Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    KEBEBASAN BERAGAMA DAN MURTAD DALAM ISLAM: Aplikasi Teori Kontekstual terhadap Ayat-ayat Riddah dalam al-Qur’an

    Get PDF
    This study started from the Islamic understanding of religious freedom for mankind. The Qur'an does not teach compulsion for anyone to convert to Islam. However, what if the followers of Islam themselves leave their religion? Is religious freedom still sustainable? Or are there prohibitions and punishment for those who leave Islam? For this reason, the authors analyze parallel texts between the Qur'an, hadith and historical sources with the contextual approach developed by Abdullah Saeed. Thus, it will be revealed how the attitude of the Prophet Muhammad and his companions towards apostates. So, the stigma of Islam which is accused of being the religion of murderous will be explored and answered contextually.Kajian ini berawal dari pemahaman Islam tentang kebebasan beragama bagi umat manusia. Al-Qur’an tidak mengajarkan paksaan bagi siapa pun untuk masuk Islam. Namun, bagaimana jika penganut Islam sendiri yang keluar dari agamanya? Apakah kebebasan beragama tersebut masih tetap berlaku? Atau adakah sanksi dan hukuman bagi  yang keluar dari Islam? Untuk itu, penulis menganalisis teks paralel antara al-Qur’an, hadis dan sumber sejarah dengan pendekatan kontekstual yang dikembangkan oleh Abdullah Saeed. Dengan demikian akan terungkap bagaimana sikap Nabi Muhammad dan para sahabatnya terhadap orang-orang yang murtad. Sehingga, stigma Islam yang dituduh sebagai agama bar-bar yang suka membunuh akan dikupas dan terjawab secara kontekstual

    UPAYA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SAINS DI SD NEGERI DEMANGAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Literasi sains merupakan hal fundamental untuk dimiliki oleh siswa sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih. Seyogyanya para lembaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat menumbuhkan budaya literasi sains kepada siswa sejak usia sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sains di SD Negeri Demangan Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus.Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, untuk menumbuhkan budaya literasi sains, sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan kemampuan literasi sains siswa seperti: membaca, eksperimen, melestarikan lingkungan, sosialisasi dan simulasi tanggap bencana gempa bumi, dan outdoor study. Agar kegiatan literasi sains berjalan lancar sekolah menyediakan fasilitas seperti: pembangunan gazebo, pembuatan pojok baca, bahan bacaan, lahan untuk penghijauan, alat peraga pembelajaran IPALiterasi sains merupakan hal fundamental untuk dimiliki oleh siswa sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan sains dan teknologi yang semakin canggih. Seyogyanya para lembaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat menumbuhkan budaya literasi sains kepada siswa sejak usia sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sains di SD Negeri Demangan Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus.Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, untuk menumbuhkan budaya literasi sains, sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan kemampuan literasi sains siswa seperti: membaca, eksperimen, melestarikan lingkungan, sosialisasi dan simulasi tanggap bencana gempa bumi, dan outdoor study. Agar kegiatan literasi sains berjalan lancar sekolah menyediakan fasilitas seperti: pembangunan gazebo, pembuatan pojok baca, bahan bacaan, lahan untuk penghijauan, alat peraga pembelajaran IPA

    MEMBUDAYAKAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA KALIJAGA KECAMATAN AIKMEL LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    The emergence of covid-19 has a significant impact on the world of education, especially in the teaching and learning process. The government through the Minister of Education appealed for the implementation of the teaching and learning process to be carried out with Online learning. Based on the appeal, SDN 2 Kalijaga until now is still carried out learning activities through online, Then teaching and learning activities are carried out with digital devices such as smartphones and laptops. However, based on observations on the ground digital devices such as smartphones are not used wisely, smartphones are used for online games and tiktok. This is due to students' lack of digital literacy about utilization, use, and impact. Therefore, devotional activities focused on cultivating digital literacy in elementary school children in Kalijaga village with socialization and mentoring methods to students of SDN 2 Kalijaga. The results of the devotion showed that the role of teachers and parents is very important to direct and control the use of smartphones. Furthermore, students' understanding and skills in finding useful content for lessons in school are seen to increase after socialization and mentoring.Munculnya covid-19 berdampak signifikan pada dunia Pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Pemerintah melalui Mendikbud menghimbau agar pelaksanaan proses belajar mengajar dilakukan dengan pembelajaran Daring. Berdasarkan himbauan tersebut SDN 2 Kalijaga sampai saat ini masih dilaksanakan kegiatan pembelajaran melalui online, maka kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan perangkat digital seperti smartphone dan laptop. Namun, berdasarkan pengamatan dilapangan perangkat digital seperti smartphone tidak digunakan dengan bijak, smartphone digunakan untuk game online dan tiktok. Hal tersebut karena kurangnya literasi digital siswa tentang pemanfaatan, penggunaan, dan dampak. Maka oleh karenanya kegiatan pengabdian terfokus pada membudayakan literasi digital pada anak sekolah dasar di desa Kalijaga dengan metode sosialisasi dan pendampingan kepada siswa SDN 2 Kalijaga. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa peran guru dan orang tua sangat penting untuk mengarahkan dan mengontrol penggunaan smarphone. Selanjutnya pemahaman dan keterampilan siswa dalam mencari konten-konten yang bermanfaat untuk pelajaran di sekolah terlihat meningkat setelah sosialisasi dan pendampingan

