Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    ASPEK HERMENEUTIKA TAFSIR AL-QUR’AN: Studi Kitab Tafsir Jalalain

    Get PDF
    Al-Qur'an always fits in every time and place, in the development of human life it seems as if it challenges the Qur'an to remain the same and go together, so Hermeneutics is promoted to be one of the methods in interpreting it. This thesis study aims to answer two problems, namely how the Hermeneutics method in Jalalain's interpretation and the form of Hermeneutics analysis in Jalalain's interpretation. This research is a library research, and uses the hermeneutic-analytic method, namely by analyzing the data in the hermeneutic circle and then drawing various conclusions. The data to be obtained will be analyzed in accordance with scientific theories with the guidelines provided in the analysis guidelines and in accordance with the rules of writing scientific papers. The results showed that the hermeneutic method in Jalalain's Tafsir in interpretation cannot be separated from three elements, namely: text, author, and reader. So the form of interpretation that results does not only rely on the sound of the text but places more emphasis on the analysis of the verses of the Qur'an related to the use of hermeneutics in Jalalain's Tafsir.Al-Qur’an dengan selalu cocok di setiap masa dan tempat, dalam perkembangan kehidupan manusia seolah-olah menantang Al-Qur’an untuk tetap se Ia sekata dan berjalan bersama, sehingga Hermeneutika diusung untuk menjadi salah satu metode dalam menafsirkannya. Kajian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan, yaitu bagaimana metode Hermeneutika dalam Tafsir Jalalain dan bagaimana bentuk analisis Hermeneutika dalam Tafsir Jalalain. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research),dan menggunakan metode hermeneutik-analisis, yakni dengan cara menganalis data yang berada dalam lingkaran hermeneutika kemudian ditarik berbagai kesimpulan. Data yang akan diperoleh akan di analisis sesuai dengan teori-teori ilmiah dengan pedoman ketentuan dalam pedoman analisis dan sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hermeneutika dalam Tafsir Jalalain dalam penafisran tidak terlepas dari tiga unsur yaitu : teks, pengarang, dan pembaca. Maka bentuk penapsiran yang hasilkan tidak hanya bertumpu pada bunyi teks tetapi lebih menekankan pada analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan penggunaan hermeneutika dalam Tafsir Jalalai

    PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH AS-SHOLIHIYAH

    Get PDF
    Kepala madrasah dalam kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dalam rangka mempengaruhi, mengarahkan, membimbing kepada bawahan dengan cara memperkuat keyakinan, dukungan, dorongan dan kerja sama dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan lembaga pendidikan. Dalam hal ini meningkatkan kinerja guru merupakan salah satu bentuk peran dari kepala madrasah untuk meningkatkan kualitas kerja tenaga pendidik. Sehingga Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan gejala, peristiwa, kejadian-kejadian yang terjadi pada masa sekarang. Subyek penelitian adalah Kepala Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah dan beberapa guru Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya disajikan dalam bentuk yang sesuai sehingga mudah dibaca dan dipahami. Kemudian data dianalisis dan diambil kesimpulan Hasil penelitian menyatakan bahwa peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. adalah kepala madrasah sebagai pendidik yaitu mengikutsertakan guru-guru dalam penataran. Kepala madrasah sebagai supervisi adanya kunjungan kelas. Kepala madrasah sebagai pemimpin yaitu kemampuan mengambil keputusan. Kepala madrasah sebagai manajer dan administrator yaitu dalam bekerja sama, berkoordinasi dan perencanaan. Sebagai motivasi yaitu memberi penghargaan serta kepala madrasah sebagai inovasi yaitu berupa kedisiplinan. Hambatan-hambatan yang di hadapi dalam meningkatkan kinerja guru yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen waktu, kesulitan dalam memahami sifat dan perilaku guru, serta supervisi pendidikan (bimbingan profesional)Kepala madrasah dalam kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dalam rangka mempengaruhi, mengarahkan, memimbing kepada bawahan dengan cara memperkuat keyakinan, dukungan, dorongan dan kerjasama dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan lembaga pendidikan. Dalam hal ini meningkatkan kinerja guru merupakan salah satu bentuk peran dari kepala madrasah untuk meningkatkan kualitas kerja tenaga kependidikan. Sehingga Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian ini bermaksud untuk mendiskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian-kejadian yang terjadi pada masa sekarang. Subyek penelitian adalah Kepala Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah dan beberapa guru Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya disajikan dalam bentuk yang sesuai sehingga mudah dibaca dan dipahami. Kemudian data dianalisis dan diambil kesimpulan Hasil penelitian menyatakan bahwa peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. adalah kepala madrasah sebagai pendidik yaitu mengikutsertakan guru-guru dalam penataran. Kepala madrasah sebagai supervisi adanya kunjungan kelas. Kepala madrasah sebagai pemimpin yaitu kemampuan mengambil keputusan. Kepala madrasah sebagai manajer dan administrator yaitu dalam bekerjasama, berkoordinasi dan perencanaan. Sebagai motivasi yaitu memberi pengahargaan serta kepala madrasah sebagai inovasi yaitu berupa kedisiplinan. Hambatan-hambatan yang di hadapi dalam meningkatkan kinerja guru yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen waktu, kesulitan dalam memahami sifat dan perilaku guru, serta supervisi pendidikan (bimbingan professional

