Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Fenomena living qur’an dalam kitab hizib rizqi: Rekonstruksi sejarah penggunaan surat al-waqi’ah sebagai wirid dan ijazah

    Get PDF
    The tendency of the performative aspect of the Qur'an appears to be dominant when the holy text is received in society. Interestingly, it is the works of the scholars who become the embryo as well as the stimulus for such a phenomenon, such as works on the properties of the Qur'an and so on. The book Hizib Rizqi is one of the books that displays the performative aspects of Surah Al-Waqi'ah by stating that with certain practices and procedures, Al-Waqi'ah will display its benefits in the form of economic smoothness. This study discusses the phenomenon of the living Koran in Hizib Rizqi's book and its historical dynamics. This qualitative research seeks to answer what are the factors that shape it and how are its historical dynamics so that its existence survives in the present. The results of this study are: first, Hizib Rizqi's book displays performative aspects of Al-Waqi'ah's letter in certain ways or reading practices. This book also tries to affirm that the economic aspects of Surah Al-Waqi'ah have strong legitimacy in the form of hadith texts and the traditions of previous scholars recorded in the books. Second, the tradition of wirid and diploma in the tarekat is a vessel for various forms of reciting Al-Waqi'ah. The tarekat also contributes to the continuity of this practice and raises the possibility of more varied reading practices in the future.Kecenderungan aspek performatif Al-Qur’an tampak dominan ketika teks suci tersebut diresepsi di tengah masyarakat. Menariknya, karya-karya para ulama lah yang menjadi embrio sekaligus stimulus dari fenomena demikian seperti karya-karya seputar khasiat Al-Qur’an dsb. Kitab Hizib Rizqi menjadi salah satu kitab yang menampilkan aspek performatif surat Al-Waqi’ah dengan menyebutkan bahwa dengan suatu praktik dan tata cara tertentu, Al-Waqi’ah akan menampilkan khasiatnya berupa kelancaran ekonomi. Kajian ini membahas tentang fenomena living qur’an dalam kitab Hizib Rizqi dan dinamika kesejarahannya. Penelitian kualitatif ini berusaha menjawab apa saja faktor yang membentuknya dan bagaimana dinamika kesejarahannya hingga eksistensinya bertahan di masa sekarang. Hasil dari kajian ini yaitu: pertama, kitab Hizib Rizqi menampilkan aspek performatif surat Al-Waqi’ah dengan cara atau praktik baca tertentu. Kitab ini juga berusaha mengafirmasi bahwa khasiat dalam aspek ekonomi yang dimiliki surat Al-Waqi’ah memiliki legitimasi yang kuat berupa teks-teks hadis dan tradisi ulama terdahulu yang terekam dalam kitab-kitab. Kedua, tradisi wirid dan ijazah dalam tarekat menjadi wadah atas bentuk-bentuk variatif pembacaan surat Al-Waqi’ah. Tarekat juga memilki andil atas keberlangsungan praktik demikian serta memunculkan kemungkinan praktik-pratik bacaan yang semakin variatif kedepannya

    Urgensi Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Al-Qur’an Dan Hadits Serta Relevansinya Dengan Kehidupan Di Masa Modern

