Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL DAN UPAYA PENGEN-DALIANNYA MELALUI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENDIDIKAN ISLAM
Pemanasan global adalah kenaikan suhu bumi atau meningkatnya temperature suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebabnya adalah efek rumah kaca yang lebih dari kondisi normal di atmosfer bumi. Dampak dari pemanasan global adalah perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut, yang berakibat pada tenggelamnya pulau-pulau kecil. Naiknya suhu laut juga mengakibatkan hasil perikanan akan menurun. Naiknya suhu udara akan meningkatkan berkembangnya penyakit. Peningkatan curah hujan akan meningkatkan banjir dan longsor, juga perubahan musim tanam dan peningkatan penguapan serta peningkatan intensitas badai tropis akan menyebabkan rawan transportasi.
Sebagai upaya mengendalikan, mengurangi dan mengantisipasinya adalah dengan melestarikan lingkungan hidup yang dapat dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan lembaga pendidikan atau sekolah melalui pendidikan lingkungan hidup dan pendidikan Islam.
Pemerintah khusunya kementerian lingkungan hidup telah berinovasi melalui program adiwiyata yang dilakukan disekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan. Sedangkan pendidikan Islam dapat dilakukan melalui kegiatan ko-kurikuler, intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler. Semuanya bertujuan untuk menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan karakter siswa. Karakter siswa adalah karakter dalam melestarikan lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya. Peduli lingkungan tersebut dapat dilakukan dengan cara reduce, reuse dan recycle. Seluruh aktifitas dan proses pembelajaran pendidikan Islam harus terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup sebagaimana diajarkan oleh nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam hadits tersebut nabi Muhammad saw “melarang menebang pohon yang memberikan manfaat kepada makhluk disekitarnya”
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V MI NW 1 KEMBANG KERANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Pemilihan metode pembelajaran yang bervariasi bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Metode talking stick merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan metode alternatif untuk mendorong peserta didik lebih aktif dan belajar bekerjasama dengan pasangannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji metode talking stick dalam mengembangkan hasil belajar peserta didik di MI NW 1 Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MI NW 1 Kembang Kerang Lombok Timur tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini berupa siklus-siklus PTK Kurt Lewin. Dengan hasil siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 71,42%, dan siklus II dengan presentasi ketuntasan belajarnya mencapai 85,71%, dengan demikian tujuan yang diinginkan pada hasil belajar telah tercapai yaitu ketuntasan belajar ≥ 85%. Hal ini menunjukkan penelitian berhasil sesuai dengan indikator ketercapaian. Keberhasilan dari penelitian ini tentunya tidak terlepas dari metode pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dengan hasil yang memuaskan di siklus II
Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menitik beratkan sumber data informan : Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Staf Tata Usaha dan Guru untuk mengokohkan keabsahan data yang diperoleh.
Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu : (1) Sudah ada Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang dengan mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan, memnerikan surat tugas dan sertifikat pendidikan (2) Sudah ada Langkah-langkah Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang dengan membimbing, membina, bekerja sama, dan supervisi dalam Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang (3) sudah ada usaha Kepala Sekolah untuk penyelsaian Kendala-kendala dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menitik beratkan sumber data informan : Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Staf Tata Usaha dan Guru untuk mengokohkan keabsahan data yang diperoleh.
Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu : (1) Sudah ada Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang dengan mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan, memnerikan surat tugas dan sertifikat pendidikan (2) Sudah ada Langkah-langkah Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang dengan membimbing, membina, bekerja sama, dan supervisi dalam Upaya Kepala Sekolah dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang (3) sudah ada usaha Kepala Sekolah untuk penyelsaian Kendala-kendala dalam Menunjang Profesionalisme Guru di MTs NW 02 Kembang Kerang
PENDAMPINGAN BACA TULIS AL-QUR'AN DI TPQ AL-ISTIQOMAH KEDUNGURANG KECAMATAN GUMELAR
Kurangnya partisipasi masyarakat dalam lembaga pendidikan non formal berbasis keagamaan membuat ketidakseimbangan antara pengajar dengan pembelajar khususnya di Taman Pendidikan Al-Qur’an desa Kedungurang. Dimana jumlah santri dengan jumlah pengajar tidak merata. Hal ini mengakibatkan banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian dalam membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Selain itu, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an dapat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak-anak. Permasalahan ini yang menjadi tantangan untuk penulis dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan desa Kedungurang. Dari hasil observasi, terlihat bahwa anak-anak di desa Kedungurang belum menguasai kemampuan mengenal dan melafalkan huruf dengan baik dan benar. Maka dari itu, penulis membantu melakukan pendampingan baca tulis Al-Qur’an melalui metode Iqra dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis untuk anak-anak TPQ Al-Istiqomah Kedungurang. Metode Iqra merupakan salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an menggunakan panduan buku Iqra yang menekankan pada latihan membaca mulai dari dasar.Kurangnya partisipasi masyarakat dalam lembaga pendidikan non formal berbasis keagamaan membuat ketidakseimbangan antara pengajar dengan pembelajar khususnya di Taman Pendidikan Al-Qur’an desa Kedungurang. Dimana jumlah santri dengan jumlah pengajar tidak merata. Hal ini mengakibatkan banyak anak-anak yang kurang mendapat perhatian dalam membaca dan menulis huruf Al-Qur’an. Selain itu, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an dapat berdampak pada rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak-anak. Permasalahan ini yang menjadi tantangan untuk penulis dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan desa Kedungurang. Dari hasil observasi, terlihat bahwa anak-anak di desa Kedungurang belum menguasai kemampuan mengenal dan melafalkan huruf dengan baik dan benar. Maka dari itu, penulis membantu melakukan pendampingan baca tulis Al-Qur’an melalui metode Iqra dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis untuk anak-anak TPQ Al-Istiqomah Kedungurang. Metode Iqra merupakan salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an menggunakan panduan buku Iqra yang menekankan pada latihan membaca mulai dari dasar
Studi Tafsir Al-Qur’an: Analisis ragam metode dan pendekatan tafsir modern
Al-Qur’an adalah firman Alloh SWT sebagai hudan (al Baqorah, 2:2) bagi kehidupan umat manusia dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya (taqwa) sekaligus dalam memahami ciptaan-Nya. Untuk memahami isi nilai-nilai al Qur’an berbagai metode tafsir yang telah diterapkan oleh para mufassir dengan latar disiplin ilmu yang berbeda. Namun demikian, adanya syarat dan ketentuan yang harus dimiliki oleh para mufassir sangat ketat sehingga tidak semua orang bisa melakukan praktik tafsir al Qur’an itu sendiri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana praktik tafsir yang diterapkan di kalangan para intelektual Islam dalam memahami nilai-nilai yang terkadung dalam al Qur’an. Dengan pendekatan library research, data yang relevan dikumpulkan melalui Teknik dokumentasi. Sedangkan analisis mengikuti tiga tahap yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan. Hasilnya adalah bahwa metode dan pendekatan penafsiran al Qur’an merupakan cara yang ditempuh oleh para mufasir dalam mengungkap makna-makna al-Qur’an, yang dibagi ke dalam lima bentuk, yaitu: pendekatan berbasis linguistik, historis, simantik dan hermeneutika. Sementara itu, metode penafsiran al-Qur’an merupakan cara yang digunakan penafsir untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, antara lain ijmali, tahlili, muqarin dan maudhu’i.Al-Qur’an adalah firman Alloh SWT sebagai hudan (al Baqorah, 2:2) bagi kehidupan umat manusia dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya (taqwa) sekaligus