    Integrasi agama dalam pembelajaran sains di Madrasah

    Get PDF
    Abstract This study aims to analyze how the concepts and forms of implementation of religious integration in science learning (biology, mathematics, physics and chemistry subjects) at Madrasah Aliyah Mu'allimin Nahdlatul Wathan Pancor Kab. East Lombok, West Nusa Tenggara Province (NTB) -Indonesia. By using a descriptive-analytic qualitative research method, data was collected through document techniques, interviews, and observation to explore data about the integration and internalization of Islamic values, namely the values of monotheism, shari'ah, morals and the development of science into students which has implications on the behavior and spirit of the use of knowledge (axiology of science) of students. Science strengthens and supports beliefs about God as the creator of the universe, while religion strengthens and directs science to provide benefits and fulfill the needs of human life. With the apologetic integration model, namely the integration model based on the view that science is a product that is universal and value-free. Therefore it can be used and applied anywhere and in any environment. In terms of the integration of science and technology and imtak, it seeks to legitimize the results of modern science by finding appropriate verses of the Koran, associated with Islamic values with scientific theory and existing in religious teachings.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konsep dan bentuk implementasi integrasi agama dalam pembelajaran sains (mata pelajaran biologi, matematika, fisika dan kimia) di Madrasah Aliyah Mu’allimin Nahdlatul Wathan Pancor Kab. Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)-Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif jenis deskriptif-analitik, data dikumpulkan melalui teknik dokumen, wawancara, dan observasi untuk menggali data tentang integrasi dan internalisasi nilai-nilai keislaman yaitu nilai tauhid, syari’ah, akhlak dan pengembangan sains ke dalam diri peserta didik yang berimplikasi terhadap perilaku dan semangat penggunaan ilmu (aksiologi ilmu) peserta didik. Sains memperkuat dan mendukung keyakinan tentang Tuhan sebagai pencipta alam semesta, sedangkan agama memperkuat dan mengarahkan sains untuk memberikan manfaat dan pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Dengan model integrasi apologetik yaitu model integrasi yang didasari oleh pandangan bahwa sains adalah produk yang bersifat universal dan bebas nilai. Karena itu ia dapat dipakai dan berlaku dimana saja dan di lingkungan apa saja. Dalam kaitan integrasi iptek dan imtak berusaha melegitimasi hasil-hasil sains modern dengan mencari ayat-ayat al Qur’an yang sesuai, dikaitkan nilai-nilai keislaman dengan teori sains dan telah ada dalam ajaran agama

    Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan teorema phytagoras di Madrasah Tsanawiyah

    Get PDF
    Abstract Issues about learning mathematics associated with everyday life have attracted the attention of researchers and educators. Learning that emphasizes the daily experiences of students more easily understands learning material and has a strong memory in applying mathematics in real life as the dependent variable in the form of children's learning achievement. This article aims to re-examine whether learning realistic mathematics (Realistic Mathematics Education) has an influence on student achievement. Using a quasi-experimental research method, the population is all students of class VIII MTS NW SIKUR, a total of 50 students consisting of class 25 students in class VIII A and 25 students in class B. Data was collected through a test technique and analyzed according to data analysis procedures. The findings of this study are there is the influence of the learning model of the Realistic Mathematics Education (RME) learning model in improving student learning outcomes in mathematics on the Pythagorean theorem material for Madrasah Tsanawiyah studentsAbstrak Isu tentang belajar matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari telah menarik perhatian para peneliti dan pendidik. Pembelajaran yang ditekankan pada pengalaman sehari-hari peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran dan memiliki ingatan yang kuat dalam mengaplikasikan matematika dalam kehidupan nyata sebagai variable terikat dalam bentuk prestasi belajar anak. Artikel ini bertujuan untuk menguji kembali apakah pembelajaran matematika realistik (Realistic Mathematics Education) memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dengan menggunakan metode penelitian eksperimental semu yang populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII MTS NW SIKUR  yang berjumlah 50 siswayang terdiri dari kelas 25 siswa kelas VIII A dan 25 Siswa Kelas B. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dianalisis sesuai prosedur analisis data. Temuan penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran model pembelajaran Realistics Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada materi teorema pythagoraspada siswa Madrasah Tsanawiya