    Get PDF
    This study aims to understand the urgency of early childhood education in the Qur'an and hadith and their relevance to life in modern times. With library research, data is collected using the method of documenting the data found in various literature in accordance with the research theme that the author examines. The results of this study found that Islamic education aims to foster and shape the character, behavior, or morals of students by increasing students' faith, understanding, appreciation, and practice of Islamic teachings both in their circumstances and with many people. Al-Qur'an and hadith should be books that are guided by mankind in general without being limited by ethnicity and religion. Al-Qur'an is present as the key to success in both this world and the hereafter. Therefore, in the Qur'an, there are various solutions to every problem that humans face, including solutions in the teaching and learning process. In addition, there are also several methods offered by the Qur'an and hadith in fostering early childhood education. First, an educator must instruct his students on things that have positive values. Second, an educator in addition to being able to provide teaching must also be able to be a good role model. Because God is very angry with them (educators who can only theory without being able to apply it to everyday life. Third, the habituation method must be applied from an early age because the more accustomed to doing good things, the students will be more independent. Fourth, by telling the story students will easily remember the contents of the lesson, but what should be told is not fictitious things, because fictional stories do not contain historical value. Fifth, dialogue theory in addition to mental training also strengthens students in literacyPenelitian ini bertujuan untuk memahami urgensi pendidikan anak usia dini dalam al-qur’an dan hadits serta relevansinya dengan kehidupan di masa modern. Dengan penelitian library research maka data dikumpulkan dengan metode dokumentasi data-data yang ditemukan di berbagai literatur yang sesuai dengan tema penelitian yang penulis kaji. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk membina dan membentuk karakter, perilaku atau akhlak peserta didik dengan cara meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, serta pengamalan peserta didik terhadap ajaran Islam baik dalam keadaan sendiri maupun bersama orang banyak. Al-Qur’an dan hadits seharusnya kitab yang dipedomani umat manusia secara umum tanpa dibatasi suku dan agama. Al-Qur’an hadir sebagai kunci kesuksesan baik di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu didalam Al-Qur’an terdapat berbagai solusi dari setiap permasalahan yang manusia hadapi termasuk didalamnya solusi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, ditemukan juga beberapa metode yang ditawarkan oleh al-Qur’an dan hadits dalam membina pendidikan anak usia dini. Pertama, seorang pendidik harus menginstruksikan peserta didiknya kepada hal-hal yang bernilai positif. Kedua, seorang pendidik selain mampu memberikan pengajaran juga harus mampu menjadi teladanan yang baik. Karna Allah sangat murka kepada mereka (para pendidik yang hanya bisa berteori tanpa bisa mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari. Ketiga, metode pembiasaan harus diterapkan sejak anak usia dini karena semakin terbiasa melakukan hal-hal baik maka peserta didik akan semakin mandiri. Keempat, dengan berkisah peserta didik akan mudah mengingat isi dari pelajaran, namun seharusnya yang diceritakan bukanlah hal-hal yang fiktif, karna pada cerita fiktif tidak benar-benar mengandung nilai sejarah. Kelima, teori dialog selain melatih mental juga memperkuat peserta didik secara liter

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BAHASA ARAB MELALUI MEDIA GAMBAR PADA PESERTA DIDIK KELAS IV MI NW 1 KEMBANG KERANG

    Get PDF
    Secara sedarhana Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerjasama antara guru dan peserta didik dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang ada, baik potensi yang bersumber dari dalam diri peserta didik seperti bakat, minat dan kemampuan dasar yang dimiliki maupun potensi yang berasal dari luar seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran berjalan efektif adalah dengan pemilihan media pembelajaran yang dengan tujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI NW 1 Kembang Kerang Lombok Timur tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini berupa siklus-siklus PTK Kurt Lewin. Dengan hasil siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 65%, dan siklus II dengan  presentasi ketuntasan belajarnya mencapai 88%, dengan demikian tujuan yang diinginkan pada hasil belajar telah tercapai yaitu ketuntasan belajar ≥ 85%. Hal ini menunjukkan penelitian berhasil sesuai dengan indikator ketercapaian. Keberhasilan dari penelitian ini tentunya tidak terlepas dari media gambar dalam proses pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik, serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dengan hasil yang memuaskan di siklus II.   Kata kunci: Media Gambar, Dan Hasil Belajar kognitif.Secara sedarhana Pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerjasama antara guru dan peserta didik dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang ada, baik potensi yang bersumber dari dalam diri peserta didik seperti bakat, minat dan kemampuan dasar yang dimiliki maupun potensi yang berasal dari luar seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran berjalan efektif adalah dengan pemilihan media pembelajaran yang dengan tujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI NW 1 Kembang Kerang Lombok Timur tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini berupa siklus-siklus PTK Kurt Lewin. Dengan hasil siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 65%, dan siklus II dengan  presentasi ketuntasan belajarnya mencapai 88%, dengan demikian tujuan yang diinginkan pada hasil belajar telah tercapai yaitu ketuntasan belajar ≥ 85%. Hal ini menunjukkan penelitian berhasil sesuai dengan indikator ketercapaian. Keberhasilan dari penelitian ini tentunya tidak terlepas dari media gambar dalam proses pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik, serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dengan hasil yang memuaskan di siklus II.   Kata kunci: Media Gambar, Dan Hasil Belajar kognitif

    PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DENGAN YANG TIDAK PADA KELAS V DI MI NW LINGKUK BUAK LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2020/2021