dalam memahami ciptaan-Nya. Untuk memahami isi nilai-nilai al Qur’an berbagai metode tafsir yang telah diterapkan oleh para mufassir dengan latar disiplin ilmu yang berbeda. Namun demikian, adanya syarat dan ketentuan yang harus dimiliki oleh para mufassir sangat ketat sehingga tidak semua orang bisa melakukan praktik tafsir al Qur’an itu sendiri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana praktik tafsir yang diterapkan di kalangan para intelektual Islam dalam memahami nilai-nilai yang terkadung dalam al Qur’an. Dengan pendekatan library research, data yang relevan dikumpulkan melalui Teknik dokumentasi. Sedangkan analisis mengikuti tiga tahap yaitu reduksi data, display dan menarik kesimpulan. Hasilnya adalah bahwa metode dan pendekatan penafsiran al Qur’an merupakan cara yang ditempuh oleh para mufasir dalam mengungkap makna-makna al-Qur’an, yang dibagi ke dalam lima bentuk, yaitu: pendekatan berbasis linguistik, historis, simantik dan hermeneutika. Sementara itu, metode penafsiran al-Qur’an merupakan cara yang digunakan penafsir untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, antara lain ijmali, tahlili, muqarin dan maudhu’i
KONSEP AMANAH DALAM AL-QUR’AN
Al-Qur'an is the holy book that was revealed by Allah as a guide to all people. Among the instructions of the Al-Qur'an, there are various, one of which is an invitation to behave with noble morals, such as: honest, fair, gentle, amanah. This paper tries to learn about the concept of amanah in the Al-Qur'an. Regarding the various forms of the word amanah in the Al-Qur'an and their meanings, Al-Qur'an exclamation is known as amanah, and it is also a required attribute for the messenger.The application of the amanah by the objects of the amanah has various scopes, according to their respective responsibilities. Given the importance of applying the amanah in life, we hope that by using this thematic method, we can provide an easier to understand understanding of the explanation of the amanah verses contained in the Al-Qur'an.Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia. Diantara petunjuk Al-Qur’an itu bermacam-macam, salah satunya adalah ajakan untuk berperilaku dengan akhlak yang mulia, seperti: jujur, adil, lemah lembut, amanah. Tulisan ini mencoba mempelajari tentang konsep amanah didalam Al-Qur’an. Tentang berbagai bentuk kata amanah serta pengertiannya. Seruan Al-Qur’an kepada amanah yang juga merupakan sifat wajib bagi rasul. Pengaplikasian amanah oleh objek-objek amanah dalam ruang lingkup yang bermacam-macam, sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan metode secara tematik ini, semoga bisa memberikan pemahaman yang lebih mudah dipahami tentang penafsiran ayat-ayat amanah yang terkandung dalam Al-Qur’an, mengingat betapa pentingnya pengaplikasian sifat amanah dalam kehidupan
Objek dan Ruang Lingkup Kajian Hadis Masa Klasik dan Kontemporer
This paper seeks to map and format new typologies in the study of hadith, ranging from the classical period to the present. As the second source or teaching of Islam after the Qur'an, hadith has an important position in the lives of Muslims. From time to time, traditions continue to be studied with a variety of methods and approaches. The hadith which was originally shaped "the sunnah of the Prophet (living traditions)" began to be studied massively at the beginning of the second century of hijriah, and reached its peak in the 3rd century hijriah. This happened after there was official instruction from the eighth Caliph of the Umayyad Dynasty, namely ‘Umar bin‘ Abdul ‘Azīz (d. 101 H), to several state officials and local hadith scholars. In addition to carrying out the codification (tadwīn) of hadith, previous scholars also wrote literature related to the traditions of hadith. There are two forms or models of the study of hadith science, namely the science of hadith riwāyah and hadith science dirāyah. As time goes by, dirāyah hadith or what is commonly called the science of muṣṭalaḥ al-ḥadīṡ, receives enormous attention from the scholars of hadith. From these two branches of the science of hadith, scholars develop their studies more broadly. The object of the study of hadith which initially consisted of sanad and matan, is now beginning to be studied in a more interesting form after the emergence of thinkers from the Western world or among orientalists. Even including Muslim scholars who are critical of the study of hadith. There are at least four objects and the scope of the hadith study that needs to be studied further, namely the Sanad/Figure Study, Text/Matan Study, Hadith Book Study, and