    KAJIAN HERMENEUTIKA DALAM KITAB Al-SUNNAH Al-NABAWIYYAH KARYA MUHAMMAD AL-GHAZALI: ANALISIS HADIS TENTANG NYANYIAN: Analisis Hadist tentang Nyanyian

    No full text
    Muhammad al-Ghazali is a figure who is quite controversial with his work al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadith, where there are those who give a positive appreciation of the hermeneutics of hadith he offers, but there are also those who accuse him of being incar al-Sunnah. Therefore, it is very important to study the hermeneutic thought of Muhammad al-Ghazali's hadith, in this case it is focused on the traditions about singing which are still being debated whether or not it should be done in Islam in the contemporary era. The results of this research can be concluded that the hermeneutics of the hadith of Muhammad al-Ghazali regarding the hadiths regarding singing must be measured from the four criteria of authenticity of the hadiths, namely: 1) the observations of the hadith of the chant do not contradict Al-Qur'an Surah Luqman verse 6; 2) the observance of the singing hadith does not contradict other sahih traditions of the same theme; 3) the observance of the hadith of singing is in accordance with the historical fact that the Prophet praised the melodious voice of Abu Musa al-Asy'ari when reading the al-Qur'an while singing it; 4) the observance of the chanting hadith is in accordance with scientific truth that it can cause different psychological echoes and influences. Singing or listening to songs that have a noble meaning and a good melody is permissible. However, if the poetry and rhythm lead to immorality accompanied by things that are forbidden such as khamr and other heinous acts, then that is not allowed.Muhammad al-Ghazali merupakan tokoh yang cukup kontroversial dengan karyanya al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis, di mana ada yang memberikan apresiasi positif atas hermeneutika hadis yang ditawarkannya, namun ada juga yang menuduhnya sebagai inkar al-Sunnah. Oleh karena itu, sangat penting untuk dikaji mengenai pemikiran hermeneutika hadis Muhammad al-Ghazali, dalam hal ini difokuskan pada hadis-hadis tentang nyanyian yang masih menjadi perdebatan antara boleh tidaknya dilakukan dalam agama Islam di era kontemporer. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hermeneutika hadis Muhammad al-Ghazali mengenai hadis tentang nyanyian harus diukur dari keempat kriteria keshahihan matan hadis, yaitu: 1) matan hadis nyanyian tidak bertentangan dengan al-Qur’an Surah Luqman ayat 6; 2) matan hadis nyanyian tidak bertentangan dengan hadis shahih lainnya yang setema; 3) matan hadis nyanyian sesuai dengan fakta sejarah bahwa Rasulullah memuji suara merdu Abu Musa al-Asy’ari ketika membaca al-Qur’an seraya melagukannya; 4) matan hadis nyanyian sesuai dengan kebenaran ilmiah bahwa nyanyian dapat menimbulkan gema dan pengaruh psikologis yang berbeda-beda. Bernyanyi atau mendengarkan nyanyian yang mengandung makna yang mulia dan melodi yang baik, maka hal itu diperbolehkan. Namun, jika syair dan iramanya mendorong kepada kemaksiatan disertai dengan hal-hal yang diharamkan seperti khamr dan perbuatan keji lainnya, maka hal itu tidak diperbolehkan