    Get PDF
    Pemilihan media pembelajaran bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Media gambar dapat dijadikan sebagai perantara untuk mendorong motivasi belajar peserta didik. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan  untuk  mengetahui perbandingan atau studi komparasi antara motivasi belajar peserta didik yang menggunakan media gambar dengan yang tidak di kelas V .Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V MI NW Lingkuk Buak Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah desain kuantitatif yang sifatnya komparasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t dengan teknik analisis Independent-Sample T Test. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa didapatkan t hitung sembesar 12,59  dan t tabel sebesar 1,689 yang diuji pada taraf signitifikan 5 %. Ini berarti Ho dotilak Ha diterima, sehingga kesimpulannya ada perbedaan signifikan motivasi belajar peserta didik yang menggunakan media gambar dengan yang tidak  pada kelas V Lingkuk Buak Lombok Tenga

    Resepsi qur’an dan gerakan sosial-keagamaan nahdhatul wathan di Lombok, Indonesia

    Get PDF
    In people's lives, the Koran is treated not only as reading material, study, and decoration but more than that the reality of society treats hadith as a variety of behaviors, such as: drugs, and motivation in carrying out certain worship. On the other hand, there are verses of the Koran that are turned on to renew the social condition of a society, whether it is done by a person or by a particular community or organization. This article discusses the Nahdlatul Wathan (NW) organization, looking at the Koran that lives in the movement and development of the organization. The analysis in this article uses the theory of collective action social movements promoted by Antony Giddens. This article finds that conclusion. As an organization engaged in da'wah and education, Nahdlatul Wathan (NW) uses the Koran as a spirit in struggle and movement. The main principles of the organization in the form of faith and piety are taken from QS. Ali-Imran 102 and al-Hujurat 13, these verses became the initial motivation as well as the basis for preaching. While the verses related to Belief, Ikhlas, and Istiqomah serve as guidelines in mobilizing all fields of Da'wah, education, and social affairs.Dalam kehidupan masyarakat, al-Quran diperlakukan tidak hanya bahan bacaan, kajian, dan hiasan, namun lebih dari itu realitas masyarakat memperlakukan hadis sebagai aneka ragam prilaku, seperti: obat-obatan, motivasi dalam melakukan suatu ibadah tertentu. Di sisi lain, terdapat ayat-ayat Alquran dihidupkan guna memperbaharui keadaan sosial suatu masyarakat, baik yang di lakukan oleh seseorang dan ataupun oleh suatu komunitas atau organnisasi tertentu. Artikel ini mendiskusikan organisasi Nahdlatul Wathan (NW), melihat Alquran yang hidup dalam pergerakan dan perkembangan organisasi. Analisis dalam artikel ini menggunakan teori Gerakan sosial tindakan kolektif (collective action) yang diusung oleh Antony Giddens. Artikel ini menemukan kesimpulan bahwa. Sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang dakwah dan Pendidikan, Nahdlatul Wathan (NW) menggunakan Alquran sebagai spirit dalam perjuangan dan pergerakan. Prinsip pokok oerganisasi berupa Iman dan takwa diambil dari QS. Ali-Imran 102 dan al-Hujurat 13, ayat tersebut menjadi motivasi awal sekaligus landasan dalam berdakwah. Sedangkan ayat-ayat yang terkait Yakin, Ikhlas dan Istiqomah menjadi pedoman dalam menggerakkan segala bidang dakwah, pendidikan, dan sosia

    Pemanfaatan waktu luang asrama putra untuk mengaji di pondok pesantren darul kamal

    Get PDF
    It is not surprising that the Arab community adorns the speed of time with the flash of a sword, al-waqt Ka al-saif fa in lam taqtha "hau gatha' aka (time is like a sword if you don't use it, it will cut you)." Meanwhile, quoting from a personal devotional book in the summary of 5000 Pearls that we must be vigilant and careful about the rotating wheel of time because if we are complacent it will be crushed. By seeing how important the value of time is and how great God's grace is hidden in it. The Qur'an pays great attention to the problem of time seen from various angles and various forms of personification. Allah swears at the beginning of certain chapters in the Qur'an by using certain phases of time such as wal laili wan nahari (by the night and day), wal fajr (by the time of dawn), wad dhuha (by the time of Duha), and walashr (by the time of dawn). asr time).Santri merupakan elemen penting dalam suatu lembaga pondok pesantren. Santri adalah sebutan bagi para siswa yang belajar ilmu agama di pondok pesantren. Secara umum para santri yang tinggal di pondok pesantren mereka rata-rata menghabiskan waktunya  kurang lebih 7 jam untuk belajar di sekolah, dan 5 jam  untuk mengisi waktu luang mereka dari pagi, sore sampai isa untuk mengaji. Pemanfaatan waktu  yang kurang baik menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi  pada santri. Sementara itu, banyak santri yang kurang disiplin untuk memanfaatkan waktu luang saat berada di pondok. Mereka kebanyakan  menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan bermain game online. Padahal tujuan didirikannya pondok pesantren adalah untuk belajar dan mengaji. Hal ini bertujuan untuk mendisiplinkan diri para santri agar pada saat terjun di masyarakat santri dapat diandalkan dan dijadikan panutan. Penelitian ini merupakan kualitatif (deskriptif) , terkait pemanfaatan waktu luang Asrama putra (aspura) untuk mengaji di pondok pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang Daya. Pengumpulan data menggunakan metode  observasi, deskripsi, wawancara

