Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Pengaruh Media Baamboozle Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa di MI Nurul Huda

    No full text
    This study aims to examine the effect of Baamboozle learning media on the interest in learning Mathematics of class II students of MI Nurul Huda 3 Bogor. The method used is quantitative with a Quasi Experimental design, specifically Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 42 students, divided into two groups: the experimental class (using Baamboozle) and the control class (without Baamboozle), 21 students each, selected through purposive sampling. The research instrument was a learning interest questionnaire. The results showed that the average posttest of the experimental class (46.8) was higher than the control class (36.5), with a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that Ha was accepted. In conclusion, Baamboozle media has a significant effect on increasing students' interest in learning MathematicsPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media pembelajaran Baamboozle terhadap minat belajar Matematika siswa kelas II MI Nurul Huda 3 Bogor. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental yaitu Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 42 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas eksperimen (menggunakan Baamboozle) dan kelas kontrol (tanpa Baamboozle) masing-masing sebanyak 21 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (46,8) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (36,5) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) yang berarti Ha diterima. Simpulan, media Baamboozle berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar Matematika siswa

    Telaah Qur’ani terhadap Kebutuhan dan Keinginan dalam Ekonomi Islam

    No full text
    The outbreak of the culture of consumerism and hedonism is a phenomenon that is currently quite troubling. This research reveals the Qur'anic view of the concept of needs and desires, which is often blurred in its meaning and application. The complexity of the Qur'an is certainly able to answer that, but different interpretations and understanding of the content of the Qur'an are the reasons for differences in attitudes and applications in one concept. This research is a qualitative study with a library research approach using the thematic interpretation method (maudhū'ī). In the reality contained in the Qur'an, needs are primary and essential and desires are secondary and tertiary with the purpose and risk of both being clear, namely the need for prosperity and desire for mere satisfaction. Legally, needs are permissible and recommended by the Shari'ah while desires are permissible with terms and conditions that do not violate the rules of Islamic teachings.Merebaknya budaya konsumerisme dan hedonisme menjadi fenomena yang saat ini cukup meresahkan. Penelitian ini mengungkap pandangan al-Qur’an tentang konsep kebutuhan dan keinginan yang saat ini sering kali kabur dalam pemaknaan dan aplikasinya. Komplisitas al-Qur’an sudah tentu mampu menjawab hal itu, namun interpretasi dan pemahaman kandungan al-Qur’an yang berbeda menjadi alasan perbedaan sikap dan aplikasi dalam satu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhū‘ī). Dalam realita yang termuat dalam al-Qur’an, kebutuhan bersifat primer dan esensial dan keinginan bersifat sekunder dan tersier dengan tujuan dan resiko keduanya sudah jelas yaitu kebutuhan untuk kemashlahatan dan keinginan untuk kepuasan semata. Secara hukum, kebutuhan itu dibolehkan dan dianjurkan olah syariat sedangkan keinginan dibolehkan dengan syarat dan ketentuan yang tidak menyalahi aturan ajaran Islam

    Analisis Kinerja Lembaga Pendidikan Dengan Balance Score Card: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Thohir Yasin Lombok Timur