Regional Study. Of the four things, it certainly can be expanded into several separate and detailed studies.Tulisan ini berusaha mencari dan memetakan format atau tipologi baru dalam kajian hadis, mulai dari masa klasik sampai sekarang. Sebagai sumber atau ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an, hadis memiliki posisi penting dalam kehidupan kaum Muslimin. Dari masa ke masa, hadis terus dikaji dengan berbagai macam metode dan pendekatan. Hadis yang pada mulanya berbentuk “sunnah Nabi (living traditions)” mulai dikaji secara massif pada awal abad ke-2 hijriah, dan mencapai puncaknya pada abad ke-3 hijriah. Hal ini terjadi setelah ada instruksi resmi dari Khalifah kedelapan Dinasti Bani Umayyah, yaitu ‘Umar bin ‘Abdul ‘Azīz (w. 101 H), kepada beberapa pejabat negara dan ulama-ulama hadis setempat. Selain melakukan kodifikasi (tadwīn) hadis, ulama-ulama terdahulu juga menulis literatur-literatur yang terkait dengan ilmu-ilmu hadis. Ada dua bentuk atau model kajian ilmu hadis, yaitu ilmu hadis riwāyah dan ilmu hadis dirāyah. Seiring dengan berjalannya waktu, ilmu hadis dirāyah atau yang biasa disebut ilmu muṣṭalaḥ al-ḥadīṡ, mendapat perhatian yang sangat besar dari ulama-ulama hadis. Dari kedua cabang ilmu hadis tersebut, ulama mengembangkan kajian mereka secara lebih luas. Objek kajian hadis yang pada mulanya terdiri dari sanad dan matan, kini mulai dikaji dengan bentuk yang lebih menarik setelah munculnya pemikir-pemikir dari dunia Barat atau kalangan orientalis. Bahkan termasuk juga sarjana-sarjana Muslim yang kritis terhadap kajian hadis. Paling tidak ada empat objek dan ruang lingkup kajian hadis yang perlu dikaji lebih lanjut, yaitu Studi Sanad/Tokoh, Studi Teks/Matan, Studi Kitab Hadis, dan Studi Kawasan. Dari keempat hal tersebut tentu bisa diperluas ke dalam beberapa kajian tersendiri dan terperinci
Tartib Al-ayat Wa Al-suwar : Kajian Pemikiran Imam Al-Zarqani
The Qur'an is a miracle of the Prophet Muhammad SAW which was revealed to him gradually through the intermediary of the angel Gabriel, and certainly not in the form of a manuscript text that can be read and found as it is today. However, in its development the Qur'an went through many phases such as the Qur'an orally, the codification period to the period of perfecting punctuation, diacritics to the composition of the verses and letters. This research departs from the differences of opinion among scholars in responding to the process of collecting the Qur'an to the stage of compiling verses and letters in the Qur'an. -verse Wa Al-suwar and what are the implications of Tarti>bul Al-ayat wa Al-suwar on the authenticity of the Qur'an. So this study aims to answer these two problems. The nature of this research is qualitative and uses the Interpretative-analytical method, namely by collecting the results of the interpretation or opinion of a character by impressing on a theory. The data obtained will be analyzed according to scientific theories with the provisions of analytical guidelines and according to the rules of writing scientific papers. The results of this study indicate that the arrangement of the verses of the Qur'an is already a provision from the Prophet while the arrangement of the letters is partly tauqifi and partly ijtihadi.Al-Qur’an merupakan mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang diwahyukan kepada beliau secara berangsur-angsur melalui perantara malaikat Jibril, dan tentu tidak berbentuk seperti teks mushaf yang bisa dibaca dan ditemui seperti sekarang ini. Namun dalam perkembangannya al-Qur’an melalui banyak fase seperti al-Qur’an secara oral, masa kodifikasi hingga masa penyempurnaan tanda baca, diakritikal hingga susunan ayat dan suratnya. Penelitian ini berangkat dari adanya perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam menyikapi proses pengumpulan al-Qur’an hingga tahap penyusunan ayat dan suratnya dalam al-Qur’an Kajian ini pada dasarnya merupakan usaha untuk mengetahui bagaimana pandangan Imam Al-zarqani tentang Tarti>b Al-ayat Wa Al-suwar dan bagaimana implikasi Tarti>bul Al-ayat wa Al-suwar terhadap keontetikan al-Qur’an. sehingga penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan tersebut. Sifat penelitian ini kualitatif dan menggunakan metode Interpretatif-analisis, yakni dengan cara mengumpulkan hasil penafsiran atau pendapat seorang tokoh dengan mengesankan pada sebuah teori. Data yang diperoleh akan dianalisis sesuai teori-teori ilmiah dengan ketentuan pedoman analisis dan sesuai kaidah penulisan karya ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susunan ayat al-Qur’an itu sudah merupakan ketentuan dari Nabi sedangkan susunan surat sebagian tauqifi dan sebagian ijtihadi
