang kurang memahami menggunakan komputer dengan baik. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini, kami memberikan motivasi, membahas teori komputer dan sekaligus memberi pelatihan terhadap siswa dalam menggunakan komputer agar para siswa lebih siap menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2024 ini. Kegiatan dilaksanakan dengan pendektan PAR dengan tahapan – tahapan kegiatan ini adalah pembukaan, sambutan, penyampaian materi inti dan mempraktekkan di laboratorium komputer dengan menggunakan metode ceramah dan praktik. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan komputer dan menambah kepercayaan diri siswa untuk menghadapi ANBK.Program pelatihan penggunaan komputer untuk menghadapi ANBK Tahun ajaran 2024/2025 di SDN Tanah Tinggi 05 Jakarta Pusat ini merupakan salah satu program tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer karena masih ada sebagian siswa yang kurang memahami menggunakan komputer dengan baik. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini, kami memberikan motivasi, membahas teori komputer dan sekaligus memberi pelatihan terhadap siswa dalam menggunakan komputer agar para siswa lebih siap menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2024 ini. Adapun tahapan – tahapan kegiatan ini adalah pembukaan, sambutan, penyampaian materi inti dan mempraktekkan di laboratorium komputer. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan komputer dan menambah kepercayaan diri siswa untuk menghadapi ANBK
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal melalui Inovasi Produk Kerupuk Nori Daun Singkong di Desa Cisitu, Kabupaten Sumedang
Desa Cisitu di Kabupaten Sumedang memiliki potensi pertanian yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat umumnya hanya mengolah ubi singkong menjadi makanan kering tradisional seperti kicimpring dan opak, sementara daun singkong kurang dimanfaatkan dan hanya dikonsumsi sebagai lalapan atau diolah menjadi pendamping makanan sederhana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui inovasi berbasis potensi lokal dengan menciptakan kerupuk nori daun singkong sebagai strategi diversifikasi pangan. Menggunakan metodologi Penelitian Partisipatif Berbasis Komunitas (CBPR), program ini melibatkan identifikasi potensi lokal, pelatihan teknis, pendampingan produksi, dan strategi pemasaran sederhana yang menargetkan ibu rumah tangga dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatannya mencakup pelatihan komprehensif mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, manajemen kualitas, hingga pengemasan menarik dan strategi pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan warga berhasil memproduksi kerupuk nori berkualitas baik dengan teknik pengemasan yang tepat, menghasilkan peningkatan keterampilan pengolahan pangan, membuka peluang usaha baru, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Inovasi ini menunjukkan transformasi nilai tambah yang signifikan dari daun singkong yang sebelumnya berharga rendah menjadi produk yang layak dijual secara komersial.Desa Cisitu di Kabupaten Sumedang memiliki potensi pertanian singkong yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat umumnya hanya mengolah ubi singkong menjadi makanan kering tradisional seperti kicimpring dan opak, sementara daun singkong kurang dimanfaatkan dan hanya dikonsumsi sebagai lalapan atau diolah menjadi pendamping makanan sederhana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui inovasi berbasis potensi lokal dengan menciptakan kerupuk nori daun singkong sebagai strategi diversifikasi pangan. Menggunakan metodologi Community-Based Participatory Research (CBPR), program melibatkan identifikasi potensi lokal, pelatihan teknis, pendampingan produksi, dan strategi pemasaran sederhana yang menargetkan ibu rumah tangga dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan mencakup pelatihan komprehensif mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, manajemen kualitas, hingga pengemasan menarik dan strategi pemasaran digital. Hasil menunjukkan warga berhasil memproduksi kerupuk nori berkualitas baik dengan teknik pengemasan yang tepat, menghasilkan peningkatan keterampilan pengolahan pangan, membuka peluang usaha baru, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Inovasi ini menunjukkan transformasi nilai tambah yang signifikan dari daun singkong yang sebelumnya berharga rendah menjadi produk yang layak jual secara komersial
Manajemen Strategi dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Santri di Pondok Pesantren Babussalam