    Full text link
    Competition in the world of education is currently getting tighter, and now educational institutions are competing to be able to provide the best educational services, in accordance with the expectations of the community. An institution is said to have a competitive advantage when the institution has something that its competitors do not have, does something better than other institutions, or is able to do something that other institutions are not able to do. This study uses a qualitative research method with observation, interview and documentation data collection techniques. Data analysis uses data reduction, data display, and conclusion drawing methods. The results of the study show that performance measurement at the Thohir Yasin Islamic Boarding School, East Lombok, found results based on the balance scorecard perspective, namely: 1) customer perspective, by paying attention to customers. 2) financial perspective, with regular financial management showing that the finances at the Thohir Yasin Islamic Boarding School are well managed. 3) internal business perspective, shown by various innovations that have been made in carrying out its function as an educational service provider. 4) growth and learning perspective, by starting to prepare quality resources, physical development facilities and modern learning media.Persaingan dalam dunia pendidikan sekarang ini semakin ketat,dan kini lembaga pendidikan berlomba-lomba untuk bisa memberikan layanan pendidikan yang terbaik, sesuai dengan harapan yang diinginkan masyarakat. Suatu lembaga dikatakan memiliki keunggulan kompetitif ketika lembaga tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimiliki pesaing, melakukan sesuatu lebih baik dari lembaga lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh lembaga lain.Penelitian ini menggunakan mtode penelitian kualitatif  dengan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Anasilis data menggunakan metode reduksi data, display data,dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kinerja pada Pondok Pesantren Thohir Yasin Lombok Timur, ditemukan sebuah hasil dengan berdasarkan pada perspektif balance scorecard yaitu: 1) perspektif pelanggan, dengan memberikan perhatian kepada pelanggan. 2) perspektif finansial, dengan pengelolaan keuangan yang teratur menunjukkan bahwa keuangan pada pondok pesantren Thohir Yasin terkelola dengan baik. 3) perspektif bisnis internal, ditunjukkan dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam menjalankan fungsinya sebagai penyedia jasa pendidikan. 4) perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, dengan memulai mempersiakan sumberdaya-sumberdaya yang berkualitas (SDM dan SDA), fasilitas pembangunan fisik berupa gedung belajar, asrama para santri dan media pembelajaran yang modern

    Jejak Sejarah Sosial Pendidikan Islam Anak di Indonesia: Kajian Nilai Edukatif Antar Zaman

    Full text link
    This study aims to identify the transformation of Islamic educational thought for children in Indonesia and the accompanying educational values throughout history. Using a descriptive qualitative approach with content and historical analysis, data were collected from classical and contemporary literature, educational documents, and the works of Islamic education figures. The findings reveal that Islamic education for children is dynamic and context-sensitive. In the pre-colonial period, it emphasized morality and spirituality rooted in community-based learning. During the colonial era, Islamic and national values were integrated. The post-independence era marked the formalization of education with a focus on character and social responsibility. In the contemporary era, the approach highlights inclusiveness, digital literacy, and religious moderation. The study concludes that Islamic child education remains rooted in Islamic core values while adapting to socio-cultural dynamics.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi transformasi pemikiran pendidikan Islam anak di Indonesia serta nilai-nilai edukatif yang menyertainya dalam lintasan sejarah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis isi dan analisis sejarah, data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer, dokumen pendidikan, serta pemikiran tokoh pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam anak bersifat dinamis dan kontekstual. Pada masa pra-kolonial, nilai yang ditekankan mencakup moralitas dan spiritualitas berbasis komunitas. Masa kolonial menampilkan integrasi nilai keislaman dan nasionalisme. Era pasca-kemerdekaan menandai formalisasi pendidikan dengan fokus karakter dan tanggung jawab sosial. Sedangkan era kontemporer menonjolkan inklusivitas, digitalisasi, dan moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam anak tetap berakar pada nilai fundamental Islam, namun mampu beradaptasi dengan dinamika sosial buday

    PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI

    No full text
    The purpose of the study was to measure the role of Islamic boarding schools in the character building of students with three dimensions, namely: character education, encouragement of character building, and self-character building. The research methodology used qualitative research with a case study research approach with a sample size of 75 students selected by random sampling. Data were collected through interviews and analyzed using percentage score formulation. Research results: 1) the lowest percentage score is in the dimension of forming one's own character in question 14 at 92%. The score of 92% can be categorized that students have been able to apply good manners in the boarding school and 2) the second lowest score is in the dimension of character education on items 3 and 7 at 95%. A score of 95% can be categorized as the rules at the boarding school make students more disciplined and character building can be through extracurricular activities. The average percentage of the three dimensions is 98%. The 98% score can be concluded that the character building of students can be categorized as very good and the character building of students can be done through education at the boarding school. Recommendations that can be suggested are to strengthen adab development, such as: ethics training, exemplary management, utilization of extracurricular activities that are more creative and character-oriented.Tujuan penelitian adalah untuk mengukur peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter santri dengan tiga dimensi, yaitu: pendidikan karakter, dorongan pembentukan karakter, dan pembentukan karakter diri sendiri. Metodologi penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus dengan jumlah sampel sebanyak 75 santri yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan formulasi skor persentse. Hasil penelitian: 1) persentase skor terendah terdapat pada dimensi pembentukan karakter diri sendiri pada butir soal 14 sebesar 92%. Skor 92% dapat dikategorikan santri sudah dapat menerapkan sopan santun di dalam pondok pesantren dan 2) skor terendah kedua terdapat pada dimensi pendidikan karakter pada butir soal 3 dan 7 sebesar 95%. Skor 95% dapat dikategorikan peraturan di pondok pesantren membuat santri lebih disiplin dan pembentukan karakter dapat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Rerata persentase ketiga dimensi sebesar 98%. Skor 98% tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter santri dapat dikategorikan sangat baik dan pembentukan karakter santri dapat dilakukan melalui pendidikan di pondok pesantren. Rekomendasi yang dapat disarankan adalah memperkuat pembinaan adab, seperti: pelatihan etika, keteladanan pengurus, pemanfaatan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih kreatif dan berorientasi karakter

    Utilizing the YouTube Platform to Familiarize Students with Mathematical Literacy in Elementary Schools

    Full text link
    The aim of this research is to familiarize elementary school students with mathematical literacy in utilizing digital media, one of which is the YouTube platform. Literacy here means reading and writing symbols, numbers and understanding how to solve basic mathematical problems. The research method uses qualitative research with a qualitative descriptive approach, namely an approach that aims to understand phenomena in depth in a natural context. Primary data was obtained directly through interviews, observation and documentation of the main informants consisting of the Principal (1 person), Class Teacher (1 person), and 25 class V students of Al Masyhuriah Islamic Elementary School, Kateng Village (16 male students and 8 female students). Data analysis was carried out in three stages, namely: (1) Data reduction; (2) Presentation of data; and (3) Drawing conclusions. Based on research results, it has been shown that the use of the YouTube platform can help familiarize students with mathematical literacy in the affective, cognitive and psychomotor domains. This research has the limitation that students' mathematical literacy habits are influenced by their ability to use and utilize YouTube as a learning resource and source of information. This research also cannot be generalized to the entire student population, because it was conducted on a selected sample group.The aim of this research is to familiarize elementary school students with mathematical literacy in utilizing digital media, one of which is the YouTube platform. Literacy here means reading and writing symbols, numbers and understanding how to solve basic mathematical problems. The research method uses qualitative research with a qualitative descriptive approach, namely an approach that aims to understand phenomena in depth in a natural context. Primary data was obtained directly through interviews, observation and documentation of the main informants consisting of the Principal (1 person), Class Teacher (1 person), and 25 class V students of Al Masyhuriah Islamic Elementary School, Kateng Village (16 male students and 8 female students). Data analysis was carried out in three stages, namely: (1) Data reduction; (2) Presentation of data; and (3) Drawing conclusions. Based on research results, it has been shown that the use of the YouTube platform can help familiarize students with mathematical literacy in the affective, cognitive and psychomotor domains. This research has the limitation that students' mathematical literacy habits are influenced by their ability to use and utilize YouTube as a learning resource and source of information. This research also cannot be generalized to the entire student population, because it was conducted on a selected sample group

    Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Generasi Rabbani di Era Digital