    Komparasi Keaktifan Mahasiswa Dalam Pembelajara Daring Dengan Pembelajaran Luring di STAI Darul Kamal Nw Lombok Timur NTB

    Get PDF
    Model pembelajaran yang berbeda membuat suasana dalam proses pembelajran yang berbeda pula. Seperti halnya pembelajran daring dan pembelajran luring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran daring dengan pembelajaran luring di STAI darul kamal NW kembang kerang Lombok Timur. Peneliti ingin mengetahui apakah model pembelajaran daring dan luring berdampak pada keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif yaitu membandingkan keaktifan mahasiswa pada saat daring dan luring. Keaktifan mahasiswa diukur menggunakan angket yang diberikan kepada 30 orang sampel penelitian. Pemilihan sampel dilakukan dengan perpousif random sampling dimana sampel yang dipilih adalah mahasiswa yang mengikuti perkulihan daring dan luring. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis uji komparasi atau uji t. Hasil analisis menunjukkan p value uji t (0,000487418) lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05), dengan demikian H0 diterima. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran daring ataupun pembelajaran luringArtikel ini mengkaji tentang komparasi keaktifan mahasiswa dalam pembelajara daring dengan pembelajaran luring di stai darul kamal nw kembang kerang lombok timur. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui terkait apa saja perbandingan pada proses pembelajaran daring dan luring. Seperti yang kita ketahui bahwa, ada dua sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini yaitu sistem daring (dalam jaringan) dan sistem luring (luar jaringan). Kedua sistem pembelajaran ini memiliki letak persamaan maupun perbedaan dan juga letak kelebihan dan kelemahan baik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif untuk mengetahui perbandingan keaktifan mahasiswa dalam pembelajara daring dengan pembelajaran luring. Hasil kajian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat data yang diperoleh keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran daring dan luring tidak ada perbedaan berdasarkan analasis data bahwa T tabel <t hitung < t tabel maka H1 ditolak dan H0 diterima

