Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Strategi Manajemen Konflik dalam Membangun Lingkungan Pendidikan Yang Harmonis
This study aims to identify conflict management strategies in building a harmonious school environment. The subjects of the study consisted of all teachers and students involved in inter-student conflict behavior in the 2023/2024 academic year, with samples taken from one class teacher. The research method used was qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation, as well as data analysis conducted descriptively qualitatively. The results of the study indicate that the role of teachers at SD Negeri 52 Banda Aceh is very effective in preventing and handling conflicts between students. The research process began with observation and discussion with the classroom teacher about the method to be used, followed by data collection carried out through observation, interviews, and documentation on October 12, 2024. Teachers apply various strategies, such as teaching positive values, implementing strict class rules, and running anti-conflict programs. Teachers' proactive response in handling conflict cases includes direct intervention, providing counseling, and involving parents. Although these efforts have a positive impact on students, challenges such as lack of special training, limited time, and lack of support from parents hinder the effectiveness of conflict management. Types of conflicts identified among students include verbal, psychological, and physical contact conflicts.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi manajemen konflik dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis di SD Negeri 52 Banda Aceh. Subjek penelitian terdiri dari seluruh guru dan siswa yang terlibat dalam perilaku konflik antar siswa pada tahun ajaran 2023/2024, dengan sampel yang diambil dari satu guru kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru di SD Negeri 52 Banda Aceh sangat efektif dalam pencegahan dan penanganan konflik antar siswa. Proses penelitian dimulai dengan observasi dan diskusi dengan guru kelas mengenai metode yang akan digunakan, dilanjutkan dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tanggal 12 Oktober 2024. Guru menerapkan berbagai strategi, seperti mengajarkan nilai-nilai positif, menerapkan aturan kelas yang ketat, dan menjalankan program anti-konflik. Respons proaktif guru dalam menangani kasus konflik termasuk intervensi langsung, pemberian konseling, dan melibatkan orang tua. Meskipun upaya ini menghasilkan dampak positif bagi siswa, tantangan seperti kurangnya pelatihan khusus, keterbatasan waktu, dan kurangnya dukungan dari orang tua menghambat efektivitas manajemen konflik. Jenis konflik yang teridentifikasi antara siswa meliputi konflik verbal, psikologis, dan kontak fisik
Pendampingan Program Belajar Hijaiyah Dengan Metode Wafa di TPQ Baitul Makmur dan TPQ Baiturrahim
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dan santriwati di TPQ Baitul Makmur dan TPQ Baiturrahim dalam mengenal dan melafadzkan huruf hijaiyah dengan tepat melalui metode wafa. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan metode pelaksanaan meliputi observasi, pendampingan, demonstrasi. Peserta PKM berjumlah 70 orang santri dan santriwati. Evaluasi dilaksanakan setelah pembelajaran berlangsung melalui tes lisan, dengan menyuruh santri dan santriwati membaca huruf-huruf hijaiyah yang ada di Iqro’ untuk dinilai secara langsung kemampuan makhrajil hurufnya. Evaluasi dilaksanakan sebelum dan setelah kegiatan PKM dilaksanakan. Analisis data dilakukan dengan kantitatif deskriptif. Setelah dilksanakan kegiatan PKM terdapat peningkatan kemampuan santri dan santriwati dalam mengenal dan melafalkan huruf hijaiyahPersoalan kemampuan mengucapkan huruf hijaiyah dengan benar merupakan penomena yang mulai meningkat belakangan ini. Realitas ini peneliti temukan di TPQ Baitul Makmur dan TPQ Baiturrahim Dusun Belawong Tengah, bahwa santri masih memiliki kemampuann yang minim dalam melafadzkan huruf hijaiyah dengan baik dan benar sesuai kaidah makhorijul huruf. Oleh karena itu, melalui program pendampingan belajar hijaiyah dengan metode Wafa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri dalam mengenal dan melafadzkan huruf Hijaiyah. Metode yang digunakan adalah pendampingan, hasilnya adalah setelah santri didampingi terdapat peningkatan terhadap pemahaman santri dan kefasihan dalam melafadzkan huruf hijaiyah
Desain dan Pengembangan Website Pada Yayasan Baitul Husna Harapan Indah
In this digital era, the existence of website is important for organizations, legal entities, one of which is Yayasan. The website functions as a platform contains various multimedia documents and can be accessed in branding, promotion and consumer services, it is very necessary as a profile can be trusted by public. In terms of community service activities, we partner with Baitul Husna Harapan Indah Bekasi Yayasan, which is engaged social, religious, humanitarian and educational fields. Yayasan wants to increase the dissemination of information related to their vision, mission and work programs through digital platform, namely website. Currently, our partner already has Yayasan website, namely https://www.masjidbaitulhusna.com . Our partner conveyed problems faced, namely reduced user access, due to limited features and a less eye-catching website appearance, which is obstacle to access by website