Penelitian ini bertujuan untuk memahami manajemen strategi yang diterapkan di Pondok Pesantren Babussalam dalam meningkatkan kompetensi santri, dimulai dari tahap formulasi, kemudian implementasi, hingga evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahw Ponpes Babussalam telah menerapkan manajemen strategi secara efektif. Hal ini terlihat dari: pertama, formulasi strategi, yang meliputi perumusan visi, misi, dan analisis lingkungan, yang kemudian diterjemahkan menjadi strategi yang jelas; kedua, implementasi strategi, melalui berbagai program dan kegiatan yang disusun sesuai kurikulum dan kebutuhan santri; dan ketiga, evaluasi strategi, yang dilakukan dengan dua metode yaitu evaluasi program dan evaluasi hasil. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas program dalam meningkatkan kompetensi santri
UPAYA MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN LITERASI SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan Kampus Mengajar dengan fokus utama pada peningkatan keterampilan literasi siswa kelas V di Sekolah Dasar. Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahapan, antara lain pemberian informasi awal kepada pihak sekolah, survei dan observasi lapangan, pendampingan manajemen sekolah terutama dalam aspek pembelajaran, serta pelatihan dan penerapan teknologi untuk mendukung kinerja guru. Hasil awal menunjukkan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa, yang disebabkan oleh keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya pendampingan dari guru dan orang tua. Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim pengabdian menerapkan serangkaian strategi intervensi, seperti pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, kelas tambahan membaca untuk siswa yang belum lancar, kegiatan mendongeng menggunakan metode read aloud, serta Loka Carita sebagai media pengembangan kreativitas menulis siswa. Evaluasi program dilakukan melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menunjukkan peningkatan literasi siswa sebesar 12%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, dan kolaboratif yang diterapkan melalui kegiatan Kampus Mengajar mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi siswa di sekolah dasarPenelitian ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat melalui Kampus Mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas V di Sekolah Dasar. Menggunakan metode Metode pengabdian yang diterapkan dalam kegiatan kampus mengajar melalui banyak tahapan seperti pemberian informasi di sekolah, survey dan observasi, penunjang manajemen sekolah terutama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, praktek dan penerapan teknologi bagi guru. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa disebabkan oleh keterbatasan fasilitas serta kurangnya pendampingan dari guru dan orang tua. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan berbagai strategi, seperti pembiasaan membaca 15 menit sebelum belajar, kelas tambahan membaca bagi siswa yang belum fasih, mendongeng dengan metode read aloud, dan kegiatan Loka Carita untuk melatih kreativitas menulis. Evaluasi melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menunjukkan peningkatan literasi siswa sebesar 12%. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis pembelajaran aktif dan kolaboratif dapat meningkatkan minat serta keterampilan literasi siswa secara signifika
Analisis Implementasi Pembelajaran Matematika Abad 21 untuk Siswa Madrasah di Era Industri 4.0
This study aims to determine the application of 21st-century skills in madrasas in mathematics learning and the implementation of 21st-century skills in mathematics learning to help madrasah students face the challenges of the Industrial Revolution 4.0 and to determine the factors that support and hinder the implementation of 21st-century learning in madrasas. This study uses a descriptive qualitative approach. Research data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis such as lesson plans, learning media, syllabi, and student evaluation results. The results show that mathematics learning in madrasas is currently only in the initial stage of implementing 21st-century skills. Mathematics learning that integrates 21st-century skills not only improves academic achievement but also helps build students' character and ability to adapt to an ever-changing world. 21st-century mathematics learning in madrasas still faces many challenges such as conventional approaches, limited teacher competencies, and inadequate infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keterampilan abad ke-21 di madrasah dalam pembelajaran matematika dan implementasi keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran Matematika untuk membantu siswa Madrasah menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pembelajaran abad ke-21 di madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen seperti rencana pembelajaran, media pembelajaran, silabus, dan hasil evaluasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran matematika di madrasah saat ini baru dalam tahap awal penerapan keterampilan abad 21. Pembelajaran matematika yang mengintegrasikan keterampilan abad 21 tidak hanya meningkatkan prestasi akademik tetapi juga membantu membangun karakter dan kemampuan siswa untuk beradaptasi dengan dunia yang selalu berubah. Pembelajaran matematika abad ke-21 di madrasah masih menghadapi banyak tantangan seerti pendekatan konvensional, kompetensi guru yang terbatas, dan infrastruktur yang tidak memadai