    PENGARUH METODE OUTDOOR LEARNING TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER CURIOSITY DAN RESPONSIBILITY DI SD ALAM AL-IZZAH KRIAN SIDOARJO

    Get PDF
    Abstract The low curiosity of students there are still those who are silent and do not ask questions and the responsibilities of students who are still doing assignments not on time and not active in group work, are expected to raise the character of curiosity and responsibility. Therefore the research emphasizes the formation of Curiosity (curiosity) and Responsibility (responsibility) characters in students through the application of the Outdoor Learning method. The purpose of this research is to find out whether there is an influence of outdoor learning methods on the character of curiosity and responsibility at SD Alam Al-Izzah Krian Sidoarjo. This type of research is quantitative using observation techniques, documentation and questionnaires. The data obtained were analyzed using the percentage formula and simple linear regression analysis. The results of this study indicate that 1) The formation of curiosity and responsibility characters is said to be well known from the percentage of 91.2%. 2) There is an effect of the outdoor learning method on the character of curiosity, this is based on calculations from simple linear regression with a significance value of 0.044 <0.05 and a tcount value of 2100 > table 2040 so it can be concluded that the outdoor learning method has an effect on the character of curiosity. And 3) There is an influence of the outdoor learning method on the character of responsibility, this is based on calculations from simple linear regression, it can be obtained a significance value of 0.018 < 0.05 and a tcount of 2.499 > ttable 2.040 so it can be concluded that the outdoor learning method has an effect on responsibility.Abstrak Rendahnya rasa ingin tahu siswa masih ada yang diam dan tidak bertanya serta tanggung jawab siswa yang masih ada mengerjakan tugas tidak tepat waktu dan tidak aktif kerja kelompok, diharapkan dapat memunculkan karakter curiosity dan responsibility. Oleh karena itu penelitian menekankan pada pembentukan karakter Curiosity (ingin tahu) dan Responsibility (tanggung jawab) pada siswa melalui penerapan metode Outdoor Learning. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh metode outdoor learning terhadap karakter curiosity dan responsibility di SD Alam Al-Izzah Krian Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumusan prosentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pembentukan karakter curiosity dan responsibility dikatakan baik diketahui dari prosentase 91,2%. 2) Ada pengaruh metode outdoor learning terhadap karakter curiosity hal ini berdasarkan perhitungan dari regresi linier sederhana dengan nilai signifikansi sebesar  0.044 < 0.05 dan nilai thitung sebesar 2.100 >  tabel 2.040 sehingga dapat disimpulkan bahwa metode outdoor learning berpengaruh terhadap karakter curiosity. Dan 3) Ada pengaruh metode outdoor learning terhadap karakter responsibility, hal ini berdasarkan perhitungan dari regresi linier sederhana dapat diperoleh nilai signifikansi sebesar  0.018 <  0.05 dan nilai thitung sebesar 2.499 > ttabel 2.040 sehingga dapat disimpulkan metode outdoor learning berpengaruh terhadap responsibility

    TANTANGAN MENJADI DOSEN PROFESIONAL UNTUK MENGHADAPI MAHASISWA MILENIAL (KAJIAN TERHADAP KEPUTUSAN PRESIDEN NO.17 TAHUN 2019): (TEORI BELAJAR ALIRAN BEHAVIORISTIK CONTIGUOUS CONDITIONING DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH)