POTENSI PEMBELAJARAN MANUSIA : PERSPEKTIF NEUROSAINS DAN ISLAM
The verses of the Al-Quran which talk about the potential of learning and neuroscience, describe the activity of the mind and the brain as a learning instrument to understand, study and analyze, these signals can be traced through key terminology related to human brain activity. The terms tafakkur, tadabbur, ta'aqqul are theological foundations that describe the potential for human learning in a Neouroscience perspective. The brain is the center of human intelligence which controls the entire nervous system in capturing learning activities. with the power of the human brain can find various things that can facilitate human life. Cues of potential learning by maximizing brain nerve function (Neuroscience) can be traced to, QS Asy-Shams Verses 7-9, QS. An-Nahl 78, QS Ar-Rum 8, QS Al-Baqarah 219 and QS. Muhammad 24. The potential for human learning that is implemented in Islamic education, must develop a variety of potentials, so that the implementation of Islamic education can maximize the development of a comprehensive potential, such as Tarbiyah Imaniyah, Khuluqiyah, Tarbiyah, Jismiyah, Tarbiyah Aqliyah, Nafsiyah Ijtima'iyah. By maximizing the development of the potential, it will produce quality Islamic education output.The verses of the Al-Quran which talk about the potential of learning and neuroscience, describe the activity of the mind and the brain as a learning instrument to understand, study and analyze, these signals can be traced through key terminology related to human brain activity. The terms tafakkur, tadabbur, ta'aqqul are theological foundations that describe the potential for human learning in a Neouroscience perspective. The brain is the center of human intelligence which controls the entire nervous system in capturing learning activities. with the power of the human brain can find various things that can facilitate human life. Cues of potential learning by maximizing brain nerve function (Neuroscience) can be traced to, QS Asy-Shams Verses 7-9, QS. An-Nahl 78, QS Ar-Rum 8, QS Al-Baqarah 219 and QS. Muhammad 24. The potential for human learning that is implemented in Islamic education, must develop a variety of potentials, so that the implementation of Islamic education can maximize the development of a comprehensive potential, such as Tarbiyah Imaniyah, Khuluqiyah, Tarbiyah, Jismiyah, Tarbiyah Aqliyah, Nafsiyah Ijtima'iyah. By maximizing the development of the potential, it will produce quality Islamic education output
PENGARUH MOTIVASI MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PENDIDIKAN AL-QURAN (PAQ) DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) TERHADAP RELIGIUSITAS SISWA KELAS V SD MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ dan hasil belajar PAI terhadap religiusitas siswa SD Masjid Syuhada Yogyakarta.Adapun penelitian ini dilaksanakan pada kelas V SD Masjid Syuhada Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekhnik random sampling, metode penumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi, metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan menggunakan uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji linieritas. Pengujian hipotesis menggunakan regresi linier ganda yang meliputi uji simultan F, uji t dan koefisien determinasi.Pada penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ (X1) dan hasil belajar PAI (X2) dan satu variabel terikat yaitu religiusitas siswa (Y). Hasil dari penelitian ini menunjukkan: 1). Tingkat motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ kelas V SD Masjid Syuhada termasuk kategori sangat baik, hasil belajar PAI kelas V Sd Masjid Syuhada juga dalam kategori sangat baik, dan tingkat religiusitas siswa kelas V SD Masjid Syuhada juga termasuk dalam kategori sangat baik. 2). Motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ mempunyai pengaruh sebesar 39% terhadap religiusitas siswa kelas V SD Masjid Syuhada Yogyakarta. 3). Hasil belajar PAI mempunyai pengaruh sebesar 4% terhadap religiusitas siswa kelas V SD Masjid Syuhada Yogyakarta. 4). Motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ dan Hasil belajar PAI mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap religiuaitas siswa kelas V SD Masjid Syuhada Yogyakarta sebesar 43%, jadi motivasi mengikuti ekstrakurikuler PAQ dan hasil belajar PAI berpengaruh terhadap religiusitas siswa kelas V SD Masjid Syuhada Yogyakarta sebesar 43% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lainnya