users. Therefore, PKM Team tried to provide solution, namely creating UI/UX layout design and website development with additional features and will also educate Yayasan's administrators to be able to operate website and carry out further development. It is hoped that results of the PKM Team's community service activities can provide real benefits in improving quality of services from Baitul Husna Harapan Indah Bekasi Yayasan to wider community.Era digital saai ini, keberadaan website menjadi hal yang penting bagi organisasi, badan hukum salah satunya Yayasan. Website berfungsi sebagai platform yang berisi berbagai dokumen multimedia dan dapat diakses dalam melakukan branding , promosi dan pelayanan konsumen, sehingga sangat diperlukan sebagai profil yang dapat dipercaya masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami berkumpul dengan Yayasan Baitul Husna Harapan Indah Bekasi, yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, kemanusiaan dan Pendidikan. Yayasan ini berkeinginan untuk meningkatkan penyebaran informasi terkait visi, misi dan program kerja mereka melalui platform digital yaitu website. Saat ini mitra kami sudah memeiliki website Yayasan yaitu https://www.masjidbaitulhusna.com . Mitra kami menyampaikan permasalahan yang dihadapi yaitu akses pengguna yang berkurang, karena keterbatasan fitur dan tampilan website yang kurang eye catching menjadi kendala dalam pengakesan oleh pengguna wesite. Maka dari itu, Tim PKM mencoba memberikan solusi yaitu membuat desian layout UI/UX dan pengembangan website dengan penambahan fitur dan juga Tim akan mengedukasi pengurus Yayasan untuk dapat mengoperasikan website dan melakukan pengembangan lebih lanjut. Diharapkan dari hasil kegiatan pengabdian Tim PKM dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dari Yayasan Baitul Husna Harapan Indah Bekasi kepada masyarakat luas
MANAJEMEN PERUBAHAN DI MADRASAH: STRATEGI ADAPTIF DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) MUHAMMADIYAH REJANG LEBONG
This study explores adaptive strategies in change management implemented by madrasahs as Islamic educational institutions to enhance educational quality. Faced with challenges such as globalization, technological advancement, and socio-cultural shifts, madrasahs must transform institutionally while maintaining their Islamic identity. Employing a descriptive qualitative method and a case study at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Rejang Lebong, the research investigates the driving forces, barriers, and implementation strategies of change. The findings indicate that successful change management relies on transformational leadership, stakeholder engagement, and a strong commitment to Islamic values. These adaptive strategies enable madrasahs to stay relevant and competitive within the national education system. The study contributes to the discourse on Islamic educational reform by offering practical insights into sustainable and value-based organizational transformation.Penelitian ini mengkaji strategi adaptif dalam manajemen perubahan yang diterapkan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika sosial budaya, madrasah harus bertransformasi secara kelembagaan tanpa mengabaikan identitas keislamannya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Rejang Lebong, penelitian ini menelusuri faktor pendorong, hambatan, serta strategi implementasi perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen perubahan bergantung pada kepemimpinan transformasional, keterlibatan aktif pemangku kepentingan, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam. Strategi adaptif tersebut memungkinkan madrasah untuk tetap relevan dan kompetitif dalam sistem pendidikan nasional. Temuan ini berkontribusi pada wacana reformasi pendidikan Islam dengan memberikan panduan praktis bagi pengambil kebijakan dan pengelola madrasah dalam merancang transformasi organisasi yang berkelanjutan dan berbasis nilai
Pendampingan Peningkatan Inovasi Produk, Kemasan dan Pemasaran Terhadap Makanan Tradisonal Kare-Kare Sebagai Upaya Meningkatkan Penghasilan Masyarakat Desa Sukadana
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro produsen makanan tradisional Kare-Kare di Desa Sukadana melalui inovasi produk, modernisasi kemasan, dan penerapan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) selama delapan bulan yang mencakup tahap perencanaan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan intensif, serta refleksionisme. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mitra dalam menciptakan varian rasa baru seperti original, red beludru, dan matcha yang disukai konsumen. Desain kemasan modern berbasis vakum sealer berhasil memperpanjang masa simpan produk dan memperkuat citra merek. Pemanfaatan media sosial dan pasar memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas usaha lokal serta memberikan model pendampingan yang dapat direplikasi bagi UMKM berbasis produk tradisional di daerah lain.UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih banyak menghadapi permasalahan mendasar dalam aspek inovasi produk, pengemasan, dan pemasaran. Salah satu UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang adalah usaha makanan tradisional Kare-Kare yang diproduksi masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kare-Kare memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat lokal, namun belum mampu bersaing di pasar yang lebih luas akibat keterbatasan inovasi, desain kemasan sederhana, serta strategi pemasaran yang masih konvensional. Program pengabdian ini dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Mitra dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, pelatihan, penerapan teknologi, hingga refleksi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan inovasi produk untuk menghasilkan varian baru, desain ulang kemasan berbasis vakum sealer dengan label lengkap, serta pelatihan pemasaran digital menggunakan media sosial, marketplace, dan aplikasi bisnis bold. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas usaha mitra. Tercipta tiga varian baru Kare-Kare (original, red beludru, matcha), kemasan modern yang mampu memperpanjang umur simpan hingga tiga bulan, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif melalui pemanfaatan Instagram. Hal ini menegaskan bahwa pendampingan UMKM berbasis inovasi produk, modernisasi kemasan, dan strategi pemasaran digital tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat desa
Nobar Film Muhammad The Messenger of God: Strategi Meningkatkan Pengetahuan Sejarah Nabi di SDN Malati
Perkembangan teknologi adalah hal yang terjadi di setiap tempat terutama media sosial menjadi sumber informasi yang paling mudah digapai melalui gawai, generasi alpha menjadi konsumen yang paling tinggi dalam mengonsumsi media sosial. Melalui pendekatan Participatory Action Research nonton bareng film Muhammad The Messenger of God bertujuan untuk membantu anak SDN Malati Desa Cibodas dalam proses pembentukan karakter yang dialami generasi alpha dalam era globalisasi dan tontonan yang beragam dari media sosial dengan lebih mengenal sosok Nabi Muhammad bukan hanya sebagai tokoh penting dalam agama yang harus dipercaya namun sebagai tokoh yang harus diteladani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif didapat bahwa dengan nonton bareng film Muhammad The Messenger of God dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak SDN Malati Desa Cibodas mengenai siapa sosok Nabi Muhammad dan keteladanan yang dapat contoh dari hidupnya.Perkembangan teknologi adalah hal yang terjadi di setiap tempat terutama media sosial menjadi sumber informasi yang paling mudah digapai melalui gawai, generasi alpha menjadi konsumen yang paling tinggi dalam mengonsumsi media sosial. Melalui nonton bareng film Messenger of God bertujuan untuk membantu anak SDN Malati Desa Cibodas dalam proses pembentukan karakter yang dialami generasi alpha dalam era globalisasi dan tontonan yang beragam dari media sosial dengan lebih mengenal sosok Nabi Muhammad bukan hanya sebagai tokoh penting dalam agama yang harus diyakini namun sebagai tokoh yang harus diteladani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif didapati bahwa dengan nonton bareng film Messenger of God dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak SDN Malati Desa Cibodas mengenai siapa sosok Nabi Muhammad dan keteladanan yang dapat dicontoh dari hidupnya
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Di MI NW Nurul Haramain Narmada
This study aims to examine how the Merdeka Curriculum is implemented by teachers at MI NW Nurul Haramain Narmada and to identify the challenges encountered in its application. The research adopts a descriptive qualitative approach with a field research design, carried out through direct observation at the research site to obtain both primary and secondary data, with interviews serving as the main data collection technique. The findings indicate that implementing the Merdeka Curriculum requires teachers to have a deep understanding of its concepts and application, which is gained through various training activities. However, challenges remain, as some teachers still require further guidance due to an incomplete understanding of the curriculum’s principles. To address these issues, the school conducts regular training sessions to enhance teachers’ understanding and practical skills. The main difference between the Merdeka Curriculum and the previous curriculum lies in the inclusion of project-based learning, which fosters collaboration among students and hones critical thinking skills. This approach has been effectively integrated into learning activities, aligning with students’ needs and encouraging their active participation.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dilakukan oleh guru di MI NW Nurul Haramain Narmada, dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan, dilaksanakan melalui observasi langsung di lokasi penelitian untuk memperoleh data primer dan sekunder, dengan teknik wawancara sebagai sumber utama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman mendalam dari guru mengenai konsep dan penerapannya, yang diperoleh melalui berbagai kegiatan pelatihan. Namun, masih terdapat kendala di mana sebagian guru membutuhkan bimbingan lebih lanjut karena belum sepenuhnya memahami prinsip-prinsip kurikulum tersebut. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah mengadakan pelatihan secara berkala guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru. Perbedaan utama antara Kurikulum Merdeka dan kurikulum sebelumnya terletak pada adanya pembelajaran berbasis proyek yang mendorong kolaborasi antarsiswa serta mengasah keterampilan berpikir kritis. Pendekatan ini telah diintegrasikan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan siswa dan mendorong partisipasi aktif mereka. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka telah diterapkan secara efektif di MI NW
Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Integrasi antara matematika dengan budaya lokal memberikan perspektif baru dalam pengajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII di SMPN 1 Bolo melalui pembelajaran berbasis etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif pada materi kesebangunan dan wawancara semi-terstruktur, lalu dianalisis berdasarkan empat indikator berpikir kreatif menurut Munandar: kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika memunculkan variasi kemampuan berpikir kreatif siswa. Subjek dengan kesiapan kognitif lebih baik menunjukkan kelancaran dan keluwesan berpikir yang kuat serta potensi keaslian solusi. Namun, hampir seluruh subjek masih lemah dalam aspek elaborasi, khususnya dalam mengembangkan penjelasan secara rinci.Integrasi antara matematika dengan budaya lokal memberikan perspektif baru dalam pengajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII di SMPN 1 Bolo melalui pembelajaran berbasis etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif pada materi kesebangunan dan wawancara semi-terstruktur, lalu dianalisis berdasarkan empat indikator berpikir kreatif menurut Munandar: kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika memunculkan variasi kemampuan berpikir kreatif siswa. Subjek dengan kesiapan kognitif lebih baik menunjukkan kelancaran dan keluwesan berpikir yang kuat serta potensi keaslian solusi. Namun, hampir seluruh subjek masih lemah dalam aspek elaborasi, khususnya dalam mengembangkan penjelasan secara rinci
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Madrasah is a complex educational institution that has various dimensions, especially in madrasahs whose fiber maintains Islamic values, in addition to developing general sciences so that in leading a madrasah a mature strategy is needed. This study aims to analyze the leadership strategies employed by the principal of MA Al-Mannan Bagik Nyaka in enhancing the quality of input, process, and output, as well as to identify the inhibiting factors that affect these efforts. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the principal’s leadership strategies in improving the quality of education at MA Al-Mannan Bagik Nyaka include socialization through religious study group leaders and the implementation of several extracurricular activities. Among these, the *kitab kuning* program stands out as it is prioritized annually. Furthermore, the madrasah has achieved notable accomplishments, such as winning first place in the Qur’an memorization competition at the provincial level (NTB) and first place in a district-level rock-climbing competition. The institution has also experienced a steady increase in student enrollment. However, one of the major challenges in enhancing the quality of the madrasah is the intense competition among neighboring madrasahs.Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bersifat kompleks yang terdapat berbagai dimensi, terlebih di madrasah yang di dalamnya serat dengan mempertahankan nilai-nilai islam, di samping mengembangkan ilmu-ilmu umum sehingga memimpin madrasaha dibutuh strategi yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mewujudkan mutu input, proses, dan output dalam meningkatkan mutu madrasah di MA Al-Mannan Bagik Nyaka dan apa saja yang menjadi faktor penghambat strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah di MA Al-Mannan Bagik Nyaka. Metode yang digunakan peneliti yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Madrasah di MA Al-Mannan Bagik Nyaka yaitu dengan sosialisasi lewat ketua pengajian, dengan adanya beberapa kegiatan ekstrakulikuler yang masih aktif dijalankan salah satunya yang menonjol yaitu kitab kuningnya karena setiap tahunnya diprioritaskan. Selain itu, ada beberapa prestasi yang pernah diraih oleh madrasah seperti juara 1 lomba tahfiz al-qur’an se-NTB dan juara 1 lomba panjat tebing di kabupaten. Termasuk juga dari segi siswanya yang selalu bertambah. Salah satu faktor yang menjadi penghambat peningkatan mutu madrasah yaitu banyaknya persaingan madrasah
INTEGRASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DENGAN KURIKULUM PESANTREN PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAQ DI MA ALAWIYAH
Education is a process of forming human personality, both through religious and general processes. According to Law no. 20 of 2003 education is an effort and is planned to create an atmosphere of an active learning process and increase its potential. The Merdeka Curriculum is a learning design that provides students with the opportunity to feel safe, relaxed, have fun, learn without pressure, and develop their talents in the process. Islamic boarding schools are a type of Islamic religious educational institution in Indonesia which has an educational system that is different from other religious educational institutions, such as madrasas. The leadership of the Alawiyah Islamic Boarding School has an important role in carrying out curriculum management. The curriculum base used at MA.Alawiyah refers to the curriculum organized by the government (independence curriculum) and the Islamic boarding school curriculum. Researchers used research with a qualitative phenomenological approach to describe the meaning of the integration of the independent and Islamic boarding school curriculum in learning moral beliefs.