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATA PELAJARAN TEMATIK MUATAN IPS DI MI NW KALIJAGA

    Get PDF
    Abstract Conventional learning (cermah), is known to have not been able to achieve maximum learning objectives. This can be seen from the low classical learning outcomes of MI NW Kalijaga students, based on the results of pre-cycle data conducted by the researchers, it shows that only 30% of students understand learning well in social studies learning. Classroom action research (CAR), aims to improve the learning process and determine student cognitive learning outcomes after the implementation of the Numbered Head Together (NHT)N Cooperative learning model in the Thematic subjects of Social Sciences (IPS). This research uses a qualitative approach, the type used is Pre-Experimental Design. The subjects of this study were students of class IV B MI NW Kalijaga totaling 24 students consisting of 15 boys and 9 girls. The results obtained during the implementation of this research is an increase in learning outcomes from the data before the implementation of the action. In the first cycle the average value of the class has reached 64 with 53% learning completeness and in the second cycle it has been obtained an increase to an average of 73 with 81% classical learning completeness. The final conclusion that can be conveyed is that the application of the NHT type cooperative learning model can improve learning outcomes.Abstrak Pembelajaran secara konvesional (cermah), diketahui belum mampu mencamapi tujuan pembelajaran yang maksimal. Hal ini dilihat dari rendahnya hasil belajar klasikal siswa MI NW Kalijaga, berdasrkan hasil data pra siklus yang dilakuakn peneliti menunjukan hanya 30% siswa yang memahami pembelajaran dengan baik dalam pembelajaran IPS. Penelitian tindakan kelas (PTK), bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengetahuihasil belajar kognitif siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)N pada mata pelajaran Tematik muatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).Adapun penelitian ini mnggunakan pendekatan kualitatif, jenis yang digunakanyaituPre-ExperimentalDesign.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B MI NW Kalijagaberjumlah 24 siswa yang terdiri dari 15 laki-laki dan 9 perempuan. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar dari data sebelum pelaksanaan tidakan. Pada siklus I nilai rata-rata kelas sudah mencapai 64 dengan ketuntasan belajar 53% dan pada siklus II telah diperoleh kenaikan menjadi rata-rata 73 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 81%. Kesimpulan akhir yang dapa disampaikan adalah bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT mampu meningkatkan hasil belajar

    PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM STUDY HADIST

    Get PDF
    Pendekatan tekstual dan Kontekstual sangat berarti dalam pemahaman keilmuan hadits. Dengan pendekatan tekstual dan kontekstual kita dapat ketahui bahwa suatu hadits muncul tidak serta merta begitu saja, melainkan karena ada sebab-musababnya. Pendekatan tekstual lebih cenderung berlaku pada ibadah Mahdah (Murni) antara hubungan manusia dengan Tuhan atau yang sering kita sebut dengan (Hablumminallah) seperti Shalat misalnya.Sedangkan pendekatan kontekstual lebih melihat pada konteks historis, sosiologis dalam kultural dan temporal suatu hadits sehingga dalam memahami hadits tidaklah begitu baku tapi lebih bijaksana dengan mengkaji keadaan kontemporer masyarakat sekarang tanpa menghilangkan ruh dari nash hadits tersebut. Pendekatan tekstual dan Kontekstual sangat berarti dalam pemahaman keilmuan hadits. Dengan pendekatan tekstual dan kontekstual kita dapat ketahui bahwa suatu hadits muncul tidak serta merta begitu saja, melainkan karena ada sebab-musababnya. Pendekatan tekstual lebih cenderung berlaku pada ibadah Mahdah (Murni) antara hubungan manusia dengan Tuhan atau yang sering kita sebut dengan (Hablumminallah) seperti Shalat misalnya.Sedangkan pendekatan kontekstual lebih melihat pada konteks historis, sosiologis dalam kultural dan temporal suatu hadits sehingga dalam memahami hadits tidaklah begitu baku tapi lebih bijaksana dengan mengkaji keadaan kontemporer masyarakat sekarang tanpa menghilangkan ruh dari nash hadits tersebut.&nbsp

    PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PADA KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA PADA MATERI GEOMETRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran geometri SMP dengan pembelajaran berbasis masalah berorientasi pada kemampuan kerjasama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan terhadap angka-angka yang telah diolah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerjasama siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian tingkat  kemampuan kerjasama siswa dalam belajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah yaitu pembelajaran pada pertemuan pertama dapat dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata 41.13. pertemuan kedua memperoleh nilai rata-rata 44.28 dengan kategori baik. Pertemuan ketiga memperoleh nilai rata-rata 44.97 dengan kategori baik. Pertemuan keempat memperoleh nilai rata-rata 47.08 dengan kategori baik. Pertemuan kelima dan keenam memperoleh nilai rata-rata 47.21 dan 47.72. Kriteria keefektifan pembelajaran yang dikembangkan dikatakan efektif dari hasil obsevasi kemampuan kerjasama jika menunjukkan minimal kategori Baik. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa secara nilai rata-rata keseluruan menunjukkan bahwa Pembelajaran berbasis masalah yang sudah dilaksanakan berkatergori baik dengan nilai rata-rata kesuluruhan yaitu 45.40. oleh karena itu,. Oleh karena itu, dapat disempulkan bahwa pembelajaran geometri SMP dengan pembelajaran berbasis masalah berorientasi pada kemampuan kerjasama siswa dapat diterapkan atau dipraktekan di sekolah tingkat SMP/MTs

    PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERKULIAHAN ONLINE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MASA PANDEMIC COVID-19

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk memaparkan informasi tentang persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan online selama masa pandemic Covid-19. Informasi persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan online menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu dengan melakukan survey dengan memberikan angket google form kepada 48 mahasiswa. Berdasarkan angket survey yang diberikan diperoleh hasil penelitian bahwa pada item jenis aplikasi e-learning yang paling sering digunakan oleh mahasiswa yaitu sebanyak 56,3% atau 27 mahasiswa lebih sering menggunakan WhatsApp, 37,5% atau 18 mahasiswa lebih sering menggunakan google classroom, 4,2% atau 2 edmodo, dan 2,1% atau 1 mahasiswa zoom meeting. Pada item tempat biasa mahasiswa kuliah online menunjukan 89,6% menyatakan belajar online dari rumah. 81,3% mahasiswa selalu bersedia mengikuti kuliah online. Kemudian 79,2% menyatakan pembelajaran online selalu dilaksanakan sesuai prosedur Instruktural dan 20% sisanya mengatakan tidak sesuai. 89,6% Dosen dalam kuliah menggunakan RPS dalam perkulihan, 10,4% tidak menggunakan RPS. Selanjutnya 72% mahasiswa setujua e-learning memberikan kemudahan dalam belajar mandiri, 27,1% mengatakan tidak memberi kemudahan belajar mandiri. Kemudian 52,1% mengatakan e-learning dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar, 47,9% mengatakan tidak.  60,4% mahasiswa setuju e-learning dapat meningkatkan kesiapan belajar, 30,6% mengatakan tidak. Pada survey alat elektronik yang digunakan kuliah online 35,4% menggunakan laptop, dan 93,8% menggunakan smartphone. Selanjutnya sebanyak 93,6% mengatakan lebih senang dengan tatap muka, dan senang dengan kuliah online 8,5%

    Model Kepemimpinan Tuan Guru di Pondok Pesantren Kabupaten Lombok Timur NTB

    Get PDF
    Peneltian ini fokus mengkaji sejarah kepemimpinan Kharismatik, model kepemimpinan, dan model manajerial/manajemen ketenagan SDM oleh Tuanguru di pondok pesantren Kabupaten Lombok Timur NTB, fokus ini  bertujuan untuk: menemukan model kepemimpinan dan manajemen ketenagaan SDM yang tepat diterapkan di pondok pesantren. Kerangka teori yang digunakan teori tentang hirarki kepemimpinan, teori kepemimpinan spiritual, kepemimpinan manajerial. Untuk menganalisis fokus masalah, digunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menemukan: (a) berdirinya pondok pesantren dibangun dengan modal kepercayaan dan kharismatik, spiritualitas Tuanguru(b) Model kepemimpinan di pondok pesantren, model kepemimpinan yang kolektif-demokratis.  (c)  manajemen SDM dilakukan dengan memperhatikan latar belakang pendidikan, kompetensi dan rasio kebutuhan pengembangan pondok PesantrenPeneltian ini fokus mengkaji sejarah kepemimpinan Kharismatik, model kepemimpinan, dan model manajerial/manajemen ketenagan SDM oleh Tuanguru di pondok pesantren Kabupaten Lombok Timur NTB, fokus ini  bertujuan untuk: menemukan model kepemimpinan dan manajemen ketenagaan SDM yang tepat diterapkan di pondok pesantren. Kerangka teori yang digunakan teori tentang hirarki kepemimpinan, teori kepemimpinan spiritual, kepemimpinan manajerial. Untuk menganalisis fokus masalah, digunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menemukan: (a) berdirinya pondok pesantren dibangun dengan modal kepercayaan dan kharismatik, spiritualitas Tuanguru(b) Model kepemimpinan di pondok pesantren, model kepemimpinan yang kolektif-demokratis.  (c)  manajemen SDM dilakukan dengan memperhatikan latar belakang pendidikan, kompetensi dan rasio kebutuhan pengembangan pondok Pesantre