    KONSEP JIHAD DALAM AL-QUR’AN PRESPEKTIF SEMIOTIKA PEIRCE

    Get PDF
    This research was conducted to seek and find the meaning of the signs and symbols in the term Jihad in the Qur'an based on Peirce's semiotic approach. This departs from the problem of narrowing the meaning of jihad which is more widely interpreted as war and crackdown against disbelief. However, if viewed in depth, the term jihad does not only contain a narrow meaning but contains broader meanings. By using Peirce's semiotic analysis knife, the author seeks to find the meaning attached to the term jihad in the Qur'an through the signs and symbols associated with the term. In the theory of semiotics, Charles Sanders Peirce is famous for his trichotomy (sign, object, and interpretant). This research is presented with a qualitative descriptive method to explain in depth through the data that has been found. From the results of this study, it can be concluded that the meaning and interpretation of the term jihad in several verses of the Qur'an does not only mean war, but has other meanings according to different contexts in each verse or surah. The meaning of jihad in general in this study there are three perspectives including First, jihad means da'wah (Jihad bi al-Qaul), Second, jihad means war (Jihad bi ash-Shilah). Third, jihad means charity (Jihad bi al-amal). This shows that jihad in the Qur'an has a broad and varied meaning.Penelitian ini dilakukan untuk mencari dan menemukan makna dari tanda-tanda dan simbol  pada terma Jihad di dalam al-Qur’an berdasarkan pendekatan semiotika Peirce. Hal ini berangkat dari problematika penyempitan makna jihad yang lebih banyak dimaknai sebagai perang dan tindakan keras melawan kekafiran. Namun jika dilihat secara medalam term jihad tidak hanya mengadung satu makna yang sempit namun mengadung makna-makna yang lebih luas. Dengan menggunakan pisau analisis semiotika Peirce penulis berupaya mecari makna yang melekat pada term jihad dalam al-Qur’an melalui tanda dan simbol yang berkaitan dengan term tersebut. Dalam teori semiotika Charles Sanders Peirce yang terkenal dengan trikotominya (sign, obyect, dan interpretant). Penelitian ini disajikan dengan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan secara mendalam melalui data-data yang telah ditemukan. Dari hasil penelitian ini dapat kesimpulan bahwa makna dan tafsir dari term jihad di dalam bebarapa ayat Al-Quran tidaklah hanya bermakna perang, melainkan memilki makna lain sesuai konteks yang berbeda pada setiap ayat atau surah. Makna jihad secara umum dalam penelitian ini terdapat tiga perspektif diantaranya Pertama, jihad bermakna dakwah ( Jihad bi al-Qaul), Kedua, jihad  bermakna perang (Jihad bi ash-Shilah),. Ketiga, jihad bermakna amal (Jihad bi al-amal). Hal ini menunjukkan bahwa jihad dalam al-Qur’an memiliki makna yang luas dan beragam

    THE MEANING OF ṢALĀT IN AL-QUR'AN: Semantic Analysis of Toshihiko Izutsu

    Get PDF
    Abstract This article discusses the meaning of ṣalāt in the Qur'an. So far, the word of ṣalāt has only been interpreted in terms of ritual worship alone. In reality, the meaning of ṣalāt in the Al-Qur'an has many meanings. To reveal this variant of meaning, the semantic theory of Toshihiko Izutsu was used in the concept of weltanschauunglehrer and elaborated with literature study-based research which made the Al-Qur'an as the primary material and the commentaries as secondary material. After going through several stages of research, the word ṣalāt in the Al-Quran has several equivalent meanings, such as the words al-dzikr, al-istighfar, al-sujud, and al-Qur'ān. Meanwhile, the antonym of the ṣalāt is sāhûn and mujrimûn.Abstrak Artikel ini membahas tentang pengertian ṣalāt dalam Al-Qur'an. Selama ini kata ṣalāt hanya diartikan dalam istilah ibadah ritual saja. Padahal, makna ṣalāt dalam Al-Qur'an memiliki banyak arti. Untuk mengungkap varian makna tersebut, digunakan teori semantik Toshihiko Izutsu dalam konsep weltanschauunglehrer dan dielaborasi dengan penelitian berbasis studi pustaka yang menjadikan Al-Qur'an sebagai bahan primer dan tafsir sebagai bahan sekunder. Setelah melalui beberapa tahapan penelitian, kata ṣalāt dalam Al-Quran memiliki beberapa padanan makna, seperti kata al-dzikr, al-istighfar, al-sujud, dan al-Qur'ān. Sedangkan antonim dari ṣalāt adalah sāhûn dan mujrimûn

    DIET DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Kontekstualisasi Surat Al-A’raf Ayat 31