    Full text link
    This research aims to understand and describe the management of Islamic education at SDIT Samawa Qur'ani, focusing on efforts to build a Rabbani generation in the digital era. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection techniques used were in-depth interviews with teachers, staff, students, and parents, participant observation in class and religious activities, and document studies related to the curriculum, learning programs, and activity reports of SDIT Samawa Qur'ani. The data analysis technique used is thematic analysis. The results show that SDIT Samawa Qur'ani implements comprehensive Islamic education management, with a focus on instilling Islamic values and developing student character. Efforts to build a Rabbani generation in the digital era are carried out through various programs and activities, such as the integration of technology in learning, Islamic value-based character development, and spiritual mentoring of students. This research contributes to understanding and improving the effectiveness of Islamic education management at SDIT Samawa Qur'ani, with a focus on efforts to build a generation of Rabbani in the digital era.Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan manajemen pendidikan Islam di SDIT Samawa Qur'ani, dengan fokus pada upaya membangun generasi Rabbani di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan guru, staf, siswa, dan orang tua siswa, observasi partisipan di kelas dan kegiatan keagamaan, serta studi dokumen yang berkaitan dengan kurikulum, program pembelajaran, dan laporan kegiatan SDIT Samawa Qur'ani. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Samawa Qur'ani menerapkan manajemen pendidikan Islam yang komprehensif, dengan fokus pada penanaman nilai-nilai keislaman dan pengembangan karakter siswa. Upaya membangun generasi Rabbani di era digital dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, seperti integrasi teknologi dalam pembelajaran, pengembangan karakter berbasis nilai Islam, dan pendampingan spiritual siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dan meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan Islam di SDIT Samawa Qur'ani, dengan fokus pada upaya membangun generasi Rabbani di era digital

    Pemanfaatan Budaya Lokal dalam Pendidikan di Desa Sapit

    Full text link
    This study analyzes the use of local culture in education in Sapit Village which has great potential in education, but has not been optimal or has not been documented. The purpose of this study is to explore the extent which the local culture of Sapit Village is utilized in education, and what strategies are used by schools and communities in integrating it into the learning process. The method in this study uses a qualitative approach with observation, interview, and documentation methods with respondents consisting of students, traditional leaders and parents. Data analysis uses data reduction, data display and data verification, and to obtain data validity using the data triangulation method. The results of this study indicate that local culture in Sapit Village such as nyongkolan, gendang beleq, begawe, use the Sasak language have great potential to be integrated into formal education, both in terms of learning materials, methods, and values ​​​​that are instilled and contain elements of character education, life skills, and socio-cultural insights that are very important for students. In its utilization, this local culture has begun to be applied on a limited basis, but not yet optimally. Penelitian ini menganalisis tentang pemanfaatan budaya lokal dalam pendidikan di desa Sapit yang memiliki potensi besar dalam pendidikan, namun belum optimal atau belum terdokumentasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menggali sejauh mana budaya lokal Desa Sapit dimanfaatkan dalam pendidikan, serta bagaimana strategi yang digunakan oleh sekolah dan masyarakat dalam mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran. Metode dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan responden yang terdiri dari siswa, tokoh adat dan orang tua. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data, serta untuk mendapatkan kebasahan data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya lokal di Desa Sapit seperti nyongkolan, gendang beleq, begawe, hingga penggunaan bahasa Sasak memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam pendidikan formal, baik dari segi materi pembelajaran, metode, maupun nilai-nilai yang ditanamkan serta mengandung unsur pendidikan karakter, keterampilan hidup, dan wawasan sosial-budaya yang sangat penting bagi siswa. dalam Pemanfaatannya, budaya lokal ini sudah mulai diterapkan secara terbatas, namun belum maksimal. Teori pembelajaran kontekstual, bahwa pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa akan lebih mudah dipahami dan diingat

    PENERAPAN KONSEFP SHADIQ DAN AL-SHIDDIQ MENURUT PERSPEKTIF Al-QUSYAIRI: Telaah Penafsiran Al-Qusyairi Dalam Tafsir Lathoif al-Isyarat