    PENDAMPINGAN PROMOSI WISATA GERABAH DENGAN MEDIA VIDEO DI DUSUN PUNGKANG DESA MASBAGIK TIMUR

    Get PDF
    Kerajinan gerabah yang ada di desa Masbagik Timur sudah dikenal sejak lama, bahkan hingga ke Mancanegara. Sentral gerabah yang ada di desa Masbagik Timur umumnya dikenal oleh masyarakat hanya terpusat di satu wilayah saja yakni Dusun Penakak. Dusun Pungkang merupakan salah satu wilayah sebagai sentral industri gerabah yang penting untuk dipublikasikan, agar tidak mengalami kecemburuan sosial dan meningkatkan perkembangan industri gerabah di Desa Masbagik Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pendampingan untuk mempromosikan gerabah Dusun Pungkang dengan media video, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Dengan memaksimalkan IT, kegiatan menggunakan metode promosi berbasis digital. Hasilnya adalah melalui promosi digital: media vedio telah menyadarkan pemerintah desa Masbagik Timur akan pentingnya promosi untuk mengenalkan gerabah Dusun Pungkang. Masyarakat dapat mengenal industri gerabah tidak hanya terpusat di Dusun Penakak dan pelaku industri gerabah Dusun Pungkang mendapatkan pengetahuan terkait cara mempromosikan kerajinan gerabah lewat media video

    MENINGKATKAN SINERGI ORANG TUA DAN GURU DALAM PROGRAM DETEKSI PERKEMBANGAN ANAK

    Get PDF
    Changes that occur in the child's growth and development phase are the result of the maturation process and the learning process. There needs to be a harmonious synergy between parents and teachers to optimize children's development, psychological and physical functions of children. There are children's problems, including: independence, difficulty adapting, temper tantrums, lack of discipline, indulgence, so a program is needed to provide solutions to these problems. This community service provides solutions through the Child Development Detection Program, Counseling and Parenting in 3 kindergarten school locations in Jember. The method used is a qualitative approach. The data were collected through observation, interviews and documentation, then analyzed descriptively. The results of the data indicate the achievement of the program. Community service is able to bridge the perceptions of parents and teachers so that synergies and effective communication are established in order to optimize children's development.Perubahan yang terjadi pada fase tumbuh kembang anak merupakan hasil dari proses pematangan (maturation) dan proses belajar learning process. Perlu sinergi yang harmonis antara orang tua dan guru untuk mengoptimalkan perkembangan anak, fungsi psikologis dan fisik anak. Terdapat permasalahan anak antara lain : ketidakmandirian, kesulitan berdaptasi, , temper tantrum, kurang disiplin, pemanjaan, sehingga diperlukan program untuk memberikan solusi permasalahan tersebut. Pengabdian masyarakat ini memberikan solusi melalui Program Deteksi perkembangan anak, Konseling dan Parenting di 3 lokasi sekolah TK di jember. Metode  yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif.  Data dari dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil data menunjukkan ketercapaian program. Pengabdian masyarakat mampu menjembatani persepsi orang tua dan guru sehingga terjalin sinergi dan komunikasi yang efektif demi mengoptimalkan perkembangan anak

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