    No full text
    Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gege dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Menurut teori behavioristik dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Salah satu dari teori belajar aliran behavioristik adalah teori contiguous conditioning. Teori ini dicetuskan oleh seorang profesor psikologi University of Washington. Untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran teori ini cocok untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan. Artikel ini membahas tentang gambaran teori contiguous conditioning Edwin Ray Guthrie dan penerapannya teori ini dalam pembelajaran PAI di sekolah. Teori contiguous conditioning mempunyai makna sebuah kedekatan kondisi yang terjadi berdasarkan hubungan antara stimulus dengan respon yang relevan. Menurut paham teori contiguous conditioning, belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (respons). Beberapa aspek yang tidak lepas dari teori ini yaitu seperti  lupa, hukuman, dorongan, niat, dan transfer training. Edwin Ray Guthrie mencetuskan tiga metode yang bisa digunakan untuk mengubah tingkah laku kebiasaan, yaitu Metode Ambang (Threshold Ambang), Metode Kelelahan (Fatigue Method), dan  Metode Reaksi Berlawanan (Incompatible Response Method). Ketiga metode tersebut bisa menjadi modal awal bagi seorang guru PAI dalam menerapkannya pada pembelajaran PAI di kelas. Dalam pembelajaran PAI di sekolah teori contiguous conditioning cocok diaplikasikan untuk menumbuh kembangkan kemampuan peserta didik baik dari ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Salah satu cara agar teori ini bisa berjalan secara maksimal yakni seorang guru bisa menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang menarik. Kata kunci :Contiguous, PAI, PembelajaranTulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan secara ringkas tentang kualitas dosen yang profesional, mengidentifikasi tantangan untuk menjadi dosen profesional, menelaah karakteristik mahasiswa milenial, dan merefleksikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para dosen untuk memperoleh standart profesional. Dosen memiliki peran penting dalam mendidik mahasiswa di perguruan tinggi. Dalam melaksanakan tugas utama Tridharma Perguruan Tinggi yaitu melakukan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, seorang  dosen melakukan proses internalisasi nilai-nilai luhur yang kemudian menjadi budaya kampus. Dosen profesional menjadi aktor utama dalam mendidik, mengajar, melatih, membimbing, dan mengevaluasi. Beberapa kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen profesional yaitu kompetensi kepribadian, profesional, pedagogik, dan sosial. Tugas dosen tidak hanya sekedar untuk menyampaikan materi pembelajaran dimana tujuannya difokuskan hanya kepada keterampilan (skill) peserta didik. Lebih jauh, penyelenggaraan pendidikan harus mampu membangun aspek kehidupan mahasiswa milenial berupa pembangunan karakter yang sangat berpengaruh terhadap sikap mahasiswa dalam membangun hubungan yang baik dengan teman sekelas, dosen, keluarga dan lingkungan. Kata Kunci : ­Dosen Profesional, Mahasiswa Milenial, Kompetens

    PENYULUHAN MENGENAI PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI BEKAL BERWIRAUSAHA DI SMK BERBUDI YOGYAKARTA

    Get PDF
    This community service activity provides counseling to class XII students at SMK Berbudi Yogyakarta which aims to provide additional understanding and knowledge to class XII students about the relationship between social media and entrepreneurship so that later class XII students can open their own businesses after finishing school. This community service activity aims to increase understanding and additional knowledge for class XII students at SMK Berbudi Yogyakarta about the relationship between social media and entrepreneurship which is carried out using lecture, demonstration, and question and answer methods. The benefits that can be obtained by participants from this community service activity include increasing the knowledge, understanding, and experience of class XII students at SMK Berbudi Yogyakarta about the relationship between social media and entrepreneurship

    RANCANG BANGUN ALAT CUCI TANGAN DAN SPREYER DISINFEKTAN OTOMATIS DI KELURAHAN KARANG BALIK

    Get PDF
    Dampak pandemi benar-benar mempengaruhi hampir seluruh sektror kemasyarakatan. Berdasarkan observasi yang dilakukan selama beberapa hari di setiap RT Kelurahan Karang Balik, masjid yang terletak di pinggir jalan protokol ramai dikunjungi tidak hanya oleh masyarakat sekitar. Banyak orang dari berbagai tempat dapat singgah dan beristirahat di sana. Sedangkan pada kantor Kelurahan Karang Balik, yang aktivitasnya cukup padat, pemantauan prokes terkadang tidak diindahkan oleh sebagian oknum. Dari hasil diskusi dengan beberapa pihak terkait, pada program pengabdian kepada masyarakat ini dibuat alat cuci tangan otomatis dan juga penyemprot desinfektan otomatis. Dua alat otomatis yang dibuat, dirancang dan di uji coba di Laboratorium Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan. Setelah uji coba berhasil, kedua alat tersebut diserahkan ke pihak kelurahan untuk selanjutnya dipantau kegunaannya di lokasi sasaran. Keberadaan alat ini cukup membantu mengantisipasi dan mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