Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Studi Al-Quran Dengan Pendekatan Modern
Artikel ini membahas pendekatan studi tafsir kontemporer yang bercorak kritis dan transformatif. Kritisisme pendekatan tafsir kontemporer menempatkan produk penafsiran klasik bukan sebagai kebenaran mutlak, tetapi sebagai produk zaman yang perlu dikaji ulang. Pendekatan tafsir kontemporer menekankan transformasi makna untuk kepentingan transformasi umat dan memecahkan problem yang muncul berkembang dalam masyarakat muslim. Ada dua pertanyaan utama dalam artikel ini: Pertama, bagaimana metode pendekatan studi tafsir kontemporer. Kedua, bagaimana varian pendekatan tafisr kontemporer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui telaah kepustakaan, yakni sumber primer berupa buku-buku dan artikel yang terkait dengan studi tafsir kontemporer. Artikel ini menemukan; Pertama, pendekatan tafsir kontemporer menggunakan metodologi kontemporer multidisip di bidang sosial-humaniora. Kedua, metode tafsir kontemporer memiliki varian pendekatan seperti historis-kritis, sosiologis, hermeneutika dan linguistik.Artikel ini membahas pendekatan studi tafsir kontemporer yang bercorak kritis dan transformatif. Kritisisme pendekatan tafsir kontemporer menempatkan produk penafsiran klasik bukan sebagai kebenaran mutlak, tetapi sebagai produk zaman yang perlu dikaji ulang. Pendekatan tafsir kontemporer menekankan transformasi makna untuk kepentingan transformasi umat dan memecahkan problem yang muncul berkembang dalam masyarakat muslim. Ada dua pertanyaan utama dalam artikel ini: Pertama, bagaimana metode pendekatan studi tafsir kontemporer. Kedua, bagaimana varian pendekatan tafisr kontemporer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui telaah kepustakaan, yakni sumber primer berupa buku-buku dan artikel yang terkait dengan studi tafsir kontemporer. Artikel ini menemukan; Pertama, pendekatan tafsir kontemporer menggunakan metodologi kontemporer multidisip di bidang sosial-humaniora. Kedua, metode tafsir kontemporer memiliki varian pendekatan seperti historis-kritis, sosiologis, hermeneutika dan linguistik
PENERAPAN METEODE CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS V PADA PELAJARAN AL QUR’AN HADITS
Abstract
Based on observations, the educator's task in order to optimize the teaching and learning process is as a facilitator who is able to develop students' willingness to learn to achieve active and fun learning activities, the purpose of this research was conducted to increase student activity in the learning process. This research was designed using Classroom Action Research. The research instrument used in this research was an observation sheet and field notes used to obtain data or information relating to class situations that were not included in the observation sheet. In this study, field notes were used to observe things that happened in the classroom during the application of the card sort learning method. The results showed that in the first cycle the average student activity was in the less active category. Furthermore, in cycle II, the average student activity has shown the quite active category, however, in this cycle, improvements still need to be made so that researchers use cycle III. In cycle III, the average student activity has shown the active category. Thus, the Card Sort learning method can be recommended to teachers in carrying out learning.Abstrak
Berdasarkan hasil pengamatan,Tugas pendidik dalam rangka mengoptimalisasi proses belajar mengajar adalah sebagai fasilitator yang mampu mengembangkan kemauan belajar siswa untuk mencapai kegiatan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, tujuan penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelian ini adalah lembar observasi dan catatan lapangan digunakan untuk memperoleh data atau informasi yang berkaitan dengan situasi kelas yang tidak tercantum dalam lembar observasi. Dalam penelitian ini catatan lapangan digunakan untuk mengamati hal-hal yang terjadi di dalam kelas selam penerapan metode pembelajaran card sort. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata keaktifan siswa sudah menunjukkan kategori kurang aktif . Selanjutnya pada siklus II rata-rata keaktifan siswa sudah menunjukkan kategori cukup aktif, akan tetapi pada siklus ini masih perlu dilakukan perbaikan sehingga peneliti menggunakan siklus III, Pada siklus III rata-rata keatifan siswa sudah menunjukkan ategori aktif. Dengan demikian, metode pembelajaran Card Sort dapat direkomendasikan kepada guru dalam melaksanakan pembelajaran
Implementasi Metode Pembelajaran Timeline untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs NW Suralaga