    Get PDF
    Obesity can affect anyone, arising from genetic factors or lifestyle factors. For those who experience it can cause serious problems for their health. One way to overcome this is by doing a diet, reducing excessive food consumption. In Islam the concept of diet has similarities with the prohibition of doing israf (excessive) listed in the QS. Al-A'raf verse 31 and al-bithnah, eat and drink more than what is needed. The conducting of this study is using thematic interpretation of verses about diet in Islam, the result of this study explains the concept of diet: not eating and drinking excessively, eating halal and good food, balancing types of food, avoiding haram food, eating and drinking choices. The concept of this diet can be applied by using several ways: dividing meal times, paying attention to the composition of food and staying active after eating.Obesitas bisa mengenai siapa saja, yang timbul karena faktor genetik ataupun faktor gaya hidup. Bagi yang mengalami bisa menimbulkan masalah yang serius untuk kesehatannya. Salah satu cara mengatasinya dengan cara melakukan diet, mengurangi mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Dalam Islam konsep diet memiliki kesamaan dengan larangan berbuat israf (berlebihan) tertera pada QS. Al-A’raf ayat 31 dan al-bithnah, makan dan minum melebihi dari apa yang dibutuhkan. Dengan melakukan kajian tafsir tematik terhadap ayat-ayat tentang diet dalam Islam, penelitian ini menghasilkan konsep diet: tidak makan dan minum berlebihan, makan makanan halal dan baik, menyeimbangkan jenis makanan, menghindari makanan haram, makan dan minuman pilihan. Konsep diet dapat diaplikasikan dengan cara: membagi jam makan, memperhatikan komposisi makanan dan tetap beraktifitas setelah makan

    PEMIMPIN NON-MUSLIM DALAM WACANA TAFSIR: Studi Komparatif Tafsir Al-Misbah dan Ibnu Katsir

    Get PDF
    This study discusses non-Muslim leadership which is a problematic issue in the context of relations between religious communities in Indonesia, especially for Muslims in carrying out socio-political-religious relations with non-Muslims. The problematic issue of non-Muslim leadership lies in the state constitution which allows it but the religious constitution (based on the textuality of the Qur'an) prohibits it. This study focuses on two problems, first, how is the interpretation of surah al-Maidah verse 51 on non-Muslim leadership? Second, how is the interpretation of surah al-maidah verse 51 in the context of Indonesia (M. Quraish Shihab) and the Middle East (Ibn Katsir)?. This research is a library research using the maudu'i (thematic) method, with a descriptive analysis approach, namely by describing or outlining the interpretations and opinions of the mufassirs about non-Muslim leadership in surah al-maidah verse 51, then the data collected obtained will be analyzed. Based on the research above, this research can be concluded that; M. Quraish Shihab in interpreting the verse (prohibition) of non-Muslim leadership (QS. Al-Ma'idah: 51) is contextual, or in other words the verse is understood as sociological and not theological. Therefore he allowed the leadership of non-Muslims. In contrast to Ibn Kathir because his approach is more inclined to use language and history, he is more textual.Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan non-Muslim yang menjadi isu problematik dalam konteks hubungan antara umat beragama di Indonesia, khususnya bagi umat Islam dalam menjalankan hubungan sosial-politik- keagamaan dengan umat non-Islam. Problematik isu kepemimpinan non-Muslim ini terletak pada konstitusi Negara yang membolehkan namun konstitusi agama (berdasarkan tekstualitas Al-Qur’an) melarang. Penelitian ini fokus pada  dua permasalahan, pertama, bagaimana penafsiran surah al-Maidah ayat 51 terhadap kepemimpinan Non-Muslim? Kedua, bagaimana penafsiran surah al-maidah ayat 51 konteks Indonesia (M. Quraish Shihab) dan Timur Tengah (Ibnu Katsir)?. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) menggunakan metode maudu’i (tematik), dengan pendekatan diskriptif analisis, yakni dengan cara menggambarkan atau menguraikan penafsiran dan pendapat para mufassir tentang kepemimpinan Non-Muslim dalam surah al-maidah ayat 51, kemudian Data yang diperoleh akan dianalisis. Berdasarkan penelitian di atas, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; M. Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat (larangan) kepemimpinan non-Muslim (QS. Al-Ma’idah: 51) adalah kontekstual, atau dengan kata lain ayat tersebut dipahaminya bersifat sosiologis dan bukan bersifat teologis. Oleh karena itu ia membolehkan kepemimpinan non-Muslim. Berbeda dengan Ibnu Katsir karena pendekatannya lebih condong menggunakan bahasa dan riwayat maka ia lebih tekstualis

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