Penerapan Ice Breaking sebagai Strategi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
This study aims to determine the effect of the application of Ice Breaking in increasing student learning motivation. The method used is quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, then analyzed using simple linear regression and product moment correlation tests. The results showed that there was an increase in learning motivation after the implementation of ice breaking. The average pretest score of 40.23 increased to 40.35 in the posttest. The correlation test showed a value of r = 0.7 > r table 0.388, which means there is a significant relationship between ice breaking and learning motivation. The regression equation obtained is Y = 17 + 0.65X with a coefficient of determination of 49%, meaning that Ice Breaking contributed 49% to increasing learning motivation. These findings indicate that the use of Ice Breaking is an effective strategy in supporting active and enjoyable learning in elementary classes, especially in science learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Ice Breaking dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen pre-experimental one-group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar setelah diterapkannya ice breaking. Rata-rata skor pretest sebesar 40,23 meningkat menjadi 40,35 pada posttest. Uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,7 > r tabel 0,388, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ice breaking dan motivasi belajar. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 17 + 0,65X dengan koefisien determinasi sebesar 49%, artinya Ice Breaking memberikan kontribusi sebesar 49% terhadap peningkatan motivasi belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Ice Breaking merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pembelajaran aktif dan menyenangkan di kelas dasar, khususnya dalam pembelajaran IPA
Pemanfaatan Aplikasi E-Scan Sebagai Digitalisasi Layanan Administrasi Persuratan Mahasiswa
This study examines the use of the e-Scene application in administrative correspondence services. This application is a digital innovation that aims to speed up processes, simplify access, and increase transparency in the delivery of academic documents. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews and documentation. Respondents in this study were students who actively use the e-Scene application in managing correspondence services. The data analysis technique used in this study is descriptive analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Meanwhile, data validity testing was carried out by triangulation methods by comparing information or data through various means, namely from interviews, documentation, and direct observation. The results of the study show that students gave a positive response to the use of e-Scene because it is considered efficient, easy to use, and provides real-time information on letter status. This application also runs stably on various devices without significant technical problems. Students proposed additional features in the form of automatic notifications and a reminder system to speed up responses from related parties. These findings indicate that the success of a digital system is not only determined by technology, but also by leadership and user participation.Penelitian ini mengkaji pemanfaatan aplikasi e-Scene dalam layanan administrasi persuratan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Aplikasi ini merupakan inovasi digital yang bertujuan mempercepat proses, mempermudah akses, dan meningkatkan transparansi dalam pengajuan dokumen akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun responden dalam penelitian ini ialah mahasiswa yang aktif menggunakan aplikasi e-Scene dalam pengurusan layanan persuratan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda yakni berasal dari hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merespons positif penggunaan e-Scene karena dinilai efisien, mudah digunakan, serta menyediakan informasi status surat secara real-time. Aplikasi ini juga berjalan stabil di berbagai perangkat tanpa kendala teknis yang signifikan. Mahasiswa mengusulkan adanya fitur tambahan berupa notifikasi otomatis dan sistem pengingat untuk mempercepat respon dari pihak terkait. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan sistem digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan partisipasi pengguna. Aplikasi e-Scene direkomendasikan untuk diterapkan secara luas di lingkungan perguruan tinggi