Sejarah kebudayaan Islam atau SKI termasuk pelajaran yang sulit dipahami siswa dibandingkan dengan mata pelajaran lain, karena SKI mempelajari sesuatu yang sudah terjadi, dan tidak dialami langsung oleh siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah metode pembelajaran timeline. Pendekatan timeline adalah metode garis waktu yang dibuat secara runtun dan sistematis. Pendekatan Garis waktu lebih menarik disajikan secara bergambar atau simbol-simbol, sehingga pembahasan mengenai peristiwa SKI dapat dipahami dengan jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran SKI melalui penerapan pembelajaran timeline. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen jenis one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 18 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum memberikan pembelajaran timeline yaitu 62,50. Adapun setelah menerapkan metode timeline, nilai rata-rata siswa sebesar 79,17. Kemudian melalui hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,000, artinya nilai signifikansi (2 tailed) < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran timeline dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam.Abstrak
Sejarah kebudayaan Islam atau SKI termasuk pelajaran yang sulit dipahami siswa dibandingkan dengan mata pelajaran lain, karena SKI mempelajari sesuatu yang sudah terjadi, dan tidak dialami langsung oleh siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah metode pembelajaran timeline. Pendekatan timeline adalah metode garis waktu yang dibuat secara runtun dan sistematis. Pendekatan Garis waktu lebih menarik disajikan secara bergambar atau simbol-simbol, sehingga pembahasan mengenai peristiwa SKI dapat dipahami dengan jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran SKI melalui penerapan pembelajaran timeline. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen jenis one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 18 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum memberikan pembelajaran timeline yaitu 62,50. Adapun setelah menerapkan metode timeline, nilai rata-rata siswa sebesar 79,17. Kemudian melalui hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,000, artinya nilai signifikansi (2 tailed) < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran timeline dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam
PENERAPAN MIND MAPPING SEBAGAI MEDIA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS VII MTS MANBAUL BAYAN SAKRA
Latar belakang masalah berorientasi pada penggunaan media pembelajaran yang menggunakan media berbasis komputer. Padahal tidak semua daerah di Indonesia sudah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran berbasis media komputer sehingga pembelajaran terbatasi oleh adanya sarana dan prasarana tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penerapan Mind Mapping sebagai media dapat meningkatkan kemampuan belajar IPS pada siswa kelas VII Manbaul Bayan Sakra. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media, 2) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, 3) untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Penelitian dilakukan melalui tiga siklus, dimana masing-masing siklus melakukan tindakan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII Mts Manbaul Bayan Sakra yang berjumlah 15 siswa. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes penilaian posttest, dengan lembar observasi aktivitas siswa sebagai pendukung. Analisis data hasil belajar siswa setelah tindakan siklus I dapat diketahui bahwa nilai rata-rata 53,57 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 25%. Setelah tindakan siklus II nilai rata-rata 72,31 dengan ketuntasan belajar klasikal 76,92%, Hasil analisis aktivitas siswa pada tindakan siklus I diperoleh hasil 60% dengan kriteria cukup. Aktivitas siswa pada siklus II mencapai 73,33% dengan kriteria baik. Dari analisis data penelitian dengan judul Penerapan Mind Mapping sebagai Media dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar IPS pada Siswa Kelas VII Mts Manbaul Bayan Sakra dapat meningkatkan kemampuan belajar serta aktivitas siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar guru memanfaatkan media Mind Mapping dalam pembelajaran agar dapat meningkatkan pemahaman siswa serta meningkatkan kemampuan belajar siswa
Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 1 Pringgabaya
Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dengan jumlah 1013 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sedangkan untuk mengecek keabsahan data tersebut peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya meliputi perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik, pengelompokan peserta didik, kehadiran peserta didik, pembinaan peserta didik, kenaikan kelas dan penjurusan, perpindahan peserta didik, kelulusan dan alumni, kegiatan ektra kelas, dan layanan peserta didik. Dalam menegakkan kedisiplinan siswa dibuatkan aturan atau tata tertib, bagi siswa yang melanggar aturan atau tata tertib tersebut maka dikenakan saksi berupa sistem bobot point. Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu perjanjian di atas kerjas bermaterai, pertemuan wali siswa, pengelompokkan peserta didik berdasarkan guru pembimbing, membuat daftar hadir peserta didik, membuat surat pernyatan (teguran atau peringatan), membuat suarat izin meninggalkan pelajaran, dan membuat kartu izin satpam. Dalam pelaksanaanya peserta didik bekerjasama dengan penanggung jawab dari setiap kegiatan yang telah dibentuk. Dalam menunjang kegiatan manajemen peserta didik ada beberapa layanan yang telah diberikan oleh sekolah diantaranya layanan kesehatan, layanan perpustakaan, layanan bimbingan konseling, layanan transportasi, dan layanan kantin. Untuk meningkatkan kedisiplinan, siswa wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku di sekolah, apabila siswa melanggar peraturan sekolah maka peserta didik akan mendapatkan point, dan setiap pelanggaran mempunyai bobot poin yang berbeda-beda. Ketika point sudah mencapai 100 point maka siswa akan dikembalikan ke orang tuanyaPenelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dengan jumlah 1013 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sedangkan untuk mengecek keabsahan data tersebut peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya meliputi perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik, pengelompokan peserta didik, kehadiran peserta didik, pembinaan peserta didik, kenaikan kelas dan penjurusan, perpindahan peserta didik, kelulusan dan alumni, kegiatan ektra kelas, dan layanan peserta didik. Dalam menegakkan kedisiplinan siswa dibuatkan aturan atau tata tertib, bagi siswa yang melanggar aturan atau tata tertib tersebut maka dikenakan saksi berupa sistem bobot point. Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu perjanjian di atas kerjas bermaterai, pertemuan wali siswa, pengelompokkan peserta didik berdasarkan guru pembimbing, membuat daftar hadir peserta didik, membuat surat pernyatan (teguran atau peringatan), membuat suarat izin meninggalkan pelajaran, dan membuat kartu izin satpam. Dalam pelaksanaanya peserta didik bekerjasama dengan penanggung jawab dari setiap kegiatan yang telah dibentuk. Dalam menunjang kegiatan manajemen peserta didik ada beberapa layanan yang telah diberikan oleh sekolah diantaranya layanan kesehatan, layanan perpustakaan, layanan bimbingan konseling, layanan transportasi, dan layanan kantin. Untuk meningkatkan kedisiplinan, siswa wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku di sekolah, apabila siswa melanggar peraturan sekolah maka peserta didik akan mendapatkan point, dan setiap pelanggaran mempunyai bobot poin yang berbeda-beda. Ketika point sudah mencapai 100 point maka siswa akan dikembalikan ke orang tuany
PESANTREN: PENDIDIKAN BERBASIS PENGEMBANGAN KARAKTER: Studi Kasus di Pondok Pesantren Darurrahman NW Aik Ampat
Pesantren sebagai pusat pendidikan yang berbasis pengembangan karakter, tentunya mengalami dinamika yang secara terus menerus membutuhkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian akan mengurai eksistensi pesantren dalam pengembangan karakter dengan mengambil sampel di Ponpes Darurrahman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data utama dipeoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tape, pengambilan foto atau film. Peneliti menemukan ada beberapa model yang digunakan oleh ponpes Darurrahman dalam mengembangkan karakter adalah yang pertama, keteladanan, kedua, penanaman kedisiplinan, ketiga, pembiasaan, Keempat, menciptakan suasana yang kondusif, kelima, integrasi dan internalisasi. Kelima model ini kemudian diimplemnetasikan dalam bentuk Kejujuran, keadilan, toleransi, rasa hormat, dan kedisiplinan diri. Pengembangan karakter di Ponpes Darurrahman menghadapi kendala seperti masih belum maksimalnya praktik yang dilaksanakan, tapi secara tidak langsung sudah menunjukkan hasil yang positif. Para santri juga mengalami beberapa kesulitan dalam mengikuti model yang dikembangkan oleh pondok pesantren, sehingga tentunya ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil dalam megikuti model pengembangan karakter yang dikembangkan dalam pondok pesantrenPesantren sebagai pusat pendidikan yang berbasis pengembangan karakter, tentunya mengalami dinamika yang secara terus menerus membutuhkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian akan mengurai eksistensi pesantren dalam pengembangan karakter dengan mengambil sampel di Ponpes Darurrahman. Ada beberapa model yang digunakan oleh ponpes Darurrahman dalam mengembangkan karakter adalah yang pertama, keteladanan, kedua, penanaman kedisiplinan, ketiga, pembiasaan, Keempat, menciptakan suasana yang kondusif, kelima, integrasi dan internalisasi. Kelima model ini kemudian diimplemnetasikan dalam bentuk Kejujuran, keadilan, toleransi, rasa hormat, dan kedisiplinan diri. Pengembangan karakter di Ponpes Darurrahman menghadapi kendala seperti masih belum maksimalnya praktik yang dilaksanakan, tapi secara tidak langsung sudah menunjukkan hasil yang positif. Para santri juga mengalami beberapa kesulitan dalam mengikuti model yang dikembangkan oleh pondok pesantren, sehingga tentunya ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil dalam megikuti model pengembangan karakter yang dikembangkan dalam pondok pesantr
PENINGKATAN PEMAHAMAN LITERASI ANAK DAN REMAJA DI DESA SUKAREMA KECAMATAN LENEK