    No full text
    In Sufism discourse, the concept of shadiq and al-shiddiq is an important and fundamental foundation for Sufism experts to begin their spiritual journey. The phenomenon of dishonesty is a very factual thing that is found today. This dishonesty will give birth to corruption, academic fraud, hoax news, fraud and so on. So this paper tries to provide a description of the interpretation of isyari carried out by al-Qusyairi on verses related to the concept of shadiq and al-shiddiq from the interpretation that leads to the interpretation of isyari. The research method that the author uses in this journal article is a qualitative descriptive study of a library research nature taken from books that are in accordance with the study of this journal article and other literature as the main object in this journal. In Tafsir al-Qusyairi Lathoif al-Isalun's explanation of the concepts of shadiq and al-shiddiq, it seems to reflect the tendency to try to reveal the inner meaning and Sufistic practices in the Qur'an, not only revealing the zahir meaning of the verses contained within but inviting us to use intuition to reveal the meaning behind the verses.Dalam wacana tasawuf, konsep shadiq dan al-shiddiq menjadi landasan penting dan mendasar bagi para ahli tasawuf untuk memulai perjalanan spiritual mereka. Fenomena ketidak jujuran menjadi hal yang sangat faktual yang ditemukan seaat ini. Ketidakjujuran ini akan melahirkan korupsi, kecurangan akademik, berita hoax, penipuan dan lain sebagainya. Sehingga makalah ini mencoba memberikan uraian tentang penafsiran isyari yang dilakukan oleh al-Qusyairi pada ayat-ayat yang berkaitan dengan konsep shadiq dan al-shiddiq dari penafsiran yang mengarah kepada tafsir isyari. Metode penelitian yang penulis pakai dalam artikel jurnal ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) yang diambil dari buku- buku yang sesuai dengan kajian artikel jurnal ini dan literatur-literatur lainnya sebagai objek yang utama dalam jurnal ini. Dalam penjelasan Tafsir al-Qusyairi Lathoif al-Isyarat tentang konsep shadiq dan al-shiddiq yang terlihat mencerminkan kecenderungan upaya menyingkap makna batin dan laku sufistik dalam al- Qur’an, tidak hanya mengugkap makna zahir ayat yang terkandung didalamnya tetapi mengajak untuk menggunakan intuisi untuk menyingkap makna dibalik ayat

    Analisis Permasalahan Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar

    No full text
    This research aims to analyze the problems faced in learning Social Sciences (IPS) at UPTD SD Negeri 18 Peusangan. Based on initial observations, it was found that students' low interest and understanding of social studies subjects was influenced by the dominant learning method using lectures, limited learning media, and the lack of relevance of the material to students' lives. Apart from that, limited teacher competence in using technology and applying innovative methods is also a factor that contributes to this problem. This research method uses a qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews and analysis of student learning outcomes. The research results show that students are less motivated and passive during social studies learning because the method tends to be monotonous and the material is not linked to everyday experiences. Learning media that is limited to textbooks makes learning less interesting for students. The low scores on student learning outcomes indicate that they have difficulty understanding social studies material in depth. Solutions are needed in the form of implementing more interactive learning methods, using simple visual or digital media, and training for teachers in the use of technology and student-based learning methods.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di UPTD SD Negeri 18 Peusangan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPS dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang dominan menggunakan ceramah, keterbatasan media pembelajaran, serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan siswa. Selain itu, keterbatasan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi dan penerapan metode inovatif juga menjadi faktor yang berkontribusi pada masalah ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kurang termotivasi dan pasif selama pembelajaran IPS karena metode yang cenderung monoton dan materi yang tidak dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari. Media pembelajaran yang terbatas pada buku teks membuat pembelajaran menjadi kurang menarik bagi siswa. Rendahnya nilai hasil belajar siswa menunjukkan bahwa mereka kesulitan memahami materi IPS secara mendalam. Diperlukan solusi berupa penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, penggunaan media visual atau digital sederhana, dan pelatihan bagi guru dalam penggunaan teknologi serta metode pembelajaran berbasis siswa

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