The implementation of digital literacy training in the village of Sukarema has a very big influence on changes in people's habits, especially parents in controlling and supervising children when carrying out activities related to digital literacy. The implementation of PKM activities is carried out using the lecture method, aiming to provide understanding to parents that digital literacy is very necessary to help children digitally. We use practical methods to strengthen understanding of digital literacy. After the PKM implementation took place, the community (parents) could feel positively both the usefulness and benefits of digital literacy in finding information related to learning and other things. In addition, about 83.3% of the Sukarema villagers use digital for more than 4 hours per day. This shows that the progress of digital literacy is growing very fast. This proves that the implementation of digital literacy training can increase public or parents' understanding of digital literacy and can control and supervise children in using digital
MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 AIKMEL KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR NTB
Pendidikan sangatlah penting dalam peningkatan mutu, sehingga diperlukanlah peningkatan pendidikan yang berkaitan dengan peningkatan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, diperlukan manajemen kelas yang baik agar tujuan belajar-mengajar dapat tercapai. Dalam manajemen kelas, guru harus senantiasa memperhatikan dan menciptakan suasana kondusif di dalam kelas, dengan adanya guru yang berkompeten dan berkualitas diharapkan mampu dalam menciptakan suasana belajar-mengajar yang efektif di dalam kelas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kelas dalam meningkatkan proses belajar-mengajar pendidikan agama Islam dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan proses belajar-mengajar pendidikan agama Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan teknik dokumen. Analisis data menggunakan analisis data secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas dalam meningkatkan proses belajar-mengajar pendidikan agama Islam sudah berjalan dengan baik tetapi belum maksimal. Faktor pendukung manajemen kelas berasal dari guru, fasilitas dan peserta didik, faktor penghambatnya adalah adanya kegiatan sekolah yang mengorbankan jam pelajaran, kelas yang mendapat jam terakhir, peserta didik kurang aktif dan kurang disiplin dalam mengerjakan tugas dan peserta didik yang sering keluar masuk kelas dengan alasan ke kamar kecil
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MI NW KARANG BATA KOTA MATARAM : indoneia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap kesulitan belajar matematika pada masa pandemi Covid-19. Dengan adanya kesulitan belajar siswa, maka perlu adanya strategi yang tepat dari guru dalam mengatasi kesulitan tersebutPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan, sedangkan teknik keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik, waktu dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada masa pandemi Covid-19 di kelas IV MI NW Karang Bata adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Ekspositori dan strategi pembelajaran Kooperatif. Selain itu strategi guru kelas IV yang membedakan dengan guru lain adalah (a) guru memastikan kesiapan belajar siswa, (b) guru menggunakan media pembelajaran dengan benda-benda nyata, (c) permasalahan yang diberikan merupakan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, (d) tingkat kesulitan masalah sesuai dengan kemampuan anak, dan (e) memberi kebebasan kepada anak untuk menyelesaikan masalah, serta (f) menghilangkan rasa takut siswa untuk belajar matematikPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terhadap kesulitan belajar matematika pada masa pandemi Covid-19. Dengan adanya kesulitan belajar siswa, maka perlu adanya strategi yang tepat dari guru dalam mengatasi kesulitan tersebutPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dikumpulkan, sedangkan teknik keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik, waktu dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada masa pandemi Covid-19 di kelas IV MI NW Karang Bata adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Ekspositori dan strategi pembelajaran Kooperatif. Selain itu strategi guru kelas IV yang membedakan dengan guru lain adalah (a) guru memastikan kesiapan belajar siswa, (b) guru menggunakan media pembelajaran dengan benda-benda nyata, (c) permasalahan yang diberikan merupakan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, (d) tingkat kesulitan masalah sesuai dengan kemampuan anak, dan (e) memberi kebebasan kepada anak untuk menyelesaikan masalah, serta (f) menghilangkan rasa takut siswa untuk belajar matemati
PENGGUNAAN ALAT PERAGA PUZZLE DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MI KEBOKICAK
Abstract
This research is motivated by the lack of students' learning motivation in the material of flat shapes. The low motivation of these students is indicated by the lack of student attention to the subject matter so that there are still many students who are often wrong in determining the kinds of flat shapes. In addition, the supporting facilities and teaching aids at MI kebokicak are still very minimal. One of the efforts so that the level of student learning motivation becomes better is to use puzzle props with the demonstration method which is expected to have a good effect on students' motivation in building data material. The purpose of this study was to increase students' motivation to work on the material of flat shapes using puzzle props with the demonstration method in class III students in the second semester of MI Kebokicak. The research was carried out using a quantitative research method of multiple regression type and classical assumption test with the help of SPSS 20 for windows using random sampling technique. The focus of this research is to find out; a) is there any effect of puzzle teaching aids on students' learning motivation, b) is there any effect of demonstration method on students' learning motivation and c) is there any effect of puzzle teaching aids with demonstration method on students' learning motivation. This can be seen from the results of calculations using the t-test and f-test, with the following details; a) there is a significant effect between puzzle props on students' learning motivation, this can be proven by the results of the partial test output (t) obtained t count (2,381) shows t count > t table that is (2,028) thus t count is greater from the t table and the standard of significance/probability value (a) (0.023 < 0.050), b) there is a significant effect between the effect of the demonstration method on students' learning motivation, this can be proven by the results of the partial test output (t) obtained t count ( 2.775) shows arithmetic > t table, namely (2.028) thus t arithmetic is greater than t table and the standard of significance / probability value (a) (0.000 < 0.050), c) there is a significant effect between the influence of puzzle props and the demonstration method on student learning motivation, this can be proven by the results of the hypothesis test table simultaneously, the F table calculation is carried out using the formula (F table = N-m-1 = db39-2-1 = db36 with k level trust 5%), then obtained F table = (3,26). The result of the above analysis is that the calculated F value = (12.126), shows F arithmetic > F table (16.665 > 3.26) and the standard of significance/ probability value is (0.000 < 0.05).Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa pada materi bangun datar. Rendahnya motivasi siswa tersebut ditunjukkan dengan kurangnya perhatian siswa terhadap materi pelajaran sehingga masih banyak siswa yang sering salah dalam menentukan jenis bangun datar. Selain itu, fasilitas penunjang dan alat peraga di MI kebokicak masih sangat minim. Salah satu upaya agar tingkat motivasi belajar siswa menjadi lebih baik adalah dengan menggunakan alat peraga puzzle dengan metode demonstrasi yang diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap motivasi belajar siswa dalam membangun materi data. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengerjakan materi bangun datar menggunakan alat peraga puzzle dengan metode demonstrasi pada siswa kelas III semester II MI Kebokicak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis regresi berganda dan uji asumsi klasik dengan bantuan program SPSS 20 for windows menggunakan teknik random sampling. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui; a) adakah pengaruh alat peraga puzzle terhadap motivasi belajar siswa, b) adakah pengaruh metode demonstrasi terhadap motivasi belajar siswa dan c) adakah pengaruh alat peraga puzzle dengan metode demonstrasi terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan menggunakan uji-t dan uji-f, dengan rincian sebagai berikut; a) terdapat pengaruh yang signifikan antara puzzle props terhadap motivasi belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji parsial output (t) diperoleh t hitung (2,381) menunjukkan t hitung > t tabel yaitu (2,028) sehingga t hitung hitung lebih besar dari t tabel dan nilai standar signifikan/probabilitas (a) (0,023 < 0,050), b) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh metode demonstrasi terhadap motivasi belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji parsial output (t) diperoleh t hitung (2,775) menunjukkan hitung > t tabel yaitu (2,028) dengan demikian t hitung lebih besar dari t tabel dan standar signifikansi/nilai probabilitas (a) (0,000 < 0,050), c) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh puzzle props dan metode demonstrasi terhadap motivasi belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil tabel uji hipotesis secara simultan, perhitungan F tabel dilakukan dengan menggunakan rumus (F tabel = N-m-1 = db39-2-1 = db36 wi tk tingkat kepercayaan 5%), maka diperoleh F tabel = (3,26). Hasil analisis di atas diperoleh nilai F hitung = (12,126), menunjukkan F hitung > F tabel (16,665 > 3,26) dan standar signifikansi/nilai probabilitas (0,000 < 0,05)